Gondongan pada Anak – Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

4026

Gondongan merupakan sebuah kondisi penyakit yang mampu memicu pembengkakan pada kelenjar parotid di mana infeksi viruslah yang menjadi asalnya. Kelenjar parotid sendiri adalah sebuah kelenjar yang berperan penting untuk menghasilkan air liur di dalam mulut kita dan letaknya ada di bawah telinga bagian sisi wajah. Itulah mengapa bagian samping wajah seseorang yang menderita gondongan akan terlihat membesar. Gondongan tak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi ini biasanya juga bisa dialami oleh anak-anak, dan berikut adalah ulasan detilnya.

(Baca juga: penyebab gondok)

Penyebab

Gondongan atau yang juga memiliki istilah Parotitis Epidemika atau Mumps ini sebenarnya sudah jelas disebabkan oleh adanya infeksi virus. Penularan virus ini akan membuat kelenjar liur pada anak membengkak yang pada umumnya akan ditambah dengan timbulnya rasa nyeri. Mungkin kita pun bertanya-tanya virus apa yang dapat menyerang tersebut; nama virus ini adalah paramyxovirus di mana anak-anak dengan usia antara 4-14 tahunlah yang paling umum menderitanya.

Gondongan juga dapat ditimbulkan oleh adanya interaksi antara kita dengan penderita gondongan, seperti bersin, batuk atau bahkan dari saat kita berbagi makanan maupun minuman dengan mereka. Tak hanya dari virus dan penularan saja, penyakit ini mampu dipicu oleh konsumsi obat tertentu yang memberikan efek tertekan pada hormon kelenjar tiroid. Kekurangan zat iodium pun dapat menjadi penyebabnya dan setiap kita diwajibkan untuk waspada karena penyakit ini menyebar dengan mudah. Tapi kabar baiknya adalah ketika anak kita sudah pernah mengidap penyakit ini, setelah sembuh sistem daya tahan tubuhnya bakal lebih kuat sehingga tak akan mudah terserang gondongan kembali.

(Baca juga: penyebab demam)

Gejala

Sesaat sesudah inkubasi virus gondongan pada sang buah hati, maka setelah itu akan mulai tampak gejala-gejalanya. Bagian samping wajah yang membengkak memang adalah gejala utama dan paling terlihat, tapi rupanya ada tanda-tanda lainnya yang juga perlu untuk diketahui.

  • Demam. Tampaknya ini adalah hal yang biasa terjadi pada anak-anak, apalagi kalau ia kehujanan atau kecapekan sedikit saja. Namun perhatikan juga apakah sisi wajahnya ada yang kurang beres. Bila demam bertahan 1-2 hari dan terjadi kenaikan suhu sampai 38,9-40 derajat Celsius, kemungkinan memang si kecil menderita gondongan.
  • Sakit kepala. Demam dan sakit kepala tak selalu menandakan seorang anak menderita gondongan memang, tapi tak ada salahnya mencurigainya. Periksakan segera tanpa harus menunggu lama supaya penanganan dapat dilakukan cepat.
  • Nyeri sendi. Anak biasanya akan merasakan adanya rasa sakit di bagian sendi, terutama di bagian dekat telinga atau sisi wajah. Anak akan merasakan ketidaknyamanan saat ia makan dan mengunyah sebab rasanya menjadi lebih berat, bahkan menelan pun kesulitan. Bagian leher juga bakal muncul rasa sakit apalagi kalau kita menyentuhnya. Keluhan semacam ini sebaiknya tak diabaikan apalagi bila diikuti dengan sakit kepala maupun demam karena kemungkinan besar ini merujuk pada kondisi gondongan.
  • Pengurangan nafsu makan. Nafsu makan anak yang berkurang tiba-tiba bisa juga dikarenakan timbulnya gondongan, atau efek dari rasa nyeri dan kesulitan menelan, demam serta sakit kepalanya sehingga rasanya enggan untuk makan, sekalipun itu makanan kesukaannya. (Baca juga: cara meningkatkan nafsu makan)
  • Tak enak badan dan menggigil. Efek demam dapat membuat tubuh sang buah hati menjadi tak enak dan bahkan ia akan merasakan kedinginan. Bila si kecil menggigil, segera tangani dengan menghangatkannya supaya tak kedinginan lagi, atau bawa langsung ke dokter untuk diagnosa.

Penting untuk diketahui bahwa gejala yang disebutkan di atas seringkali juga bisa terjadi sebelum kelenjar parotid membesar, tapi ada juga yang mengalaminya saat pembengkakan telah muncul. Ada masa inkubasi sejak anak mengalami infeksi virus pertama kali hingga perkembangan virus yang biasanya memakan waktu sekitar 16-18 hari.

