16 Cara Mengatasi Retensi Air secara Alami dan Efektif

Retensi air atau edema adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh tidak mengeluarkan cairan dari jaringan.  Akibatnya terjadi kelebihan cairan dan terjadi pembengkakan di beberapa bagian tubuh atau di seluruh tubuh.  Cairan ini sebenarnya bukan merupakan air seperti yang kita kenal. Jenis penyakit ini mungkin tidak terlalu banyak dialami oleh orang dan tidak menular sehingga cenderung disepelekan. Artikel ini akan membahas tentang cara alami mengatasi retensi air.

Sebelum kita membahas cara mengatasi retensi air, sebaiknya kita mengenali terlebih dahulu gejala edema ini. Ini diperlukan, untuk memastikan bahwa gejala yang dialami seseorang adalah retensi air. Gejala-gejala retensi air, antara lain :

  • Edema atau pembengkakan beberapa bagian tubuh atau seluruh bagian.
  • Sakit pada bagian tubuh yang bengkak.
  • Karena pembengkakan di dalam tubuh, kemungkinan sendi akan merasa sakit
  • Fluktuasi berat badan yang meningkat dan menurun sangat cepat dalam beberapa minggu
  • Jika kulit bagian yang mengalami pembengkakkan ditekan maka kulit tersebut akan tertahan ke dalam selama beberapa detik (piiting edema) atau terjadi sebaliknya, kulit tidak dapat ditekan (non pitting edema).

Berbahayakan retensi air atau retensi cairan ini?  Jawabannya tergantung penyebab edema.  Beberapa penyebabnya yaitu :

  1. Posisi berdiri atau duduk yang terlalu lama sehingga memungkinkan cairan menumpuk di bagian kaki.
  2. Siklus menstruasi.  Beberapa wanita akan mengalami edema di beberapa bagian tubuhnya dua minggu sebelum menstruasi akibat perubahan hormonal tubuh.
  3. Luka bakar.  Di bagian kulit yang terbakar umum terjadi pembengkakkan  karena kulit mempertahankan cairan di tempat tersebut.
  4. Kehamilan dan kontrasepsi.  Keduanya sama dengan menstruasi. edema yang terjadi karena adanya perubahan hormonal.  Efek samping penggunaan pil KB memang cukup banyak.
  5. Obat-obatan.  Obat-obatan seperti obat antihipertensi , obat kotikosterid, dan obat antiinfalamsi dapat mengakibatkan retensi cairan. Obat hipertensi alami lebih baik digunakan daripada obat kimia.
  6. Gangguan Kesehatan.  Umumnya gangguan pada fungsi ginjal , jantung, hati, hipertiroidisme, dan lain-lain  dapat menyebabkan pembengkakkan karena retensi  cairan

Sebagian besar retensi air tidak berbahaya.  Khusus untuk retensi atau edema karena gangguan kesehatan atau karena konsumsi obat-obatan tertentu penderita harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasinya.  Sedangkan retensi cairan yang disebabkan hal lain, dapat diatasi sendiri dengan cara sebagai berikut.

  1. Mengurangi Konsumsi Garam

Bagi penderita yang mengalami retensi cairan, terutama ketika hendak menstruasi, diwajibkan mengubah gaya konsumsi makanannya.  Bahaya akibat kelebihan garam sangat banyak. Mereka harus mengurangi garam karena garam dalam tubuh yang berlebihan menyebabkan tubuh mempertahankan cairan. Makanan yang mengandung banyak natrium atau garam, contohnya antara lain adalah makanan olahan daging, buah zaitun, asinan, keripik, makanan kaleng, bumbu-bumbuan. Untuk menghindari konsumsi garam ini, penderita dapat mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalium seperti pisang dan kubis.

  1. Konsumsi Vitamin

Vitamin B kompleks, terutama B6 dan B5, serta vitamin D sangat penting. Vitamin-vitamin tersebut membantu tubuh mengeluarkan cairan yang berlebihan.  Makanan yang mengandung vilamin B kompleks, antara lain daging merah dan kacang-kacangan. Sementara itu, makanan dengan kadar vitamin D tinggi adalah buah-buahan dan sayuran.

  1. Olahraga Teratur

Olahraga untuk diet yang teratur membuat metabolisme tubuh menjadi lebih baik.  Saat olahraga, tubuh juga akan mengeluarkan banyak cairan dalam bentuk keringat.  Orang yang menderita edema dapat mengatasi penyakitnya dengan olahraga ringan seperti:

  • Bersepeda
  • Berjalan kaki
  • Aerobik

Dengan keluarnya banyak keringat, garam dalam tubuh juga otomatis berkurang.


