Home Tips KesehatanKesehatan Jantung Penyempitan Pembuluh Darah Jantung – Penyebab, Pengobatan dan Komplikasi

Penyempitan Pembuluh Darah Jantung – Penyebab, Pengobatan dan Komplikasi

by Erlita

Pembuluh darah jantung atau arteri dapat dengan mudah terpenuhi dengan plak di bagian dinding-dindingnya pada area dalam. Ketika pembuluh darah tersebut dipenuhi dengan plak, inilah faktor yang menjadikannya jauh lebih sempit dan juga kaku. Otomatis aliran darah pun akhirnya terhambat atau terbatasi untuk mengalir sampai pada otot jantung sehingga berakibat pada oksigen yang kurang.

Kemungkinan cukup besar untuk plak bisa pecah dan inilah yang paling mengerikan serta mengkhawatirkan sebab pecahnya plak tersebut dapat menjadi penyebab serangan jantung mendadak. Tak hanya itu, risiko kematian jantung secara mendadak pun menjadi lebih tinggi juga. Maka dari itu, mengenali penyebab, bahaya hingga cara mengatasinya adalah penting.

Penyebab

Plak yang menyebabkan pembuluh darah jantung menyempit sebenarnya bisa saja ada dari usia yang masih muda. Dengan pola hidup yang kurang sehat, plak dapat masuk pada dinding pembuluh darah lebih mudah dan seiring usia yang bertambah, plak pun akhirnya menumpuk. Inilah yang menjadi faktor peningkat risiko pembekuan darah berikut juga kondisi serangan jantung yang mematikan.

Dinding dalam pembuluh darah akan terkena dampak dari plak yang menimbun di sana yakni dindingnya yang menjadi lebih lengket. Sel inflamasi atau peradangan, kalsium, serta lipoprotein adalah hal-hal lainnya yang bisa berjalan pada peredaran darah dan akhirnya menjadi tercampur dengan plak. Sel-sel inflamasi kemudian menjadi makin banyak yang bergabung.

Plak kemudian bisa meningkat bersamaan dengan kolesterol sehingga dinding arteri otomatis bakal tumbuh ke arah dalam dan terdorong ke arah luar sehingga inilah yang menjadikan pembuluh darah makin sempit. Ada pembuluh darah baru yang bisa berkembang mengelilingi penyumbatan oleh arteri koroner supaya darah bisa sampai pada otot jantung.

Hanya saja, arteri baru tersebut biasanya tak memiliki kemampuan maksimal untuk mengirimkan darah yang cukup beserta oksigen di dalamnya untuk sampai di otot jantung ketika seseorang mengalami stres. Serangan jantung bisa terjadi sebagai efek dari bekuan darah dari hasil pecahnya plak, namun biasanya stroke iskemiklah yang terjadi ketika pembuluh darah ke otak yang mengalami penyempitan.

Pengobatan

Sebelum dapat diobati, tentunya penderita penyempitan pembuluh darah jantung perlu untuk menempuh beberapa metode diagnosa lebih dulu demi memastikan kondisi yang sedang terjadi. Beberapa langkah pemeriksaan akan dilakukan oleh dokter dan dokter baru bisa menentukan bahwa Anda mengalami arteri jantung atau penyempitan di pembuluh darah jantung melalui:

  • Pemeriksaan fisik.
  • Elektrokardiogram
  • Ekokardiogram
  • CT scan
  • Angiogram
  • Tes latihan stres melalui berjalan di atas treadmill atau sepeda statis.
  • Pemeriksaan riwayat kesehatan, gejala serta faktor risiko yang dialami penderita.
  • Kateterisasi jantung.

Itulah beberapa tes yang kemungkinan besar akan digunakan dan dilakukan oleh dokter demi membantu mendeteksi kondisi sebenarnya dari gejala yang dialami pasien. Barulah setelah positif bahwa pembuluh darah jantung menyempit, dokter baru bisa memberikan solusi pengobatan.

Pengobatan Medis

Dokter baru bisa menentukan pengobatan atau perawatan yang sesuai setelah mengenali setiap gejala dan juga kondisi pasti dari pasien. Berikut ini adalah beberapa langkah pengobatan umum yang diberikan.