Namun setiap individu dapat berbeda-beda, ada juga yang mengalaminya sampai 25 hari, yang artinya bisa saja hampir sebulan. Anak yang sudah terinfeksi, mampu untuk memicu penyebaran virus selama 1 sampai 2 hari sebelum timbulnya tanda atau gejala awal berikut juga 5 sampai 9 hari sesudah gejala muncul.

(Baca juga: jenis penyakit menular)

Pengobatan

Pada umumnya, gondongan yang dialami oleh anak dapat sembuh ketika ia sudah mendapatkan kembali sistem kekebalannya seperti semula. Saat sistem daya tahan tubuh meningkat, infeksi pun akhirnya dapat dilawan. Sistem kekebalan kita memerlukan waktu pemulihan dan selama proses ini terjadi, kita perli melakukan perawatan supaya gejala dapat menjadi lebih ringan, seperti:

  • Mengompres bagian samping wajah yang terjadi pembesaran dengan air hangat, ini supaya rasa nyerinya juga dapat berkurang.
  • Cukup istirahat diimbangi dengan banyak mengonsumsi air putih akan sangat membantu karena kita tahu bahaya akibat kurang minum air putih akan menyebabkan tubuh lebih rentan penyakit juga.
  • Bila rasa tak nyaman ketika mengunyah dan menelan terjadi, pastikan anak mengonsumsi makanan bertekstur lunak supaya rasa nyeri ketika mengunyah dapat agak teringankan.
  • Jangan biarkan anak mengonsumsi minuman yang kiranya malah bisa memuat kelenjar parotid teriritasi, misalnya jus buah.
  • Minumkan anak dengan obat khusus pereda nyeri, seperti ibuprofen atau parasetamol yang biasanya sudah dokter resepkan, jadi minumkanlah sesuai dosis.

Atau bila ingin mencoba beberapa ramuan tradisional pun juga boleh, seperti pemanfaatan rempah-rempah untuk mengobati gondongan anak dengan lebih alami dan cepat. Di bawah ini boleh dilirik dan dipraktikkan di rumah saat anak misalnya tengah menderita gondongan.

  1. Memakai Bubuk Margosa dan Kunyit

Untuk resep obat tradisional ampuh bagi gondongan anak Anda, silakan mencoba menggunakan bubuk margosa dan juga kunyit di mana keduanya dapat dicampur hingga rata dengan air sedikit. Bentuklah ramuan berwujud pasta yang akhirnya kalau sudah jadi bisa dioles ke bagian sisi wajah untuk meredakan pembengkakan. Keduanya bukan untuk dikonsumsi, namun hanya sebagai obat oles saja.

  1. Memanfaatkan Bawang Putih

Obat alami dan aman bagi anak yang terserang gondongan selanjutnya adalah bawang putih di mana obat ini termasuk dalam pilihan obat tradisional terbaik. Cobalah untuk membuat masakan kesukaan si kecil, lalu tambahkan bawang putih yang cukup banyak, namun perhatikan juga efek samping bawang putih. Kadar rendah produksi gluthatione pada tubuh anak akan testimulasi menjadi lebih banyak dan meningkat dengan mengonsumsi bawang putih. Dengan adanya peningkatan produksi gluthatione, fungsi dari kelenjar tiroid pun akan bertambah.

(Baca juga: bahaya bawang putih mentah)

  1. Menggunakan Bawang Merah dan Ranting Muda Belimbing

Bila di rumah memiliki pohon belimbing berikut juga stok bawang merah yang cukup,  tak ada salahnya menyiapkan 10 rantung muda belimbing ditambah dengan bawang merah 4 siung. Untuk membuat ramuannya, kita hanya perlu menghaluskan ranting muda tersebut beserta daunnya juga tak apa; proses ini dilakukan bersama dengan bawang merah tadi. Ramuan obat luar akhirnya sudah jadi dan cara menggunakannya hanya tinggal menempelkannya di bagian yang nyeri dan sakit. Perawatan rutin akan menyembuhkan gondongan pada anak cukup cepat.

(Baca juga: obat batuk)

  1. Menggunakan Adas, Kunyit, Temulawak, Temu Ireng, dan Kencur

Obat tradisional lainnya yang juga tergolong alami dan aman adalah dengan meramu adas 5 gram, kunyit 20 gram, temulawak 20 gram, temu ireng 5 gram, dan kencur 10 gram bersama dengan air 2 liter ditambah dengan gula aren. Segala bahan rempah tersebut dapat direbus secara bersamaan dengan air 2 liter tadi, kecuali gula arennya. Tunggu hingga mendidih dan baru angkat kalau air sudah tersisa setengahnya.

Air kemudian dapat disaring; sebelum mengonsumsinya kita bisa menambahkan gula aren supaya anak lebih menyukainya. Untuk hasil maksimal, siapkan untuk sang buah hati pagi dan sore agar ia meminumnya teratur. Melakukannya beberapa kali akan meredakan pembengkakan berikut rasa sakitnya.

