Monday, September 23, 2019

Leptospirosis

Leptospirosis merupakan sebuah jenis penyakit menular di mana bakteri leptospiralah yang menjadi penyebabnya dan menyebarkannya melalui darah atau urine hewan yang sudah terserang infeksi bakteri ini. Kelompok hewan ternak adalah yang paling perlu diwaspadai karena mampu menjadi hewan pembawa leptospirosis, seperti sapi dan babi. Namun hewan lain seperti tikus dan anjing pun mampu menjadi penyebar penyakit ini.

Penyakit ini juga dapat menyerang Anda ketika menyentuh air atau tanah, tanaman maupun tanah basah yang memang telah terkena darah atau urine hewan yang sudah terinfeksi bakteri tersebut. Tanpa pengobatan atau penanganan yang tepat, maka leptospirosis mampu mengakibatkan berbagai komplikasi berbahaya, maka kenali lebih jauh tentang penyakit ini.

Gejala

Kemungkinan besar seseorang yang sebenarnya sedang terkena leptospirosis tidak akan menyadari bahwa dirinya sedang terserang penyakit berbahaya ini. Ini karena gejala umum dari leptospirosis cukup mirip dengan gejala flu, yakni nyeri pada otot, mengalami demam, ditambah dengan rasa pusing. Gejala signifikan tidaklah ada sehingga diagnosanya pun menjadi agak sulit.

Perlu diketahui dan diwaspadai bahwa gejala leptospirosis bisa mengalami perkembangan dalam waktu 1 minggu hingga 1 bulan pasca terkena paparan bakteri. Namun kemudian ada kecenderungan kondisi membaik dalam waktu 5 hari sampai dengan 1 minggu pasca kemunculan gejala. Berikut adalah gejala umum yang patut Anda waspadai walau terlihat ringan.

  • Nyeri otot
  • Demam
  • Mual
  • Batuk-batuk
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Muntah
  • Penurunan nafsu makan
  • Sakit perut
  • Iritasi dan kemerahan pada wilayah mata
  • Bagian putih mata dan juga kulit menguning
  • Diare
  • Kulit beruam

Penyakit seperti leptospirosis bukanlah suatu penyakit akibat infeksi yang bisa disepelekan karena gejala dapat berkembang menjadi lebih serius di mana ujungnya dapat menimbulkan komplikasi berbahaya. Meski perkembangan gejala menjadi serius ini tergolong kejadian langka, namun tetap perlu diketahui oleh kita agar mampu mewaspadai serta mencegahnya dengan baik. Perkembangan gejala itu sendiri bisa bervariasi ditentukan oleh organ mana yang terkena infeksi bakteri; di bawah ini adalah keluhan-keluhan gejala berdasar pada organ yang terinfeksi.

  1. Paru-paru

Ada beberapa kasus di mana paru-paru bisa ikut terkena infeksi dari bakteri leptospira yang kemudian menimbulkan keluhan seperti:

  • Batuk berdarah
  • Demam tinggi
  • Sesak nafas
  1. Otak

Ada pula sebagian kasus leptospirosis di mana gejalanya berkembang di bagian otak, berikut ini gejala-gejala umum bila otak terinfeksi.

  • Mual
  • Muntah
  • Demam tinggi
  • Leher tegang
  • Nyeri pada leher
  • Ngantuk terus
  • Kejang
  • Perilaku agresif
  • Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya
  • Sulit berbicara
  • Sulit dalam mengendalikan gerakan
  • Sering dalam keadaan bingung
  1. Jantung, Ginjal dan Liver

Pada beberapa kasus, bagian jantung, liver dan ginjal bisa juga terkena infeksi yang kemudian menjadikan penderitanya mengalami keluhan-keluhan seperti di bawah ini:

  • Mual
  • Cepat lelah
  • Hilangnya selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Pembengkakan pada bagian tangan, pergelangan kaki dan kaki.
  • Pembengkakan pada hati yang juga disertai nyeri.
  • Detak jantung lebih cepat.
  • Jaundice atau sakit kuning.
  • Urine mengalami penurunan jumlah saat buang air kecil.
  • Sesak nafas

Penyebab

Apabila infeksi bakteri tergolong ringan, maka sebutan untuk kondisi ini adalah leptospirosis. Namun bila infeksi mulai menjadi parah, sebutan penyakit ini berbeda lagi dan sering disebut dengan penyakit Weil. Infeksi terjadi karena disebarkan oleh bakteri Leptospira yang telah menginfeksi lebih dulu hewan-hewan ternak, hewan pengerat dan juga anjing.

