Home Penyakit dan KelainanSifilis Gejala Sipilis pada Wanita dan Diagnosisnya

Gejala Sipilis pada Wanita dan Diagnosisnya

by Septi Haryani

Sipilis atau yag sering disebut dengan penyakit raja singa adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS). Adapun penyebab dari penyakit ini adalah bakteri bernama Treponema pallidum. Umumnya penularan penyakit ini terjadi melalui hubungan seksual, meskipun pada beberapa kasus penularan penyakit juga bisa melalui pemakaian jarum suntik yang bergantian dari penderita sipilis.

(Baca juga: penyebab PMS)

Bakteri penyebab sipilis tidak akan bertahan lama di luar tubuh manusia. Karena itu, sipilis tidak akan menular melalui beberapa metode berikut:

  • Sering memakai toilet yang sama dengan penderita sipilis.
  • Sering berbagi peralatan makan yang sama dengan penderita sipilis.
  • Memegang gagang pintu yang sama dengan penderita sipilis.
  • Sering menggunakan kolam renang atau kamar mandi yang sama dengan penderita sipilis.

Gejala dari penyakit sipilis biasanya akan muncul setelah 3 minggu bakteri menginfeksi tubuh penderita. Gejalanya bisa meliputi beberapa tahap. Selain itu, gejala sipilis baik pada pria maupun wanita juga bisa berbeda meskipun hanya memiliki sedikit perbedaan. Berikut ini beberapa gejala sipilis, khusunya pada wanita.

Gejala Sipilis pada Wanita

Gejala sipilis bisa beraneka ragam, dari yang paling rigan hingga yang paling parah. Gejala sipilis baik pada wanita maupun pria sebenarnya hampir sama, hanya saja ada beberapa gejala yang lebih spesifik pada wanita. Berikut ini beberapa gejala sipilis berdasarkan tahapannya pada wanita.

1. Tahap Primer

Pada tahap primer biasanya akan muncul luka, di mana luka tersebut merupakan tempat di mana awal mula bakteri penyebab sipilis masuk ke dalam tubuh penderita. Kondisi semacam ini biasanya akan muncul dalam kurun waktu 3 minggu setelah tubuh terpapar oleh bakteri penyebab sipilis. Pada tahap ini, sipilis bisa menular kepada orang lain melalui hubungan seksual maupun melalui metode lain seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Berikut gejala sipilis pada tahap primer yang sering dijumpai pada wanita:

  • Terdapat luka yang bisa berkembang pada bagian luar alat kelamin atau pada bagian dalam vagina. Luka yang terdapat di bagian dalam vagina atau pada permukaan rahim biasanya sulit terdeteksi karena biasanya tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali.
  • Di area sekitar luka biasanya akan terjadi pembengkakan kelenjar getah bening. (Baca juga: cara mencegah kelenjar getah bening bengkak)
  • Luka bisa muncul pada area selain sekitar alat kelamin.
  • Luka tersebut biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 3 sampai 6 minggu. Biasanya luka tersebut akan meninggalkan luka tipis. Pada kondisi semacam itu penderita masih tetap bisa menularkan sipilis pada orang lain.

2. Tahap Sekunder

Pada tahap sekunder penderita sipilis akan mengalami ruam yang muncul pada kurun waktu 2 sampai 12 minggu setelah luka mengalami perkembangan. Selain muncul ruam, gejala lain juga sangat mungkin terjadi ketika bakteri telah berkembang di dalam tubuh penderita sipilis. Pada tahap ini seorang penderita juga sangat mungkin menularkan penyakitnya pada orang lain. Ruam biasanya juga akan berkembang di daerah telapak tangan dan juga kaki penderita. Adapun beberapa gejala sipilis pada wanita pada tahap sekunder ialah:

  • Bentuk ruam biasanya akan berwarna coklat kemerahan, kecil, padat, datar, atau terangkat pada kulit kurang dari 2 cm. Pada kondisi ini ruam akan nampak seperti masalah kulit biasa.
  • Luka kecil yang terbuka bisa muncul pada selaput lendir. Luka tersebut berisi nanah atau berbentuk lembab seperti kutil.
  • Pada seseorang yang memiliki warna kulit gelap biasanya warna luka akan lebih terang dibandingkan warna kulit di sekitarnya.
  • Ruam pada kulit tersebut biasanya akan sembuh dalam kurun waktu 2 bulan tanpa menimbulkan bekas luka. Setelah melakukan masa penyembuhan, kemungkinan akan terjadi perubahan warna kulit. Meskipun luka telah sembuh, dalam kondisi ini seseorang masih sangat mungkin menularkan sipilis pada orang lain.

