Home Gizi & NutrisiProtein Glisin : Pengertian – Manfaat – Dosis dan Efek – Sumber Makanan

Glisin : Pengertian – Manfaat – Dosis dan Efek – Sumber Makanan

by Septi Haryani

Glisin merupakan bagian dari asam amino. Glisin merupakan salah satu komponen dari total 20 komponen yang memiliki peran untuk membentuk protein di dalam tubuh. Senyawa ini tergolong sebagai asam amino non esensial karena tubuh biasanya mampu memproduksi glisin sendiri dalam jumlah yang mencukupi. Seperti halnya berbagai jenis asam amino lainnya, glisin merupakan senyawa yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh.

(Baca juga: akibat kelebihan asam aminoakibat kelebihan dan kekurangan asam amino)

Bentuk Glisin

Glisin merupakan asam amino yang paling sederhana. Rumus kimia dari senyawa ini adalah C2H5NO2. Sebagai asam amino, glisin merupakan satu-satunya senyawa yang tidak memiliki isomer optik. Kondisi tersebut dikarenakan gugus residu yang terkait pada atom karbon atom alpha merupakan atom hidrogen sehingga terjadi simetri.

Sebagai asam amino, glisin juga mudah menyesuaikan diri dalam berbagai situasi karena memiliki struktur yang relatif sederhana. Glisin merupakan senyawa yang sangat penting dalam pembentukan protein. Meskipun senyawa glisin ini tidak begitu banyak terkandung di dalam protein, tapi glisin merupakan satu-satunya senyawa yang selalu berada pada posisi yang sama sepanjang evolusi. Glisina tidak dapat digantikan oleh asam amino yang lain karena bisa menyebabkan struktur lainnya rusak dan menyebabkan fungsi protein menjadi tidak normal.

Meskipun glisin merupakan asam amino non esensial yang dapat dibentuk sendiri oleh tubuh, berbagai macam asupan makanan yang kita konsumsi sehari-hari juga memiliki kandungan glisin. Seperti halnya asam amino yang lain, glisin juga memegang peranan penting dalam proses melaksanakan kinerja organ.

Manfaat Glisin Bagi Kesehatan Tubuh

Seperti yang telah dijelaskan di atas dan juga pada berbagai jenis artikel lain, asam amino memiliki banyak banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Adapun beberapa manfaat yang dimaksud adalah:

1. Asam Amino Glukogenik

Glisin merupakan bagian bagian dari asam amino glukogenik bersama dengan serin dan alanin. Apa yang dimaksud asam amino glukogenik? Maksudnya adalah, glisin, bersama dengan asam amino glukogenik lainnya seperti serin dan alanin memiliki tugas untuk mengatur kadar glukosa dalam tubuh untuk selanjutnya glukosa tersebut akan diubah menjadi energi. Jadi proses pengolahan bahan bakar (glukosa) dalam tubuh kita juga melibatkan peran glisin.

2. Produksi Glukagon

Di dalam tubuh kita, glisin juga memiliki peran penting untuk ikut terlibat dalam produksi glukagen. Glisin memiliki peran membantu metabolisme glikogen. Di dalam tubuh kita, glisin akan membantu mencegah kelalahan akibat hipoglikemia karena glisin bertugas mengatur kadar gula dalam darah tetap stabil.

Saat kadar gula darag menurun, glisin akan membantu produksi glukagen sehingga jumlah gula dalam darah tidak terlalu sedikit. Selan menjaga kadar gula tetap seimbang, metabolisme glikogen juga penting untuk menghasilkan energi yang cukup ketika kita melakukan berbagai macam aktivitas.

(Baca juga: cara menjaga kadar gula darah agar normalcara meningkatkan kadar gula darah)

3. Bagian dari Sitokrom

Glisin merupakan asam amino yang menjadi bagian dari sitokrom. Sitokrom tersebut merupakan sejenis enzim yang berguna dalam proses produksi energi. Enzim tersebut akan mengubah glukosa menjadi energi. Dengan kata lain, tubuh akan membutuhkan glisin setiap saat sebab kapan pun dan di mana pun tubuh akan selalu membutuhkan energi untuk melakukan berbagai aktivitas.

