Home ReviewTindakan Medis Bronkoskopi – Metode, Perawatan dan Komplikasi

Bronkoskopi – Metode, Perawatan dan Komplikasi

by Erlita

Bronkoskopi mungkin sudah kerap kita dengar di mana istilah ini adalah untuk sebuah tindakan medis atau prosedur yang berkaitan dengan kesehatan paru-paru. Prosedur kesehatan ini pada umumnya memerlukan sebuah alat bernama bronkoskop yang kemudian dimasukkan lewat tenggorokan, laring, trakea menuju bagian dalam bronkus pasien supaya mampu mendeteksi apa yang terjadi pada bagian dada/toraks.

Cara medis satu ini termasuk cara aman dan memiliki efektivitas tinggi dalam mencari tahu akan masalah-masalah yang ada di dalam saluran udara atau bronkus. Ketika seseorang mengalami keluhan yang berkaitan dengan pernapasan, maka bronkoskopi adalah prosedur pemeriksaan yang akan sangat membantu untuk bisa mengetahui apa masalah yang sebenarnya sedang dihadapi.

Manfaat dan Tujuan

Pada umumnya, bronkoskopi adalah sebuah prosedur medis yang dianjurkan untuk penderita gangguan atau jenis penyakit paru-paru apapun yang tak sembuh-sembuh dalam waktu lama. Biasanya bronkoskopi perlu ditempuh setelah pasien menjalani pemeriksaan paru-paru lainnya, yakni setelah pemeriksaan fisik dan sinar-X. Dengan bantuan pemeriksaan lanjutan seperti bronkoskopi, pasien akan dibantu untuk mengetahui hasilnya mencurigakan atau normal.

Tak hanya itu saja, ada banyak manfaat yang ditawarkan dari prosedur medis ini agar pasien dengan masalah atau gejala gangguan pernapasan mampu mendeteksi di awal dan mengatasinya sesegera setelah masalah diketahui. Berikut adalah rangkaian manfaat dan tujuan dari prosedur bronkoskopi yang bisa disimak.

  • Menghancurkan Tumor – Kini bahkan diketahui bahwa bronkoskop dan sinar laser sudah banyak digunakan oleh sejumlah rumah sakit untuk melawan tumor, yakni dengan menghancurkannya. Bronkoskopi merupakan prosedur yang dapat menghancurkan tumor yang berhubungan dengan alat pernapasan.
  • Membantu Biopsi – Para petugas kesehatan pun dapat menggunakan bronkoskopi untuk proses biopsi. Dengan bronkoskop, alat ini pun bisa diandalkan untuk proses pengambilan sampel jaringan pada pemeriksaan semacam biopsi. Dengan begitu, dapat diketahui apakah sel jaringan sifatnya kanker/ganas ataukah jinak.
  • Mendeteksi Letak Benda Asing – Manfaat atau tujuan lainnya yang juga perlu diketahui adalah bahwa bronkoskopi mampu membantu pendeteksian kasus adanya benda asing pada bagian saluran udara pasien. Penggunaan metode bronkoskopi ini adalah untuk mengetahui posisi dan letak sesungguhnya benda asing tersebut. Setelah tahu lokasi tepatnya, pengangkatan benda asing pun akan dilakukan secara lebih mudah.
  • Memeriksa Gangguan Sulit Bernapas – Saat penderita merasakan adanya kesulitan bernapas atau sesak napas, maka bronkoskopi juga adalah prosedur medis yang dibutuhkan. Hal ini juga berlaku ketika pernapasan terlalu nyaring, termasuk juga dalam kasus sleep apnea/apnea tidur obstruktif.
  • Tujuan Terapeutik – Bronkoskopi juga merupakan sebuah prosedur pemeriksaan yang dapat dimanfaatkan dalam pengangkatan lendir atau cairan, jadi tak hanya benda asing saja. Ketika cairan dan lendir terlalu banyak mengganggu pernapasan, otomatis bronkoskopi bisa Anda tempuh sebagai jalan keluarnya.
  • Memperlebar Saluran Pernapasan – Ada kalanya masalah pernapasan yang dialami pasien adalah berasal dari sempitnya saluran pernapasan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan bronkoskopi di mana dengan metode ini saluran pernapasan akan diperlebar dengan memasukkan stent ke dalamnya. Ketika sudah diperlebar, maka biasanya pernapasan pasien akan kembali lancar dan gangguan dapat teratasi.

Kapan Seseorang Perlu Menempuh Bronkoskopi?

Bronkoskopi merupakan sebuah prosedur yang bisa ditempuh oleh seseorang yang kiranya mulai mengalami gejala atau keluhan tak wajar, khususnya pada bagian pernapasan. Ketika terjadi hal-hal seperti di bawah ini, Anda bisa ke dokter dan kemudian menempuh bronkoskopi apabila dokter menyarankan demikian.

  • Sulit bernapas/sesak napas berkepanjangan.
  • Batuk kronis/jangka panjang.
  • Perdarahan pada saluran pernapasan.
  • Gangguan kelenjar getah bening pada bagian dada.
  • Adanya dugaan tumor/kanker paru-paru.
  • Terdapat benda asing yang menjadi penghambat saluran pernapasan.
  • Pernapasan menyempit.
  • Dahak/cairan/lendir terdapat pada saluran pernapasan.

Bila mendapati gejala tak mengenakkan dan Anda curiga ada suatu masalah pada pernapasan, segera tempuh bronkoskopi di mana kemudian dokter juga akan menjadwalkan prosedur ini.

Persiapan dan Metode Bronkoskopi

Pada awalnya, tentu setiap pasien yang merasakan gejala tak umum yang berhubungan dengan pernapasan harus lebih dulu menjalani konsultasi dengan dokter. Jika memang hendak memilih untuk menempuh bronkoskopi, pastikan dokter Anda tahu tentang riwayat kesehatan dan konsumsi obat.

