Thursday, March 21, 2019
Home Penyakit dan Kelainan Penyakit Bulimia

Penyakit Bulimia

Bulimia adalah sejenis penyakit di mana seseorang memiliki kebiasaan makan yang berlebihan dan kemudian merasa kehilangan kontrol akan bertambahnya berat badan. Lalu ia menggunakan berbagai cara untuk mencegah kenaikan berat badannya seperti dengan muntah atau minum obat pencahar. Kebanyakan penderita bulima memiliki gangguan anoreksia.

Gangguan bulimia bisa terjadi pada pria maupun wanita. Gangguan ini paling sering terjadi pada remaja perempuan dan wanita muda.

Jenis Bulimia

  1. Purging bulimia, yaitu kebiasaan untuk mengeluarkan kembali makanan yang telah dimakan dengan berbagai cara, misalnya dengan memaksa memuntahkannya, penggunaan obat pencahar, diuretik, maupun enema.
  2. Nonpurging bulimia, yaitu menggunakan  metode lain untuk menghindari kalori dan mencegah kenaikan berat badan, seperti puasa, diet ketat atau olahraga berlebihan.

Penyebab

Sebagai salah satu kelainan mental, penyebab pasti bulimia belum dapat diketahui. Namun para ahli meyakini beberapa factor yang bisa menyebabkan bulimia, diantaranya adalah :

  • Faktor keluarga.
  • Faktor genetik
  • Faktor psikologis dan emosional misalnya merasa rendah diri, perfectionis
  • Depresi
  • Trauma
  • Masalah penampilan dan berat badan
  • Kurang percaya diri
  • Diet yang tidak terkontrol (diet super ketat)
  • Olahraga yang tidak teratur
  • Proses kimiawi dalam otak dimana terjadi kelainan neurotransmitter dalam otak
  • Tekanan sosial
  • Obsesi ingin seperti orang yang diidolakan

Ciri-ciri  dan gejala :

Untuk mengetahui seseorang dengan gangguan bulimia tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan kebiasaan / nafsu makan orang yang berbeda-beda, sehingga makan dalam porsi banyak kadangkala adalah hal yang normal. Namun beberapa ahli kesehatan memberikan beberapa tanda yang dapat menunjukkan gejala bulimia, diantaranya :

  • Makan dalam porsi yang terlalu banyak hingga perut terasa nyeri dan tidak nyaman
  • Merasa tidak dapat mengontrol kebiasaan makan
  • Selalu berusaha untuk memuntahkan makanan yang telah di telan pasca makan banyak
  • Melakukan kegiatan olah raga yang berlebihan
  • Terjadi pembengkakan pada bagian pipi atau rahang
  • Pecahnya pembuluh darah di mata
  • Email gigi mengalami kerusakan
  • Mulut kering
  • Berjerawat
  • Dehidrasi
  • Denyut jantung yang tidak teratur
  • Terjadi peradangan pada kulit, seperti luka dan kulit kering
  • Gangguan menstruasi
  • Depresi
  • Merasa gelisah
  • Menggunakan obat pencahar, enema, atau diuretik
  • Disibukkan oleh urusan bentuk dan berat badan, merasa tidak puas dengan bentuk dan berat badan

Diagnosa bulimia

Beberapa kriteria tes  medis dianggap mampu menunjukkan bahwa seseorang telah mengidap gangguan bulimia, diantaranya adalah :

  1. Pemeriksaan gigi. Pemeriksaan gigi dapat menunjukkan gigi berlubang atau infeksi gusi (seperti gingivitis). Enamel gigi dapat aus karena terlalu banyak paparan asam pada saat muntah.
  2. Pemeriksaan fisik. Tes ini bisa menunjukkan ketidakseimbangan elektrolit (seperti hipokalemia) atau terjadinya dehidrasi tubuh. Beberapa hasil tes / pemeriksaan fisik yang bisa menunjukkan gangguan bulimia antara lain :
    • Pecahnya pembuluh darah di mata
    • Mulut kering
    • Terjadi pembengkakan pada daerah pipi dan rahang
    • Munculnya ruam dan jerawat
    • Terdapat luka kecil dan kapalan di bagian atas sendi jari akibat tindakan memaksa diri untuk muntah yang selama ini
    • sering dilakukan.
    • Tes Darah dan urine
  3. Evaluasi psikologis. Hal ini mencakup diskusi tentang kebiasaan makan dan sikap pasien terhadap makanan.
  4. Rontgent. Hal ini dilakukan untuk memeriksa resiko patah tulang, radang paru-paru.
  5. Elektrokardiogram (EKG). Hal ini dilakukan untuk mengetahui atau mencari masalah yang terjadi pada  jantung pasien.

Beberapa tes tersebut akan membantu dokter untuk menentukan apakah pasien terjangkit bulimia atau gangguan makan lainnya, seperti anoreksia.