4. Mencegah Kecanduan Gula

Sebagai fungsinya mengatur kadar gula dalam darah, glisin secara otomatis akan mencegah tubuh dari kecanduan gula. Glisin memiliki fungsi salah satnya untuk metabolisme glikogen sehingga tubuh tidak akan mengalami kondisi hipoglikemia. Kondisi tersebut sekaligus mencegah diri kita untuk tidak kecanduan ataupun mengkonsumsi makanan yang mengandung glukosa atau karbohidrat sederhana secara berlebihan. Seperti yang kita tahu, asupan gula berlebih bisa menyebabkan berbagai macam penyakit seperti diabetes dan juga obesitas. Sementara itu, metabolisme glikogen akan mencegah hipoglikemia sehingga tubuh tidak akan lemas ataupun sakit akibat kekurangan gula. Dengan menjaga kebutuhan energi tubuh, glisin juga akan menjaga kondisi jaringan otot tetap baik.

(baca juga: gejala gula darah terlalu rendah)

5. Bagian dari Struktur Hemoglobin

Glisin merupakan asam amino yang menjadi bagian penting dalam struktur hemoglobin. Kekurangan glisin bisa jadi akan menimbulkan gejala anemia sebab kadar hemoglobin dalam tubuh rendah. Untuk menjaga kadar hemoglobin tetap normal ternyata tidak cukup dengan meningkatkan asupan makanan yang kaya akan zat besi saja, tetapi juga berbagai macam asupan yang mengandung glisin.

(Baca juga: cara mencegah anemiacara mengatasi anemia)

6. Antioksidan

Ternyata senyawa yang berperan sebagai antioksidan bukan hanya karotenoid saja. Glisin diketahui juga mampu memberikan perlindungan bagi tubuh melalui antioksidan. Dengan metode tersebut, glisin akan ikut membantu mencegah terjadinya kerusakan DNA ataupun RNA akibat radikal bebas. Berbagai dampak buruk radikal bebas seprti perkembangan sel kanker, penuaan dini, dan juga pengerasan arteri dapat dicegah berkat adanya peran glisin di dalam tubuh kita.

7. Membangun Helaian DNA dan RNA

Ternyata, manfaat glisin tidak hanya untuk mencegah kerusakan sel DNA dan RNA saja, tetapi juga membangun helaian DNA dan RNA. DNA dan juga RNA merupakan komponen penting dalam sistem kerja tubuh kita, karena keduanay akan membawa berbagai macam ciri khas sifat dari induk kepada keturunanya. DNA dan RNA juga memiliki peran penting untuk menjalankan aktivitas sel di dalam tubuh kita.

8. Meningkatkan Creatine dalam Tubuh

Manfaat glisin selanjutnya adalah untuk merangsang produksi creatine. Creatine merupakan senyawa yang bermanfaat untuk membangun massa otot. Jadi bangi Anda yang gemar melakukan olah raga, creatine memegang peranan penting untuk membentuk otot tubuh Anda.

(Baca juga: makanan pembentuk otot tubuh pria)

9. Menjaga Kesehatan Kulit dan Mempercepat Proses Penyembuhan Luka

Glisin ternyata tidak hanya terdapat di jaringan otot saja. Glisin juga bisa kita jumpai di jaringan kulit, lebih tepatnya pada kolagen. Bahkan menurut sepertiga bagian dari kolagen adalah glisin. Maka dari itu, letak glisin di area kulit berguna untuk menjaga kesehatan kulit agar kulit lebih kenyal lembab, dan juga mudah sembuh ketika mengalami luka. Coba perhatikan kulit Anda sekarang. Apakah kulit anda kering, keriput, dan terasa kendor? Jika ya maka bisa jadi kondisi tersebut menjadi pertanda bahwa kulit Anda kekurangan glisin.

