Amiparen – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

1358

Amiparen adalah obat dengan nutrisi parenteral yang menggunakan konsep hiperalimentasi yang berfungsi untuk menyuplai asam amino pada hiproproteinemia, malnutris, dan kondisi pra operasi dan pasca operasi. Konsep hiperalimentasi sendiri sebagai infus jangka panjang yang berasal dari larutan protein yang mengandung glukosa dengan konsentrasi tinggi, vitamin, elektrolit, dan insulin. Hiperalimentasi disebut juga sebagai nutrisi parenteral total yang mencukupi kebutuhan nutrisi secara total dan kebutuhan asupan kalori yang memadai sekaligus menjaga volume larutan diperlukan secara minum yang bersifat hipertonik.

Obat ini diproduksi oleh PT. Otsuka Indonesia. Obat ini berupa cairan infus yang digunakan pada vena sentral dan vena perifer dalm menyuplai asam amino. Perlu anda ketahui jenis-jenis cairan infus yang mengandung asam amino atau tidak. Kandungan pada amiparen relatif lebih banyak dengan asam amino bercabang seperti leusin, isoleusin, dan valin. Kandungan asam amino bercabang tersebut dapat menekan pemecahan protein dan mendorong sintesis protein pada otot.

Obat ini terbukti dalam serangkaian uji laboratorium sebagai obat yang efektif  dalam mengurangi protein dalam berbagai keadaan seperti kekurangan gizi dan malnutrisi sehingga pasien perlu mengetahui penyebab malnutrisi. Obat ini termasuk dalam golongan obat keras. Obat ini disimpan dalam tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar langsung matahari.

Komposisi 

Setiap liter dari Amiparen mengandung :

  1. L-leusin 14 g
  2. L-isoleusin 8 g
  3. L-valin 8 g
  4. Lisin asetat 14.8 g (L-lisin setara dengan 10.5 g)
  5. L-treonin 5.7 g
  6. L-triptofan 2 g
  7. L-metionin 3.9 g
  8. L-fenilalanin 7 g
  9. L-sistein 1 g
  10. L-tirosin 0.5 g
  11. L-arginin 10.5 g
  12. L-histidin 5 g
  13. L-alanin 8 g
  14. L-prolin 5 g
  15. L-serin 3 g
  16. Asam aminoasetat 5.9 g
  17. L-asam aspartat 1 g
  18. L-asam glutamat 1 g
  • Total asam amino bebas : 100 g
  • Total asam amino esensial (E) : 59.1 g
  • Total asam amino non esensial (N) : 40.9 g
  • Rasio E/N : 7.2
  • Asam amino rantai bercabang : 30% (w/w)
  • Total nitrogen : 15.7 g
  • Total natrium : 2 mEq
  • Total asetat : 120 mEq
  • Natrium bisulfat berperan sebagai stabilisator

Kandungan pada asam amino terutama beberapa fungsi asam amino esensial dan non esensial yang bermanfaat bagi tubuh.

Mekanisme Kerja Obat

  • Amiparen adalah obat dengan formula baru dari larutan asam amino dengan konsep hiperalimentasi atau nutris parenteral total.
  • Amiparen mengandung lebih banyak asam amino rantai cabang (leusin, isoleusin dan valin) yang menekan pemecahan protein dan mendorong sintesis protein pada jaringan otot, dan sejumlah kecil asam amino aromatik dan asam.
  • Amiparen efektif dalam mengurangi protein dengan masalah malnutrisi.
  • Amiparen diproduksi tanpa ion klorida dan penggunaan ion natrium yang minimum untuk memudahkan penambahan elektrolit yang tepat.

Farmakologi

Berikut beberapa farmakologi dari amiparen yang memiliki kegunaan dalam pemberian nutrisi parenteral total dengan objek tikus yang normal dan bermasalah :

  • Amiparen meningkatkan dan menjaga keseimbangan nitrogen.
  • Amiparen meningkatkan sintesi protein plasma dan albumin.
  • Urin 3-metilhistidin atau kreatinin urin adalah sebuah indikator katabolisme protein pada otot yang bermasalah, otot lebih baik setelah pengobatan infus yang menunjukkan efek penghambat yang sangat kuat sebagai solusi pemecahan protein pada otot.
  • Konsentrasi asam amino plasma bersamaan dengan asam amino rantai bercabang telah menunjukkan fluktuasi yang rendah selama pengobatan melalui infus. Amiparen dapat menstabilkan metabolisme asam amino.

Indikasi

  • Hipoproteinemia

Kondisi di mana cairan berpindah dari intravaskuler kompatemen menuju  rongga interstisial yang menimbulkan asites. Faktor utama karena pasien kekurangan energi protein dalam tubuh. Biasanya penderita mengalami pembentukan albumin yang terganggu seperti penyakit hati, ekskresi protein darah melalui air kemih berlebihan, berkurangnya adsorpsi albumin  diakibatkan oleh penyakit usus atau penyakit ginjal.

  • Malnutrisi

Kondisi ini menimbulkan pasien memiliki gizi yang buruk dan postur tubuh yang kurus. Pasien seringkali akan mengalami depresi dan memiliki gangguan mental. Bobot tubuh yang kecil menyebabkan sel otot menjadi lemah dan mengakibatkan resiko terjadinya pergeseran sendi dan resiko lainnya seperti patah tulang. Pasien seringkali merasa menggigil dan luka yang sulit sembuh. Jika dibiarkan terlalu lama dapat beresiko pada komplikasi dan kematian.

