Cethixime – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

287

Cethixime adalah sebuah obat yang membantu menangani berbagai macam infeksi pada tubuh seperti infeksi saluran kencing, infeksi saluran nafas, bronkitis, otitis media, pneumonia dan sinusitis. Untuk bisa menggunakan Cethixime, pengguna harus membelinya di apotik terdekat dengan membawa resep resmi dari dokter.

Kandungan Cethixime

  • Cethixime mengandung zat aktif dengan nama Cefuroxime atau juga disebut dengan Sefuroksim aksetil.

Fungsi Cethixime

Cethixime diketahui mampu membantu dalam proses penyembuhan beberapa jenis penyakit dibawah ini:

  1. Digunakan untuk meringankan infeksi saluran nafas bawah
  2. Dapat menangani bronkitis
  3. Dapat mengobati pneumonia
  4. Dapat menyembuhkan otitis media
  5. Membantu meringankan sinusitis
  6. Dapat mengobati infeksi saluran kencing
  7. Dapat mengatasi sititis dan uretritis
  8. MEmbantu mengobati impetigo dan infeksi pada kulit serta jaringan lunak
  9. Membantu mengatasi gomere akut

Dosis Penggunaan Cethixime

Agar mampu dengan cepat dan tepat dalam pengobatan an penyembuhan penyakit yang sudah disebutkan diatas, Cethiximedapat disesuaikan dosisnya untuk diberikan kepada penggunanya. Dosis yang dapat digunakan oleh pengguna adalah sebagai berikut:

  • Untuk penderita infeksi ringan berusia dewasa, dapat diberikan sebanyak 750 mg melalui injeksi intra muskular setiap 8 jam sekali
  • Untuk penderita infeksi berat berusia dewasa, dapat diberikan sebanyak 1500 mg melalui injeki intra muskular setiap 8 hingga 6 jam sekali.
  • Untuk penderita gomere, dapat diberikan sebanyak 750 hingga 1500 mg melalui injeksi intra muskular 2 kali sehari sebagai dosis tunggal
  • Untuk penderita usia anak dan bayi, dapat diberikan sebanyak 30 hingga 100 mg per kilogram berat badan setiap harinya dibagi ke dalam 3 hingga 4 dosis.

Efek Samping Cethixime

Dalam penggunaannya, Cethixime dimungkinkan menimbulkan beberapa efek samping yang mampu mengganggu penggunanya. Maka dari itu, sebelum digunakan, harus diketahui dulu macam efek samping Cethixime dibawah ini:

  1. Pengguna dapat merasa mual dan muntah
  2. Pengguna dimungkinkan mengalami diare
  3. Pengguna dapat merasa sakit kepala
  4. Pengguna akan mengalami urtikaria
  5. Pengguna dapat mengalami kolitis dan priuritus

Kontraindikasi Cethixime

Terdapat kondisi khusus atau beberapa jenis kondisi yang harus dihindari dan tidak boleh dilakukan dalam menggunakan Cethixime dengan tujuan untuk menghindari kontraindiasi. Hal tersebut diantaranya:

  • Tidak boleh diberikan kepada pengguna yang memiliki alergi dan hipersensitif terhadap Cethixime atau bahan penyusunnya
  • Tidak diperkenankan digunakan bersama dengan penggunaan Probenesid

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Dengan tujuan untuk menggunakan Cethixime dengan aman dan tepat, harus ditepati dan diperhatikan beberapa jenis kondisi dibawah ini, dinataranya:

  • Jauhkan Cethixime dari jangkauan anak dan hewan peliharaan
  • Simpan Cethixime di ruangan dengan suhu 5 hingga 30 derajat dan dalam keadaan kering dan sejuk
  • Jauhkan Cethixime  dari paparan matahari
  • Tidak diperbolehkan membuang Cethixime  di saluran drainase karena mampu mencemari lingkungan
  • Tidak boleh mengurangi atau menggandakan dosis Cethixime tanpa ijin dari dokter dan tenaga medis yang berkenan 
  • Jika melewati waktu konsumsi Cethixime, tidak diperbolehkan menggandakannnya pada waktu konsumsi selanjutnya karena mampu membahayakan nyawa pengguna
  • Hindari Cethixime dari kejadian tertelan
  • Tidak boleh melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dalam mengonsumsi Cethixime
  • Tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung alkohol

Cethixime Untuk Wanita Hamil

Hingga saat ini belum ada pernyataan yang secara resmi dan jelas menyebutkan bahwa penggunaan Cethixime untuk pengguna wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak diperbolehkan atau dilarang. Selain itu, tidak ada juga penelitian yang mampu membuktikan bahwa penggunaan Cethixime  mampu membahayakan nyawa pengguna, janin dalam kandungan dan juga bayi yang sdang menyusu. Maka dari itu, penggunaannya sejauh ini masih diperbolehkan asal sesuia dengan dosis dan diawasi oleh dokter atau tenaga medis yang berwenang.