15 Kebiasaan Penyebab Diabetes dan Tips Mengatasi

Seperti kita ketahui bersama, diabetes merupakan salah satu jenis penyakit menahun alias kronis di mana bisa dialami oleh seseorang yang tubuhnya tak memroduksi insulin secara cukup. Ketika pankreas tak bekerja secara maksimal dalam menghasilkan insulin atau saat tubuh tak mempergunakan insulin secara optimal dan efektif, diabetes bisa saja terjadi.

Kadar gula darah yang tidak berada pada level normal dan justru berada di atas normal merupakan tanda bahwa seseorang berisiko menderita diabetes. Tentunya ada beberapa kebiasaan penyebab diabetes yang mungkin Anda tidak sadari terus dilakukan setiap hari. Sebelum gejala penyakit gula darah makin serius, kebiasaan-kebiasaan di bawah ini perlu secepatnya diubah.

(Baca juga: makanan yang dilarang untuk penderita diabetes)

1. Kurang Tidur

Metabolisme tubuh bisa mengalami gangguan yang dikarenakan oleh kurangnya kualitas tidur. Para peneliti yang berasal dari University of Chicago pun sudah membuktikan bahwa selama 3 hari saja kita kurang tidur, maka terjadilah penurunan kemampuan tubuh dalam memroses glukosa. Dari sinilah kemudian risiko penyakit diabetes pun naik.

Tips: Paling tidak, demi mengurangi risiko diabetes Anda bisa setiap harinya tidur 6-8 jam. Ketika kurang tidur, ada hormon penimbul nafsu makan di dalam darah yang akan terstimulasi. Otomatis bila demikian, Anda akan terus merasa lapar dan akhirnya malah tergiur untuk mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung kalori tinggi sehingga peningkatan kadar gula darah terjadi.

2. Hobi Ngemil

Banyak orang mengira bahwa kalau sudah membatasi makan malam maupun makan siang maka ia akan terhindar dari diabetes sekaligus obesitas. Namun meski membatasi makan siang dan malam, tetap mengemil keripik atau biskuit sekitar 2 potong. Bahkan kue-kue manis pun juga dikonsumsi untuk mengganjal rasa lapar; kebiasaan inilah yang meningkatkan risiko diabetes.

Tips: Agar menurunkan risiko terkena diabetes, lebih disarankan untuk tidak mengonsumsi kue manis, keripik dan biskuit sebagai cemilan. Ketika lapar, ada baiknya Anda menghindari makanan berbahan dasar tepung dan gula. Jadi sebagai solusi alternatif, Anda bisa menyiapkan buah potong segar sebagai santapan ketika lapar.

(Baca juga: kadar gula darah di atas 200)

3. Konsumsi Teh Manis

Ada banyak orang Indonesia yang kalau tidak minum teh manis sehari saja bakal terasa seperti ada yang kurang. Namanya saja teh manis, tentunya penggunaan gula untuk membuat teh ini lebih nikmat sangatlah besar. Gula darah bisa melonjak ketika Anda terbiasa minum teh manis sehabis makan nasi yang menambah kalori di dalam tubuh.

Tips: Tak hanya diabetes, obesitas pun bisa jadi ancaman besar, khususnya kalau Anda suka makan nasi berlebih. Maka dari itu, gantilah teh manis dengan air putih yang sudah jelas sehat dan menjauhkan kita dari bahaya dehidrasi. Jika tetap ingin mengonsumsi teh, pastikan Anda membuat teh tawar saja.

4. Stres Berlebih

Stres adalah penyebab dari berbagai penyakit, tak terkecuali dengan diabetes. Kebiasaan menyimpan segala masalah sendiri dan memikirkannya secara berlebihan bisa menyebabkan gula darah naik. Kenaikan gula darah tersebut dipicu oleh adanya hormon kortisol dan epinephrine yang terproduksi lebih.

Tips: Carilah cara mengatasi stres yang ampuh dan aman supaya Anda tak kemudian menjadi berisiko terserang diabetes. Ketika dibiarkan saja, stres bisa berubah menjadi depresi dan pelan tapi pasti bisa menjadi pemicu banyak penyakit lainnya. Berbagi masalah dengan teman dekat juga merupakan solusi supaya Anda tak memendamnya sendiri yang biasanya malah menambah tekanan serta beban pikiran.

(Baca juga: makanan untuk gula darah tinggi)

5. Makan Gorengan

Selain teh manis, gorengan adalah makanan yang biasa dinikmati oleh raykat Indonesia. Gorengan tak hanya menjadi makanan pemicu kolesterol tinggi, gangguan kardiovaskular, dan stroke, tapi juga kadar gula darah tinggi. Karena gorengan bisa menjadi sumber dari berbagai penyakit kronis, jadi lebih baik batasi kebiasaan ini.

