Acetylcysteine – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Efek Samping

2921

Apa Itu Obat Acetylcysteine?

acetylcysteineAcetylcysteine atau nama lainnya N-acetylcysteine dan juga N-acetyl-L-cysteine(NAC) merupakan jenis obat yang mempunyai fungsi untuk mengencerkan dahak yang berada pada saluran pernafasan. Acetylcysteine pertama kali diizinkan oleh organisasi kesehatan dunia obat untuk dikonsumsi yaitu pada tahun 1968 hal ini dikarenakan acetylcysteine merupakan salah satu jenis obat yang dibutuhkan sebagai obat dalam kesehatan dasar.

Acetylcysteine merupakan obat yang mempunyai khasiat mengencerkan dahak yang menghalangi saluran pernafasan , Acetylcysteine biasa digunakan oleh orang-orang yang mempunyai berbagai kelainan ataupun gangguan pada paru-paru seperti bronkitis asmatis, gejala pneumonia, TBC atau tuberkulosis, cystic fibrosis, dan lain-lain. Dengan mengkonsumsi acetylcysteine maka dahak yang menempel pada saluran pernapasan akan mengencer dan mempermudah para penderita gangguan paru-paru lebih mudah untuk bernapas. Cara Menghilangkan Batuk berdahak juga harus sangat diperhatikan, agar cepat sembuh.

Penggunaan acetylcysteine tentunya harus disertai dengan resep dokter hal ini dikarenakan agar obat yang dianjurkan dokter akan sesuai dengan keadaan kesehatan pasien.  Hingga saat ini acetylcysteine tersedia dalam berbagai bentuk yaitu dalam bentuk generik maupun berbagai merek dagang seperti acetadote, parvolex, mucomyst dan fluimucil.

Acetylcysteine merupakan jenis obat yang tergolong pada agen mucolytic karena Acetylcysteine bekerja memecah asam mukopolisakarida yang bertujuan mengencerkan dahak selain itu bekerja mengurangi adhesi lendir yang berada pada dinding tenggorokan. Selain itu Acetylcysteine juga dapat berperan sebagai agen hepatoprotektid yang mempunyai fungsi  sebagai pengganti glutathione. Acetylcysteine termasuk jenis obat ekspektoran. Acetylcysteine dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan juga oleh anak-anak berusia diatas 6 tahun akan tetapi tetap harus disertai konsultasi dengan dokter maupun apoteker.

Kontraindikasi dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Obat Acetylcysteine

Acetylcysteine digunakan untuk pengobatan berbagai kondisi seperti halnya mengobati berbagai penderita penyakit saluran pernafasan seperti emfisema, bronkiektasis, eksaserbasi bronkitis kronis, asma bronkial, radang rinofaringeal dan berbagai penyakit saluran pernafasan yang terjadi penumpukan lendir. Selain itu acetylcysteine juga digunakan untuk indikasi kasus toksisitas yang terjadi karena overdosis atau keracunan paracetamol. Selain untuk berbagai gangguan pada sistem pernapasan acetylcysteine juga dapat digunakan untuk mengobati mata kering yang disebabkan karena produksi lendir yang tidak normal dan juga dapat mengobati komplikasi paru yang berhubungan dengan operasi.

Perlu diperhatikan kontraindikasi obat acetylcysteine yaitu :

  • Sangat tidak dianjurkan penderita jenis asma dan diabetes mengkonsumsi acetylcysteine
  • Obat ini jangan diberikan pada pasien yang memiliki riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap obat acetylcysteine
  • Untuk penderita gastritis maka konsumsilah acetylcysteine setelah makan
  • Sedangkan untuk penderita asma bronkial akut maka dapat mengonsumsi dalam bentuk aerosol
  • Selain itu untuk ibu hamil ataupun ibu menyusui jika akan mengonsumsi acetylcysteine harap konsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Menurut FDA Amerika menyatakan bahwa acetylcysteine masuk ke dalam kategori kehamilan B sehingga obat ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil
  • Sedangkan untuk anak-anak sesuaikan berdasarkan anjuran dokter atau konsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Hindari mengonsumsi acetylcysteine pada saat akan berkendara karena acetylcysteine mempunyai efek samping menyebabkan rasa kantuk sehingga jika akan mengemudi hindari karena akan sangat membahayakan. Jika terjadi reaksi alergi ataupun overdosis segeralah periksa diri kepada dokter Anda ataupun rumah sakit terdekat.

