Home Obat A-ZObat C Cabergoline – Obat apa – Dosis – Fungsi – Komposisi

Cabergoline – Obat apa – Dosis – Fungsi – Komposisi

by sari

Kondisi tubuh badan manusia tidaklah selalu dalam kondisi prima. Dalam kondisi tertentu, hormon prolaktin diproduksi oleh tubuh dalam tingkat yang melebihi batas normal. Kondisi ini disebut juga dengan hiperprolaktinemia. Tidak hanya wanita saja yang dapat memproduksi hormon prolaktin, pria juga dapat memproduksi hormon yang sama dengan tingkat produksi yang berbeda dengan wanita. Untuk mengatasi hal tersebut, kebanyakan dokter akan meresepkan obat hormon yaitu cabergoline.

Obat Apakah Cabergoline

Cabergoline adalah sejenis obat untuk membantu tubuh mengurangi produksi hormon prolaktin. Obat ini tidak dijual sebagai obat komersial, hanya dapat diperoleh di apotek dan harus menyertakan resep dari dokter. Selain untuk mengobati hiperprolaktinemia, obat tersebut juga dapat dipakai untuk mengobati penyakit Parkinson.

Cabergoline sendiri seringkali dipasarkan dengan merek dagang Dostinex. Merupakan obat penyubur dan turunan obat jenis ergot yang bekerja dengan menghalangi otak untuk menghambat kelenjar pituitari dalam menghasilkan kelebihan hormon prolaktin. Obat tersebut termasuk jenis obat steroid dan dapat juga digunakan pada terapi penyembuhan kanker.

Fungsi Obat Cabergoline

Cabergoline biasanya digunakan dokter untuk meredakan gejala-gejala kelebihan hormon prolaktin. Tentunya reaksi obat tersebut pada pria dan wanita akan berbeda, karena efek kelebihan hormon prolaktin juga berbeda antara pria dan wanita. Adapun pada wanita, fungsi obat cabergoline adalah sebagai berikut:

  1. Hormon prolaktin membantu produksi ASI pada wanita. Penyebab hormon prolaktin tinggi pada ibu menyusui memicu produksi ASI terus mengalir meskipun tidak dipompa atau dipijat. Kondisi inilah yang berusaha diatasi oleh obat hormon tersebut. Sehingga ibu menyusui tidak rentan terkena peradangan payudara akibat penyumbatan saluran ASI yang biasanya terjadi karena ASI terlalu banyak mengalir. Otomatis obat ini merupakan obat penghilang bengkak pada payudara.
  2. Masa menstruasi wanita seringkali tidak sesuai dengan jadwal pada umumnya. Hormon prolaktin dapat mempengaruhi tubuh untuk menunda menstruasi wanita lebih lama dari seharusnya. Sama halnya denganbahaya kelebihan hormon testosterone pada wanita. Dengan mengkonsumsi obat hormon, maka waktu menstruasi akan lebih teratur dan lebih mempermudah wanita yang mengikuti KB kalender menentukan masa subur dan tidak subur mereka.
  3. Hormon tersebut dapat menyebabkan kesulitan hamil bagi yang ini mendapatkan keturunan. Oleh sebab itu, dengan konsumsi obat pengatur hormon, diharapkan hal tersebut dapat diatasi dan mempermudah dalam memperoleh keturunan. Selain itu juga baik jika ditambah dengan konsumsi makanan untuk mempercepat hamil.

Pada pria, fungsi obat cabergoline bisa jadi berbeda. Pada umumnya, fungsi obat tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dada pria dapat membesar dari ukuran pria pada umumnya karena efek dari kelebihan hormon prolaktin. Sehingga dengan bantuan obat hormon, maka efek ini dapat ditekan dan dihilangkan. Agar porsi pembentukan dada pria secara fisik sesuai.
  2. Hormon prolaktin memicu terjadinya penurunan kemampuan seksual atau keinginan seksual. Efek yang satu ini adalah efek paling tidak diinginkan oleh para kaum pria. Oleh sebab itu, dengan terapi obat hormon maka kemampuan tersebut dapat dikembalikan. Setidaknya dapat diarahkan untuk normal kembali.

Komposisi Obat Cabergoline

Obat ini merupakan turunan dari sintesis ergot alkaloid dengan reaksi panjang obat-obatan dopamine. Dengan klasfikasi kimia berupa Ergolin, komposisi kimia dari obat ini meliputi susunan kimia dari 1-[(6-allylergolin-8ß-yl)-carbonyl]-1-[3-(dimethylamino) propyl]-3-ethylurea. Obat ini memiliki rumus empiris formula C26H37N5O2 dan dengan berat molekulnya sebesar 451.62 gr/mol.

