Home Penyakit dan KelainanDisentri Cara Mencegah Disentri – Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Cara Mencegah Disentri – Gejala, Penyebab dan Pengobatan

by Roro Dyiah

Penyakit disentri sangat umum terjadi pada lingkungan kita namun banyak yang kurang mengetahui dan memperhatikan penyakit ini. Tidak tercatat jumlah pasti penderita disentri sepanjang tahun karena selain penyakit ini belum tercatat secara resmi, banyak penderita disentri yang lebih memilih untuk tidak berkonsultasi ke dokter. Dalam artikel ini akan dibahas tentang penyakit disentri agar kita semua bisa mengetahui, mencegah, dan mengobati penyakit ini dan bisa mengatasi apabila sudah ada kerabat yang terkena disentri.

Apa itu Disentri

Disentri merupakan peradangan yang terjadi pada usus yang menyebabkan penderitanya diare, mual, mengeluarkan lendir hingga darah. Penyakit ini muncul karena adanya bakteri yang masuk kedalam usus dan tumbuh subur disana. Penyakit ini bersifat menular dan sangat mudah berpindah melalu kontak atau melalui makanan dan minuman. Penderita disentri akan mengalami gangguan ketika buang air besar dan harus mengejan dengan kuat hingga dubur terasa panas dan terbakar.

Di Indonesia, rata – rata setiap tahun banyak sekali ditemui penderita disentri. Namun karena ketidaktahuan akan bahaya disentri, banyak penderita penyakit ini yang lebih memilih untuk merawat di rumah tanpa konsultasi ke dokter. Hal ini menyebabkan tidak bisa terdatanya jumlah pasti penderita disentri. Selain itu disentri belum tercatat secara resmi.

Penyebab Disentri

Saat ini banyak sekali dijual makanan yang serba pedas, gorengan dan makanan berlemak – lemak yang sulit dicerna. Hal ini menjadi ladang subur bagi bakteri untuk masuk kedalam tubuh. Selain itu kondisi kebersihan lingkungan yang buruk juga berpengaruh terhadap perkembangan bakteri. Bakteri – bakteri yang berkembang inilah yang akan masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan disentri. Selain itu disentri juga bisa disebabkan oleh amoeba.

Disentri yang disebabkan oleh amoeba

Disentri amoeba atau dikenal dengan istilah amoebiasis disebabkan oleh amoeba bersel satu yang memiliki nama Entamoeba Hystolytica. Amoeba ini tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia. Amoeba – amoeba ini akan masuk melalui tubuh jika kebersihan kurang dijaga. Pada usus amoeba ini akan menyatu dan membuat dinding pelapis pada saat mereka siap keluar dari tubuh. Mereka akan keluar bersamaan dengan kotoran pada saat BAB. Kumpulan amoeba inilah yang disebut dengan kista. Kista ini masih mampu bertahan hidup biar pun mereka tidak lagi berada dalam tubuh manusia dan apabila kebersihan lingkungan tidak terjaga, maka kista ini akan mengkontaminasi lingkungan sekitar dan bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan air.Kista yang masuk ke dalam tubuh akan terlindung dari asam lambung karena mereka memiliki dinding pelapis dan kista akan pecah ketika sudah tiba di usus dan amoeba – amoeba akan langsung tersebar dan membenamkan diri dalam usus. Hal ini akan terus berulang hingga amoeba – amoeba tersebut dimusnahkan.

Disentri yang disebabkan bakteri

Hampir sama dengan kontaminasi amoeba, disentri yang disebabkan oleh bakteri juga terjadi karena kurang bersihnya lingkungan dan makanan. Bakteri akan muncul bersamaan dengan keluarnya kotoran dari dubur. Kemudian bakteri akan menempel ke tempat pembuangan kotoran ataupun tangan penderita diare yang tidak mencuci tangan dengar bersih. Setelah itu penyebaran pun terjadi, bakteri tersebut akan menempel pada makanan dan akan masuk ke dalam tubuh. Selain manusia, hewan juga bisa membantu penyebaran bakteri ini. Untuk itu perlu kita jaga makanan kita agar terhindar dari penyebaran bakteri dan juga perlu untuk memasak makanan hingga matang agar terhindar dari bakteri ini.