Infeksi bakteri dapat terjadi pada seseorang apabila mulut, hidung, mata, maupun luka terbuka di kulit sempat memiliki kontak dengan:

  • Darah, urine atau jaringan hewan si pembawa bakteri.
  • Air serta tanah yang sudah ikut terkontaminasi bakteri.
  • Tergigit oleh hewan yang sudah terserang infeksi bakteri leptospira.

Selain penyebab pasti yang berupa bakteri leptospira, ada pula beberapa faktor yang diduga mampu memperbesar risiko seseorang terkena penyakit ini. Lalu apa saja faktor risiko yang harus kita ketahui bersama agar mampu mewaspadainya? Jenis pekerjaan di mana pekerjaan yang berhubungan dengan hewan atau berada di lingkungan hewan maupun produk limbah hewan, seperti orang-orang dengan pekerjaan maupun kegiatan di bawah ini.

  • Dokter hewan
  • Petani
  • Nelayan air tawar
  • Tukang jagal
  • Pekerja selokan
  • Pekerja yang mengontrol hewan pengerat.
  • Penambang
  • Tentara
  • Orang-orang yang terlibat dalam olahraga air, seperti berkano, berarung jeram, berkayak, maupun berenang.
  • Orang-orang yang sering mandi di sungai atau danau air tawar.

Penyakit leptospirosis dijumpai di seluruh belahan dunia, namun memang wilayah tropis memiliki risiko lebih tinggi ketimbang wilayah dengan iklim sedang.

Pengobatan

Setelah gejala dialami oleh penderita, terutama gejala ringan yang mirip dengan flu, jangan dibiarkan terlalu lama. Segera periksakan diri karena bisa jadi ini adalah kasus leptospirosis dan bukannya flu biasa. Memang benar, diagnosa akan lebih sulit pada kasus leptospirosis ringan, namun dokter biasanya akan melihat juga riwayat kesehatan Anda lebih dulu.

Apabila Anda pernah bepergian atau berwisata terutama baru-baru ini, kemudian juga pernah menyentuh sumber mata air segar, ikut dalam acara olahraga air, maupun pernah atau memang berprofesi sebagai seseorang yang memiliki kontak dengan produk hewan dan hewan, beri tahu dokter. Dokter kemungkinan besar akan punya dugaan besar akan leptospirosis.

Karena dokter berkemungkinan mencurigai adanya infeksi bakteri atau benar-benar leptospirosislah yang menyerang Anda, tes darah atau tes urine atau keduanya kiranya akan dianjurkan bagi Anda untuk menempuhnya. Petugas laboratorium biasanya akan mengetes sampel darah ataupun urine maupun keduanya bila dibutuhkan untuk mendeteksi keberadaan bakteri leptospira.

Khusus untuk kasus leptospirosis yang lebih serius atau penyakit Weil, gejala-gejala yang dikeluhkan biasanya akan membuat dokter memutuskan untuk melakukan pemeriksaan melalui pemindaian, seperti X-ray pada dada, serta pemeriksaan darah lainnya dalam mengetahui fungsi ginjal dan hati. Ini bertujuan untuk mengecek apakah ada organ dalam yang terinfeksi.

Pengobatan Medis

Ketika gejala muncul dan kemudian Anda memutuskan untuk memeriksakannya ke dokter, berikut ini adalah beberapa bantuan atau solusi yang dokter berikan agar leptospirosis dapat tertangani dengan benar.

  1. Pemberian Antibiotik

Setelah memang positif bahwa Anda menderita leptospirosis, dokter pada umumnya akan memberikan jenis antibiotik tertentu melalui suntikan agar bakteri penyebabnya bisa dibasmi. Suntikan antibiotik ini juga bertujuan agar fungsi tubuh yang sempat mengalami gangguan dapat bekerja secara maksimal kembali. Tetracycline dan penisilin adalah contoh obat antibiotik yang biasa diberikan.

Namun penggunaan antibiotik pun tidak sembarangan, bahaya antibiotik tanpa resep dokter cukup besar dan proses pemberiannya pun hanya terbatas selama 1 minggu yang perlu diikuti oleh pasien secara benar sampai seluruh bakteri musnah. Setelah bakteri dinyatakan hilang, ini bisa mencegah akan adanya potensi infeksi dari bakteri tersebut terulang kembali.