Prosedur Minum Obat Acetylcysteine

Prosedur minum setiap obat tentunya berbeda-beda, begitupun prosedur minum acetylcysteine pastinya akan berbeda pula dengan obat lainnya. Untuk itu kunci utama untuk mengetahui prosedur minum acetylcysteine yaitu dengan berkonsultasi pada dokter mengenai berapa banyak takaran obat yang dikonsumsi berdasarkan jenis penyakit, kondisi kesehatan dan juga berdasarkan usia pasien. Jika telah berkonsultasi dengan dokter maka ikutilah prosedur minum acetylcysteine sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.

Biasanya dosis untuk acetylcysteine bentuk kapsul untuk pasien dewasa yaitu 200 mg atau mengkonsumsi sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sehari. Akan tetapi perlu diingat tidak semua penderita mempunyai prosedur minum obat yang sama, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Berikut ini prosedur minum acetylcysteine yang benar :

  1. Konsumsilah acetylcysteine berdasarkan resep dokter atau sesuai dengan anjuran dokter dan pastikan untuk membaca keterangan yang berada pada setiap obat acetylcysteine
  2. Hindari mengonsumsi acetylcysteine secara bersamaan dengan obat antibiotik tetrasiklin, jika Anda telah atau akan mengkonsumsi obat antibiotik tetrasiklin maka berilah jeda sekitar 2 hingga 3 jam sebelum atau sesudah mengonsumsi antibiotik tetrasiklin tersebut.
  3. Hindari penggunaan acetylcysteine dengan disertai penggunaan pereda batuk, jika penggunaan acetylcysteine dibarengi dengan penggunaan pereda batuk maka yang terjadi bukanlah pengenceran dahak akan tetapi penumpukan dahak sehingga akan menyebabkan munculnya pertumbuhan bakteri pada saluran pernapasan.
  4. Pastikan untuk mengonsumsi acetylcysteine dalam waktu yang sama setiap hari hal ini bertujuan agar memaksimalkan khasiat dari acetylcysteine. Misalnya jika Anda mengonsumsi acetylcysteine pada pukul 7 maka esok harinya usahakan untuk mengonsumsi acetylcysteine di waktu yang sama yaitu pukul 7.
  5. Tak sedikit pula pasien yang lupa ketika mengonsumsi acetylcysteine, jika Anda lupa mengonsumsi acetylcysteine maka segeralah mengonsumsi acetylcysteine akan tetapi konsumsilah ketika jarak waktu minum acetylcysteine tidak terlalu dekat. Jika jarak konsumsi selanjutnya terlalu dekat maka lewatkan saja waktu tersebut dan lakukan kembali seperti biasanya. Jangan sampai menggandakan dosis acetylcysteine pada jadwal selanjutnya karena hal tersebut dapat memicu terjadinya overdosis.

Dosis Minum Obat Acetylcysteine

Dosis yang digunakan untuk acetylcysteine pada umumnya berbeda-beda hal ini bergantung pada bentuk bat, penyakit yang diderita, usia pasien dan juga berdasarkan kondisi kesehatan pasien. Pada umumnya dosis yang digunakan untuk bentuk kapsul dan untuk orang dewasa yaitu sebanyak 200 mg dalam sehari atau sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sehari. Sedangkan dosis untuk anak berusia 1-2 bulan yaitu sebanyak 100 mg/hari, dosis untuk anak berusia 2-7 tahun yaitu sebanyak 200 mg/hari.

Akan tetapi tidak semua orang mempunyai dosis penggunaan acetylcysteine yang sama, untuk lebih jelasnya maka dapat konsultasikan kondisi kesehatan Anda terhadap dokter agar Anda mengetahui berapa dosis penggunaan acetylcysteine yang tepat untuk dikonsumsi oleh Anda. Berikut ini beberapa dosis penggunaan acetylcysteine untuk berbagai kondisi kesehatan diantaranya yaitu sebagai berikut.

