16 Gejala Hiponatremia dan Cara Mencegahnya

Hiponatremia merupakan sebuah kondisi di mana kadar natrium yang ada dalam darah manusia berada dalam keadaan rendah dan bahkan lebih rendah dari normalnya. Perlu diketahui bahwa fungsi paling utama dari natrium adalah sebagai pengendali kadar air yang ada di dalam tubuh. Natrium juga memiliki fungsi sebagai pengendali fungsi saraf, tekanan darah dan juga kerja otot tubuh.

Penting untuk diketahui bahwa sewaktu kadar natrium di dalam cairan ekstrasel tak seperti normalnya dan justru lebih rendah, maka kemudian air memasuki sel untuk menjadi penyeimbang kondisi. Pindahnya air ke dalam sel dari luar sel ini malah justru menjadi pemicu timbulnya bengkak. Pembengkakan tersebut kemudian meningkatkan risiko gejala hiponatremia sebagai berikut:

  1. Linglung

Linglung alias mudah bingung dapat terjadi sebagai salah satu gejala dari hiponatremia. Gejala ini tidak termasuk berat namun apabila kadar natrium begitu rendah di dalam darah, selalu ada kemungkinan otak akan terganggu. Sensitivitas otak terhadap konsentrasi natrium darah yang berubah sangat tinggi sehingga akan mudah menjadikan penderitanya linglung.

Linglung adalah salah satu kondisi gejala awal di mana menjadi bagian dari penurunan kesadaran dan konsentrasi. Seperti halnya orang yang susah tidur di malam hari yang terjadi selama berhari-hari, maka kemudian kondisi otak pun tak bisa bekerja secara maksimal yang mampu menyebabkan kebingungan.

  1. Sakit Kepala

Masih ada kaitannya erat dengan kinerja otak yang menurun karena sensitivitas yang tinggi terhadap berubahnya konsentrasi natrium darah, sakit kepala pun menjadi bagian dari gejala penderita hiponatremia. Apabila kadar dari natrium di dalam darah mengalami penurunan hingga akhirnya kadar menunjukkan di bawah 135 mEq/L, inilah yang kita sebut hiponatremia.

  1. Terus Tidur

Gejala yang timbul berikutnya adalah rasa ingin terus tidur walau sebenarnya setiap hari sudah tidur selama 8-9 jam lamanya. 8-9 jam per hari adalah durasi tidur ideal di mana seseorang akan mendapatkan kualitas tidur yang baik. Namun saat sering sakit kepala dan kemudian dilanjutkan dengan linglung serta terus ingin tidur, kemungkinan hiponatremia sangatlah besar.

  1. Kehilangan Energi

Hiponatremia juga mampu menyebabkan munculnya gejala kehilangan energi yang pada akhirnya berimbas pada kondisi yang kita bahas sebelum ini, tidur terus-menerus dan tubuh seakan tak ada tenaga untuk beraktivitas. Otak, saraf dan otot semuanya mengalami penurunan kinerja di dalam tubuh.

  1. Mual dan Muntah

Rasa mual dan muntah kerap terjadi sebagai efek dari minum air putih yang terlalu banyak atau sebagai efek dari kondisi diare yang parah sehingga kondisi muntah pun termasuk kronis. Namun mual dan muntah juga bisa karena hiponatremia dipicu oleh konsumsi obat-obat tertentu maupun perubahan hormonal sehingga memang wajib untuk mewaspadai faktor-faktor tersebut.

  1. Gelisah

Rasa gelisah dan cemas berlebih pada umumnya dikaitkan dengan gangguan mental atau stres maupun depresi. Namun pada kondisi hiponatremia pun bisa saja penderita mengalami kegelisahan yang tanpa alasan. Hanya saja, gejala ini masih termasuk yang ringan dan masih bisa diatasi dari awal bila mendeteksi hiponatremia secara lebih cepat.


  1. Mudah Marah

Dalam kasus hiponatremia, mudah marah kerap menyertai gejala seperti gelisah. Saat seseorang sedang gelisah atau cemas, maka ia akan cenderung mudah tersinggung dan marah di mana hal ini tak hanya berkaitan dengan kondisi stres atau depresi saja. Otak dan saraf yang sensitif karena penurunan kadar natrium dalam darah menjadi pemicunya.

  1. Otot Lemah

Gejala selanjutnya yang juga harus diwaspadai adalah melemahnya otot. Otot yang lemah dapat terjadi sebagai akibat dari efek obat-obat tertentu atau juga faktor lain. Kelemahan otot yang dibiarkan, mampu menjadi lebih parah dan bisa menuju kepada kondisi kekakuan.

  1. Kram Otot

Kram otot ini merupakan sebuah kondisi yang menyertai rasa lemah pada otot ketika muncul. Konsentrasi natrium darah yang mengalami perubahan dapat menyebabkan hal ini, apalagi kalau kadarnya sudah sangat rendah. Namun kram dan lemah otot lebih sering terjadi pada orang-orang yang berprofesi sebagai atlet.

