Cefetamet – Obat Apa – Cara Penggunaan – Dosis – Efek Samping

566

Bagi sebagian orang memilih obat saat sakit merupakan satu kegiatan yang membingungkan. Bagaimana tidak, jika begitu banyak pilihan obat yang tersedia di apotek, mulai dari obat bebas hingga obat yang membutuhkan resep dokter. Tidak hanya itu, obat-obatan herbal pun kini mulai ikut meramaikan etalase apotek membuat konsumen semakin bingung memilih obat apa yang tepat untuk mereka. Cefatamet, sebagai salah satu jenis nama obat mungkin kurang mendapat perhatian karena tidak diketahui obat apa, cara penggunaan hingga efek sampingnya.

Cefetamet, seperti obat kimiawi yang beredar di pasaran, sangat perlu untuk dikenali lebih jauh sebelum mulai mengkonsumsinya. Hal ini dikarenakan obat ini memiliki efek samping yang tidak ringan, terutama jika digunakan secara sembarangan. Maka, di artikel kali ini akan dibahas lebih detail mengenaik cefetamet. Simak terus, ya!

Cefetamet, Obat Apa?

Cefetamet adalah obat antibiotik cephalosporin generasi ketiga. Seperti obat-obatan antibiotik lainnya, obat ini berguna untuk merawat, mengontrol, mencegah, dan mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan cara menghambat tahap transpeptidase akhir pada proses sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri. Cefetamet akan mengikat satu atau lebih protein pengikat penisilin (PBP) yang membuat sistesis di dinding sel bakteri tidak bisa terjadi. Obat antibiotik cephalosporin ini biasanya digunakan untuk mengobati penyakit sistemik untuk infeksi.

Kegunaan Cefetamet

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, cefetamet berguna untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Berikut ini adalah penyakit-penyakit yang bisa diobati dengan menggunakan cefetamet:

  • Infeksi saluran pernapasan yang bisa ditunjukkan dengan banyak kondisi gangguan pada sistem pernapasan
  • Bronchitis kronis, yaitu kondisi peradangan di saluran bronkial yang berguna membawa udara ke paru-paru. Gejala awal bronkitis ini perlu diketahui untuk menghindari bahaya bronkitis yang lebih jauh.
  • Infeksi di saluran kemih, biasanya akibat adanya bakteri yang menginfeksi saluran kemih
  • Faringotonsilitis, yaitu infeksi yang bisa menyebabkan pembengkakan di faring (kerongkongan) dan tonsil (amandel)
  • Otitis media, yaitu penyakit infeksi yang terjadi di telinga bagian tengah. Bagian ini merupakan ruang dengan tiga tulang kecil yang terletak di belakang gendang telinga. Bagian ini berguna untuk menangkap getaran dan meneruskan getaran ke telinga bagian dalam
  • Pneumonia, yang juga sering disebut paru-paru basah. Penyakit ini menyebabkan pembengkakan di kantong-kantong udara, bisa di salah satu ataupun kedua paru-paru. Akibat banyaknya pertanyaan bahwa radang paru-paru menular atau tidak, penyakit sangat perlu segera ditangani agar tidak mengganggu peran sosial pasien
  • Gonore, yaitu penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit yang juga disebut sebagai kencing nanah ini disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae. Maka, penggunaan antibiotik bisa menjadi pengobatan gonore yang cukup efektif.

Penyakit-penyakit di atas adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Cefatamet apat mengatasi infeksi bakteri yang terjadi dengan menghambat pertumbuhan atau reproduksi bakteri.

Cara Penggunaan dan Dosis Cefetamet

Cefetamet biasanya tersedia dalam bentuk obat minum dengan dosis 500 mg per konsumsi.  Bentuk sediaan obat bisa dalam bentuk tablet, suspensi, larutan, kapsul, tablet kunyah dan obat suntik. Anda dapat memilih sediaan obat sesuai kebutuhan Anda atau dokter yang akan menyesuaikan sediaan obat dengan kondisi tubuh Anda.

Anda harus mengikuti petunjuk dokter untuk dosis obat yang harus diambil. Jika Anda melewatkan satu dosis obat tanpa sengaja, segera konsumsi satu dosis begitu Anda ingat. Akan tetapi, jika saat Anda ingat untuk meminum obat saat sudah mendekati waktu konsumsi dosis selanjutnya, sebaiknya Anda cukup mengkonsumsi satu dosis saja dan melewatkan dosis yang terlupa. Jangan menggandakan dosis karena dapat berbahaya untuk Anda. Dalam hal terjadi overdosis, segera hubungi unit gawat darurat di pusat layanan kesehatan yang terdekat untuk mendapat pertolongan. Sementara menunggu perawatan, Anda bisa mencoba melakukan cara menetralisir overdosis obat sendiri.

Untuk menggunakan cefetamet Anda harus mengikuti petunjuk yang tersedia di kemasan obat atau brosur yang tersedia di apotek. Dokter juga biasanya akan memberikan resep cara penggunaan obat yang sesuai dengan kondisi tubuh atau kondisi penyakit yang sedang diderita. Jangan ragu untuk menanyakan cara penggunaan obat kepada dokter yang memberi resep atau apoteker sebelum membeli, membeli ulang atau mulai mengkonsumsi obat.

