Azathioprine Combhipar – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Obat Azathioprine Combhipar merupakan jenis  obat yang dikenal ke dalam golongan agen imunosupresif yang sangat kuat, obat ini juga biasa digunakan dalam mengurangi kekebalan alami tubuh pasien yang telah menerima tranplantasi organ. fungsi lain dari obat ini yaitu sebagai perawatan pengobatan penyakit rheumatoid arthiritis, pencegahan atas penolakan dalam transplantasi organ pada jaringan, pencegahan kelainan autoimun, renal homotransplantion dan juga kondisi lain yang biasa dialami oleh pasien.

Indikasi obat

Obat azathioprine biasa digunakan dalam penolakan transplantasi organ seperti saat pasien akan melakukan tranplantasi ginjal, obat ini juga dapat bekerja dengan melakukan pelemahan pada sistem kekebalan tubuh pasien dengaan begitu tubuh akan siap menerima donor dari ginjal yang baru.

obat ini masuk ke dalam golongan imunosupresan yang digunakan juga dalam perawatan beberapa penyakit diantaranya rheumatoid arthritis yang cukup parah, apabila pasien yang dapat menggunakan jenis obat lain sehingga alternatif obat ini akan digunakan oleh dokter misalnya saja pada obat anti inflamasi/ NSAID ibuprofen.

Penyakit rheumatoid arthritis biasanya timbul akibat dari terapi yang gresif pada azathioprine dalam membantu kerusakan pada sendi, dan juga dalam menjaga fungsi sendi agar tetap kuat sperti biasanya. Sebelum menggunaan obat ini sebaiknya pasien melakukan konsultasi pada dokter terlebih dahulu khususnya apabila obat ini akan digunakan untuk anak-anak dan pasien lanjut usia

Hal- hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat azathioprine

  1. Sebelum menggunakan obat ini sebaiknya pasien melakukan konsultasi pada dokter terlebih dahulu, dan beritahukan mengenai alergi yang anda miliki khusunya pada pasien yang memiliki alegi pada mercaptopurine
  2. Obat ini dapat menimbulkan reaksi alergi karena di dalamnya terkandung bahan-bahan aktif
  3. Gunakan obat ini sesudah makan atau jangan dalam keadaan perut kosong
  4. Untuk lebih behati-hati pada pasien yang memilliki penyakit gangguan fungsi hati
  5. Lebih behati-hati pada pasien yang memiliki penyakit gejala gagal ginjal akut saat akan menggunakan obat ini.
  6. Lebih behati-hati pada pasien yang memilliki riwayat penyakit kanker seperti limfoma
  7. Untuk lebih berhati-hati pada pasien yang memiliki gangguan enzim tertentu
  8. Obat ini tidak disarankan diguankan untuk ibu menyusui, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum akan menggunakan obat ini
  9. Bagi apsien yang akan melakukan vaksinasi atau imunisasi sebaiknya konsultasikan terlebih dahulupada ddokter mengenai penggunaan obat ini
  10. Obat ini lebih sensitif dgunakan pada pasien lanjut usia karena dapat menurunkan fungsi ginjal
  11. Obat ini tidak disarankan pada ibu yang sedang menyusui
  12. obat ini tidak disarankan digunakan untuk ibu hamil

Interaksi obat

Pada obat-obatan tertentu apabila penggunaannya bersamaan dengan produk lain biasanya dapat menimbulkan interaksi tertentu sehingga dapat menyebabkan manfaat obat tidak berfungsi dengan baik, untuk itu lakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter apabila pasien sedang menggunakan obat-obatan tertentu, vitamin ataupun produk herbal sebelum menggunakan obat ini, agar dokter dapat mengatur dosis dan interaksi yang terjadi nantinya, berkut beberapa jenis obat yang dapat berinteraksi terhadap obat azathioprine:

  1. Obat allopurinol
  2. Obat aminosalicylates sperti mesalamine, olsalazine dan sulfasalazine
  3. Obat-obatan pngencer darah speti enoxaparin, heparin, dan juga warfarin
  4. Obat-obatan yang dapat mempengaruhi sumsum tulang seperti trimetorim dan sulfametoksazol
  5. Obat kanker kemoterapi
  6. Jenis obat-obatan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi seperti obat rituximab dan juga tofacitinib