  1. Otot Kaku

Pada kondisi gejala yang sudah tergolong parah, maka otot bisa ikut terkena dampaknya di mana kekakuan terjadi. Jika otot sampai kaku, ini tandanya kadar natrium di dalam darah kemungkinan makin rendah atau turun. Hiponatremia dapat memburuk dengan dilihat dari kadarnya yang semakin turun atau tidak.

  1. Tubuh Lemas dan Lelah

Keadaan tubuh dapat juga menjadi makin lemas dan juga cepat lelah sebagai gejala dari penurunan kadar natrium hingga terlalu rendah dan sampai di bawah normal. Ingat bahwa natrium sendiri merupakan zat yang berfungsi mengendalikan fungsi saraf dan juga fungsi otot, maka saat kadarnya tak normal, otomatis saraf dan otot pun mengalami penurunan fungsi.

Lemas dan lelahnya tubuh juga dapat terkait dengan dehidrasi. Dehidrasi mampu menjadi penyebab timbulnya hiponatremia pada seseorang dan seperti kita ketahui, dehidrasi mampu melemahkan tubuh seseorang dan menjadikan tubuh terasa lebih gampang lelah walau aktivitas tidak terlalu padat.

  1. Kejang-kejang

Kondisi gejala lainnya yang patut diwaspadai adalah otot yang tadinya kaku kemudian menjadi kejang-kejang. Hal ini mudah terjadi pada penderita yang kondisi hiponatremianya sudah cukup serius. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan hal ini, bahkan termasuk minum air putih yang terlalu berlebihan, khususnya selama olahraga, dehidrasi, diet ketat, atau penggunaan obat-obatan terlarang.

  1. Pingsan

Kehilangan kesadaran alias pingsan dapat terjadi sebagai gejala terburuk dan bisa terjadi ketika kasus hiponatremia sudah termasuk sangat berat. Semakin menurun dan rendahnya kadar natrium dalam darah, semakin menurun jugalah kesadaran penderita yang bukan hanya lagi tidur terus-menerus, melainkan menjadi pingsan sewaktu-waktu.

  1. Koma

Penurunan akan tingkat kesadaran di mana pada gejala yang ringan penderita mulai linglung serta tidur terus-menerus bisa berlanjut menjadi kehilangan kesadaran alias pingsan. Namun bila natrium dalam darah tak kembali normal secepatnya dan justru makin memburuk, hal ini meningkatkan potensi kondisi koma pada penderita dan bahkan sampai pada kematian.

Cara Mencegah Hiponatremia

Setelah mengetahui sejumlah gejala penting dari kondisi hiponatremia, ketahui beberapa langkah pencegahannya agar hiponatremia tak terjadi atau bila sudah terjadi maka tak kemudian telanjur memburuk pada kasus Anda.


  • Perhatikan dosis dan efek samping pil diuretik yang mungkin Anda tengah konsumsi. Konsultasikan dengan dokter untuk bisa mencegah kasus hiponatremia karena obat tersebut.
  • Tanyakan pada dokter yang menangani Anda, apakah Anda membutuhkan minuman berenergi ketimbang air putih biasa ketika tubuh sedang sangat aktif karena memiliki banyak aktivitas fisik. Minuman berenergi menawarkan elektrolit sehingga akan menormalkan sekaligus menstabilkan kadar sodium atau natrium dalam darah. Namun bila Anda tak begitu banyak berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berat, sebaiknya tidak mengonsumsi minuman berenergi dan waspadai adanya bahaya minuman energi yang kemungkinan bisa mematikan.
  • Atasi segera bila kondisi sodium atau natrium dalam darah rendah dikarenakan insufisiensi kelenjar adrenal.
  • Jangan sampai kelebihan cairan dalam tubuh (dengan terlalu banyak minum) atau kekurangan cairan alias dehidrasi. Ketahui betul seberapa padat aktivitas yang Anda jalani karena semakin tinggi tingkat intensitas kegiatan Anda, kebutuhan cairan dalam tubuh otomatis juga lebih dari biasanya. Untuk mengetahui seberapa banyak cairan yang dibutuhkan tubuh, sadarilah apakah Anda mudah haus atau warna urine terlalu kuning/keruh. Jika ya, maka Anda membutuhkan cairan lebih dengan minum air putih lebih banyak.

Demikianlah sekilas informasi tentang gejala-gejala hiponatremia yang patut untuk dipahami dan diwaspadai. Gejala pada setiap penderita berbeda-beda, namun bila beberapa keluhan seperti di atas terjadi pada Anda, segera periksakan kadar natrium dalam darah supaya tidak terlambat penanganannya.

, , , , ,
Post Date: Saturday 07th, October 2017 / 13:38 Oleh :
Kategori : Gejala Penyakit