Home Tips KesehatanKesehatan Paru Paru 7 Akibat Kekurangan Oksigen, dan Cara Mengatasinya  

7 Akibat Kekurangan Oksigen, dan Cara Mengatasinya  

by Nur Wachid, S.Pd

Oksigen adalah kebutuhan utama bagi tubuh. Tahukah anda bagaimana kondisi tubuh manusia ketika mengalami kekurangan oksigen? Jika anda mengalami kekurangan oksigen gejalanya dapat anda lihat yaitu anda akan merasakan cepat lelah yang sangat berlebihan, nyeri otot, gangguan pencernaan, depresi, meningkatkan kadar gejala asam lambung, penurunan daya ingat, tubuh terasa sangat lemas, kepala pusing, bahaya keracunan oksigen juga.

Jika anda mengalami tanda-tanda seperti di atas, dapat dipastikan anda mengalami kekurangan oksigen. Wajib untuk anda ketahui bahwa kekurangan oksigen dapat menimbulkan akibat yang akan mengganggu kesehatan anda termasuk kesehatan jantung. Artikel berikut akan membahas tentang 7 akibat kekurangan oksigen, dan cara mengatasinya. Berikut ulasannya.

  1. Kelelahan

Dampak pertama kali sebagai akibat kekurangan oksigen yang pertama kali anda rasakan adalah kelelahan. Hal ini terjadi dikarenakan memang bagian tubuh kita memerlukan oksigen. Oksigen tersebut disuplai melalui darah ke seluruh tubuh. Jika suplai oksigen kurang, maka tubuh akan kekurangan energi sehingga anda akan merasakan lelah.

  1. Sesak Nafas

Semua aktivitas yang dilakukan manusia bergantung pada proses pernapafasan. Ketika seseorang mengalami sesak nafas atau kesulitan bernafas maka fungsi organ akan menurun. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan kesulitan atau sesak nafas. Hal itu dikarenakan energi mengalami penurunan sehingga manusia mengalami sesak nafas.

  1. Nyeri Otot

Akibat kekurangan oksigen yang selanjutnya adalah gangguan kesehatan otot khususnya nyeri otot. Hal ini terjadi karena oksigen sangat mempengaruhi kinerja otot. Sehingga anda akan merasakan nyeri pada otot, bahkan kejang pada bagian persendian.

  1. Gangguan Penglihatan

Tubuh yang kekurangan oksigen dapat mengakibatkan penglihatan menjadi terganggu. Anda akan merasakan penglihatan menjadi kabur atau ketajaman penglihatan anda sangat menurun dengan drastis.

  1. Sianosis

Sianosis adalah gejala paling normal jika anda mengalami kekurangan pasokan oksigen. Akibatnya adalah kulit berubah menjadi kebiruan. Hal ini dapat terjadi karena darah tidak mampu untuk memberikan suplai okseigen ke seluruh tubuh. Selain itu, anda akan kelihatan pucat bahkan kadang kejang demam.

  1. Serangan Jantung

Akibat kekurangan oksigen yang paling fatal adalah serangan jantung. Biasanya masyarakat kita sering menyebutnya sebagai gejala angin duduk. Hal ini dapat terjadi karena jantung tidak bekerja secara baik sehingga pembuluh darah arteri menyempit. Dalam kebanyakan kasus serangan jantung akan mengakibatkan kematian.

  1. Pusing

Akibat kekurangan oksigen yang terakhir adalah pusing. Hal ini dapat terjadi karena otak manusia membutuhkan pasokan oksigen agar dapat bekerja dengan baik. Ketika suplai oksigen ke otak berkurang maka kerja otak akan terganggu. Dan dampaknya adalah anda akan merasakan pusing. Bahkan, lebih fatalnya jika sering terjadi maka akan menjadi penyebab menurunnya daya ingat seseorang.

Disarankan untuk anda mewaspadai kekurangan oksigen agar anda tidak mengalami akibatnya yang langsung berdampak pada kesehatan terutama kesehatan paru-paru. Nah, untuk cara menangani agar tidak kekurangan oksigen kami memberi saran agar mencari oksigen yang berkualitas ditempat yang banyak mengandung udara segar. Anda juga harus mengindari polusi. Caranya anda bisa mencarinya di ruang terbuka hijau dengan banyak pohon. Tempat ini akan menyediakan oksigen dalam jumlah besar dan berkualitas.

Anda juga disarankan rutin berolahraga untuk meningkatkan kebutuhan oksigen. Dengan demikian, darah akan mengikat oksigen lebih banyak. Selain itu, manfaat olahraga juga dapat membantu kinerja paru-paru untuk menangkap oksigen dalam jumlah yang cukup.

Untuk pola konsumsi disarankan untuk anda mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium, vitamin E, dan vitamin C. kandungan tersebut telah terbukti mampu memberikan perlindungan kepada sel darah merah  ketika mengantarkan oksigen. Dengan demikian akan mejadi pelindung dari radikal bebas yang masuk. Jenis makanan buah-buahan, sayur, kacang-kacangan sangat direkomendasikan dalam hal ini.

You may also like