Apakah Penyakit Gula Bisa Disembuhkan? Ini Rahasianya Untuk Sembuh

895

Penyakit gula atau diabetes tentu dikenal sebagai salah satu jenis penyakit kronis yang diketahui sulit untuk disembuhkan dan bahkan diketahui belum ada obat yang mampu menyembuhkannya. Baik itu jenis diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2 apakah bisa sembuh total?

Apakah Penyakit Gula Bisa Disembuhkan?

Beberapa ahli medis masih percaya bahwa penyakit gula di mana kadar gula darah tinggi dan tak terkontrol hingga kini belum dapat disembuhkan secara total. Belum ada obat yang ditemukan ampuh untuk menyembuhkan diabetes sama sekali. Banyak penderita diabetes pun banyak yang harus minum obat dan diet seumur hidupnya demi mencegah lonjakan kadar gula darah.

Meski demikian, ada pula yang meyakini dan telah membuktikan bahwa penyakit gula dapat disembuhkan dengan cara alami, seperti dilansir dari Detik Health tentang pengalaman seseorang bernama Richard Doughty yang merupakan penderita diabetes tipe 2 padahal ia memiliki pola makan yang cukup baik dan sehat serta tak memiliki kebiasaan merokok, bahkan riwayat diabetes di keluarga pun tidak ada.

Kadar gula darah dianggap normal ketika sebagai berikut:

  • Selisih 2 jam sesudah makan kadarnya menjadi di bawah 180 mg/dL
  • Sebelum makan kadarnya di antara 70-130 mg/dL
  • Sebelum tidur kadarnya di antara 100-140 mg/dL
  • Sesudah puasa kurang lebih 8 jam kadarnya di bawah 100 mg/dL
  • Kadar normal gula darah pada umumnya adalah 4-6 milimol/liter

Sementara itu, pada kasus Richard Doughty, kadar gula darahnya setelah diperiksakan mencapai 9 milimol/liter yang sebenarnya menurut dokternya masih tergolong ringan. Mulai dari diagnosa tersebut, Richard mulai mengubah makanan yang ia asup setiap harinya dengan mengurangi karbohidrat dan lebih sering mengonsumsi salad.

Belum selesai sampai di situ, Richard menjalani cara melaparkan diri sesuai dengan hasil penelitian studi oleh ilmuwan-ilmuwan di Universitas Newcastle tentang diet ekstrim rendah kalori. Diet ini sudah terbukti efektif dalam mengobati diabetes hingga tuntas dalam waktu 8 minggu dengan cara:

  • Asupan kalori per harinya hanya 800 kalori, padahal setiap pria membutuhkan paling tidak 2500 kalori.
  • Dari penerapan asupan 800 kalori, 200 kalori harus berasal dari sayuran hijau, sementara 600 kalori lainnya adalah dari makanan pengganti, seperti kalau biasanya mengonsumsi nasi, maka Richard mengonsumsi sup.
  • Dalam sehari, air putih yang dikonsumsi mencapai 3 liter.

Jadi, ya, penyakit gula masih bisa disembuhkan dengan metode yang Richard lakukan tersebut walau memang terbilang cukup ekstrim. Roy Taylor yang merupakan seorang profesor kedokteran dan metabolisme dari Universitas Newcastle-lah yang mencetuskan ide dan metode diet ini di mana telah terbukti sukses sehingga kiranya bisa dicoba oleh para penderita penyakit gula.

Teori Diet Ekstrim Rendah Kalori untuk Menyembuhkan Penyakit Gula

Roy Taylor memiliki teori dibalik metode diet ekstrim ini, yakni di mana lemak menyumbat bagian pankreas dan liver sehingga memicu diabetes tipe 2 ini. Padahal, insulin dihasilkan oleh kedua organ tersebut sehingga kadar glukosa darah bisa terkontrol dengan baik.

Dari diet ekstrim, Roy Taylor membuktikan bahwa tubuh menggunakan cadangan lemak untuk membakarnya demi terhasilkannya tenaga bagi tubuh di saat tubuh kelaparan. Dengan begitu, hal ini mencegah lemak menyumbat bagian pankreas dan liver sehingga gula darah pun kadarnya bisa normal lagi karena produksi insulin berjalan sempurna lagi.

Richard melakukan pola diet ini setiap hari dengan mengonsumsi sup sayuran dan kacang yang rata-rata hanyalah dibumbui dengan paprika dan jintan. Penyusutan berat badan pun terjadi sebagai efeknya, namun pasti kadar glukosa darah juga ikut turun sehingga saat ia mengecek kesehatan ke dokter, dokter pun menyatakan kalau dirinya sudah tidak menderita diabetes lagi.

Apakah penyakit gula bisa disembuhkan secara tuntas? Kasus Richard Doughty adalah sebuah bukti bahwa penyakit gula dapat sembuh dengan diet yang memang cukup ekstrim. Sebelum Anda menirunya, konsultasikan lebih dulu dengan dokter Anda supaya lebih aman.