  1. Terapi Obat

Contoh obat yang kemungkinan diberikan sesuai dengan gejala yang dialami penderitanya antara lain adalah:

  • Aspirin – Obat ini cocok untuk para penderita dengan risiko tinggi serangan jantung di mana aspirin ini pun dapat mencegah agar serangan tidak datang di masa mendatang. Obat ini adalah jenis pengencer darah yang bermanfaat dalam mengurangi risiko penggumpalan darah dan penyempitan pembuluh darah. Namun, bagi yang sudah mengonsumsi obat pengencer darah atau yang mengalami gangguan pendarahan, sebelum menggunakan aspirin harus lebih dulu mengonsultasikannya dengan dokter.
  • Obat Kolesterol – Obat ini mampu menjadi penurun kolesterol tinggi dalam darah. Jenis obat kolesterol yang kemungkinan diresepkan oleh dokter adalah fibrat, niasin, dan statin.
  • Nitrogliserin – Dokter dapat memberikan obat ini dalam bentuk semprotan, tablet, atau koyo yang tujuan utamanya adalah sebagai pengendali rasa nyeri di dada sambil memperlebar arteri koroner yang menyempit. Dengan obat ini jugalah, permintaan jantung terhadap darah bisa berkurang.
  • Beta Blockers – Bila memiliki tekanan darah tinggi dengan detak jantung yang cepat, maka obat jenis inilah yang akan berkhasiat dalam membantu memperlambat detaknya sekaligus menormalkan tekanan darah. Obat ini juga berguna sebagai pencegah serangan jantung yang akan datang.
  • Penghambat ACE dan Penghambat Angiotensin II Reseptor – Obat-obatan jenis ini adalah penurun tekanan darah yang mampu menjadi pencegah berkembangnya penyakit dari kondisi penyempitan di pembuluh darah jantung.
  • Operasi Bypass Arteri Koroner – Jika obat saja kurang begitu mampu untuk mengendalikan gejala, otomatis operasi adalah pilihan terakhir yang perlu diambil. Ahli bedah dalam proses solusi ini akan memotong arteri koroner yang terblokir menggunakan pembuluh darah dari bagian lain tubuh pasien. Dengan cara ini barulah aliran darah bisa berjalan di area sekitar arteri koroner yang menyempit atau tersumbat.
  • Angioplasti dan Penempatan Stent – Pada proses ini, dokter akan memasukkan tabung tipis serta kateter yang tipis pada bagian arteri yang menyempit. Sebuah kawat pun dengan balon yang kempis bisa melewati kateter menuju area yang mengalami penyempitan. Setelah itu balon yang tadinya dalam kondisi kempis akan digelembungkan untuk mengompresi ke dinding arteri supaya pembuluh darah dapat melebar. Penempatan stent adalah langkah berikutnya di mana tujuan dari pemasangannya adalah untuk menjaga tetap terbukanya arteri sambil juga perlahan melepaskan obat.

Pengobatan Alami

Selain dari pengobatan medis, penting bagi para penderita penyempitan pada pembuluh darah jantung untuk juga menjaga gaya hidup untuk tetap sehat dan seimbang. Berikut adalah beberapa hal yang membutuhkan komitmen Anda demi kesehatan jantung dan pembuluh darah yang lebih baik.

  • Menghindari stres.
  • Mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi tinggi seperti sayur dan buah-buahan.
  • Rajin berolahraga.
  • Memeriksa kadar gula darah, tekanan darah, hingga kadar kolesterol secara rutin, terutama bila memang sudah mengetahui bahwa Anda berisiko tinggi akan kondisi tersebut.
  • Menjaga berat badan tetap ideal; bila mengalami obesitas, maka mulailah untuk menurunkan berat badan hingga mencapai angka ideal.
  • Tidak merokok dan berhenti merokok bagi yang sudah memiliki kebiasaan ini.

Bahaya

Penyempitan di pembuluh darah jantung bukan gangguan kesehatan ringan. Berbagai bahaya komplikasi bisa saja dialami penderitanya seperti:

  • Gagal jantung. Ketika area jantung telah mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi dikarenakan pembuluh darah makin menyempit sehingga tak cukup membawa darah ke sana, kerusakan jantung pun menjadi salah satu bahaya mematikan. Jantung otomatis makin lemah dalam memompa cukup darah sesuai yang dibutuhkan tubuh.
  • Serangan jantung. Sudah disebutkan sebelumnya, kondisi serangan jantung dapat menjadi salah satu bahaya yang mengancam jiwa karena plak kolesterol yang menimbun dan bekuan darah yang terjadi di arteri. Ketika penyumbatan atau penyempitan terjadi maksimal, serangan jantung sangat mudah terjadi dan aliran darah yang kurang untuk sampai ke jantung mampu merusak otot jantung.
  • Angina/Angin Duduk. Penyempitan arteri koroner atau pembuluh darah jantung berakibat pada darah yang tak cukup diterima jantung dan inilah yang kemudian menjadi penyebab sakit di bagian dada atau seak nafas.
  • Aritmia. Ketidaknormalan ritme jantung menjadi bahaya berikutnya ketika suplai darah tidaklah cukup yang dikirimkan hingga ke jantung. Jaringan jantung pun mengalami kerusakan sehingga impuls listrik pada jantung pun terganggu.

Penyempitan pembuluh darah jantung mulai dari penyebab, cara mengobati dan juga risiko bahayanya telah diulas. Gaya hidup yang baik dan sehat sedari muda akan dapat mencegah terjadinya penyempitan ini, jadi pastikan untuk memiliki pola hidup yang benar.

You may also like