Home Obat A-ZObat C Ciclopirox – Obat Apa – Kegunaan – Dosis dan Efek Samping

Ciclopirox – Obat Apa – Kegunaan – Dosis dan Efek Samping

by sari

Obat apa ciclopirox? Nama obat ini mungkin tiak familiar di telinga Anda dan membuat Anda bertanya-tanya jika suatu saat Anda diberi resep obat ini oleh dokter. Padahal, sebenarnya obat ini cukup umum digunakan untuk mengatasi penyakit yang juga banyak diderita oleh banyak orang, terutama di Indonesia yang cuacanya lembab dan membuat penyebab jamur kulit mudah menjangkiti. Jadi, apa sebenarnya ciclopirox itu? Di artikel kali ini kita akan membahas lengkap mengenai ciclopirox, mulai dari kegunaan, dosis hingga efek sampingnya.

Ciclopirox adalah obat antijamur berbentuk krim dan cairan yang digunakan sebagai obat luar atau oles topikal. Obat ini mampu menghentikan pertumbuhan jamur pada kulit dan kuku. Ciclopirox tergolong obat keras untuk melawan infeksi jamur dan ragi sehingga penggunaannya harus dilakukan di bawah pengawasan dokter atau mengikuti cara penggunaan yang sesuai petunjuk dokter. Penyakit yang bisa diatasi oleh ciclopirox adalah penyakit kulit akibat infeksi jamur, seperti panu, kurap, kutu air, hingga infeksi jamur di kulit kepala seperti dermatitis seboroik.

Ciclopirox merupakan antijamur dengan spektrum kerja yang luas yang mampu menghambat pertumbuhan dermatofit dan ragi. Obat ini bekerja dengan membentuk kelat kation polivalen (Fe3+ atau Al3+) pada enzim pada sel fungi yang berperan dalam penguraian mengurai peroksida dalam sel fungus.

Akibat terbentuknya kelat tersebut, enzim tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga pertumbuhan fungi terhambat.

Kegunaan Ciclopirox

Ciclopirox memiliki kegunaan sebagai obat untuk mengontrol, mencegah, mengatasi dan memperbaiki penyakit kulit akibat infeksi jamur superfisial. Infeksi jamur superfisial itu sendiri adalah infeksi jamur yang terbatas menyerang stratum korneum, rambut dan kuku. Artinya, ciclopirox tidak hanya bisa mengatasi jamur yang menyerang permukaan kulit, melainkan juga bisa mengatasi jamur yang menyerang kuku.

  • Ciclopirox untuk infeksi jamur di kulit

Ciclopirox dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur yang menyerang kulit, seperti panu dan kurap. Penggunaan obat hanya direkomendasikan untuk orang dewasa. Penggunaannya adalah dengan cara mengoleskan ciclopirox langsung di permukaan kulit yang terinfeksi, cukup tipis-tipis saja. Umumnya, ciclopirox dapat mengobati infeksi jamur di kulit dalam dua hingga 4 minggu dengan pemakaian yang rutin.

  • Ciclopirox untuk infeksi jamur di kuku

Selain mengatasi infeksi jamur di kulit, ciclopirox bisa digunakan untuk mengatasi infeksi jamur yang menyerang kuku, baik kuku tangan maupun kuku kaki. Obat ciclopirox yang digunakan biasanya dalam bentuk cairan yang bisa mengering dan melapisi kuku yang terinfeksi. Untuk mendapatkan manfaatya, ciclopirox dalam bentuk cair cukup dioleskan saja di kuku yang terinfeksi. Pengobatan biasanya membutuhkan waktu selama beberapa bulan hingga maksimal dua tahun untuk mendapatkan hasilnya.

Perlu diperhatikan bahwa ciclopirox hanya boleh digunakan sebagai obat luar dengan mengoleskannya di permukaan kulit. sebelum menggunakannya, bersihkan terlebih dahulu area kulit yang akan diobati. Ciclopirox cukup dioles tipis-tipis saja di bagian kulit dan jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan obat ini.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, gunakan obat ini secara teratur, paling tidak dua kali dalam satu hari. Untuk mempermudah Anda mengingat waktu pemakaian, gunakan obat ini di waktu yang sama setiap harinya. Gunakan dalam waktu yang telah ditentukan oleh dokter, bahkan jika gejala infeksi telah menghilang dalam beberapa kali pemakaian. Hal ini dikarenakan menghentikan pemakaian sebelum waktu yang ditentukan dokter dapat meningkatkan resiko kembainya infeksi.

Dosis Ciclopirox

Sebelum membahas lebih jauh mengenai dosis ciclopirox, perlu dipahami bahwa dosis yang akan disebutkan berikut inilah bukan merupakan pengganti dari resep dokter. Anda diharapkan untuk selalu mengkonsultasikan dosis dan cara pemakaian dengan dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Seperti yang telah disebutkan singkat sebelumnya, ciclopirox bisa digunakan sebanyak dua kali dalam sehari untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Anda bisa mengoleskan obat ini secara tipis ke area kulit yang terinfeksi.

Sementara itu, penggunaan obat ciclopirox pada anak-anak di bawah usia 18 tahun masih belum dapat dipastikan efektivitas dan keamanannya. Konsutasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk penggunaan ciclopirox pada anak-anak. Ciclopirox tersedia dalam berbagai bentuk. Bentuk sediaan ciclopirox ada yang berupa lotion, jelly, krim, suspensi, shampoo, larutan, hingga bubuk. Anda bisa menyesuaikannya sesuai kebutuhan atau mengikuti rekomendasi dari dokter.

