Choriogonadotropin Alfa – Obat Apa – Kegunaan – Dosis dan Efek Samping

529

Choriogonadotropin Alfa, yang juga dikenal sebagai hCG, mungkin merupakan istilah yang tidak terlalu jarang terdengar, terutama jika kita berbicara mengenai hormon seksual atau kesehatan seksul. Ya, choriogonadotropin alfa ini memang berkaitan dengan kesehatan seksual, baik pada laki-laki maupun perempuan, meski kegunaannya berbeda pada masing-masing jenis kelamin. Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai obat apa choriogonadotropin alfa ini, juga informasi lain terkait kegunaan, dosis dan efek sampingnya, maka artikel ini sangat cocok untuk Anda.

Obat Apa Choriogonadotropin Alfa?

Choriogonadotropin alfa adalah obat yang digunakan untuk mendorong turunnya testis pada anak laki-laki, meningkatkan level hormon pada pria dan mendorong terjadinya kehamilan pada wanita. Obat ini masuk ke dalam golongan obat-obatan yang dikenal sebagai hormon sintetis atau buatan dan bekerja dengan meniru efek dari FSH dan LH yang secara alami memang telah ada di dalam tubuh.

Obat choriogonadotropin ini tersedia dalam bentuk obat suntik yang disuntikkan secara langsung ke otot. Oleh karena itu, pemberian obat ini harus dilakukan oleh profesional medis dengan dosis terjadwal yang juga dibuat sesuai anjuran dokter. Dosis tersebut akan mempertimbangkan beberapa faktor medis pasien, sehingga dosisnya akan berbeda pada setiap orang.

Kegunaan Choriogonadotropin Alfa

Seperti yang telah disebutkan di atas, choriogonadotropin alfa pada anak laki-laki bisa berguna untuk membantu kelainan perkembangan testis. Sementara itu, pada wanita penggunaan choriogonadotropin alfa ini dilakukan untuk mengatasi masalah kesuburan. Obat ini dapat berperan sebagai hormon yang membantu pertumbuhan dan pelebasan sel telur yang telah matang. Biasanya obat ini digunakan bersama dengan hormon FSH yang membantu produksi sel telur di ovarium.

Umumnya, obat choriogonadotropin alfa ini diberikan pada wanita yang memiliki masalah kesuburan, yaitu ovariumnya yang tidak bisa memproduksi sel telur dengan baik. Misalnya, pada wanita yang mengalami pelepasan sel telur terlalu dini yang bisa menjadi penyebab ketidaksuburan wanita.

Penggunaan obat ini sangatlah personal. Artinya, dosis dan frekuensi penggunaan obat pada setiap orang berbeda karena mempertimbangkan kondisi medis orang tersebut. Oleh karena itu, penggunaan obat harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Choriogonadotropin alfa juga bisa digunakan untuk merawat penyakit lain, namun hal ini harus mengikuti petunjuk dokter. Tanyakanlah pada dokter atau tenaga medis lain untuk informasi yang lebih lanjut terkait obat ini.

Dosis Choriogonadotropin Alfa

Gunakan choriogonadotropin alfa tepat seperti yang telah diresepkan. Obat ini tersedia dalam bentuk obat suntik yang disuntikkan secara langsung ke otot. Biasanya obat ini diberikan sebanyak tiga hingga empat kali per minggu untuk mengatasi kelainan perkembangan testis, dua hingga tiga kali per minggu untuk meningkatkan level hormon pada pria dan satu dosis untuk setiap perawatan ketika digunakan untuk mendorong terjadinya kehamilan pada wanita. Dosis dan cara penggunaan ini hampir sama dengan dosis dan cara penggunaan obat chorionic gonadotrophin.

Dosis di atas hanyalah dosis yang umum diberikan dan tidak berlaku untuk semua pasien. Dokter akan mempertimbangkan faktor-faktor medis untuk menentukan dosis yang tepat untuk pasien. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Kondisi penyakit yang sedang dirawat
  • Kondisi medis lain yang dialami pasien
  • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi oleh pasien
  • Respon tubuh pasien terhadap obat
  • Kondisi fisik pasien, seperti berat dan tinggi badan
  • Jenis kelamin dan usia pasien.

Dosis yang direkomendasikan untuk penggunaan choriogonadotropin alfa sebagai pendorong terjadinya kehamilan dan ovulasi pada wanita adalah 5000 IU hingga 10.000 IU yang disuntikkan langsung ke otot sekali pada setiap perawatan. Pada anak laki-laki dengan masalah testis, dosis yang disarankan adalah 500 IU hingga 5000 IU yang disuntikkan langsung ke otot tiga hingga empat kali seminggu. Sedangkan untuk pria dengan masalah tingkat hormonal dalapat diberikan sebanyak 500 IU hingga 2000 IU yang disuntikkan langsung ke otot dua hingga tiga kali seminggu.

Penggunaan obat harus dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh dokter. Jika Anda melupakan satu dosis obat, segera dapatkan satu dosis yang terlewat saat Anda ingat. Namun, jika sudah mendekati waktu pemberian dosis berikutnya, lewatkan saja dosis yang terlupa dan cukup gunakan satu dosis yang biasa didapatkan. Jangan menggandakan dosis obat karena overdosis bisa menimbulkan efek samping yang tidak baik untuk tubuh.

