Androstanolone – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Efek Samping

214

Apa itu Androstanolone?

Androstanolone disebut juga dengan stanolone atau dihydrotestosterone (DHT) dan dijual dengan nama produk Andractim, Anaboleen, Anabolex, Anaprotin, Gelovitm Apeton, Androlone, Neodrol, Ophtovital, Pesomax, Stanaprol, Stanolone. Androstanolone adalah termasuk kategori steroid androgen dan anabolic hormon yang digunakan dalam penanganan rendahnya jumlah testosteron dalam laki-laki. Obat ini juga digunakan untuk penanganan breast development atau yang disebut dengan gynecomastia dan penis kecil pada laki-laki. Serta pahami juga Cara Meningkatkan Kualitas Sperma agar tidak ketergantungan obat ini.

Beberapa gejala rendahnya jumlah testosteron pada laki-laki adalah sebagai berikut :

Androstanolone ditemukan pada tahun 1935 dan diperkenalkan penggunaan industri medis pada tahun 1953. Obat ini digunakan paling banyak di Prancis dan termasuk ke dalam kategori obat-obatan yang diatur penggunaannya di kebanyakan negara dan penggunaan selain non medis sangat dibatasi. Androstanolone memiliki substansi anabolic dan androgenic.

Androstanolone memiliki efek adrogenik yang mendominasi dan berdasarkan strukturnya sendiri tidak dapat berubah menjadi estrogen. Stereoid ini dapat memberikan sedikit bantuan untuk peningkatan kekuatan dan jumlah otot, dan oleh karena itulah Androstanolone menjadi favorit para atlit. Selain itu, Androstanolone juga membantu atlit mendapatkan otot yang kencang dengan lemak yang sedikit dengan meningkatkan jumlah androgen tanpa memberikan aroma tertentu.

Banyak atlit menggunakan Androstanolone ketika berolahraga untuk doping ketika diuji pada saat kompetisi karena substansinya berada di dalam tubuh dalam jangka waktu yang sangat sedikit dan nilai testosterone dan epitestosterone tidak akan ikut terpengaruh. Karakter positif lain dari Androstanolone ini adalah versi suntikannya tidak akan membuat racun bagi liver. Namun, dewasa ini atlit sudah jarang menggunakan Androstanolone karena sudah jarang di produksi khususnya di Eropa dan Amerika.

Androstanolone secara substansi kimia hampir serupa denga DHT. DHT utamanya terbentuk di dalam testis, follicles rambut, kelenjar adrenal dan kelenjar prostat dan diproduksi pada saat protenstoren berinteraksi dengan enzim di dalam tubuh. DI dalam rahim, DHT akan menstimulasi perkembangan karakter pria pada embrio dan fetus pria. Ketika puber, DHT berkaitan dengan perkembangan tumbuhnya rambut pada beberapa bagian tubuh dan wajah laki-laki, serta bertambah dewasanya suara mereka. Kemudian, setelah beranjak dewasa level DHT akan menurun, apabila tidak menurun maka akan terjadi beberapa masalah.

Jumlah DHT yang meningkat pada saat kita dewasa dapat menyebabkan membesarnya kelenjar prostat dan juga adanya kemungkinan keterkaitain antara jumlah DHT yang tinggi dengan kanker prostat. Meskipun demikian, masih belum ada konfirmasi apakah DHT salah satu penyebab kanker. Beberapa Penyebab Kemandulan juga harus diperhatikan, agar dapat mengetahui apakah sistem reproduksi sehat.

Kontraindikasi dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Obat Androstanolone

Sebelum memulai pengobataan Androstanolone, ada baiknya memahami mengenai beberapa hal yang harus informasikan pada dokter dan adanya resiko kontraindikasi seperti dibawah ini :

  • Hipersensivitas pada substansi aktif yang serupa
  • Wanita yang sedang menjalani terapi androgen, harus menghindari pemakaian Androstanolone, karena adanya resiko Virilisasi. Viriliasi sendiri adalah terbentuknya karakter maskulin yang berlebihan pada wanita karena produksi terstosteron dan hormon sejenis yang berlebihan
  • Pemakaian Androstanolone pada lansia membutuhkan monitor dan pemeriksaan berkala yang berkaitan dengan kondisi kesehatan prostat.
  • Androstanolone sangat tidak dianjurkan untuk dipakai pada wanita hamil karena akan membahayakan janin atau zigot, wanita yang sedang dalam program kehamilan dan juga ibu menyusui
  • Apabila anda memiliki salah satu dari kondisi medis di bawah ini, konsultasikan lebih lanjut pada dokter untuk meminimalisirresiko mengalami kontraindikasi :
    • Kanker prostat
    • Hypercholesterolemia
    • Myocardial infarction
    • Sindrom gagal ginjal
    • Penyimpanan cairan tubuh
    • Menderita penyakit jantung
    • Nephrotic syndrome
    • Humoral hypercalcemia of malignancy
    • Peliosis hepatitis
    • Blood coagulation disorder
    • Hypercalcemia
    • Arteriosclerotic vascular disease
    • Diabetes melitus
    • Penyakit ginjal
    • Cholestatic hepatitis
    • Neoplasm of liver
    • Neoplasm of prostate
    • Penyakit liver
    • Hypoalphalipoproteinemia
    • Edema paru
    • Benign prostatic hyperplasia
    • Turner Syndrome
    • Congenital hypoplastic anemia

