Falkamin – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

328

Falkamin adalah butiran-butiran asam amino yang digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit hati. Dalam mengobati penyakit, asam amino bekerja dengan cara membentuk protein. Pada saat pembentukan terjadi, protein ini digunakan tubuh untuk memperbaiki metabolisme dan jaringan yang rusak. Pada awalnya enzim pencernaan akan memecah protein, lalu protein yang terpecah ini, dihambat oleh asam amino di dalam hati. Sehingga protein akan membantu memperbaiki metabolisme pada penyakit hati. Terkadang penyakit hati dapat mempengaruhi metabolisme pada otak, sehingga mengakibatkan ensefalopati hepatic.

Komposisi

Obat Falkamin berbentuk mikrotablet berwarna kuning yang dikemas dalam 30 sachet. Dalam satu kemasan obat, terdapat 9,3 gram butiran granula yang berisi:

Selain bahan utama asam amino tersebut, Falkamin mengandung bahan lainnya yang berupa:

  • Povidone K29-32,
  • Cropovidone,
  • Pati jagung,
  • Silicon dioksida,
  • Talek,
  • Magnesium stearate,
  • Triacetin,
  • Titanium dioksida,
  • Macrogol kopolimer metakrilat, dan
  • Quinolon yellow,

Fungsi

Falkamin termasuk ke dalam jenis suplemen otak dan hati. Kandungan dari obat ini merupakan jenis dari asam amino esensial. Obat ini membantu kinerja otak agar dapat berfungsi dengan baik. Tidak hanya otak, fungsi asam amino esensial sangat beragam. Sehingga obat ini juga dapat digunakan untuk:

  1. Mengobati penyakit hati kronis,
  2. Pembentukan otot,
  3. Pencegahan disfungsi otak,
  4. Melengkapi asupan protein dalam tubuh,
  5. Memperbaiki proses metabolisme tubuh, dan
  6. Sintesis hemoglobin.

Dosis

Pemberian dosis Falkamin harus disesuaikan dengan kondisi, usia, berat badan, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi secara bersamaan. Kondisi lain yang harus diperhitungkan sebelum memberikan obat ini adalah asupan protein harian yang dikonsumsi. Sehingga untuk mengkonsumsi obat ini, dosis yang dapat dipakai adalah:

  • Pasien dengan berat badan kurang dari 70 kg, yaitu 3 kali sehari 1 sachet. Diminum pada pagi, siang, dan malam bersamaan dengan makanan.

Obat dapat dikonsumsi sesuai dengan saran dokter. Apabila telah melewati jadwal konsumsi atau lupa, jangan mengambil obat dengan dosis ganda.

Kontraindikasi

  • Obat tidak boleh diberikan apabila memiliki alergi terhadap asam amino.

Efek Samping

Pada umunya, obat ini tidak memiliki efek samping yang serius pada tubuh. Namun penggunaan obat ini juga harus terkontrol dengan baik agar tidak overdosis. Penggunaan yang berlebihan dapat menjadikan asam amino bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit, seperti kolesterol tinggi, kelebihan berat badan (obesitas), dehidrasi, masalah ginjal, pengikisan kalsium, penyakit jantung, asam urat, dan lainnya. Namun efek samping ini tidak akan terjadi dalam waktu yang singkat. Konsumsilah obat sesuai dengan petunjuk dokter.

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Informasi penggunaan berfungsi untuk mencegah adanya kekeliruan dalam mengkonsumsi dan menggunakan obat. Zat-zat yang terkandung di dalam harus tersimpan dengan baik. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:

  1. Penderita dengan penyakit ginjal akan mengakibatkan ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring asam amino yang terdapat pada obat ini.
  2. Penggunaan obat pada anak usia 2 tahun harus dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu, karena belum adanya keterangan khusus mengenai penggunaan obat terhadap pasien pediatrik.
  3. Informasikan kepada dokter mengenai obat-obatan apa saja yang saat ini sedang dikonsumsi.
  4. Dialarang mengkonsumsi alkohol pada saat menggunakan obat ini. alkohol mampu mengikat air, sehingga mengakibatkan obat ini tidak mudah larut bersama air, sehingga obat akan mengendap.
  5. Konsutasikan pada dokter apabila sedang hamil, atau menyusui.
  6. Apabila efek obat dirasa terlalu kuat, segera periksakan ke dokter untuk menghindari terjadinya efek samping.
  7. Jangan gunakan obat apabila telah melewati masa kadaluwarsa.
  8. Bacalah petunjuk penggunaan obat yang tertera pada label.