Efek Samping Choriogonadotropin Alfa

Seperti obat-obatan kimiawi lainnya, choriogonadotropin alfa juga mungkin akan menimbulkan efek samping untuk tubuh. Terlebih karena obat ini mempengaruhi hormon manusia, cara kerja tubuh pun akan terpengaruh oleh obat ini. Maka, Anda harus mewaspadai terjadinya efek samping yang mungkin terjadi. Efek samping yang paling umum dari penggunaan choriogonadotropin alfa adalah:

  • Sakit kepala
  • Merasa gelisah dan tidak tenang
  • Gejala depresi
  • Merasa lelah
  • Kenaikan berat badan
  • Munculnya kemerahan, rasa nyeri ataupun bengkak di bagian tubuh bekas suntikan
  • Payudara terasa lebih lembuh atau bengkak
  • Pada beberapa wanita mengalami sindrom Ovarian Hyperstimulation (OHSS) yang berbahaya. Biasanya sindrom ini terjadi di siklus pengobatan pertama.

Dari semua efek samping yang umum di atas, ada efek samping yang harus Anda waspadai dan membutuhkan penanganan yang serius dari dokter. Efek samping tersebut adalah sindrom ovarian hyperstimulation (OHSS), yang memiliki gejala sebagai berikut:

  • Sakit panggul yang parah
  • Pembengkakan tangan dan kaki
  • Sakit di area perut
  • Pernapasan menjadi tersengal
  • Kenaikan berat badan
  • Gangguan pencernaan, seperti diare, mual dan muntah
  • Frekuensi buang air kecil berkurang

Selain sindrom ovarian hyperstimulation, segera hubungi dokter jika muncul efek samping serius seperti berikut ini:

  • Reaksi alergi parah, seperti pembengkakan di wajah, bibir, lidah dan tenggorokan, serta reaksi seperti kesulitan bernapas. Kondisi tersebut bisa menjadi ciri-ciri alergi yang parah sehingga Anda harus menghentikan penggunaan chorigonadotropin alfa jika ini terjadi dan segera minta pertolongan medis.
  • Penggumpalan darah. Informasikan pada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dan/atau penggumpalan darah. Hentikan penggunaan choriogonadotropin alfa jika Anda mengalami kesulitan bernapas, kaki menjadi kaku atau rasa sakit ektrem lainnya serta sakit kepala hebat yang terjadi tiba-tiba.
  • Pembengkakan di seluruh tubuh, biasanya di tangan kaki dan perut. Hentikan penggunaan obat dan cari pertolongan medis jika ini terjadi.Hal ini dikarenakan choriogonadotropin alfa bisa jadi merupakan penyebab perut bengkak dan keras yang berbahaya.
  • Keluarnya cairan di paru-paru, biasanya ditunjukkan dengan terjadinya kesulitan bernapas yang tiba-tiba.
  • Informasikan kondisi ini pada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami depresi atau masalah psikis lainnya.

Sementara itu, penggunaan choriogonadotropin alfa pada anak laki-laki bisa menjadi penyebab puber dini. Segera hubungi dokter jika anak laki-laki Anda menunjukkan gejala seperti perubahan suara menjadi berat, tumbuhnya bulu-bulu di tubuh dan peningkatan jumlah keringat serta munculnya banyak jerawat. Kondisi ini bukan merupakan kondisi ringan sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Efek samping yang disebutkan di atas mungkin belum meliputi semua efek samping penggunaan choriogonadotropin alfa yang mungkin terjadi. Efek samping di luar yang disebutkan di atas sangat mungkin terjadi. Jika Anda mengalami efek samping yang megkhawatirkan, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan tertentu.

Hal Lain yang Harus Diperhatikan

Selain mewaspadai efek samping di atas, pengguna choriogonadotropin alfa juga harus mewaspadai interaksi obat yang mungkin terjadi pada obat ini. Interaksi obat tidak hanya berkaitan dengan obat-obatan lain yang sedang dikonsumsi ataupun makanan yang menjadi bagian dari pola diet harian Anda. Obat-obatan juga dapat berinteraksi dengan kondisi kesehatan Anda atau penyakit-penyakit lain yang sedang atau pernah Anda alami.

Beberapa kondisi kesehatan yang berpeluang memiliki interaksi dengan choriogonadotropin antara lain:

  • Asma
  • Epilepsi yang bisa ditunjukkan dengan adanya tanda-tanda epilepsi penyebab dan solusinya
  • Penyakit jantung
  • Sakit hati dan ginjal
  • Sakit kepala sebelah atau adanya gejala migrain yang harus diwaspadai
  • Kanker prostat atau jenis kanker lainnya yang distimulasi oleh androgen
  • Pubertas dini
  • Kista ovarium
  • Fibroid rahim
  • Pendarahan abnormal pada vagina

Maka, jika Anda memiliki riwayat atau sedang mengalami penyakit serta kondisi medis seperti di atas, hindari penggunaan obat ini. Penggunaan obat ini juga bisa menjadi penyebab badan terasa lemas dan mudah mengantuk, maka jangan mengemudi maupun mengoperasikan alat-alat berat setelah mengkonsumsi obat ini.

Kini Anda telah mengetahui informasi lebih lengkap mengenai obat apa choriogonadotropin alfa. Dengan artikel ini diharapkan Anda lebih memahami kegunaan, dosis hingga efek samping dari choriogonadotropin alfa sehingga Anda menyadari bahwa obat ini tiak boleh dikonsumsi sembarangan. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!