Home Merk Obat A-ZMerk Obat E Erabutol Plus – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Erabutol Plus – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

by Robi Diansah

Erabutol Plus termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

  • Erabutol Plus merupakan obat berbentuk kaplet yang mengandung 250 mg ethambutol, 100 mg isoniazid dan 6 mg vitamin B6

Indikasi

  • Erabutol Plus diindikasikan untuk pengobatan tuberkulosis (TBC)

Mekanisme Kerja

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Umumnya, bakteri ini menginfeksi paru-paru, namun bisa juga menginfeksi nodus limfa, tulang, selaput otak dan saluran pencernaan. Infeksi bakteri ini termasuk infeksi yang cukup sulit disembuhkan. Kunci penyembuhan infeksi TBC adalah konsumsi obat secara rutin sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh dokter dan melakukan pengobatan sampai tuntas.

Ethambutol merupakan salah satu obat yang biasa digunakan dalam kombinasi obat antiTBC. Ethambutol bekerja dengan cara menghambat pembentukan/produksi dinding sel dan senyawa-senyawa yang dibutuhkan bakteri untuk bertahan hidup. Tanpa adanya dinding sel yang berfungsi sebagai pelindung sel, maka bakteri akan menjadi lemah dan lama kelamaan akan mati.

Isoniazid adalah obat antiTBC lainnya yang biasa dikombinasikan dengan ethambutol. Isoniazid bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri, sama seperti ethambutol. Sedangkan vitamin B6 di dalam Erabutol Plus digunakan untuk meminimalkan efek samping yang sering timbul akibat penggunaan isoniazid, yaitu neuropati perifer (kerusakan yang terjadi pada sistem saraf tepi). Vitamin B6 adalah vitamin yang dapat menjaga kesehatan saraf sehingga penggunaannya bersamaan dengan isoniazid diharapkan dapat mengurangi efek samping neuropati perifer tersebut.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Dokter akan menyesuaikan dosis Erabutol Plus dengan berat badan dan kondisi infeksi Anda, namun dosis yang biasa diberikan adalah 2-4 kaplet dalam sehari
  • Telanlah kaplet Erabutol Plus dengan bantuan sedikit air dalam kondisi utuh (jangan digerus, dikunyah atau dihancurkan)
  • Sebaiknya Erabutol Plus dikonsumsi sesudah makan

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Erabutol Plus:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap salah satu atau beberapa kandungan Erabutol Plus
  • Neuritis optik (peradangan pada saraf mata)
  • Gangguan fungsi hati

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Ethambutol termasuk ke dalam kategori B, yaitu obat yang cukup aman untuk digunakan oleh ibu hamil
  • Ethambutol diekskresikan (dikeluarkan) oleh tubuh melalui ASI, namun masih aman untuk digunakan oleh ibu menyusui
  • Isoniazid termasuk ke dalam kategori C, yaitu obat yang hanya boleh digunakan oleh ibu hamil jika manfaat yang diperoleh melebihi risiko efek samping yang mungkin timbul pada janin
  • Isoniazid diekskresikan (dikeluarkan) oleh tubuh melalui ASI, namun masih aman untuk digunakan oleh ibu menyusui

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin tibul stelah penggunaan Erabutol Plus:

  1. Hiperurisemia (kadar asam urat melebihi batas normal)
  2. Sakit perut
  3. Anoreksia
  4. Sakit kepala
  5. Mual dan muntah
  6. Neuritis optik
  7. Neuritis perifer
  8. Malaise
  9. Merasa pusing
  10. Penurunan fungsi hati

Tidak semua pasien akan mengalami efek samping di atas setelah menggunakan Erabutol Plus. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Erabutol Plus, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Erabutol Plus:

  1. Ethambutol memiliki efek samping meningkatkan kadar asam urat dalam darah sehingga penggunaannya dapat menurunkan efek allopurinol, febuxostat dan probenesid (obat yang digunakan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah)
  2. Antasida (alumunium hidroksida, magnesium karbonat, magnesium trisilikat) dapat meningkatkan efek ethambutol jika digunakan secara bersamaan
  3. Isoniazid dapat meningkatkan efek obat-obat berikut jika digunakan secara bersamaan: acalabrutinib, alfentanil, astemizole, axitinib, cisapride, cobimetinib, dihidroergotamin, eliglustat, ergotamin, eritromisin, fentanil, idelalisib, lovastatin, omeprazole, simvastatin, tamsulosin
  4. Isoniazid dapat menurunkan efek obat-obat berikut jika digunakan secara bersamaan: clopidogrel, itrakonazole, ketokonazole
  5. Isoniazid dapat meningkatkan toksisitas silostazol jika digunakan secara bersamaan
  6. Obat-obat berikut dapat menurunkan efek vitamin B6 dalam Erabutol Plus jika digunakan secara bersamaan: hidralazin, teofilin, tetrasiklin, fenelzin, tranilsipromin, eritropoietin
  7. Vitamin B6 dalam Erabutol Plus dapat menurunkan efek obat-obat berikut jika digunakan secara bersamaan: levodopa, fenitoin

Selalu konsultasikan mengenai obat apapun (sintetis maupun herbal) yang sedang atau akan Anda gunakan kepada dokter dan/atau apoteker untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Erabutol Plus tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda.

jika ternyata obat tersebut tidak bisa digunakan bersamaan dengan Erabutol Plus, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu antara pemberian Erabutol Plus dengan pemberian obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Erabutol Plus tanpa menggunakan resep dokter
  2. Jangan mengubah dosis Erabutol Plus yang sudah diresepkan dokter untuk Anda
  3. Jangan menghentikan penggunaan Erabutol Plus tanpa sepengetahuan dokter walaupun Anda sudah merasa sehat karena pengobatan TBC harus dilakukan sampai tuntas untuk menghindari terjadinya kekambuhan
  4. Jika Anda lupa mengkonsumsi Erabutol Plus segeralah minum tabletnya jika jadwal minum obat berikutnya belum terlalu dekat, namun jika jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, minumlah Erabutol Plus pada jadwal minum obat berikutnya dengan dosis normal (jangan menggandakan dosis Erabutol Plus untuk menggantikan dosis yang terlewat)
  5. Lakukan konsultasi ke dokter secara rutin selama Anda menggunakan Erabutol Plus agar perkembangan kondisi Anda bisa terpantau oleh dokter dan dokter bisa melakukan penyesuaian dosis jika perlu
  6. Sebelum mengkonsumsi Erabutol Plus atau obat apapun, selalu perhatikan kondisi obatnya, jika Anda melihat ada perubahan warna (misalnya terdapat bercak-bercak warna pada kaplet) atau terjadi perubahan bentuk kaplet, jangan gunakan obat tersebut dan segera tanyakan kepada apoteker mengenai apa yang harus Anda lakukan
  7. Selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa Erabutol Plus atau obat apapun yang akan Anda konsumsi, pastikan obat tersebut belum melewati tanggal kadaluwarsanya
  8. Simpanlah Erabutol Plus pada suhu kamar di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung, jauhkan dari jangkauan anak-anak

You may also like