Interaksi Androstanolone dengan Obat-obatan Lain

Interaksi obat dapat merubah mekanisme kerja obat itu sendiri dan meningkatkan resiko efek samping yang lebih serius. Buatlah daftar obat apa saja yang sedang anda konsumsi baik dengan atau tanpa resep dokter, termasuk obat-obatan herbal, vitamin dan suplemen. Jangan memulai, memberhentikan atau mengganti dosis obat-obatan apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa subjek yang harus berhati-hati digunakan bersamaan dengan Androstanolone adalah :

  • Vitamin K – resiko pendarahan akan meningkat dengan efek langsung akibat koagulasi dan fibrinolitik. Adaptasi dosis antivitamin K saat terapi androgen dan setelah terapi androgen selesai adalah sangat direkomendasikan.

Prosedur Minum dan Ukuran Dosis Obat Androstanolone

  1. Androstanolone umumnya diberikan dalam bentuk gel
  2. Dipakai dengan dioles di kulit, namun bisa juga disuntikkan melalui injeksi ke otot
  3. Berdasarkan laporan yang diterima, kira-kira membutuhkan 3 bulan dan beberapa hari sampai anda merasakan perubahan pada kondisi kesehatan anda.

Pemakaian Androstanolone pada umumnya adalah menggunakan 5 sampai 10 gram per gel setiap harinya, hindari mencuci area yang dioleskan Androstanolone sampai setidaknya 6 jam setelahnya.

Ukuran tersebut bukanlah standart yang bisa digunakan oleh setiap orang, karena setiap orang memiliki waktu yang berbeda-beda. Ada banyak faktor yang ikut berpengaruh dalam hal ini, silahkan konsultasi pada dokter mengenai berapa lama kira-kira anda akan melihat perkembangan secara fisik yang anda harapkan dengan mengkonsumsi Androstanolone ini.

Dokter akan meresepkan Androstanolone untuk berbagai jenis tujuan, seperti untuk penanganan hypogonadism, yaitu kondisi medis yang mengakibatkan menurunnya jumlah sperma atau produksi testosteron di dalam testis. Androstanolone juga digunakan untuk meningkatkan jumlah otot pada pasien yang menderita dari gejala-gejala HIV. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk penanganan kanker payudara karena Androstanolone dapat membantu mengurangi berkembangnya sel-sel kanker payudara.

Apa yang terjadi jika overdosis obat Androstanolone?

Apabila terjadi overdosis Androstanolone, segera datangi unit gawat darurat terdekat dan sebaiknya membawa obat-obatan, vitamin, herbal yang sedang dikonsumsi oleh pasien untuk memudahkan diagnosa dokter. Apabila ada dosis yang terlewat maka sesegera mungkin konsumsi dosis tersebut, namun jika sudah mendekati waktu konsumsi dosis selanjutnya maka jangan menambah jumlah dosis.

Bagaimana cara penyimpanan obat Androstanolone?

  1. Simpan di tempat yang jauh dari jangkauan hewan dan anak-anak.
  2. Jangan terkena sinar matahari langsung dan jangan disimpan di tempat yang lembab seperti lemari kamar mandi.
  3. Tempatkan pada suhu ruangan.
  4. Jika tablet berubah warna maka segera kembalikan ke apotek yang memberi anda Androstanolone.
  5. Sangat tidak dianjurkan untuk membuang obat yang sudah kadaluarsa atau tidak terpakai lagi di saluran pembuangan atau toilet karena untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan.
  6. Sisa obat apapun yang anda miliki sebaiknya diberikan kembali ke farmasi untuk dibantu pembuangannya secara tepat.

Efek Samping Obat Androstanolone

Beberapa efek samping yang mungkin anda rasakan ketika mengkonsumsi obat ini adalah sebagai berikut :

  • Jerawat
  • Tumbuhnya rambut yang meningkat
  • Perubahan suara
  • Meningkatnya gairah seksual
  • Kulit berminyak
  • Seborrhea
  • Rambut rontok
  • Menjadi semakin agresif
  • Perasaan atau mood yang tidak stabil
  • Merasa mudah marah
  • Cenderung hiperaktif dan merasa memiliki energi berlebihan
  • Berat badan meningkat

Makanan atau alkohol tidak boleh digunakan bersama dengan obat-obatan tertentu karena dapat menyebabkan dampak interaksi obat. Terutama pada alkohol dan tembakau, sangat dianjurkan untuk menghentikan konsumsi selama melakukan terapi Androstanolone. Selain terjadinya reaksi interaksi, alkohol dan tembakau dapat meningkatkan resiko efek samping dan mengurangi absorpsi yang seharusnya terjadi di dalam tubuh.

Konsultasikan kepada dokter mengenai gaya hidup anda sebelum terapi dan bagaimana saran dokter agar pengobatan ini dapat dilaksanakan dengan efektif dari segi waktu dan tenaga. Begitu juga tentang penggunaan dan kebiasaan jenis makanan yang harus dihindari.