(Baca juga: makanan yang cepat menyembuhkan luka operasipenyebab luka tidak cepat kering)

10. Menjadi bagian dari Neurotransmiter Inhibiter Utama

Glisin juga memegang peranan penting sebagai bagian dari neurotransmiter utama. Ada dua bagian dari neurotransmiter utama, yakni glisin dan juga GABA. Dalam peranannya tersebut, glisin berperan utama menjaga kesehatan sistem saraf dan juga sistem pencernaan pusat.

(Baca juga: kesehatan sistem saraf otakjenis-jenis penyakit saraf)

Dosis dan Efek Samping Asupan Glisin

Asupan glisin dalam jumlah besar hingga mencapai 45 gram per hari ternyata tidak menimbulkan bahaya. Hanya saja karena senyawa ini bisa diproduksi sendiri oleh tubuh maka sebaiknya asupan dibatasi. Adapun beberapa dampak yang ditimbulkan akibat kelebiahn glisin adalah:

  • Gangguan organ hati dan ginjal karena asupan asam amino apapun secara berlebih akan menyebabkan penumpukan nitrogen sehingga kerja hati dan ginjal menjadi lebih berat.
  • Kelaparan juga bisa menjadi gejala sekaligus ciri-ciri tubuh kelebihan glisin. Salah satu fungsi dari glisin adalah membantu proses metabolisme glikogen untuk menghasilkan energi. Kadar glisin yang terlalu banyak akan mempercepat proses metabolisme sehingga perut terasa lebih cepat lapar.

Sementara itu, kekurangan asupan glisin atau kadar glisin yang terlalu rendah di dalam tubuh bisa menyebabkan berbagai dampak, di antaranya:

  • Kelelahan kronis, karena glisin bertugas menghasilkan energi melalui metabolisme glikogen. Jika kadar glisin rendah, proses penghasilan energi juga terhambat sehingga menyebabkan tubuh terasa lelah.
  • Hipoglikemia merupakan suatu kondisi ketika kadar gula dalam darah terlalu rendah. Glisin berfungsi dalam proses produksi glukagon untuk menyeimbangkan kadar gula darah. Jika produksi glukagon rendah akibat kadar glisin yang rendah, maka kadar gula darah juga akan menurun drastis.
  • Anemia juga bisa disebabkan oleh rendahnya kadar glisin dalam tubuh. Glisin merupakan bagian dari hemoglobin. Kadar glisin rendah berarti hemoglobin juga rendah sehingga menyebabkan anemia.
  • Kulit keriput juga bisa terjadi saat kadar glisin rendah. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sepertiga bagian dari kolagen adalah glisin. Kadar glisin rendah akan menyebabkan berbagai gangguan pada kulit, seperti keriput, kering, dan luka sulit sembuh.

Makanan yang Mengandung Glisin

Meskipun tubuh sudah bisa menghasilkan glisin, namun tidak ada salahnya menambah asupan glisin asalkan tidak melebihi dosis yang dianjurkan. Bahkan, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, asupan glisin dalam jumlah besar, asal tidak melebihi dosis, ternyata tidak menyebabkan efek negatif yang serius. Lalu makanan apa saja yang memiliki kandungan glisin? Berikut beberapa jenis makanan yang bisa Anda konsumsi untuk menambah kadar glisin dalam tubuh Anda:

  • daging
  • ikan
  • susu
  • kacang-kacangan
  • keju
  • kedelai

Masih ada berbagai jenis makanan lain yang mengandung banyak glisin. Berbagai jenis makanan yang kaya akan kandungan protein merupakan sumber utama glisin. Glisin juga bisa Anda peroleh melalui berbagai suplemen makanan. Namun ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin mengkonsumsi glisin dalam bentuk suplemen makanan karena bisa jadi suplemen tersebut akan menyebabkan kadar glisin dalam tubuh berlebih.

You may also like