  1. Minum Banyak Air

Air berbeda dengan cairan yang menumpuk di tubuh.  Maka, penderita retensi air disarankan untuk banyak minum air.  Dengan banyak minum air, tubuh akan banyak melarutkan zat-zat yang tidak dipergunakan dan dikeluarkan dalam bentuk air seni.  Selain itu, air membantu diserapnya beberapa jenis vitamin dan mineral tubuh, serta membuang racun. Minum air yang dimaksud dapat berupa :

  • Air putih
  • Jus buah
  • Sayuran yang banyak mengadung cairan
  • Teh herbal, dan lain-lain
  1. Tidak Mengkonsumsi Kafein dan Alkohol

Kafein dan alcohol dapat menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi.  Dan ketika dehidrasi, maka cairan yang berlebihan tadi akan semakin ditahan di bawah kulit.  Kafein dan alkohol sebenarnya mempunyai banyak bahaya bagi kesehatan.

  1. Konsumsi Pola Makan Sehat dan Seimbang

Dahulu, orang mengenal pola makan sehat adalah makanan yang mengandung empat sehat lima sempurna.  Saat ini, selain hal tersebut, pola makan sehat harus seimbang. Seimbang artinya memenuhi semua kebutuhan gizi dan serat makanan, dan dapat diperoleh dengan variasi makanan.

  1. Obat Diuretik

Makanan deuritik adalah makanan yang dapat membuat ginjal memnproduksi air seni lebih banyak. Lewat pembuangannya, segala macam racun akan terbuang. Obat diuretik banyak dijual bebas sehingga bisa mudah mendapatkannya. Namun, disarankan sambil menkonsumsi makanan yang mengandung potassium untuk mengganti nutrisi yang ikut terbuang oleh ginjal dan mencegah bekerja terlalu keras dan gunakan obat ini bila memang segala cara lainnya tak mempan.

  1. Konsumsi Magnesium

Meningkatkan konsumsi Magnesium telah terbukti mengatasi retensi air terutama pada wanita yang edema ketika akan menstruasi. Makanan yang mengandung magnesium tinggi, antara lain :

  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian
  • Sayuran hijau
  1. Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup diyakini mengatasi retensi air, terutama retensi yang disebabkan pramenstruasi, perubahan hormonal, dan karena posisi terlalu banyak berdiri atau duduk.  Dengan istirahat, semua metabolisme tubuh akan ikut lancar.  Posisi tiduran akan membuat cairan yang menumpuk di bagian kaki mengalir lancar.  Bila perlu, istirahat dengan berbaring di mana posisi kaki lebih tinggi daripada kepala akan lebih memperlancar proses pengurangan cairan dan peredaran darah.  Apabila posisi ini dilakukan oleh ibu yang hamil akan mengatasi dua hal sekaligus, retensi air dan parises.

  1. Mencegah dan Menghindari Stres

Stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang bekerja mengatur cairan dalam tubuh dan kerja ginjal. Ketika hal itu terjadi  maka edema dapat terjadi. Hampir semua penyakit yang berhubungan dengan hormonal menyarankan penderitanya untuk mengurangi stres. Stres dapat dikurangi dan dihindari dengan bersikap elbih santai, olahraga, meditasi, terapi pijatan, dan terapi menghilangkan stres lain.

  1. Sauna Kering

Sauna merupakan salah satu perawatan tubuh yang banyak dilakukan wanita untuk mengurangi kelebihan berat badan.  Meskipun banyak pula pria yang banyak melakukannya.  Dengan sauna banyak keringat yang dikeluarkan, sehingga diharapkan banyak lemak yang ikut terbakar.  Bagi penderita edema, sauna juga membantu mengeluarkan cairan dalam tubuh dan mengurangi garam dengan keluarnya banyak keringat.

Demikian beberapa cara mengatasi retensi air secara alami, aman dan mudah. Cara-cara tersebut tidak langsung membuang cairan yang ada dalam waktu singkat. Perlu proses beberapa hari sampai beberapa bulan untuk pembuangan sempurna, maka bersabarlah. Jika edema disebabkan gangguan kesehatan atau gejala semakin parah, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter agar diatasi penyebabnya. Semoga cara tersebut mampu bermanfaat bagi kita sekalian.

, ,
Post Date: Tuesday 14th, November 2017 / 17:46 Oleh :
Kategori : Kesehatan Tubuh