Mulut Terasa Pahit dan Mual, Kenapa Ya? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya !

360

Mual yang disertai dengan mulut terasa pahit memang cukup tak mengenakkan karena otomatis hal ini menjadikan selera makan kita turun. Apabila Anda salah satu penderita dari mulut terasa pahit dan mual yang cukup sering tapi tak tahu kenapa, inilah beberapa kemungkinan penyebab yang perlu Anda tengok supaya bisa mengatasi secara benar.

  1. Dispepsia

Kondisi ini lebih sering dikenal dengan istilah sindrom dispepsia di mana perut bagian atas sangat tidak nyaman. Keluhan utama pada umumnya adalah perut terasa penuh dan sakit perut. Dispepsia sendiri merupakan istilah lain bagi kondisi sakit maag yang mampu menimbulkan gejala mual dan muntah sekaligus rasa pahit di mulut.

Cara Mengatasi : Supaya gangguan pencernaan pada lambung teratasi, biasanya perlu untuk mengubah pola makan terlebih dulu, seperti tidak tidur setelah makan, menghindari stres, olahraga rutin, menstabilkan berat badan, menghindari kafein, soda dan alkohol, menghindari makanan-makanan bergas, tidak merokok, serta menghindari makanan pedas dan berlemak. Tak lupa juga, makan dengan mengunyah secara perlahan dan sedikit-sedikit akan memulihkan kondisi Anda.

  1. Bulimia

Jika Anda salah satu orang yang memang kerap melakukan diet ketat dengan menjauhi makanan-makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi apalagi sumber kalori, hal ini biasanya bisa menjadi penyebab timbulnya rasa mual, sakit perut dan rasa tak enak di lidah karena mulut pahit.

Inti dari kondisi ini adalah rasa tidak percaya diri yang berlebihan sehingga menghindari makanan-makanan tadi tapi kemudian dapat hilang kendali. Setelah menghindarinya, ada kemungkinan penderita lepas kendali di waktu makan sehingga makanan-makanan yang sebelumnya dihindari malah justru dikonsumsi secara berlebihan.

Cara Mengatasi : Penderita harus lebih dulu menyadari bahwa ia memiliki bulimia dengan ketidakstabilan emosional. Perlu adanya terapi khusus yang bertujuan agar pikiran dan sikap positif penderita terbangun kembali, khususnya yang berkaitan dengan pola makan sehari-hari. Terapi interpersonal dan terapi perilaku kognitif kemungkinan besar diperlukan supaya mental dan pikiran jauh lebih sehat dulu.

  1. Gastroenteritis

Kondisi ini diketahui juga dengan infeksi usus dan lambung di mana bakteri dan virus adalah penyebab utamanya. Jika Anda pernah mendengar istilah tentang flu lambung atau flu perut, maka gastroenteritis ini merupakan istilah lainnya yang mampu menimbulkan keluhan-keluhan seperti demam, perut kram, mual, mulut pahit, muntah hingga masalah diare.

Cara Mengatasi : Minum banyak air putih merupakan pertolongan utama pada kondisi gastroenteritis, sebab penderitanya tak boleh sampai mengalami dehidrasi. Selain air putih, oralit pun dapat membantu karena akan meningkatkan cairan, mineral serta elektrolit dalam tubuh secara alami dan efektif. Apabila perlu, antibiotik juga diberikan untuk mendukung kesembuhan penderita.

  1. Penyakit Asam Lambung

Mulut terasa pahit yang juga diikuti dengan rasa mual hingga muntah dapat menjadi tanda bahwa Anda sedang terkena penyakit asam lambung. Kenaikan asam lambung hingga ke ulu hati dan juga kerongkongan bisa membuat lidah pahit dan bahkan tak nyaman. Jika Anda juga mengalami sensasi terbakar dan juga nyeri di bagian dada atau ulu hati, potensi besar asam lambung Anda sedang naik.

Cara Mengatasi : Mirip dengan penanganan pada kasus dispepsia, penderita asam lambung harus bisa mengubah pola makan lebih dulu, di mana hal ini dimulai dari mengonsumsi makanan yang non pedas, makanan yang tidak bergaram tinggi, serta makanan-makanan yang mengandung lemak rendah. Penderita asam lambung jangka panjang perlu minum obat yang diresepkan oleh dokter.

  1. Hepatitis

Penyakit hepatitis adalah suatu kondisi gangguan kesehatan di mana organ hati atau liver mengalami peradangan. Hepatitis diketahui dapat terjadi karena infeksi virus, tapi sebenarnya faktor lain seperti penggunaan obat tertentu, paparan zat kimia, kebiasaan minum minuman keras dan juga jenis penyakit autoimun tertentu bisa juga jadi pemicunya. Gejala yang ditimbulkan pun dapat berupa mual, muntah, demam hingga mulut yang pahit dan penurunan selera makan.

Cara Mengatasi : Tergantung dari penyebabnya, Anda baru bisa mengobati penyakit hepatitis. Khusus untuk hepatitis A, B dan E pada umumnya yang masih tahap akut cukup perlu diredakan gejalanya serta mengasup lebih banyak cairan. Sementara pada kasus hepatitis C, pemberian interferon sebagai obatnya akan dilakukan. Untuk lebih detilnya, Anda perlu mengonsultasikan ini ke dokter melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lanjutan lebih dulu.

  1. Vertigo

Vertigo merupakan suatu kondisi jenis sakit kepala yang menyebabkan penderita selama beberapa menit atau berjam-jam mengalami pusing hingga seakan sekelilingnya berputar. Gejala seperti mual dan muntah biasanya adalah keluhan paling umum di mana hal ini turut disertai juga dengan berkeringat lebih, penurunan nafsu makan dan mulut pahit.

Cara Mengatasi : Vertigo pada dasarnya dapat sembuh sendiri seiring waktu, namun ketika terjadi secara kambuhan atau berulang kali, Anda wajib memeriksakannya ke dokter. Untuk mencegah vertigo kembali datang, pastikan untuk mencari cara mengatasi stres yang aman ketika sedang tertekan, memiliki pola makan sehat, dan cukup istirahat setiap harinya.

  1. Morning Sickness

Morning sickness tentunya sudah bukan hal yang asing lagi, khususnya bagi sejumlah wanita yang memasuki kehamilan trimester pertama. Kondisi ini ditandai dengan kelelahan tubuh, mual dan juga muntah sehingga terkadang saking seringnya bisa menjadikan mulut terasa pahit.

Cara Mengatasi : Untuk meredakan gejalanya, Anda perlu menambah asupan air putih sedikit demi sedikit agar menghindari bahaya dehidrasi. Hindarilah juga segala macam makanan dan minuman yang kiranya memicu rasa mual kembali terjadi. Pastikan Anda juga selalu beristirahat cukup dan banyak makan makanan ringan yang aman bagi tubuh dan meredakan rasa mual.

Itulah segala kemungkinan penyebab mulut terasa pahit dan mual yang dapat Anda waspadai. Konsultasikan dengan dokter apabila Anda ingin memastikan apa alasan kondisi tersebut terjadi pada tubuh Anda. Periksakan lebih dulu barulah Anda bisa menangani sesuai dengan faktor penyebabnya.