Pasien dianjurkan untuk bicara lebih dulu dengan dokter mengenai alergi terhadap obat-obatan tertentu, tak terkecuali dalam hal ini anestesi. Beri tahu dokter Anda juga tentang ada tidaknya kondisi kesehatan sebelum menjalani operasi ini. Supaya seluruhnya bisa berjalan lancar, maka diskusi diperlukan lebih dulu dan jangan ragu untuk melakukannya.

Sebagai persiapan, dokter akan meminta Anda untuk berpuasa sebelum prosedur dilakukan; hal ini tentunya termasuk puasa makan dan minum. Ada kemungkinan prosedur bronkoskopi yang sudah dijadwalkan bisa dibatalkan apabila pasien tak menuruti dengan baik petunjuk yang dokter berikan. Bahkan setiap pasien harus berhenti konsumsi obat apapun beberapa hari sebelum prosedur bronkoskopi dilakukan.

Metode Pelaksanaan

Persiapan yang baik akan mendukung prosedur berjalan dengan lancar. Berikut ini adalah langkah tindakan bronkoskopi yang dapat disimak lebih lanjut.

  • Untuk langkah awal, ini akan ditentukan oleh jenis bronkoskop yang dokter hendak gunakan dan tetap akan memerlukan infus untuk kedua jenis.
  • Infus atau kateter akan dimasukkan ke pembuluh darah di mana tujuan utamanya adalah supaya bisa memberikan obat bius demi pasien merasakan kenyamanan selama proses berlangsung.
  • Butuh pengawasan dalam penggunaan bronkoskop jenis kaku dan selama tindakan berlangsung pengawasan harus dilakukan oleh ahli obat bius.
  • Petugas medis juga akan menghubungkan sebuah alat pengawas tanda vital tubuh dengan pasien, seperti misalnya pengawas tekanan darah dna detak jantung. Ini karena tindakan bronkoskopi berkemungkinan membuat proses pernapasan terhambat.
  • Pemberian oksigen dapat dilakukan lewat mulut atau hidung dengan memakai kanula, kanula ini ialah sejenis tabung berukuran kecil yang lentur.
  • Pemberian obat bius lokal dilakukan pada bagian belakang hidung dan tenggorokan di mana bagian tersebut adalah yang akan dilalui oleh bronkoskop. Barulah kemudian proses memasukkan bronkoskop lewat mulut atau juga lewat hidung, kemudian akan melalui pita suara, saluran udara, barulah menuju paru-paru.
  • Dari bronkoskop yang berhasil dimasukkan, gambar bisa mulai diambil oleh kamera dan dokter spesialis pun memiliki pilihan untuk melakukan biopsi dengan alat penjepit (forcep) demi pengambilan sampel jaringan/mukus atau memilih aspirasi jarum.
  • Pada umumnya, bronkoskopi adalah prosedur yang tak akan begitu lama karena hanya membutuhkan waktu kurang 1 jam.

Setelah selesai proses bronkoskopi, pasien masih harus menuruti anjuran dokter dalam masa perawatan. Obat penenang pada umumnya akan hilang efeknya 2 jam setelah prosedur dilaksanakan dan petugas medis pun akan menjelaskan apa saja yang mereka jumpai dalam proses bronkoskopi.

Perawatan dan Komplikasi

Setelah penjelasan diberikan, maka tim kesehatan juga akan mendiskusikan dengan Anda segala kemungkinan tindak lanjut alias pengobatan yang disesuaikan dengan keluhan dan penyebab dari gejala. Pasca bronkoskopi, berikut ini juga adalah langkah atau hal-hal penting untuk dilakukan.

  • Tidak dianjurkan untuk makan/minum apapun selama 1-2 jam hingga akhirnya Anda bisa menelan sesuatu tanpa mengalami tersedak. Sesudah 2 jam, maka biasanya pasien akan diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan seperti biasa di mana hal ini diawali dengan sedikit air lebih dulu.
  • Tidak dianjurkan mengemudi minimal 8 jam sesudah selesai menjalani prosedur bronkoskopi.
  • Tidak diperbolehkan untuk merokok selama 24 jam pasca bronkoskopi dijalani.
  • Pasien bisa kembali bekerja esok harinya, namun ikuti saran dari tim medis bila memang Anda tak boleh beraktivitas lebih dulu.
  • Meludahkan air liur di mana hal ini dilakukan hingga mampu menelan dengan lancar dan tidak mengalami tersedak.

Lalu, apakah ada pula komplikasi yang bisa terjadi karena menempuh bronkoskopi? Benarkah bronkoskopi itu aman? Ya, bronkoskopi termasuk prosedur yang aman walau pada beberapa kasus pasien kemungkinan akan merasa tak nyaman. Ada sejumlah komplikasi yang berpotensi untuk terjadi, seperti:

  • Demam/suhu tubuh meningkat.
  • Perdarahan
  • Pernapasan yang singkat.
  • Batuk berdahak.
  • Suara menjadi serak.
  • Sakit pada tenggorokan.
  • Reaksi alergi.

Ketika bronkoskopi usai ditempuh, ada kemungkinan bagi pasien selama 2 hari mengalami perdarahan. Bahkan untuk komplikasi atau efek lainnya tersebut tak akan bertahan lama dan akan berhenti sesudah beberapa hari. Jika Anda khawatir, maka konsultasikan langsung dengan dokter supaya dapat ditangani secara tepat, namun selebihnya bronkoskopi merupakan tindakan medis aman yang tak perlu terlalu dicemaskan.

You may also like