(Baca juga: cara mengobati tangan keseleo dan bengkak)

  1. Memakai Jahe

Pengobatan gondongan pada anak secara herbal lainnya adalah menggunakan bahan utama jahe. Untuk membuat ramuannya, lebih dulu kita harus mengupas jahe dan menumbuknya sampai teksturnya lembut. Baru sesudah itu bisa kita tambah dengan sedikit air agar bisa dioles ke daerah gondongan. Cara alternatif yang bisa dicoba yakni dengan menuang jahe ke kain kassa dan kompreskan ke sisi wajah anak yang membesar supaya rasa nyeri mereda dan bengkak mengempis.

(Baca juga: makanan sehat bagi paru-paru perokok)

  1. Memanfaatkan Selada Air

Untuk gondongan bisa sembuh secara alami, anak bisa kita berikan selada air karena di dalam selada air ini ada kandungan tinggi yodium sehingga penyakit gondongan dapat sembuh tidak dalam waktu yang lama. Caranya sangat gampang bagi ibu-ibu yang hobi memasak karena selada air ini dapat dijadikan sup sayur maupun tumisan apabila si kecil tak mau memakannya secara langsung seperti saat mengonsumsi lalapan. Walau terasa sakit dan sulit mengunyah, tetap suruh si kecil untuk memakan selada air supaya proses pemulihan menjadi lebih cepat.

  1. Menggunakan Bunga Sepatu

Tampaknya bukan hal sulit untuk menjumpai bunga sepatu karena tanaman ini ada di mana saja. Bunga yang bentuknya mirip corong ini tak hanya indah dipandang mata, tapi juga berguna untuk mengobati gondongan secara alami. Caranya cukup dengan menyiapkan bunga sepatu 30 gram, tapi kalau misalnya bunga tidak sedang mekar, kita bisa memanfaatkan daunnya. Daun atau bunga bisa dicuci lebih dulu sebelum akhirnya direbus bersama air 400 ml. Setelah mendidih, angkat, tunggu hangat lalu suruh anak Anda meminumnya. Konsumsi sehari 3 kali akan memberikan efek paling baik.

Sebetulnya penyakit gondongan tidaklah lama-lama menginvasi tubuh anak karena setelah 1-2 minggu penyakit ini sudah dipastikan sembuh pada umumnya. Tapi ada juga beberapa kasus di mana setelah 2 minggu pun gondongan pada anak tak kelihatan ada tanda membaik dan malah menjadi lebih serius, untuk satu ini segeralah temui dokter agar penanganan medis dapat diberikan.

(Baca juga: bahaya penggunaan obat tanpa resep dokter)

Pencegahan

Pencegahan selalu dapat dilakukan supaya anak tak terserang gondongan, dan para orang tua sebaiknya memerhatikan langkah-langkah pencegahan berikut ini:

  • Vaksinasi. Melakukan vaksinasi yang dinamakan mumps-morbili-rubela atau vaksinasi MMR akan dapat menyelamatkan sang buah hati dari serangan infeksi virus gondongan. Untuk proteksi seumur hidup bagi anak, vaksinasi perlu dilakukan dua kali. Vaksin ini sangat efektif dalam memberikan perlawanan terhadap gondongan di 12-15 bulan atau 4-6 tahun usia anak. Bila saat masih kecil anak tidak memperoleh vaksin, maka pencegahan bisa dilakukan dengan cara-cara lainnya. (Baca juga: vaksinasi meningitis)
  • Menjaga kebersihan diri. Ajari anak untuk senantiasa mencuci tangan agar kebersihan tangan terus bersih sehingga tak mudah dihinggapi virus, termasuk virus gondongan ini.
  • Tidak berbagi pemakaian alat pribadi. Anak juga perlu diajarkan untuk tidak dengan mudah berbagi alat-alat atau barang pribadinya dengan orang lain, termasuk alat makan maupun alat mandi karena virus dapat menyebar justru dari berbagi pakai tersebut.
  • Menghindari makanan/minuman bersifat asam. Bila memang anak sudah terkena virusnya dan mulai timbul gejala, hindarkan anak dari makanan maupun minuman dengan sifat asam agar rasa nyeri tidak semakin memburuk.
  • Memakai masker bila temannya ada yang sakit. Anak-anak dapat memakai masker ketika bersekolah, khususnya jika memang ada temannya yang sedang sakit supaya anak kita tak gampang terkena virus.

(Baca juga: vaksin rabies pada manusia – imunisasi campak)

Itulah informasi tentang penyebab, gejala, pengobatan serta pencegahan gondongan pada anak yang diharapkan dapat membantu para orang tua dalam menghadapi situasi semacam ini. Jangan khawatir dan panik apabila sang buah hati mengalami gondongan karena dengan sejumlah tips pencegahan dan pengobatan, Anda pasti bisa mengatasinya.