Kolposkopi – Pengertian – Tindakan – Perawatan – Efek Samping

700

Serviks merupakan salah satu bagian yang berasal dari organ kewanitaan seorang perempuan. Organ yang satu ini merupakan organ yang sangat penting. Bagian ini sering disebut juga leher rahim, bagian yang tak bisa dilepaskan dari pada rahim itu sendiri. sebagaimana dengan rahim yang memang memiliki fungsi yang sangat penting untuk keberlangsungan proses reproduksi. Serviks atau leher rahim ini sendiri juga mengambil peran dalam hal tersebut. Serviks sendiri merupakan sebuah organ yang sangat rentan terhadap berbagai macam jenis penyakit.  Banyak sekali penyakit yang bisa saja menyerang dan menimbulkan kerusakan pada serviks. Jika hal itu terjadi maka akan dapat mempengaruhi proses atau kesehatan dari serviks dan bagian lain yang berada di sekitar serviks.

Penanganan dan pencegahan dini merupakan salah satu cara yang bisa menjadi sebuah solusi yang sangat baik. Pencegahan secara dini akan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Pada beberapa kasus yang terjadi, pasien yang terlambat mendapatkan penanganan mengakibatkan terjadinya kematian. Hal ini dikarenakan meskipun serviks terkesan tidak berbahaya, namun penyakit yang menyerang serviks biasanya adalah penyakit yang bisa dikategorikan sangat membahayakan. Biasanya penyakit yang menyerang serviks adalah kanker atau tumor, baik yang jinak maupun yang ganas. Kerusakan yang ditimbulkan akan sangat mempengaruhi kinerja setiap organ dan jaringan yang berada di sekitarnya. Hal yang cukup berbahaya adalah serangan penyakit tersebut dapat menimbulkan munculnya infeksi pada organ kewanitaan dan organ lain yang berdekatan.

Penanganan secara dini sangat dibutuhkan untuk dapat menghindari penyakit yang membahayakan. Namun, untuk dapat melakukan penanganan secara dini, maka dibutuhkan metode diagnosa yang juga tepat dan akurat. Ada banyak metode yang bisa digunakan untuk mendiagnosa penyakit yang terjadi pada bagian serviks. Salah satu metodenya adalah kolposkopi. Nama metode ini tentunya belum banyak yang tau dan belum banyak yang paham. Mungkin ada yang sudah pernah mendengarnya namun,  memiliki nama penyebutan yang lain. Kali ini kita akan membahas mengenai beberapa hal yang berhubungan dengan kolposkopi. Ada banyak hal yang berhubungan dengan tindakan yang satu ini harus kita ketahui dulu. Hal yang perlu kita ketahui mengenai kolposkopi adalah.

Apa Itu Kolposkopi

Organ kewanitaan yang meliputi serviks, vulva dan vagina merupakan organ yang sangat penting bagi seorang wanita. Karena itu ketiga bagian tersebut sering sekali mendapatkan perhatian khusus dan perawatan secara khusus pula. Banyak metode pengobatan yang digunakan untuk menjaga agar ketiga bagian tersebut tetap sehat dan tidak mengalami kerusakan apapun. Ada banyak sekali metode penjagaan kesehatan pada bagian-bagian tersebut. Metode yang digunakan ini memiliki ragam yang sangat banyak ada metode yang bertujuan untuk mendiagnosa jenis penyakit, ada pula metode yang digunakan untuk menjaga kesehatan dari serviks itu sendiri.

Kolposkopi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mendiagnosa penyakit yang muncul pada area serviks, vulva dan vagina. Melalui metode ini maka dokter akan dapat mendeteksi adanya sel yang tumbuh secara abnormal pada bagian tersebut. Jika hal tersebut ditemukan maka dokter akan dengan mudah menentukan metode pengobatan dan pencegahan yang sesuai dengan kondisi penyakit pasien itu sendiri. Beberapa metode pengobatan memiliki variasi yang beragam tergantung dari tujuan penggunaan metode tersebut.