Dosis obat

  • Untuk dosis obat rheumatoid arthritis bisa diberikan dosis awal sebanyak 1 mg diberikan selama 6 sampai dengan 8 minggu, dosis ini bisa ditambah secara bertahap sampai dengan 2,5 mg/kg apabila diperlukan
  • Untuk dosis pada penolakan dalam transplantasi organ dan juga jaringan dapat diberikan dosis sebanyak 1 sampai dengan 5 mg/ hari
  • Untuk penyakit autoimun bisa diberikan dosis sebanyak 1 sampai dengan 3 mg per hari
  • Untuk dosis renal homotransplantation bisa diberikan dosis awal sebanyak 3 sampai dengan 5 mg per hari ketika awal dilakukan transplantasi dengan dosis pemeliharaan sebanyak 1 sampai dengan 3 mg per hari

Efek samping

Pada beberapa jenis obat tertentu dapat menimbulkan efek samping apabila obat ini tidak digunakan sesuai dengan resep dan juga anjuran yang diberikan oleh dokter, untuk itu sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu agar dapat meminimalisir efek samping obat yang diberikan nantinya. Data yang disebutkan bukanlah data yang komperensif meski jarang ditemukan, namun apabila terjadi dapat menimbulkan resiko yang tidak dinginkan, berikut efek samping yang memungkinkan terjadi saat menggunakan obat azathioprine

  1. Efek samping batuk atau suara menjadi serak
  2. Efek samping tidak nafsu makan
  3. Efek samping terjadinya demam atau kedinginan
  4. Efek samping punggung terjadi nyeri
  5. Efek samping sulit buang air kecil
  6. Efek samping kelelahan
  7. Efek samping gejala diare
  8. Efek samping rambut menjadi rontok
  9. Efek samping terjadi sariawan
  10. Efek samping sering sakit kepala
  11. Efek samping kecemasan yang berebihan
  12. Efek samping susah tidur
  13. Efek samping tidak nafsu makan
  14. Efek samping kesulitan bernafas
  15. Efek samping gejala sesak nafas
  16. Efek samping urin menjadi keruh

Cara menyimpan obat yang baik dan benar

  • Simpan obat pada suhu ruang dan jauhkan dari terkena matahari secara langsung
  • Jangan membuang obat yang sudah tidak digunakan lagi ke dalam toilet karena dapay menyebabkan kontaminasi lingkungan sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter atau apoteker agar pasien mendapatkan informasi yang lebih detal mengenai cara membuang obat yang baik dan benar
  • Jangan menyimpan obat pada suhu yang lembab dan jangan pula membekukan obat tanpa seijin dari dokter
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan juga hewan peliaraan

Overdosis obat

Gejala overdosis yang biasanya terjadi diantaranya

  • Terjadi ruam, kulit kemerahan
  • Wajah menjadi membengkak
  • Detak jantung cepat dari biasanya
  • Mual dan muntah secara tiba-tiba

Bentuk sediaan obat

  • Obat ini tersedia dalam bentuk oral tablet dengan dosis 25, 50, 75 dan juga 100 mg
  • Di luar negeri obat ini tersedia dalam bentuk injeksi bertekstur tepung dengan dosis 50 dan 100 mg
  • Apabila obat digunakan secara intravena dapat diberikan kepekatan 10 mg/ml atau diberikan secara lngsung 0,9 Nacl atau dektrose 5% dalam infus selama 30 sampai dengan 60 menit, dalam pelaksanaannya juga biasanya diberikan 5 sampai dengan 8 jam
  • Sediaan berbentuk tablet salut slaput 50 mg dengan beberapa merk dagang yaitu azathioprine Pch, pharmachemie BV, Netherland combhipar dan juga imuran

Kontraindikasi

  • Obat ini kontraindikasi terhadap pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap kandungan yang terdapat di dalam obat azathiprine combhipar
  • Obat ini tidak disarankan penggunaannya untuk pasien yang sedang hamil
  • Obat ini kontraindikasi terhadap pasien yang menderita gangguan ginjal
  • Obat ini kontraindikasi terhadap pasien yang memiliki riwayat penyakit gangguan fungsi hati
  • Jangan menggunakan obat ini bersamaan dengan alkohol, karena penyalahgunaan alkohol dapat meningkatkan efek samping yang merugikan
  • Obat ini kontraindikasi pada peningkatan resiko yang serius dan neoplasia dalam imunosupresi
  • Obat ini kontraindikasi pada pasien trombositopenia.
  • Obat ini kontraindikasi pada pasien yang memiliki riwayat jantung kongestif
fbWhatsappTwitterLinkedIn