Pengobatan

Seseorang penderita gangguan bulimia dapat melakukan pengobatan tanpa harus mendapatkan perawatan medis. Akan tetapi untuk beberapa orang yang memiliki gejala seperti berikut perlu segera mendapatkan pertolongan dari para tenaga medis.

  • Seseorang dengan gangguan anoreksia
  • Mengalami depresi akut

Pengobatan bulimia tergantung pada seberapa parah tingkat terkenanya gangguan ini, serta respon seseorang terhadap pengobatan yang dilakukan. Dalam pengobatan ini akan melibatkan beberapa kelompok seperti keluarga, teman atau sahabat, dokter atau tenaga medis lainnya, serta psikiater dan ahli gizi. Adapun beberapa terapi yang bisa dilakukan diantaranya :

1. Psikoterapi (terapi psikososial / terapi bicara)

Yakni terapi bicara yang didalamnya membahas tentang bulimia dan isu-isu terkait dengan penyedia kesehatan mental. Terapi jenis ini mencakup :

  • Dukungan dari orang-orang sekitar, misalnya keluarga, teman, maupun sahabat
  • Terapi perilaku kognitif dan nutrisi merupakan terapi pertama pada gangguan bulimia yang tidak merespon terapi dukungan orang-orang sekitar.
  • Psikoterapi interpersonal, yakni terapi yang membantu untuk meningkatkan komunikasi dan keterampilan pemecahan masalah.
  • Terapi perilaku dialektis, yakni untuk membantu mempelajari keterampilan perilaku untuk mentolerir stres, mengatur emosi, dan meningkatkan hubungan dengan orang lain.

2. Pemberian obat-obatan.

Antidepresan dapat membantu mengurangi gejala bulimia bila digunakan bersama dengan psikoterapi. Satu-satunya antidepresan khusus untuk mengobati bulimia adalah fluoxetine (Prozac), jenis selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).

3. Penyuluhan tentang gizi

Para ahli gizi dan tenaga medis akan merancang rencana pemberian asupan gizi pada makanan untuk membantu penderita bulimia agar mencapai berat badan yang normal kembali. Selain itu mereka juga akan memaparkan kebiasaan makan yang normal dan gizi yang baik.

4. Rawat Inap

Bulimia biasanya dapat diobati tanpa harus melakukan rawat inap di rumah sakit. Tapi jika pasien mengalami gejala yang parah dan komplikasi kesehatan yang serius, rawat inap merupakan pilihan yang terbaik bagi pasien.

5. Pengobatan alternative

Meskipun terapi komplementer dan alternatif untuk mengurangi gejala bulimia belum diteliti, namun beberapa terapi dapat membantu mengurangi gejala bulimia, seperti

  • Pijat dan terapi sentuhan, hal ini dapat membantu mengurangi kecemasan yang sering dikaitkan dengan gangguan makan.
  • Mind body terapy, seperti meditasi, yoga, biofeedback dan hipnosis, dapat meningkatkan kesadaran isyarat tubuh pasien untuk makan, serta membantu memberikan rasa tenang dan relaksasi.
  • Terapi akupuntur, terapi ini dapat membantu mengurangi kecemasan dan depresi.

Bahaya / akibat yang bisa ditimbulkan

Bulimia dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius dan bahkan dapat mengancam nyawa. Kemungkinan komplikasi meliputi :

  • Tubuh mengalami dehidrasi
  • Gagal ginjal
  • Masalah jantung, seperti mengalami detak jantung yang tidak teratur hingga mengalami gagal jantung
  • Kerusakan pada gigi dan gusi
  • Gangguan menstruasi
  • Gangguan pencernakan, hal ini dikarenakan terlalu sering mengkonsumsi obat pencahar
  • Mengalami kecemasan
  • Depresi
  • Sembelit
  • Wasir
  • Pembengkakan tenggorokan
  • Dapat menimbulkan penyalahgunaan obat dan alkohol

Pencegahan

Meskipun belum ada cara untuk mencegah bulimia, akan tetapi mengarahkan seseorang terhadap perilaku sehat atau perawatan profesional sebelum situasi memburuk sangatlah membantu. Berikut adalah tips pencegahan bulimia:

  • Memperkuat rasa percaya diri, bagaimanapun bentuk dan berat tubuh anda
  • Mempertahankan berat badan ideal
  • Menghindari stress
  • Melakukan kegiatan positif atau menyalurkan hobi untuk mengalihkan keinginan untuk makan sebanyak-banyaknya
  • Olah raga teratur
  • Hindari penggunaan obat pencahar dan alkohol
  • Menghindari komentar-komentar negative tentang berat badan yang bisa menimbulkan gangguan ini

Demikianlah penjelasan tentang apa dan bagaimana gangguan bulimia. Semoga kita bisa mengambil manfaatnya.

Recommended