Dulcolactol – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

1194

Dulcolactol merupakan obat laksatif yang digunakan untuk mengatasi sembelit kronis atau konstipasi kronis. Obat ini merupakan salah satu cara mengatasi sembelit yang efektif, karena bahan yang terkandung didalamnya merupakan bahan prebiotik yang mampu memodulasi Flora Bakteri.

Modulasi Flora mampu mengurangi bakteri penyebab diare seperti Escherichia coli dan spesies Staphylococcus yang berada didalam feses. Bakteri patogen ini berfungsi untuk mengurangi produksi amonia didalam usus. Dulcolactol mampu membangkitkan Bakteri Bifidobacterium yang terdapat didalam usus untuk bekerja sebagai pemecah gula yang dapat menyebabkan isi usus menjadi lebih asam.

Proses fermentasi ini menyebabkan perut menjadi kembung dan volume gas didalam perut akan meningkat, sehingga Dulcolactol mampu meningkatkan kadar air didalam usus dan feses. Proses ini akan terus berlangsung sampai isi yang ada didalam usus menjadi kosong. Dulcolactol cocok untuk orang tua yang kesulitan dalam proses defekasi secara rutin setiap harinya.

Komposisi

Dulcolactol memiliki komposisi zat aktif yang berupa Lactulosa.

Manfaat

  1. Mengatasi bahaya tidak lancar Buang Air Besar (BAB) pada anak dan dewasa.
  2. Mengatasi konstipasi kronik.
  3. Menjaga sistem pencernaan, terutama pada anak.
  4. Untuk Portal-systemic encephalopathy, termasuk keadaan pre-koma hepatik dan koma hepatik.
  5. Persiapan pemeriksaan diagnostik.
  6. Untuk terapi sebelum dan sesudah operasi.
  7. Untuk mengatasi kondisi yang membutuhkan defekasi.

Dosis

Obat pencahar ini memiliki dosis penyajian yang berbeda-beda untuk beberapa pengobatan yang akan dilakukan, diantaranya ialah:

Untuk Konstipasi Kronis

  • Dosis Awal:
    • Dewasa Keadaan Parah : 2 x 15 ml per hari.
    • Dewasa Keadaan Sedang : 15 – 30 ml per hari.
    • Dewasa Keadaan Ringan : 15 ml per hari.
    • Anak – anak umur 5 – 10 tahun : 2 x 10 ml per hari.
    • Anak – anak umur 1 – 5 tahun : 2 x 5 ml per hari.
    • Anak – anak dibawah 1 tahun : 2 x 2,5 ml per hari.
  • Dosis Penunjang per Hari:
    • Dewasa Keadaan Parah : 15 – 25 ml per hari.
    • Dewasa Keadaan Sedang : 10 – 15 ml per hari.
    • Dewasa Keadaan Ringan : 10 ml per hari.
    • Anak – anak umur 5 – 10 tahun : 10 ml per hari.
    • Anak – anak umur 1 – 5 tahun : 5 – 10 ml per hari.
    • Anak – anak dibawah 1 tahun : 5 ml per hari.

Untuk Pre-koma Hepatik dan Koma Hepatik

  • Dosis Awal : 3 x sehari 30 – 50 ml.
  • Dosis Penunjang : menyesuaikan kebutuhan.

Kontraindikasi

Penggunaan Dulcolactol tidak cocok untuk beberapa pasien yang memiliki hal-hal berikut:

  • Pasien yang hipersensitif terhadap Lactulosa.
  • Pasien Galactosemia.
  • Pesien dengan Obstruksi Intestinal (Ileus).
  • Pasien pada diet galaktosa rendah.
  • Pasien yang memiliki perforasi pencernaan atau resiko perforasi pencernaan.

Efek Samping

Obat ini memberikan efek yang luar biasa ketika diminum, namun efek samping yang diberikan oleh obat ini tidak akan bertahan lama apabila pemakaian Dulcolactol dihentikan, atau menyesuaikan kondisi tubuh. Beberapa efek samping yang sering dialami pada pasien adalah:

  • Diare,
  • Hypokalemia,
  • Hyponatremia,
  • Mual,
  • Muntah,
  • Dehidrasi,
  • Rasa tidak nyaman pada perut,
  • Kembung,
  • Kram,
  • Mulut Kering.

Efek Samping tersebut merupakan hal yang biasa dialami oleh pasien yang meminum obat ini, namun apabila kondisi badan memburuk, segera hentikan pemakaian obat ini dan konsultasikan kepada dokter.

Hal – Hal Yang Harus Diperhatikan

Dalam penggunaan obat ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:

  • Obat ini tidak boleh dikonsumsi Penderita Diabetes Miletus.
  • BAB yang normal, umumnya terjadi kurang dari 48 jam setelah pemberian obat.
  • Dulcolactol dapat dicampur dengan makanan, sari buah, air dan susu.
  • Meski pada percobaan hewan Dulcolactol tidak memiliki efek teratogonik, penggunaan Dulcolactol pada wanita hamil dan menyusui harus melalui pertimbangan dokter.
  • Dianjurkan penggunaan pada anak – anak sesuai dengan petunjuk dokter.
  • Simpan ditempat yang kering dan sejuk (15 – 25 derajat Celcius).
  • Hasil dapat bervariasi antara individu, tergantung berbagai faktor, seperti faktor genetik, usia, pola hidup, dan yang lainnya.