Pemeriksaan kolposkopi ini sendiri biasanya dilakukan jika ditemukan adanya ketidaknormalan pada daerah serviks, vulva, dan vagina. Ketidaknormalan ini biasanya akan dapat terlihat ketika pasien melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin. Ketika hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukan sesuatu yang tak normal maka dokter akan dapat langsung melakukan tindakan yang perlu untuk dilakukan. Jika masih bisa diatasi dengan menggunakan metode pengobatan secara normal, maka kondisi tersebut masih bisa dikatakan aman. Tapi, jika kelainan yang muncul telah menyebabkan gangguan yang cukup besar pada area kewanitaan, maka dokter akan melakukan tindakan yang lebih ekstrem. Tak akan mengherankan jika kondisi keadaan pasien dirasa berbahaya maka dokter akan melakukan tindakan pengobatan seperti tindakan operasi atau tindakan lain tanpa operasi. Ada banyak jenis tindakan medis yang bisa dilakukan pada organ kewanitaan, seperti operasi histerektomi dan ablasi endometrial.

Kapan Kolposkopi Dibutuhkan

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya tindakan operasi ini sendiri bertujuan untuk dapat menentukan secara pasti tentang keabnormalan yang terjadi pada bagian serviks. Serviks yang tak normal ini memiliki banyak sekali penyebab yang bisa saja muncul. Selain dikarenakan adanya gangguan yang disebabkan oleh kanker atau tumor, keabnormalan pada serviks juga bisa saja disebabkan karena infeksi jamur, bakteri dan virus. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa organ kewanitaan merupakan salah satu organ yang cukup subur untuk dapat menjadi tempat berkembangbiaknya beberapa jenis patogen yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Ada banyak alasan untuk dapat melakukan tindakan kolposkopi. Ada beberapa alasan yang jamak diberikan untuk melaksanakan tindakan kolposkopi, seperti

  • Sampel pemeriksaan serviks yang menunjukkan adanya sel yang abnormal, baik yang bersifat ganas ataupun tidak
  • Pasien di diagnosis memiliki human papillomavirus atau HPV, yang merupakan penyebab utama dari sel abnormal yang dapat menyebabkan kanker serviks
  • Hasil pemeriksaan serviks yang tidak jelas
  • Timbul gejala tertentu yang menyebabkan dugaan akan adanya kelainan pada serviks, termasuk pendarahan vagina dan peradangan serviks
  • Adanya perubahan pada sel serviks atau atrofi vaginitis.

Tindakan kolposkopi ini sendiri bisanya dapat digabungkan denagn tidnakan biopsi. Hal ini biasanya dilakukan untuk dapat mengambil sample jaringan yang ada pada serviks. Jika hal tersebut dilakukan maka pasien akan dapat mengetahui langsung hasil dari pemeriksaan kolposkopi. Hal ini dikarenakan pasien harus menunggu terlebih dahulu hasil dari tes laboratorium jaringan yang diambil tadi. Namun, jika kolposkopi itu sendiri tidak digabungkan dengan tindakan biopsi. Maka seorang ahli kolposkopi akan dapat dengan langsung menemukan kelainan pada serviks.

Biasanya bagi mereka yang menajalani tindakan kolposkopi ini sendiri akan mendapatkan hasil yang menunjukan adanya ketidaknormalan dalam serviks. Hasil yang tidak normal ini bisa saja menunjukan berbagai macam hal. Hasil yang tidak normal ini biasanya menunjukan bahwa pasien memiliki kemungkinan yang cukup tinggi untuk terserang kanker serviks. Berdasarkan hal tersebut dokter yang bersangkutan agar segera melakukan beberapa tindakan yang digunakan untuk melakukan pengobatan dan pencegahan yang efektif. Hasil dari kolposkopi yang tidak ditangani dengan serius akan dapat berujung pada hal yang tidak baik bagi kesehatan pasien. Pada beberapa kasus pasien akan benar terserang kanker serviks.

Tindakan Sebelum  Pemeriksaan

Pada pemeriksaan kolposkopi seorang pasien tidak diharuskan berpuasa atau menghindari jenis obat-obat tertentu. Hal ini karena tes ini sendiri bisa dikategorikan merupakan sebuah tes rawat jalan sehingga tidak membutuhkan beragam jenis persiapan. Namun, hal ini akan menjadi berbeda jika tes ini dilakukan bersamaan dengan tindakan biopsi. Jika dilakukan bersamaan dengan tindakan biopsi maka pasien akan diminta untuk berpuasa beberapa jam sebelum pemeriksaan. Selain itu pasien juga akan mendapatkan bius total atau pun bius lokal. Semua itu tergantung dari keputusan dokter yang akan menangani pasien tersebut.