  1. Pemberian Obat Pereda Rasa Sakit

Tak hanya obat jenis antibiotik, dokter pun berkemungkinan memberikan obat pereda rasa sakit di mana di dalamnya diketahui terkandung parasetamol yang mampu menjadi solusi gejala awal ringan akan leptospirosis, seperti halnya rasa sakit kepala, demam serta rasa nyeri pada otot.

  1. Rawat Inap di Rumah Sakit

Sementara pada kasus penyakit Weil, yakni tingkat leptospirosis yang sudah parah, khususnya yan terjadi pada masa kehamilan, dokter bisa saja merujukkan Anda ke rumah sakit supaya perawatan yang didapat lebih optimal. Perawatan rumah sakit akan membantu agar penderita yang sedang hamil tidak mengalami penyebaran leptospirosis sampai pada organ lainnya, khususnya janin. Suntikan antibiotik pun diberikan ke dalam pembuluh darah secara langsung.

Perawatan tambahan pun akan diberikan secara cepat ketika diketahui bahwa infeksi sudah menyerang organ tubuh. Perawatan tambahan ini akan diperlukan supaya fungsi tubuh dan kondisinya bisa terjaga dan dikembalikan dengan baik. Yang dimaksud dengan perawatan tambahan adalah seperti:

  • Ventilator yang berguna menjadi alat bantu pernapasan.
  • Infus yang berfungsi utama dalam memberikan nutrisi dan cairan tambahan yang tubuh perlukan.
  • Dialisis yang berfungsi utama untuk membantu agar ginjal kembali bekerja dengan baik karena ginjal berpotensi memiliki gangguan fungsi terutama sebagai pembuang zat yang tubuh tak perlukan.

Bila sampai harus dirawat di rumah sakit, maka waktu yang dibutuhkan untuk bisa pulih bisa sampai berminggu-minggu atau bahkan sampai beberapa bulan lamanya, ditentukan pula oleh tingkat keparahan dari leptospirosis., respon tubuh pasien pada pengobatan yang diberikan serta kondisi tubuh pasien sendiri. Apabila penanganan tidaklah tepat, ada kemungkinan bahwa pasien mengalami komplikasi-komplikasi kesehatan serius yang biasanya berhubungan dengan organ yang terkena infeksi, seperti pada ginjal dan hati yang kehilangan fungsinya.

Pengobatan Alami

Selain pengobatan dokter atau medis, leptospirosis bisa diobati dengan bahan-bahan alami di mana beberapa bahan cukup mudah untuk diperoleh karena ada di sekitar kita. Berikut adalah pengobatan alami yang kiranya bisa membantu para penderita leptospirosis tanpa menyebabkan efek samping berbahaya bagi tubuh.

  • Jahe

Terlepas adanya efek samping jahe untuk diwaspadai, rempah ini adalah suatu alternatif alami yang bisa diandalkan ketika leptospirosis menyerang karena adanya kandungan antibakteri di dalamnya. Tak perlu sulit-sulit, cukup parut jahe dan campurkan atau tambahkan ke dalam setiap masakan Anda dan konsumsilah serutin mungkin selama masa pemulihan. Jahe dengan kandungan antibakterinya siap untuk membunuh bakteri-bakteri jahat di dalam tubuh dan mengurangi risiko kerusakan organ tubuh akibat leptospirosis.

  • Kunyit

Rempah lainnya yang juga alami dan efektif dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan termasuk juga leptospirosis adalah kunyit. Kandungan di dalam kunyit terbilang hampir sama dengan yang ada pada jahe yang memang menjadi solusi alami ampuh untuk para penderita leptospirosis.

Kandungan anti-inflamasi akan membantu mengurangi produksi sitokin sehingga akan membantu menurunkan potensi kerusakan jaringan tubuh. Kurkuminnya juga berfungsi sama dalam hal mengurangi produksi sitokin dan memperlambat perkembangan leptospirosis sendiri. Tambahkan kunyit ke masakan Anda setiap harinya sebanyak-banyaknya yang akan memberikan manfaat paling baik bagi tubuh Anda.

  • Minyak Oregano

Di dalam minyak oregano, terkandung thymol dan carvacrol yang menjadi kandungan penting dalam memberikan kehangatan bagi tubuh sekaligus membantu memberantas patogen. Antibakteri pun diketahui menjadi salah satu sifat dari thyml yang akan menghambat perkembangan bakteri di dalam tubuh yang mampu mengancam membran sel yang sehat.

