Home Obat A-ZObat C Chymotrypsin – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Kontraindikasi – Efek Samping

Chymotrypsin – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Kontraindikasi – Efek Samping

by sari

Pemberian obat oleh dokter umumnya diberikan sesuai diagnosa penyakit dan kondisi parah tidaknya penyakit yang diderita. Demikian halnya peresepan obat chymotrypsin. Obat ini umumnya diberikan dokter mata dan dosisnya disesuaikan kebutuhan pasien. Namun tak jarang banyak yang kurang tahu bagaimana cara paling efektif dalam menggunakan chymotrypsin supaya cepat sembuh. Oleh sebab itu berikut di bawah ini penjelasan lengkap mengenai obat dan fungsinya pada beberapa keluhan penyakit mata akibat diabetes.

Obat Apa

Chymotrypsin umumnya dikenal sebagai salah satu jenis enzym. Fungsinya untuk mempercepat terjadinya reaksi kimia dalam tubuh sehingga enzym tersebut cocok untuk dijadikan bahan dasar untuk membuat obat-obatan tertentu. Chymotrypsin merupakan bentukan enzim proteolytic yang dibuat atau berasal dari hormon chymotrypsinogen hasil ekstrak pankreas sapi.

Umumnya obat ini digunakan dalam dunia kesehatan mata untuk mengurangi efek samping pembedahan lensa mata, terutama pada kasus operasi katarak yang berfungsi mengurangi trauma pada mata setelah operasi. Selain penggunaannya pada mata, obat ini juga dapat digunakan sebagai obat anti-peradangan contohnya untuk gejala peradangan edema dan radang pada jaringan kulit.

Fungsi

Seperti yang telah disebutkan di atas, chymotrypsin berfungsi untuk meredakan berbagai jenis radang. Terutama di dunia medis umumnya untuk mengatasi peradangan setelah proses operasi katarak. Fungsi yang lain yaitu untuk mengobati radang pada kulit seperti misalnya pada penyakit edema.

Selain digunakan pada penyakit di atas, obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan penyakit-penyakit berikut ini:

  • Meredakan warna kemerahan di kulit akibat peradangan infeksi kulit siku mengelupas;
  • Meredakan peradangan abses misalnya pada sistem otot tubuh;
  • Meredakan peradangan pada bekas operasi atau kecelakaan traumatis yang sejenis;
  • Meredakan kemerahan pada mata akibat infeksi penyaki;
  • Digunakan untuk mengencerkan dahak pada penyakit batuk asma, gejala bronkitis maupun infeksi pernapasan lainnya.
  • Untuk mengatasi infeksi pada paru-paru;
  • Meredakan infeksi atau pembengkakan ciri-ciri sinusitis;
  • Mencegah terjadinya kerusakan fungsi hati;
  • Mengobati peradangan akibat luka bakar maupun mempercp at proses kesembuhan pada luka.

Cara Penggunaan

Untuk memperoleh efektivitas obat ini, diperlukan pemahaman mengenai cara penggunaan obat yang benar. Berikut ini beberapa petunjuk penting mengenai penggunaan obat untuk mempercepat kesembuhan:

  • Selalu ikuti petunjuk dokter dalam menggunakan obat, terutama dalam penentuan dosisnya. Hindari meminum obat dengan menggunakan dosis sendiri tanpa bantuan dati tenaga medis yang berpengalaman.
  • Usahakan untuk meminum obat menggunakan air lutih bukan dengan minuman yang mengandung kafein ataupun menggunakan susu ataupun menggunakan alkohol. Karena jenis minuman tersebut dapat mengganggu efektifitas kerja obat dalam melawan penyakit serta dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.
  • Usahakan untuk meminum obat tepat waktu supaya ada jeda yang cukup antara dosis obat yang satu dengan dosis berikutnya. Jika terlewat hindari menggandakan dosis supaya tidak terjadi efek samping yang tidak diinginkan.
  • Perhatikan penggunaan obat dengan obat antibiotik lainnya supaya tidak muncul kontra indikasi yang tidak diinginkan.
  • Awasi penggunaan obat pada pasien penyakit jantung, darah tinggi dan gagal ginjal karena efek samping obat bisa jadi berkaitan dengan jenis penyakit tersebut.
  • Apabila terjadi over dosis segera bawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang cepat.