Tips: Apabila ingin ngemil, siapkan cemilan sehat yang bukan berupa makanan yang digoreng. Membeli gorengan di luar pun bisa saja hasil dari minyak jelantah yang bertambah tak sehat bagi tubuh. Konsumsilah makanan-makanan yang mengandung serat tinggi dan rendah lemak seperti pie buah dan kacang Jepang yang jauh lebih aman.

6. Hobi Minum Minuman Bersoda

Dari sejumlah penelitian yang ada, telah dibuktikan bahwa peningkatan risiko obesitas bukanlah satu-satunya dengan mengonsumsi minuman bersoda secara berlebihan. Risiko diabetes pun termasuk tinggi di mana ini semua disebabkan oleh adanya pemanis yang terkandung dalam setiap produk minuman bersoda.

Tips: Untuk menggantikan minuman bersoda, Anda bisa mengonsumsi air putih yang bisa mencegah tubuh mengalami dehidrasi. Jika ingin minuman dingin dan segar, Anda bisa mencoba menikmati jus dingin yang tanpa pemanis dalam bentuk apapun. Hindari pemakaian gula apalagi mengonsumsinya secara berlebih apabila tak ingin gula darah terus naik.

(Baca juga: gejala gula darah terlalu rendah)

7. Penggunaan Pil Kontrasepsi

Kebiasaan yang mampu menyebabkan potensi diabetes meningkat selanjutnya adalah penggunaan pil kontrasepsi. Pada umumnya, pil kontrasepsi dibuat dari campuran hormon progestin saja atau progestin dengan estrogen. Kadar gula darah dalam tubuh penggunanya bisa mengalami perubahan akibat dari pil kombinasi tersebut di mana cara kerjanya sangat berlawanan dengan cara kerja insulin.

Tips: Jika ingin tetap menggunakan pil kontrasepsi karena merasa memerlukannya, Anda bisa membatasi agar pemakaiannya tak berjangka panjang. Dianjurkan untuk tidak menggunakannya lebih dari 5 tahun karena lama-kelamaan akan berpengaruh terhadap kinerja pankreas. Pankreas akhirnya letih dan kehilangan fungsi optimalnya dalam menghasilkan insulin; ini semua disebabkan oleh kinerja insulin yang dilawan oleh hormon pil tadi.

8. Merokok

Sudah bukan rahasia lagi kalau bahaya merokok bagi kesehatan bisa sangat serius dan mengancam jiwa. Telah diteliti di Amerika bahwa risiko diabetes dapat meningkat sebesar 22% terhadap wanita dan pria yang merupakan perokok aktif. Jika kebiasaan merokok disertai pula dengan gaya hidup yang kurang sehat dan tak seimbang, diabetes pun akan mudah menyerang.

Tips: Bagi perokok aktif, untuk berhenti dari kebiasaan merokok tidaklah mudah. Jika ingin menghentikannya, cobalah untuk memakan permen bebas gula ketika rasanya mulut ingin menghisap rokok. Atau, ikuti hipnoterapi di mana ahli hipnoterapi yang terpercaya biasanya berhasil membantu para perokok untuk menjauhi kebiasaan buruk ini.

(Baca juga: ciri-ciri gula darah rendah)

9. Malas Olahraga

Peningkatan risiko diabetes bisa naik sampai 90% dalam waktu 20 tahun ke depan yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik. Ketika kurang olahraga, risiko obesitas dan diabetes menjadi ikut meningkat ketimbang mereka yang olahraga sedikit-sedikit tapi sering. WHO sendiri yang menyatakan demikian sehingga sudah sepatutnya setiap kita menjaga tubuh dengan baik.

Tips: Bila merasa enggan untuk olahraga yang terlalu berat, selalu ada olahraga dan aktivitas fisik ringan yang dapat Anda lakukan. Jalan kaki (jalan pagi atau jalan sore di sekitar rumah), bersepeda (hal ini bahkan bisa dilakukan ketika Anda bepergian daripada mengendarai sepeda motor/mobil/transportasi umum), jogging, atau bahkan berenang.

10. Konsumsi Vitamin D yang Kurang

Kebiasaan menghindari atau membatasi sumber-sumber makanan yang mengandung vitamin D juga menjadi faktor utama dari penyebab diabetes. Selain dari makanan, Anda sebetulnya bisa mendapatkannya dari yang lain, yakni sinar matahari. Malas berjemur ketika matahari pagi sudah muncul ditengarai mampu menjadi pemicu naiknya kadar gula darah.

Tips: Ambil waktu sekitar 20 menit di pagi hari untuk berjemur demi mendapatkan paparan sinar matahari. Jangan khawatir akan sinar matahari pagi mampu merusak atau membahayakan kulit karena pada dasarnya matahari pagi sangatlah menyehatkan. Bahkan oleh penelitian terbaru telah dinyatakan bahwa vitamin D justru mendukung metabolisme tubuh agar terjadi secara teratur, tak terkecuali gula darah.