Pada tahap sekunder ini, ketika sipilis telah menyebar ke seluruh tubuh, biasanya seseorang akan mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Demam, biasanya tidak lebih dari 38,3 derajat celcius.
  • Menderita sakit tenggorokan. (Baca juga: obat sakit tenggorokan)
  • Tubuh akan merasa cepat lelah.
  • Penurunan nafsu makan diikuti dengan penurunan berat badan. (Baca juga: cara meningkatkan nafsu makan)
  • Kerontokan rambut, terutama pada alis, bulu mata, dan juga kulit kepala.
  • Kelenjar getah bening mengalami pembengkakan.
  • Leher terasa kaku.
  • Sakit kepala.
  • Gerakan bola mata yang tidak teratur.

3. Tahap Laten

Disebut dengan tahap laten karena pada tahap ini biasanya penderita sipilis tidak akan mengalami gejala apapun (gejala tersembunyi). Tahap ini merupakan tahapan setelah seseorang mengalami infeksi bakteri penyebab sipilis. Tahap ini bisa berlangsung selama kurun waktu 1 tahun (paling singkat) atau bisa juga berkisar antara 5 sampai 20 tahun. Karena tidak menunjukkan adanya gejala, diagnosis secara pasti hanya dapat dilakukan melalui tes darah, pengalaman seseorang, atau kejadian kelahiran anak dengan sipilis konginetal. Meskipun seringkali tidak menunjukkan gejala sama sekali, pada tahap laten ini penderita sipilis sangat mungkin untuk menularkan sipilis kepada orang lain.

4. Tahap Akhir

Tahap akhir merupakan tahap di mana sipilis akan sangat mudah ditularkan kepada orang lain. Apabila tidak segera dilakukan pengobatan, gejala pada tahap akhir ini sangat mungkin muncul secara dini, yakni 1 tahun setelah seseorang terkena infeksi. Seseorang yang menderita sipilis dan dengan cepat melakukan pengobatan kemungkinan tidak akan mengalami tahap ini. Namun, penderita yang tidak segera melakukan pengobatan dan mencapai tahap akhir ini bisa saja mengalami berbagai macam komplikasi seperti gangguan pada pembuluh darah, gangguan jantung, dan juga gangguan sistem saraf. Tidak hanya itu saja, jika tidak segera ditangani kondisi ini sangat mungkin menyebabkan kematian pada penderita sipilis.

(Baca juga: jenis-jenis penyakit saraf)

Itulah beberapa tanda atau gejala yag akan muncul pada wanita ketika ia menderita sipilis. Diagnosis dan juga pengobatan sejak dini sangat penting untuk mencegah penyakit ini menular dan juga berkembang di dalam tubuh penderita.

Diagnosis Sipilis pada Wanita

Diagnosis sipilis, baik pada laki-laki maupun pada wanita pada dasarnya sama. Jika anda merasakan beberapa gejala seperti yang telah disebutkan di atas maka sebaiknya anda segera melakukan pemeriksaan secara medis, terutama jika anda baru saja melakukan hubungan seksual dengan pasangan anda. Ajak pula pasangan anda untuk melakukan pemeriksaan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Dalam mendiagnosis pasien, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik. Berikut metode yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit sipilis secara lengkap:

1. Tes Darah

Tes darah merupakan metode yang paling akurat untuk mengetahui apakah seseorang menderita sipilis atau tidak. Melalui tes darah juga bisa diketahui apakah sipilis yang diderita masih baru-baru saja atau justru sudah dalam kurun waktu yang relatif lama. Sipilis bisa menyebabkan kematian janin yang ada di dalam kandungan. Karena itulah sangat disarankan bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan sipilis untuk melakukan pencegahan sejak dini. Tes darah untuk sipilis pada ibu hamil biasanya dilakukan pada usia kehamilan 3 sampai 5 bulan.

2. Cairan dari Luka atau Ulkus

Selain melakukan tes darah, dokter biasanya juga akan melakukan pengecekan terhadap cairan yang berasal dari luka atau ulkus penderita. Tes cairan tersebut hanya bisa dilakukan ketika penderita memasuki tahap primer ataupun sekunder. Dengan melakukan tes terhadap cairan luka atau ulkus, dokter akan mengetahui apakah luka tersebut disebabkan oleh bakteri penyebab sipilis atau bukan.

Itulah beberapa gejala dan juga metode diagnosis pada penderita sipilis. Melakukan pencegahan sejak dini sangat penting untuk menangkal penyakit sipilis. Caranya cukup mudah, anda hanya cukup setia kepada pasangan, jangan mudah berganti pasangan karena dapat meningkatkan resiko penularan. Selain itu, penggunaan kondom juga bisa membantu proses pencegahan penularan penyakit ini.

You may also like