Dosis

Untuk memeperoleh manfaat obat tersebut, umumnya dokter akan memberikan dosis sesuai kebutuhan pasien. Namun jika ingin tahu gambaran dosis obat ini secara umum, berikut ini dosis umum yang tertera pada kemasan obat:

  • Untuk meredakan peradangan akibat opearasi katarak gunakan dengan membasahi bagian belakang lensa mata dengan 1-2ml obat yang diencerkan sebesar 1:5000. Selanjutnya aliri dengan 2ml lagi yang diencerkan 2-4 menit sesudah pengenceran pertama.
  • Pada pasien dengan infeksi luka bakar gunakan dengan obat trypsin sebesar perbandingan 6:1 dan dikombinasikan dengan obat luka bakar lainnya sebayak empat kali sehari untuk 10 hari.
  • Untuk luka operasi mata diberikan sebagai injeksi yang dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman. Caranya dengan menyuntikkan obat injeksi ke bagian lensa mata yang meradang.
  • Dapat pula digunakan sebagai obat hirup maupun diteteskan pada area infeksi di kulit sesuai petunjuk dokter.
  • Sedangkan untuk anak-anak, sebaiknya tanyakan dosis pada dokter. Karena obat ini tidak umum dinerikan pada anak-anak seeta masih diragukan efektifitasnya pada anak yang berusia kurang dari 18 tahun.

Adapun obat ini tersedia di apotik dan toko obat berupa tablet, obat cair, kapsul, obat bubuk, injeksi dan tablet kunyah. Namun kebanyakan dokter akan meresepkan obat cair sebagai kompres maupun obat tetes.

Cara Penyimpanan

Supaya komposisi obat tetap terjaga dengan baik, lakukan langkah penyimpanan berikut ini:

  • Simpan pada suhu ruang yang tidak terlalu panas ataupun dingin.
  • Jangan disimpan di bawah terik matahari agar tidak meleleh.
  • Hindari menyimpan di kamar mandi karena kelembapan suhu di tempat tersebut dapat menimbulkan jamur.
  • Jangan membekukan obat dalam freezer.
  • Hindarkan obat dari jangkauan anak-anak supaya tidak tertelan dan menimbulkan efek samping berbahaya.
  • Jangan membuang obat sembarangan supaya tidak mencemari lingkungan di sekitarnya.
  • Perhatikan masa berlaku obat dan buang jika obat telah kadaluarsa.

Kontradiksi

Obat ini dapat bereaksi dengan obat-obatan lain yang digunakan secara bersamaan. Terutama dengan pengobatan antibiotik. Umumnya dapat menimbulkan reaksi jantung berdebar dan reaksi lainnya seperti mual dan muntah. Karena itu selalu konsultasikan pada dokter tentang pengobatan yang sedang diminum jika akan diberikan obat chymotrypsin.

Obat ini juga menimbulkan kontraindikasi pada pasien dengan gejala penyakit jantung gagal ginjal dan pasien darah tinggi. Oleh sebab itu hindari penggunaan obat pada pasien tersebut jika menimbulkan gejala berupa jantung berdebar, denyut nadi makin cepat, tekanan darah meningkat dan fungsi tubuh tidak berjalan normal. Karena hal tersebut sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Terakhir sebaiknya jangan gunakan pada ibu hamil dan menyusui. Sekalipun belum ada penelitian lengkap, namun obat ini tergolong obat keras. Sehingga berpotensi mempengaruhi pertumbuhan bayi dan janin.

Efek Samping

Seperti jenis obat-obatan lain, obat ini juga dapat mengandung beberapa efek samping. Oleh sebab itu hindari meneruskan pemakaian obat jika terjadi gejala sebagai berikut:

  • Timbul reaksi ciri-ciri alergi berupa rasa panas di kulit, gatal-gatal, bengkak di mulut ataupun wajah, peradangan maupun mual, pusing dan muntah.
  • Timbul kenaikan tekanan pada kedua bola mata terutama setelah proses operasi katarak.
  • Mata makin merah dan bengkak serta iritasi pada bagian-bagian mata lainnya.
  • Dapat menimbulkan jenis-jenis demam ringan disertai gejala kejang-kejang akibat demam tinggi.
  • Dapat menimbulkan shock tidak terduga sehingga menyebabkan kehilangan kesadaran maupun dapat berakhir dengan kematian.
  • Dapat menimbulkan palpitasi atau rasa haus berlebih, kencing terus menerus atau bahkan tidak dapat buang air kecil.

Demikian penjelasan lengkap tentang obat chymotrypsin. Dengan memahami fungsi dan kegunaan obat secara lengkap, maka diharapkan penderita dapat memperoleh manfaat yang maksimal. Sehingga penderita cepat sembuh dan sehat seperti sedia kala.

You may also like