(Baca juga: cara menurunkan gula darah)

11. Konsumsi Probiotik yang Kurang

Ketika Anda tak cukup sering mengonsumsi makanan-makanan berprobiotik, maka jangan kemudian membiasakan diri untuk tidak memenuhi asupannya. Bakteri baik sangatlah dibutuhkan oleh tubuh karena probiotik rendah diketahui justru menimbulkan inflamasi yang menyebabkan resistensi insulin di dalam tubuh.

Tips: Supaya kebutuhan tubuh akan probiotik atau bakteri baik ini tetap terjaga dan terpenuhi, konsumsilah yogurt dan beberapa jenis keju agar kadar probiotik dalam tubuh meningkat secara alami. Perut memerlukan bakteri baik agar sistem pencernaan menjadi lebih lancar juga, jadi ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh selain menurunkan risiko diabetes.

12. Memanaskan Lauk di dalam Microwave Menggunakan Plastik

Diabetes juga berisiko tinggi terjadi pada orang-orang yang berkebiasaan memanasi lauk di dalam microwave. Masalah utamanya di sini adalah memanaskan lauk di mana lauk tersebut dimasukkan atau dibungkus dengan plastik. Perlu diketahui bahwa bahan pembuat plastik pembungkus makanan ada kaitannya dengan peningkatan risiko diabetes pada remaja dan anak-anak.

Tips: Karena bahan atau senyawa kimia pada plastik tersebut bisa berbahaya dan meningkatkan kadar gula darah, akan lebih baik kalau menghindari pemanasan lauk dengan plastik pembungkus. Panaskan saja secara biasa dan manual, yakni dengan mengukusnya karena resistansi insulin bisa terjadi dikarenakan efek bahan plastik tersebut.


13. Terlalu Banyak Menonton TV

Menonton TV terlalu sering dan berlebihan bisa menjadi pemicu obesitas, namun rupanya tak hanya itu saja. Risiko diabetes bisa juga naik dikarenakan banyaknya berdiam diri menonton TV. Kegiatan seperti ini adalah faktor yang menyebabkan penumpukan lemak yang juga bakal otomatis meningkatkan risiko diabetes dengan mengurangi sensitivitas insulin di dalam tubuh.

Tips: Jika memang ingin bersantai dengan menonton TV, jangan lantas Anda hanya duduk di sana tak bergerak. Ketika iklan Anda bisa menggunakan waktu untuk melakukan sedikit peregangan agar proses pembakaran lemak tetap terjadi dengan lancar. Melakukan sit up dan push up sewaktu iklan juga adalah ide yang bagus.

(Baca juga: cara meningkatkan kadar gula darah)

14. Melewatkan Sarapan

Entah karena memang tak ada waktu atau menganggap bahwa tidak makan pagi bisa menurunkan berat badan, maka ada sebagian orang melewatkan sarapan begitu saja. Rupanya, kebiasaan seperti ini malah menjadi faktor pemicu diabetes tipe 2 apabila terlalu sering dan menjadi kebiasaan jangka panjang.

Tips: Sarapanlah setiap pagi dan jangan melewatkannya dengan alasan apapun. Sarapan itu penting karena juga berguna sebagai penghasil tenaga bagi tubuh kita agar dapat beraktivitas secara maksimal. Jika tak ingin makan banyak pun tak masalah, nikmati sarapan secukupnya, entah itu nasi, susu, roti atau justru sayur dan buah.

15. Mengurangi Asupan Kopi

Mungkin cukup membingungkan di sini karena bagaimana kebiasaan membatasi atau menjauhi kopi malah bisa memicu diabetes? Ada beberapa hasil studi menyatakan bahwa konsumsi kopi baik yang berkafein maupun dekafein malah diyakini mampu menurunkan risiko diabetes tipe 2. Mereka yang mengonsumsi 6 cangkir kopi dalam sehari diketahui memiliki risiko diabetes yang menurun sebanyak 33% ketimbang mereka yang bukan peminum kopi.

Tips: Ada beberapa komponen tertentu di dalam kopi yang mampu menjadi faktor penurun resistansi insulin di dalam tubuh serta mendukung metabolisme gula darah agar berjalan lancar. Jadi, pastikan bahwa Anda mulai mengonsumsi kopi untuk mencegah diabetes menjadi lebih serius. Asalkan tahu cara membatasi takaran kopi yang diminum, jangan takut akan risiko penyakit lainnya, seperti tekanan darah tinggi.

(Baca juga: ciri-ciri gula darah tinggi)

Setelah menyimak serangkaian kebiasaan penyebab diabetes tersebut, tentunya menyadarkan kita betapa hal-hal tersebut mungkin cukup sering kita lakukan dan masih sering kita lakukan. Oleh karena itu, sesudah mengetahui kebiasaan yang meningkatkan potensi diabetes, kiranya berbagai tips atau solusi yang sudah diberikan mampu membantu.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Diabetes