Tindakan Kolposkopi

Tindakan pemeriksaan ini sebenarnya merupakan tindakan yang tak nyaman bagi beberapa orang. Namun tindakan kolposkopi ini sendiri terhitung merupakan tindakan yang cukup cepat dan cukup akurat untuk dilakukan. Pada saat menjalani tindakan kolposkopi ini pasien akan diminta untuk berbaring pada kursi khusus. Setelah itu kemudian spekulum akan dimasukan kedalam vagina. Spekulum ini sendiri berfungsi untuk dapat memperlebar jalan masuknya kolposkop. Alat ini sendiri memiliki bentuk yang hampir menyerupai alat yang digunakan untuk endoskopi dan laparoskopi. Melalui alat ini maka dokter akan dapat melihat bagian dalam dari serviks. Ketika ditemukannya adanya sel yang tidak normal, maka dokter akan menandai sel bagian tersebut. Penandaan tersebut akan bermanfaat pada pelaksanaan tindakan biopsi yang akan dilakukan. Namun, jika seorang ahli kolposkopi telah dapat meyakini dengan hasil pemeriksaannya maka tidak diperlukan tindakan biopsi lanjutan. Maka, tindakan setelah kolposkopi adalah tindakan pengobatan.

Jika biopsi dilakukan setelah pelaksanaan tindakan kolposkopi maka pasien akan merasakan hal yang sedikit tidak nyaman. Rasa tak nyaman ini biasanaya berupa garukan atau cubitan pada bagian serviks. Hal tersebut merupakan bagian dari proses pelaksanaan tindakan biopsi.tindakan kolposkopi merupakan pemeriksaan yang tidak membutuhkan waktu yang lama. Pada kondisi normal seorang pasien akan melakukan tindakan ini selama 10-15 menit. Setelah itu maka pasien dinyatakan selesai dalam melakukan tindakan kolposkopi.

Pasca Kolposkopi

Seorang pasien setelah menjalani kolposkopi bisanya akan merasakan rasa nyeri pada bagian serviks. Rasa nyeri ini sendiri biasanya akan bertahan selama 1 minggu setelah pelaksanaan kolposkopi. Pada beberapa kasus pasien juga akan mengalami pendarahan. Efek tersebut  merupakan hal yang normal setelah pelaksanaan tindakan kolposkopi. Setelah pasien pulang maka dokter bisanya akan emmberikan beberapa instruksi yang harus dilakukan oleh pasien.

  • Hindari pekerjaan berat
  • Jangan melakukan tindakan olahraga selama beberapa hari
  • Hindari berhubungan intim dengan pasangan
  • Hindari konsumsi beberapa obat-obatan
  • Jangan menggunakan cairan atau sabut pembersih vagina selama beberapa hari
  • Lakukan konsultasi dengan dokter jika terjadi sesuatu yang tak normal
  • Ikuti petunjuk dokter dengan baik.

Efek samping

Sama halnya seperti tindakan medis yang lain, tindakan kolposkopi ini sendiri memiliki beberapa efek samping yang bisa saja muncul. Pada dasarnya tindakan kolposkopi ini sendiri merupakan sebuah tindakan yang aman untuk dilakukan. Namun, tetap saja masih ada beberapa kemungkinan untuk munculnya efek samping atau resiko yang bisa saja berbahaya. Beberapa efek samping yang muncul seperti

  • Pendarahan
  • Infeksi
  • Reaksi alergi terhadap zat yang digunakan saat kolposkopi
  • Alergi terhadap obat atau obat bius yang digunakan
  • Rasa nyeri setelah tindakan pemeriksaan

Ada beberapa hal lain yang dapat menghambat pelaksanaan tes kolposkopi. Hambatan ini biasanya akan berpengaruh pada hasil yang didapatkan. Beberapa hambatan yang bisa muncul adalah

  • Peradangan serviks akut
  • Penyakit peradangan serviks akut
  • Menstruasi

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka, sebaiknya tindakan kolposkopi dilakukan satu minggu setelah pasien melewati masa menstruasi.

Itu tadi beberapa informasi mengenai kolposkopi. Tindakan yang satu ini merupakan salah satu tindakan yang sangat penting untuk mengetahui kondisi dan kesehatan dari organ kewanitaan. Semoga informasi ini bermanfaat.