Home Penyakit dan KelainanDepresi Sulli Eks Member f(x) Meninggal Karena Bunuh Diri, Ingat Ini 7 Bahaya Depresi Berkepanjangan

Sulli Eks Member f(x) Meninggal Karena Bunuh Diri, Ingat Ini 7 Bahaya Depresi Berkepanjangan

by Erlita

Kabar duka mengejutkan kembali datang dari keluarga SMTOWN setelah kabar tiadanya Jonghyun SHINee pada Desember 2017. Sulli mantan anggota girlband f(x) yang berada di bawah asuhan SM Entertainment dikabarkan meninggal dunia karena bunuh diri dilansir dari Soompi. Sang manajer menemukannya tak bernyawa di apartemennya sendiri yang berlokasi di wilayah Seongnam kurang lebih pada jam 15.20 waktu setempat hari Senin (14/10).

Lahir pada tahun 1994, awal karir Sulli dimulai di tahun 2005 sebagai aktris cilik dan kemudian debut sebagai idol yakni member girlband f(x) pada 2009. Sempat mengaku tak ada kabar dan sulit dihubungi sejak setengah 7 malam pada Minggu (13/10), sang manajer menemukannya sudah meninggal dunia keesokan harinya.

Sulli sendiri sempat menyatakan bagaimana dirinya kesulitan dalam melawan depresi dengan mengatakan bahwa ia merasa takut pada beberapa titik. Ia menyadari bahwa menjadi idol tidaklah cocok bagi dirinya. Dengan kabar duka dari Sulli ini, semoga kita kembali mengingat bagaimana kesehatan mental seseorang begitu penting.

Bahaya depresi berkepanjangan sama sekali bukan hal sepele karena mampu merenggut nyawa seseorang dan menjadi salah satu faktor utama dibalik alasan bunuh diri banyak orang. Berikut adalah sederet bahaya yang perlu kita waspadai terkait depresi.

  1. Mudah Panik

Depresi berkepanjangan tanpa penanganan segera mampu membuat seseorang jadi sering serta mudah panik. Serangan panik adalah salah satu bentuk gangguan kecemasan yang perlu segera diatasi dengan menilik lebih dulu apa sebab depresi dan menanganinya.

  1. Merasa Bersalah

Para penderita depresi kerap dihantui oleh perasaan bersalah yang terus-menerus. Ketika depresi dibiarkan dan tidak ada usaha penanganan, maka rasa bersalah bisa cukup menyiksa penderitanya dan terjadi secara berkelanjutan dan jangka panjang.

  1. Mengganggu Hubungan dengan Orang Terdekat

Depresi berkepanjangan pun dapat membahayakan kehidupan sosial penderitanya, sebab ia akan merasa sulit menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat. Hormon serotonin mengatur jiwa sosial manusia di mana kekurangan serotonin sendiri dapat dipicu oleh depresi sehingga menjadi sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain, khususnya orang paling dekat sekalipun dan cenderung hanya ingin menyendiri.

  1. Merusak Otak

Seorang ahli kejiwaan bernama dr David Hellerstein dari New York State Psychiatric Institute menyatakan kalau depresi bisa berakibat pada struktur otak yang mengalami kelainan. Fungsi otak dalam berkomunikasi, berpikir, mengingat hingga mengambil kesulitan jadi menurun. Dibiarkan lebih lama, depresi bisa menyebabkan gangguan bipolar, gangguan obsesif-kompulsif, dan juga skizofrenia.

  1. Kecanduan

Depresi berkepanjangan bisa juga memicu kecanduan minuman keras, kecanduan obat-obat terlarang, judi, hingga aktivitas merokok yang sama sekali merusak tubuh. Mereka para penderita depresi menganggap bahwa hal-hal ini mampu mengatasi depresi mereka dan itulah kenapa pelarian ini dianggap sebagai yang paling tepat.

  1. Risiko Penyakit Serius

Fungsi otak bukan satu-satunya yang dapat menurun akibat depresi berkepanjangan, sebab fungsi tubuh secara menyeluruh juga turut terpengaruh. Penyakit seperti diabetes, darah tinggi, serangan jantung, penyakit jantung koroner dan stroke berisiko tinggi pada penderita depresi yang tidak kunjung diatasi karena pelepasan hormon stres oleh otak ke dalam darah.

  1. Memiliki Keinginan Bunuh Diri

Depresi yang dibiarkan lama-kelamaan berisiko tinggi memicu keinginan untuk mengakhiri hidup seperti bunuh diri. Menurut lansiran dari WebMD, orang-orang yang bunuh diri dengan persentase 90 persen rata-rata memang menunjukkan adanya gejala depresi dalam diri mereka.

Kerap dianggap sebagai cara mencari perhatian, sebenarnya para penderita depresi mengalami penurunan kemampuan kognitif sehingga untuk mempertimbangkan dan memutuskan suatu hal tidak lagi berdasar pada pikiran yang jernih. Terkadang dorongan ini dapat juga dipengaruhi oleh penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang yang mengganggu kesehatan sistem saraf otak.

Karena bahaya depresi berkepanjangan bisa begitu besar, saat dorongan untuk bunuh diri semakin intens, segera tanpa tunggu apa-apa lagi datanglah atau hubungilah orang terdekat yang dipercaya maupun tenaga ahli. Pastikan untuk tak menyepelekan gejala-gejala depresi dan alangkah baiknya kalau kita bisa mencegah penyakit mental dari kondisi yang makin buruk.

You may also like