Ayah Dewi Perssik Meninggal Karena Diabetes, Kenali Gejala dan Bahayanya

510

Keluarga Dewi Perssik tengah diselimuti duka karena sang ayah, Mochammad Aidil tutup usia pada Minggu (9/6/2019) jam 14.32 WIB setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan. Beberapa hari terakhir menurut Dewi Perssik sendiri, sang ayah sudah kehilangan kesadaran.

Diketahui lebih jauh bahwa sang ayah mengidap penyakit gula alias diabetes begitu juga dengan kondisi gangguan kesehatan lainnya, yakni gangguan pada paru-paru dan juga ginjal. Beberapa gejala diabetes pada umumnya sendiri antara lain meliputi:

  • Luka yang lama sembuhnya
  • Infeksi kerap menyerang, entah itu pada kulit, kelamin, saluran kemih hingga gusi
  • Penglihatan buram
  • Tubuh selalu lemas (kemungkinan efek dari massa otot yang berkurang)
  • Berat badan turun tanpa penyebab yang pasti
  • Di malam hari sering buang air kecil
  • Merasa haus terus-menerus
  • Merasa lapar terus-menerus walau sudah makan cukup
  • Pada urine ada keton
  • Disfungsi ereksi
  • Impotensi
  • Kulit gatal-gatal
  • Kaki nyeri, kaku dan terasa ada sensasi panas
  • Kekeringan pada mulut
  • Di bagian selangkangan, ketiak maupun leher ada bercak hitam
  • Suasana hati sering tidak baik dan gampang tersinggung

Seperti kasus pada mendiang ayah Dewi Perssik, ginjal dan paru-parunya disebut mengalami gangguan yang artinya kondisi komplikasilah yang menjadi sebab beliau mengembuskan nafas terakhir. Kenali apa saja bahaya dari diabetes yang kadar gula darahnya sudah tak bisa dikendalikan ataupun diabetes yang terlambat ditangani maupun tidak ditangani dengan benar.

  • Depresi – Perlu diketahui bahwa gejala stres dan depresi adalah jenis gangguan kesehatan mental yang cukup umum terjadi pada orang-orang dengan diabetes tipe 1 maupun 2.
  • Gangguan kulit – Infeksi jamur dan bakteri akan sangat mudah terjadi pada para pengidap diabetes sehingga menimbulkan penyakit kulit.
  • Retinopati – Retinopati diabetik adalah jenis komplikasi atau bahaya yang dapat terjadi pada pengidap diabetes karena pembuluh darah retina mengalami kerusakan akibat dari lonjakan gula darah yang tak terkendali. Beberapa kondisi gangguan mata lain seperti glaukoma dan katarak juga berisiko tinggi.
  • Kerusakan ginjal – Beberapa penderita diabetes perlu menempuh transplantasi ginjal dan dialisis karena ginjal kehilangan fungsinya sebagai penyaring limbah dari darah.
  • Kerusakan saraf – Kadar glukosa yang terlalu tinggi dalam darah bisa merusak pembuluh darah kecil sehingga kemudian mulai timbul rasa nyeri, terbakar dan mati rasa di bagian kaki. Bahkan hal ini dapat menimbulkan keluhan yang berhubungan dengan gangguan pencernaan, hingga berakibat pada disfungsi ereksi pada pria.
  • Penyakit jantung – Risiko bahaya seperi aterosklerosis, penyakit stroke, angin duduk dan serangan jantung sangat tinggi pada penderita diabetes.

Apakah penyakit gula bisa disembuhkan? Mengapa sebagian besar pengidap kencing manis memiliki risiko komplikasi yang begitu tinggi dan pada akhirnya harus meninggal dunia? Diet rendah kalori adalah jawaban untuk mampu mengontrol kadar gula darah yang telanjur tinggi.

Menghindari nasi, sebagai penggantinya pengidap diabetes bisa mulai menikmati sup dan sayur-sayuran yang intinya sumber makanan berkalori rendah. Bahkan dalam sehari pun, 3 liter air putih adalah yang dibutuhkan oleh para penderita diabetes yang ingin kadar gulanya cepat turun dan stabil. Namun, keputusan untuk berani mengambil tindakan diet ekstrem kembali lagi kepada masing-masing ya.