Tablet Dostinex yang merupakan merek dagangnya, dalam bentuk oral mengandung 0.5 mg cabergoline beserta beberapa komposisi lainnya seperti leucine, NF, USP, and laktosa. Selain Dostinex, beberapa nama yang dikenal sebagai cabergoline meliputi:

  • 1-((6-allylergolin-8beta-yl)carbonyl)-1-(3-(dimethylamino)propyl)-3-ethylurea
  • 1-ethyl-2-(3′-dimethylaminopropyl)-3-(6′-allylergoline-8′-beta-carbonyl)urea diphosphate
  • Cabaser
  • Cabaseril
  • cabergoline diphosphate
  • FCE 21336
  • FCE-21336
  • Galastop

Dosis Obat Cabergoline

Dosis penggunaan obat cabergoline haruslah sesuai dengan resep dokter yang memeriksa pasien hiperprolaktinemia. Tidak ada baku dosis penggunaan obat tersebut untuk orang dewasa baik pria maupun wanita. Sejauh ini pula obat hormon ini hanya terdapat dalam bentuk pil oral dan belum diproduksi untuk bentuk lainnya. Dosis penggunaan obat hormon ini untuk dewasa biasanya diberikan secara bertahap, yaitu:

  1. Pada umumnya dokter memberikan dosis awal pada penderita hiperprolaktinemia sebesar 0.25 mg secara oral dua kali dalam seminggu
  2. Dosis penggunaan obat cabergoline dapat ditingkatkan menjadi 0.5 mg sebanyak dua kali dalam seminggu.
  3. Dosis maksimum yang dapat diberikan oleh dokter adalah 1.0 mg secara oral sebanyak dua kali dalam seminggu.

Sampai sekarang, sangat jarang ditemukan anak-anak yang menderita penyakit hiperprolaktinemia. Karena itu, tidak ada dosis yang biasa diberikan oleh dokter untuk anak-anak. Jikalau ada anak yang mengalami hiperprolaktinemia, haruslah berkonsultasi dengan dokter agar penanganan penyakit hiperprolaktinemia mendapatkan solusi yang tepat.

Jika terjadi overdosis dalam penggunaan obat hormon ini, harus dilakukan penanganan segera untuk mencegah hal-hal yang lebih buruk terhadap tubuh. Sebagai contoh, segera ke Unit Gawat Darurat di rumah sakit terdekat. Adapun gejala-gejala overdosis yang dapat diketahui setelah meminum obat cabergoline dengan ciri-ciri:

  1. Hidung tersumbat
  2. Tiba-tiba pingsan
  3. Halusinasi (melihat atau mendengar suara-suara yang tidak ada)

Penggunaan dosis ganda obat cabergoline kadang dilakukan saat jadwal dosis terlewatkan sebelumnya. Hal ini tidak boleh dilakukan karena penggunaan dosis berlebih dari yang dianjurkan dapat berefek buruk bagi pengguna obat cabergoline. Jika penggunaan dosis terlewatkan, di jadwal berikutnya harus tetap menggunakan dosis yang dianjurkan dan tidak boleh digandakan untuk menutupi dosis yang terlewati sebelumnya.

Kontradiksi

Sebelum menggunakan obat cabergoline, ada baiknya menginformasikan kondisi-kondisi tubuh yang memungkinkan terjadi kontradiksi setelah menggunakan obat hormon ini. Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan kontradiksi dan sebaiknya tidak menggunakan obat cabergoline adalah sebagai berikut:

  1. Alergi terhadap obat tersebut
  2. Alergi terhadap obat dengan jenis ergot seperti ergotamine (obat Ergomar, Cafergot, Migergot, dan lainnya), dihydroergotamine (obat DHE 45, Migranal), ergonovine (obat Ergotrate), atau metilergonovin (obat Methergine).
  3. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol (hipertensi)
  4. Hipertensi karena kehamilan, termasuk eklampsia dan preeklampsia
  5. Riwayat masalah jantung dan pernafasan
  6. Jika pernah memiliki gangguan katup jantung

Di atas adalah sejarah kondisi yang dimiliki oleh calon pengguna obat caberoline sehingga tidak boleh penggunaan obat tidak boleh dilakukan. Adapun masalah kesehatan lain dalam tubuh yang dapat mempengaruhi penggunaan obat cabergoline, antara lain:

  1. Masalah fibrotik jaringan parut di jantung, paru-paru, dan perut.
  2. Hipertensi tidak terkendali
  3. Penyakit jantung
  4. Penyakit paru-paru dan penyakit pernafasan harus berhati-hati dalam menggunakan obat hormon
  5. Tekanan darah tinggi yang dapat dikendalikan
  6. Tekanan darah tinggi karena kehamilan. Obat hormon tentunya mempunyai efek menurunkan tekanan darah ataupun meningkatkan tekanan darah. Maka dari itu, efek penggunaan obat cabergoline sebaiknya ditinjau kembali oleh dokter yang akan meresepkan obat tersebut
  7. Untuk yang mempunya penyakit hati, sebaiknya menggunakan dosis rendah agar efek kontradiksi penggunaan obat dapat terminimalisir.

