Radang Paru-paru Menular atau Tidak? Ini Penjelasan dan Cara Mengobatinya

1680

Radang paru-paru atau dikenal dengan sebutan pneumonia adalah suatu penyakit radang pada organ paru-paru yang utamanya disebabkan oleh bakteri atau virus di mana kuman-kuman tersebut menyerang kantung udara kecil di paru-paru (alveoli). Kapasitas paru-paru menjadi berkurang karena infeksi menyerang cairan yang memenuhi kantung udara tersebut, bahkan persediaan oksigen pun turut menurun karenanya.

Berdasarkan dari penyebab infeksinya, yang paling umum adalah infeksi bakteri di mana tanda-tanda utama dari radang paru-paru ini sendiri adalah batuk berdahak yang dahaknya dapat berwarna kuning, kehijauan atau bahkan kuning kehijauan. Bahkan darah juga bisa menyertai dahak ini. Lalu, radang paru-paru menular atau tidak sebenarnya?

Apakah Penularan Radang Paru-paru Bisa Terjadi?

Radang paru-paru dapat menular dan ya, penularan radang paru-paru dapat terjadi terutama ketika virus influenza dan virus campak yang menyebabkannya. Radang paru-paru yang juga disebabkan oleh infeksi bakteri bisa juga menular pada orang lain dan berikut ini adalah sedikit uraian tentang bagaimana proses dari penularan radang paru-paru.

  • Melalui Udara

Ketika kita yang sedang dalam kondisi sehat berada di dalam satu ruangan bersama dengan seorang atau beberapa orang penderita radang paru-paru, kita berisiko tinggi tertular dan terserang radang paru-paru juga. Sewaktu kita menghirup udara yang sudah penuh dengan virus maupun bakteri penyebab radang paru-paru yang tersebar di udara, tubuh orang sehat bisa terinfeksi juga pada akhirnya.

  • Penggunaan Bersama Barang Pribadi

Pinjam-meminjam barang pribadi alias menggunakan barang pribadi bersama-sama meningkatkan risiko penularan penyakit paru-paru, termasuk radang paru-paru. Benda-benda pribadi yang sangat baik dalam menjadi perantara bakteri maupun virus penyebab radang paru-paru, antara lain adalah piring, gelas, sendok dan garpu.

  • Melalui Bersin dan Batuk

Media penularan radang paru-paru selanjutnya yang paling mudah dan umum adalah melalui bersin dan batuk. Virus dan bakteri bisa tersebar ke luar sewaktu Anda batuk dan bersin sehingga mengontaminasi udara. Jika sampai cairan akibat batuk dan bersin menempel pada tubuh seseorang atau bahkan udara yang sudah terkontaminasi terhirup oleh orang sehat, penularan bisa saja terjadi terutama kalau daya tahan tubuh sedang sangat lemah.

Perlu diketahui siapa saja yang memiliki risiko tinggi terserang radang paru-paru dan berikut ini perlu Anda simak dengan baik.

  • Perokok pasif
  • Perokok aktif
  • Seseorang dengan riwayat penyakit diabetes.
  • Seseorang berdaya tahan tubuh rendah.
  • Seseorang yang sudah berusia 65 tahun lebih.
  • Bayi yang usianya di bawah 2 tahun.

Cara Pengobatan Radang Paru-paru

Ketika radang paru-paru terjadi dan masih dalam tahap ringan, maka penanganannya juga masih tergolong mudah di awal bahkan tak perlu rawat inap di rumah sakit, seperti misalnya:

  • Penderita harus minum banyak air putih.
  • Beristirahat cukup.
  • Menggunakan jenis antibiotik tertentu yang dokter resepkan.
  • Menghindari penggunaan obat batuk.
  • Menghindari aktivitas merokok bila Anda memiliki kebiasaan ini atau radang paru-paru bisa menjadi lebih buruk.
  • Mengonsumsi jenis obat analgesik atau sejenis pereda rasa sakit yang bisa menurunkan demam.

Ketika daya tahan tubuh cepat naik dan stabil, maka masa penyembuhan jelas lebih cepat dan hanya memakan waktu 2-3 minggu pengobatan. Hanya saja selalu ada pula kemungkinan bahwa ciri-ciri radang paru-paru tak menjadi lebih baik walau sudah diobati dengan pengobatan tersebut. Kunjungi dokter dan berkonsultasilah untuk mendapatkan penanganan terbaik karena ada potensi bahwa antibiotik kurang mempan, apalagi kalau penyebab radang paru-paru adalah virus.

Saat gejala berlanjut, ada kemungkinan penderita perlu menempuh metode pemeriksaan seperti rontgen supaya dapat diketahui tingkat keparahan radang paru-paru. Jadi radang paru-paru menular atau tidak? Ya, dan Anda perlu mewaspadai proses penularannya dengan menjauhi penggunaan bersama barang pribadi maupun berada di tempat yang sama dengan penderitanya.