Untuk menggunakan obat ini, pengolesan tidak boleh diikuti dengan tindakan membungkus, menutup, atau membalut kulit yang terinfeksi. Anda hanya boleh melakukannya jika dokter memang menganjurkan hal tersebut. Selain itu, ciclopirox tidak boleh digunakan di mata, hidung, mulut, ataupun di vagina. Jika setelah penggunaan teratur selama 4 minggu kondisi kulit tidak membaik atau justru memburuk, segera hubungi dokter.

  • Cara penggunaan ciclopirox untuk kulit

Pertama-tama, pastikan area kulit yang terinfeksi telah dibersihkan dan dikeringkan sebelum dioleskan ciclopirox. Lalu, oleskan ciclopirox tipis-tipis di area yang terinfeksi tersebut. Pengolesan bisa dilakukan dua hingga empat kali sehari. Biarkan area kulit yang telah diolesi ciclopirox terbuka, jangan diplester, diperban, atau ditutup dengan kain, kecuali atas saran dokter.

Hindari gesekan pada area kulit yang terinfeksi ini selama pengobatan dengan cara selalu gunakan pakaian yang longgar. Jangan ragu untuk mengkonsultasikan diri kepada dokter jika gejala tak kunjung hilang atau semakin bertambah parah setelah empat minggu melakukan terapi.

  • Cara penggunaan ciclopirox untuk kuku

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebagai cara mengobati jamur kuku adalah dengan membersihkan kuku terlebih dahulu dari kuku yang pecah atau terkelupas. Bila perlu, Anda bisa menggunakan gunting kuku untuk melakukannya. Lalu, oleskan ciclopirox berbentuk cair menggunakan aplikator kuku pada kuku yang terinfeksi dan kulit di sekitar kuku tersebut. Oleskan cukup satu kali dalam sehari sebelum tidur malam.

Anda bisa menutup kuku dengan kaus kaki, namun pastikan cairan ciclopirox telah mengering sebelum Anda menutupnya. Diamkan kuku dan cegah jangan sampai terkena air selama minimal 8 jam.

Efek Samping Ciclopirox

Ciclopirox pun menyimpan efek samping di balik penggunaannya. Jika Anda termasuk orang yang tidak menyukai terjadinya efek samping, mungkin lebih baik bagi Anda untuk memilih pengobatan alami atau herbal untuk jamur kulit. Anda bisa mencoba obat jamur kulit alami ataupun cara mengobati kuku rusak karena jamur.

Akan tetapi, jika penggunaan ciclopirox sudah tidak bisa dihindarkan lagi, Anda perlu menyadari efek samping yang mungkin terjadi. Hal ini akan membuat Anda lebih siap jika ada efek samping yang menyerang Anda, meski tidak menutup kemungkinan adanya efek samping lain di luar yang akan disebutkan di bawah. Berikut ini adalah efek samping dari penggunaan ciclopirox yang cukup umum dialami oleh pasien:

  • Reaksi alergi, bisa segera diatasi dengan cara penanganan alergi obat
  • Rasa gatal
  • Kulit menjadi kemerahan
  • Sensasi terbakar yang ringan
  • Kulit menjadi iritasi
  • Kuku berubah warna atau berubah bentuk atau berubah tekstur
  • Rasa nyeri di area kulit yang dirawat

Selain efek samping di atas, terdapat efek samping lainnya yang perlu diwaspadai karena berpotensi fatal. Efek samping tersebut adalah seperti pengelupasan pada kulit, terjadi pembengkakan dan kulit mengeluarkan cairan. Selain itu juga ada efek lain yang jarang terjadi yaitu tubuh terasa lemah dan denyut jantung menjadi terganggu, yang bisa jadi merupakan efek alergi obat yang berbahaya. Jika hal ini terjadi, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Hal Lain yang Perlu Diperhatikan

Selain hal-hal dosis dan efek samping yang harus diperhatikan di atas, ada hal-hal lain yang tidak kalah penting untuk diketahui sebelum menggunakan ciclopirox. Salah satu informasi penting lainnya adalah terkait penggunaan ciclopirox yang hanya disarankan untuk orang dewasa. Penggunaan ciclopirox pada anak-anak dan orang lanjut usia perlu dilakukan secara hati-hati dan di bawah pengawasan dokter.

Sementara itu, bagi wanita hamil keamanan obat ciclopirox termasuk dalam kategori B. Artinya, obat ini telah diuji secara memadai dan terkendali pada hewan dan tidak menunjukkan adanya resiko obat untuk janin. Namun, obat ini belum memiliki hasil uji yang memadai dan terkendali pada wanita hamil sehingga penggunaannya masih harus dilakukan hati-hati dan di bawah pengawasan dokter.

Selain itu, berikut ini ada beberapa anjuran dan larangan lainnya terkait penggunaan ciclopirox:

  • Selalu gunakan obat sesuai dengan petunjuk dokter
  • Lakukan pengobatan dala rentang waktu yang telah direkomendasikan oleh dokter. Jangan menghentikan pengobatan sebelum waktunya untuk mendapatkan penyembuhan yang optimal
  • Jangan gunakan produk oles atau topikal lainnya, terutama di area yang diobati, selama menggunakan ciclopirox karena dapat mempengaruhi efektivitas obat atau menimbulkan interaksi obat yang tidak diinginkan
  • Jauhkan dari api karena cairan obat ini mudah terbakar

Demikian pembahasan lengkap mengenai ciclopirox, mulai dari kegunaan, dosis hingga efek sampingnya. Setelah membaca artikel ini Anda tidak lagi bingung jika mendengar nama obat ciclopirox atau diberi resep untuk menggunakan ciclopirox. Semoga bermanfaat, ya!

You may also like