Bakteri penyebab disentri bernama Shigella, dan dibagi menjadi empat jenis :

  • Shigella sonnei
  • Shigella flexneri
  • Shigella boydii
  • Shigella dysenteria (penyebab disentri paling parah)

Bakteri – bakteri yang masuk dalam usus akan menyebar dan menyerang usus besar. Mereka juga membunuh sel – sel dalam usus dan menimbulkan penyakit disentri. Biasanya bakteri ini berkembang selama 1 sampai 7 hari sebelum penderita merasakan gejala disentri.

Gejala penyakit disentri dan Pengobatanya

Oleh karena penyakit disentri ini menyerang bagian usus, maka gejala – gejala yang ditimbulkan biasanya meliputi masalah pencernaan. Namun ada perbedaan gejala yang pada disentri yang disebabkan oleh amoeba dan bakteri. Gejala – gejala yang muncul berbeda sesuai dengan sifat penyebabnya. Berikut akan dijelaskan gejala sesuai dengan penyebabnya

Gejala disentri akibat dari amoeba

Disentri yang disebabkan amoeba biasanya tidak menimbulkan gejala –gejala. Penderita akan mengeluarkan kista bersamaan dengan kotorannya. Namun jika ditemui gejala, maka biasanya gejala itu meliputi :

Hal tersebut biasanya terjadi 10 hari sejak terjadinya infeksi. Dan jika disentri semakin akut, amoeba akan masuk ke dalam aliran darah dan bisa masuk ke dalam hati.

Gejala disentri yang diakibatkan bakteri

Pada kasus disentri bakteri, penderita akan mengalami sakit perut ringan pada 1-7 hari setelah terjadi penularan. Gejala – gejala ini bisa bertahan hingga 3-7 hari. Dan pada kasus parah gejala – gejala yang muncul meliputi :

Cara Mencegah Disentri

Disentri diakibatkan adanya kontaminasi dari amoeba atau bakteri di lingkungan kita, untuk itu kita perlu melakukan pembersihan terhadap seluruh lingkungan kita agar terhindar dari disentri. Selain itu kita perlu memilah – milah makanan yang akan kita konsumsi, agar makanan yang kita konsumsi tidak terjangkit amoeba dan bakteri penyebab disentri. Ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari disentri :

  1. Selalu mencuci tangan menggunakan sabun setelah melakukan aktivitas dan sebelum melakukan aktivitas terutama makan, buang air dan juga minum
  2. Bersihkan kamar mandi menggunakan disinfektan
  3. Tidak minum air yang kurang terjamin kebersihannya
  4. Tidak jajan sembarangan
  5. Pisahkan makanan yang sudah matang dengan yang belum matang
  6. Jaga kebersihan diri terutama tangan dan kuku

Dan apabila anda sudah terjangkit disentri maka langkah yang perlu anda lakukan ialah :

  • Bersihkan toilet setelah buang air besar, gunakan pembunuh bakteri.
  • Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah bersentuhan dengan makanan
  • Pisahkan handuk dan semua peralatan agar penyakit tidak menular
  • Lebih baik penderita tidak banyak berkontak dengan orang sebelum penyakit ini terobati.

Jagalah kebersihan dan apabila anda sudah terjangkit disentri segera periksakan ke dokter. Semua penyakit dapat kita cegah apabila kita menjaga dengan baik lingkungan dan makanan kita. Demikian definisi, penyebab, gejala dan cara mencegah disentri, semoga artikel ini bermanfaat dana dapat membantu para pembaca sekalian. Terima kasih

artikel lainnya yang perlu anda baca:

You may also like