Tak hanya itu, minyak oregano pun dikenal efektif dalam mengurangi inflamasi sitokin dan meningkatkan sitokin anti-inflamasi sehingga dengan kata lain, kerusakan jaringan akibat sitokin inflamasi dapat dihambat. Untuk para penderita dengan kasus gejala leptospirosis ringan, minyak oregano akan mampu mencegah penyebaran leptospirosis ke organ-organ tubuh yang vital.

Kalsium memang dibutuhkan oleh tulang dan gigi, namun bakteri leptospira justru memanfaatkan mineral esensial ini untuk menginfeksi sel-sel tubuh kita. Itulah yang menjadi alasan mengapa sebaiknya makanan-makanan dengan kalsium tinggi sebaiknya dibatasi, seperti halnya produk susu. Konsumsilah jangan terlalu banyak supaya infeksi bakteri dapat dihambat agar tak menjadi menyebar ke seluruh tubuh atau organ-organ penting kita.

Selain kalsium, rupanya makanan berzat besi tinggi perlu juga untuk dibatasi karena mineral esensial satu ini dibutuhkan juga oleh bakteri untuk bisa tumbuh dan berkembang. Tak perlu harus menjauhi makanan berkandungan zat besi seterusnya karena ini hanya sementara. Jadi, makanan seperti telur, daging dan bayam sebaiknya dihindari sampai memang terbukti bahwa tubuh Anda bebas dari bakteri leptospira.

  • Minyak Pohon Teh

Penggunaan minyak pohon teh dapat menjadi penyelamat juga bagi para penderita leptospirosis karena bahan satu ini mampu mengurangi inflamasi dan kandungan antibakteri alaminya akan menghambat sama sekali perkembangan dan pertumbuhan bakteri. Jadi bukan hanya untuk rambut, minyak ini membawa manfaat besar untuk kepulihan dari kondisi leptospirosis.

Glukosa dan juga garam merupakan obat rumahan yang bisa diandalkan ketika hendak menjaga tubuh terhidrasi, terdetoksifikasi dengan baik dan terjaga keseimbangan hidroelektrolitiknya. Minuman hasil campuran garam dan glukosa dapat membantu merehidrasi tubuh para penderita leptospirosis.

Pencegahan

Leptospirosis adalah jenis penyakit yang selalu dapat dicegah dan hal ini perlu untuk diketahui oleh setiap Anda yang memiliki rencana bepergian ke wilayah dengan kasus leptospirosis tinggi ataupun yang kerap berinteraksi dengan hewan maupun produk hewan karena risiko penularan jauh lebih tinggi. Langkah-langkah pencegahan di bawah inilah yang bisa diperhatikan sekaligus dipraktikkan.

  • Selalu mandi sehabis melakukan kegiatan di lingkungan yang berair.
  • Kenakanlah sarung tangan saat memang hendak membersihkan kotoran hewan yang apalagi sudah ada dugaan terkena infeksi bakteri leptospira.
  • Hindari menyentuh secara sengaja akan bangkai hewan apalagi kulit yang langsung menyentuh.
  • Kenakanlah pakaian yang memang cocok atau sesuai ketika berkegiatan di luar ruangan yang memiliki potensi dapat terluka, khususnya bila sedang berada di wilayah yang berisiko tinggi terdapat bakteri penyebab leptospirosis.
  • Kenakanlah pakaian yang mampu memroteksi tubuh semaksimal mungkin supaya tak terjadi sentuhan secara langsung dengan hewan-hewan yang membawa bakteri leptospira.
  • Pastikan untuk memvaksinasi hewan peliharaan maupun ternak supaya tak terserang bakteri leptospira.
  • Pastikan kemasan air yang hendak diminum tertutup dan tersegel dengan benar, atau pastikan bahwa air yang akan dikonsumsi telah direbus sampai matang.
  • Gunakan pembersih antibakteri apabila permukaan kulit sempat terkena kotoran hewan yang diketahui membawa bakteri leptospirosis.

Demikianlah ulasan tentang leptospirosis yang perlu untuk diketahui oleh kita bersama. Walau gejala awalnya terlihat ringan, ada potensi gejala menjadi lebih serius dan penderita mengalami yang namanya penyakit Weil. Cegah dengan benar dan bila sudah muncul gejala, temui dokter secepatnya.

Recommended