Efek Samping ObOat Cabergoline

Penggunaan obat cabergoline mempunyai beberapa efek samping yang harus diperhatikan dan diketahui oleh pengguna. Penggunaan obat tersebut sebaiknya segera dihentikan dan segera dikonsultasikan ke dokter untuk menghindari kondisi yang lebih buruk. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat menggunakan obat hormon yaitu sebagai berikut:

  1. Tanda alergi dalam penggunaan obat hormon dapat diketahui dengan ciri-ciri gatal pada kulit, kesulitan bernafas, bengkak pada wajah, lidah, tenggorokan, ataupun bibir
  2. Sesak nafas saat melakukan aktivitas. Penyebab sesak nafas bisa macam-macam termasuk obat.
  3. Sakit pada dada, batuk berdahak dan kering
  4. Hilang nafsu makan, kelelahan, dan tejadi penurunan berat badan yang signifikan
  5. Kehilangan kesadaran atau penyebab sering pingsan
  6. Sakit nyeri pada bagian punggung bawah
  7. Intensitas dan volume kencing yang sangat sedikit
  8. Telapak dan pergelangan kaki mengalami pembengkakan
  9. Sakit perut, mual, gangguan pencernaan, muntah, dan sembelit
  10. Depresi dan sakit kepala setelah bangun tidur
  11. Kepala seperti berputar-putar
  12. Rasa kantuk yang berat dan timbul gelisah
  13. Suhu tubuh panas dan mengalami demam
  14. Mati rasa dan kesemutan pada anggota bagian tubuh
  15. Mulut kering sepanjang hari.

Interaksi Obat

Penggunaan obat lain yang bersamaan dengan obat ini harus diperhatikan interaksi antar obat tersebut, karena tidak jarang interaksi antar obat menimbulkan efek buruk pada tubuh. Obat, vitamin, maupun suplemen yang masih digunakan harus diberitahukan ke dokter untuk dianalisa sebelum diresepkan obat hormon ini. Beberapa obat dan produk yang dapat berinteraksi dengan obat tersebut, termasuk golongan obat alergi atau anti histamin, yaitu:

  1. Alkohol
  2. Alprazolam
  3. Cetirizine
  4. Cholecalciferol
  5. Clonazepam
  6. Dextroamphetamine

Penyimpanan Obat Cabergoline

Penyimpanan obat harus diperhatikan karena meskipun setiap obat memiliki usia kadaluarsa, cara penyimpanan yang salah akan menyebabkan material obat lebih cepat rusak dan usia kadaluarsa obat akan berkurang dari yang diberikan. Penyimpanan obat ini harus di temperatur ruangan, jauh dari panas dan cahaya langsung. Pembekuan obat tidak diperkenankan kecuali disebutkan dalam brosur. Obat ini juga sebaiknya tidak boleh dibuang di toilet maupun saluran drainase karena dapat menyebab pencemaran lingkungan.

Pertanyaan tentang Obat Cabergoline

Berikut ini beberapa pertanyaan umum menyangkut obat hormon tersebut:

1. Bolehkah obat caberline digunakan untuk hiperprolaktinemia dan nyeri persalinan?

Boleh, ganguan hiperprolaktinemia dan nyeri persalinan yang parah sering menggunakan obat cabergoline. tidak diperkenankan penggunaan obat cabergoline untuk hiperprolaktinemia dan nyeri persalinan tanpa dilakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

2. Bolehkah mengkonsumsi obat cabergoline saat berkendara atau mengoperasikan alat berat?

Terdapat efek rasa kantuk, pusing, hipotensi akibat efek samping dari obat. Jika efek samping obat masih terasa, sebaiknya tidak melakukan perjalanan atau bekerja dengan alat berat. Alcohol dapat meningkatkan efek samping penggunaan obat cabergoline. sebaiknya menghindari alcohol saat mengkonsumsi obat cabergoline.

3. Apakah obat cabergoline membuat ketagihan pemakainya?

Obat cabergoline tidak mengandung komposisi yang membuat pemakai obat ketagihan.

4. Dapatkah penggunaan obat cabergoline dihentikan secara langsung atau harus dihentikan bertahap?

Terdapat beberapa obat yang dapat dihentikan secara langsung atau harus dihentikan bertahap. Untuk obat cabergoline, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter yang memberi resep obat cabergoline.

Demikian penjelasan detail tentang obat hormon Cabergoline. Dengan mengetahui secara lengkap dan detail mengenai obat tersebut, diharapkan pasien yang mengkonsumsi obat ini dapat lebih memahami manfaat dan interaksinya dengan obat yang lain. Sehingga jika mengkonsumsi obat ini akan lebih berhati-hati.

You may also like