Selain menyampaikan keluhan penyakit, pastikan Anda juga menyampaikan riwayat kesehatan Anda atau obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi. Dalam hal ini, vitamin, suplemen herbal ataupun obat-obatan bebas juga harus Anda masukkan ke dalam daftar obat yang harus Anda sampaikan ke dokter. Hal ini sangat penting agar dokter bisa memastikan pengobatan berjalan lancar dan tidak ada interaksi obat yang terjadi. Perlu diketahui bahwa interaksi obat dapat menurunkan tingkat efektivitas obat atau bahkan menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Beberapa poin yang perlu Anda sampaikan pada dokter sebelum mulai mengkonsumsi obat adalah sebagai berikut:

  • Hipersensitivitas terhadap obat-obatan, khususnya penisilin
  • Hipersensitivitas terhadap obat golongan cephalosporin
  • Riwayat penyakit ginjal atau menunjukkan tanda-tanda penyakit ginjal
  • Riwayat penyakit gastrointestinal
  • Kehamilan atau sedang menyusui. Demikian halnya jika Anda sedang menjalani program hamil, sebaiknya juga menyampaikan hal ini ke dokter
  • Memiliki riwayat kejang yang berhubungan dengan konsumsi obat tertentu
  • Mengalami defisiensi karnitin
  • Mengalami infeksi Clostridium difficile
  • Colitis pseudomembran, atau peradangan yang terjadi di usus besar akibat pertumbuhan bakteri Clostridium difficile yang berlebih

Poin-poin di atas harus Anda sampaikan ke dokter saat pemeriksaan berlangsung. Informasi tersebut akan sangat berguna bagi dokter dalam menentukan pengobatan, dosis atau cara penggunaan obat cefetamet.

Efek Samping Cefetamet

Efek samping cefetamet sangat mungkin untuk muncul pada beberapa orang. Bahkan, salah satu bahaya penggunaan obat tanpa resep dokter adalah kemungkinan munculnya efek samping yang lebih berbahaya. Hal ini terutama jika pasien tidak memperhatikan kotraindikasi atau cara penggunaan obat sebelum mengkonsumsinya. Oleh karena itu, resep dan cara penggunaan dari dokter sangat penting untuk diikuti dengan disiplin supaya bisa meminimalisir terjadinya efek samping.

Berikut ini adalah efek samping yang mungkin muncul dari penggunaan cefetamet:

  • Hipersensitivitas – adalah reaksi berlebihan yang ditimbulkan dari konsumsi cefetamet. Hal ini bisa dikarenakan respon imun yang sangat sensitif sehingga pasien akan menderita reaksi yang sangat tidak nyaman dari tubuhnya
  • Gangguan pencernaan – bisa meliputi rasa mual, muntah, hingga diare

Efek samping di atas tidak bersifat pasti atau komprehensif. Pasien sangat mungkin tidak mengalami efek samping apapun setelah mengkonsumsi cefetamet, namun juga tidak menutup kemungkinan adanya efek samping lain di luar yang telah disebutkan di atas. Apabila Anda merasakan efek samping baik yang disebutkan di atas ataupun yang lainnya dan efek samping antibiotik tersebut sangat mengganggu serta tidak kunjung hilang, segera konsultasikan pada dokter atau tenaga medis.

Untuk bisa meminimalisir efek samping yang muncul, ikuti petunjuk penggunaan yang diberikan oleh dokter atau yang tersedia di kemasan obat. Selain itu, simpan cefetamet dengan benar untuk menjaga kualitas obat. Cefetamet adalah obat yang harus disimpan di suhu ruangan. Sebaiknya Anda menjauhkan penyimpanan cefetamet dari sinar matahari langsung dan tempat yang lembab. Instruksi penyimpanan biasanya juga tersedia di kemasan obat. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharan untuk menghindari kecelakaan konsumsi obat.

Perhatian dan Peringatan

Perlu diketahui bahwa obat-obatan tertentu akan memberi reaksi atau interaksi tertentu terhadap makanan, minuman atau obat-obatan yang dikonsumsi secara bersamaan. Pada kasus seperti ini, dokter biasanya akan menyesuaikan kembali dosis obat atau mengatur waktu pemakaian obat untuk mencegah terjadinya interaksi obat. Oleh karena itu, Anda perlu memberi tahu dokter jika sedang menjalani pengobatan untuk penyakit lainnya atau sedang mengikuti diet tertentu dengan makanan atau minuman tertentu.

Konsumsi alkohol dan tembakau pada rokok mungkin juga akan menimbulkan reaksi atau interaksi obat. Diskusikan hal ini dengan dokter, namun sangat disarankan untuk Anda menghentikan konsumsi alkohol dan tembakau ini. Bagaimanapun terdapat efek negatif dari alkohol dan tembakau untuk kesehatan Anda, seperti bahaya alkohol bagi sistem saraf atau pengaruh rokok untuk paru-paru manusia yang mematikan.

Demikian pembahasan mendetail mengenai cefetamat mulai dari obat ini memiliki kegunaan apa, cara penggunaan dan dosisnya, hingga efek samping apa yang mungkin muncul. Jangan lupa untuk mengkonsumsi obat hingga habis sesuai petunjuk dokter karena ada alasan kenapa antibiotik harus dihabiskan, salah satunya karena adanya bahaya resistensi antibiotik bagi tubuh. Semoga lekas sembuh, ya!