  • Pra Operasi dan Pasca Operasi

Pada pasien pra operasi merupakan gejala yang timbul sebelum operasi dengan melalui pengobatan terlebih dahulu, sedangakan pada pasien pasca operasi biasanya dikenali lebih lanjut efek positif ataupun negatif terhadap kondisi setelah operasi, apakah membaik atau memburuk. Jika terjadi resiko komplikasi pada tubuh maka penggunaan obat ini sangat dianjurkan mengantisipasi tubuh yang kekurangan cairan asam  amino.

Dosis dan Penggunaan

Amiparen diberikan dengan dosis sesuai anjuran dokter dan hanya digunakan pada orang dewasa, anak-anak, dan lanjut usia sebagai berikut :

Penggunaan melalui vena sentral

  • Dosis umum adalah 400-800 mL/hari.
  • Dosis maksimum adalah 1000 mL/hari.
  • Dosis bisa ditambahkan atau dikurangkan tergantung pada usia, gejala, dan berat badan pasien.

Penggunaan melalui vena perifer

  • Dosis umum adalah 200-400 mL/hari.
  • Dosis maksimum adalah 500 mL/hari.
  • Tingkat infus melalui vena perifer sesuai untuk pemanfaatan fisiologis asam amino secara optimal yang dapat memberikan sekitar 10 g asam amino selama lebih dari 60 menit.
  • Tingkat infus yang sesuai pada orang dewasa adalah 100 mL selama 60 menit sedangkan untuk gejala yang parah atau pasien anak-anak dan lanjut usia haruslah diturunkan tingkat infusnya.
  • Dosis bisa ditambahkan atau dikurangkan tergantung pada usia, gejala, dan berat badan pasien.
  • Kombinasi obat Amiparen dengan larutan karbohidrat sangat dianjurkan untuk penggunaan asam amino dalam tubuh yang efisien.

Kontraindikasi

  • Tidak boleh digunakan untuk pasien penderita atau beresiko koma hepatik.
  • Bukan digunakan untuk pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Hindari penggunaan untuk pasien penderita hipernatremia.
  • Harap berhati-hati untuk pasien penderita gangguan metabolisme asam amino.

Efek Samping

Efek samping yang disebabkan oleh Amiparen adalah sebagai berikut :

  1. Reaksi simpang berupa rasa tidak enak pada dada.
  2. Reaksi simpang berupa palpitasi atau detak jantung cepat sehingga perlu diperhatikan cara menormalkan detak jantung.
  3. Pasien kemungkinan akan mengalami mual dan muntah.
  4. Pasien kemungkinan akan mengalami rasa kedinginan.
  5. Pasien kemungkinan akan mengalami demam.
  6. Akan terjadi reaksi spontan berupa ruam pada kulit.
  7. Akan terjadi reaksi spontan berupa sakit kepala.
  8. Efek obat berakibat pada reaksi hipersensitifitas.
  9. Menimbulka gangguan hati.
  10. Berakibat pada gangguan ginjal.
  11. Dapat menderita asidosis akut karena pemberian dosis yang tidak sesuai.

Efek samping tersebut hanya sebagai informasi dan setiap pasien tidak pasti akan mengalami hal tersebut. Jika pasien mengalami efek samping tersebut atau merasa khawatir, segeralah hentikan penggunaan obat dan konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Interaksi dengan Obat Lain

Di bawah ini adalah interaksi obat Amiparen dengan obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  1. Penggunaan secara bersamaan dengan obat actidose plus sorbitol.
  2. Peningkatan resiko dengan obat actidose aqua.
  3. Reaksi kimia dengan obat antiplatelet.
  4. Hindari interaksi dengan obat dengan kandungan arang aktif.
  5. Bahan asam amino yang tercampur dengan obat dengan kandungan karbon aktif.
  6. Zat aktif pada asam amino jika tercampur dengan obat antikoagulan.

Perhatian Sebelum Menggunakan Obat

Hal-hal yang perlu diperhatikan dengan baik oleh pasien sebagai berikut :

  1. Kandungan asam asetat diformulasikan dalam jumlah 120 mEq/L. Penggunaan bersamaan dengan larutan elektrolit dan dalam dosis yang besar harus memperhatikan anjuran dokter untuk penanganan yang tepat.
  2. Pengaturan tingkat infus yang lambat sangat baik bagi pengobatan pasien. 
  3. Hindarkan dari pasien yang menderita asidosis akut, gagal jantung kongestif, dan hiponatremia.
  4. Hindarkan penggunaan bagi pasien yang masih bayi karena kandungan obat belum aman bagi tubuh bayi.
  5. Hindarkan penggunaan bagi pasien neonatus atau bayi baru lahir dikhawatirkan akan merusak jaringan tubuh bayi.
  6. Kristal bisa mengendap pada suhu dingin. Hangatkan wadah pada suhu 50 °C – 60 °C untuk melarutkan endapan dan gunakan larutan setelah wadah mendingin sampai mendekati suhu tubuh.
  7. Wadah amiparen tidak menggunakan katup udara jadi sebaiknya ditusuk terlebih dahulu dengan jarum untuk mengantisipasi kebocoran pada larutan.
  8. Simpan obat pada temperatur ruangan yang optimal dan hindarkan dari sinar langsung matahari.
  9. Jangan buang obat di toilet karena akan mengontaminasi lingkungan.
  10. Jika dosis terlewatkan janganlah mengambil dosis yang ganda untuk jadwal berikutnya karena akan mengakibatkan overdosis.