  • Dalam bentuk oral (sebagai mucolytic)
    • Untuk orang dewasa dapat berupa granul atau tablet effervescent dan juga lozenges yaitu sebanyak 600 mg/ hari atau dapat dibagi menjadi ke dalam 3 dosis.
    • Sedangkan untuk anak berusia 1 bulan hingga 2 tahun yaitu sebanyak 100mg / hari dan untuk anak berusia 2 hingga 7 tahun yaitu sebanyak 200 mg/ hari.
  • Dalam bentuk oral untuk keadaan pasien keracunan paracetamol
    • Untuk orang dewasa yaitu sebanyak 5% dalam bentuk larutan yaitu 140 mg di awal dan dilanjut 70 mg setelah berdurasi 4 jam sejak mengonsumsi di awal.
  • Dosis untuk mata kering 
    • Untuk orang dewasa yaitu sebanyak 5% larutan atau sekitar 1 hingga 2 tetes sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari.
  • Dosis dalam bentuk inhalasi / nebulasi (sebagai mucolytic)
    • Untuk orang dewasa yaitu sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari atau sekitar 6 sampai 10 ml. Kemudian ditingkatkan menjadi 2 sampai 20 ml dalam rentang waktu 2 sampai 6 jam dosis tersebut untuk larutan 10%.
  • Dosis untuk menangani keracunan paracetamol dengan menggunakan infus
    • Untuk orang dewasa yaitu berikan sebanyak 150 mg dalam 200 ml pengencer dengan rentang waktu sekitar kurang lebih 60 menit. Setelah itu lanjutkan dengan memberikan 50 mg di dalam 500 ml pengencer pada rentang waktu 4 jam berikutnya. Kemudian berikan 100 mg pada 1 liter pengencer dengan rentang waktu sekitar 16 jam selanjutnya.
    • Sedangkan untuk dosis anak-anak yang mempunyai berat badan dibawah 20 kg yaitu dengan memberikan 150 mg pada 3 ml pengencer dengan waktu 60 menit setelah itu 50 mg dalam 7 ml pengencer dengan rentang waktu 4 jam dan terakhir berikan 100 mg dalam 14 ml pengencer dengan waktu sekitar 16 jam.
    • Dan dosis untuk anak-anak yang mempunyai berat badan diatas 40 kg maka dosis yang digunakan sama halnya dengan dosis orang dewasa.

Itulah berbagai dosis yang dapat digunakan dalam penggunaan acetylcysteina untuk berbagai kondisi kesehatan yang berbeda. Untuk lebih jelasnya mengenai dosis yang dapat digunakan dapat dikonsultasikan kepada dokter agar disesuaikan dengan kondisi kesehatan tubuh Anda.

Ciri – Ciri Obat Acetylcysteine

Obat acetylcysteina merupakan obat yang mempunyai khasiat mengencerkan dahak yang berada pada saluran pernapasan. Acetylcysteina merupakan jenis obat yang tersedia dalam berbagai bentuk yaitu dalam bentuk intravena, nebulasi atau inhalasi dan juga dalam bentuk oral seperti tablet. Acetylcysteina termasuk kedalam golongan ekspektoran dan dapat dikonsumsi oleh orang dewasa maupun anak-anak. Obat acetylcysteine termasuk ke dalam obat keras dan juga obat resep sehingga perlu rujukan dari dokter untuk penggunaannya.

Apa yang Terjadi Jika Overdosis ?

Penggunaan obat acetylcysteine yang berlebihan atau melebihi dosis yang ditentukan tentunya akan menyebabkan overdosis. Beberapa gejala yang dapat ditimbulkan dari terjadinya overdosis yang disebabkan acetylcysteine yaitu kesulitan bernapas bahkan hingga pingsan. Jika Anda melihat teman, keluarga atau kerabat mengalami overdosis yang disebabkan acetylcysteine maka segera hubungi rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat. Untuk memantau perkembangan kesehatan Anda yang disebabkan karena overdosis acetylcysteine maka lakukanlah tes laboratorium atau tes medis lainnya agar Anda dapat memantau kondisi kesehatan atau efek samping yang disebabkan oleh obat acetylcysteine tersebut.

Bagaimana Cara Penyimpanan Obat Acetylcysteine ? 

  1. Cara penyimpanan acetylcysteine yaitu dengan menyimpan pada suhu kamar atau jauhkan dari tempat yang akan terkena cahaya matahari langsung.
  2. Jika obat acetylcysteine dalam bentuk cairan maka Anda dapat menyimpannya di kulkas dan gunakan dalam waktu 96 jam atau 4 hari, jangan menyimpan terlalu lama pada kulkas.
  3. Jika terjadi perubahan warna menjadi berwarna ungu muda maka jangan khawatir hal tersebut normal dan tidak akan merusak cara kerja dari obat acetylcysteine.
  4. Hindari menyimpan obat acetylcysteine di kamar mandi dan juga jauhkan penyimpanan obat acetylcysteine dari jangkauan anak-anak maupun hewan peliharaan.
  5. Hindari membuang obat acetylcysteine ke toilet ataupun melalu saluran pembuangan air karena dapat menyebabkan pencemaran air. Jika telah kadaluarsa maka buanglah, konsultasikan terlebih dahulu kepada apoteker mengenai cara membuang obat yang aman agar tidak mencemari lingkungan.

Efek Samping Obat Acetylcysteine

Sama halnya seperti obat lainnya obat acetylcysteine mempunyai efek samping bagi penggunanya. Berbagai efek samping mungkin muncul pada pasien yang mengonsumsi acetylcysteine. Efek samping yang ditimbulkan akan berbeda-beda bergantung dengan respon tubuh dari pasien. Beberapa kemungkinan yang terjadi dari efek samping penggunaan acetylcysteine diantaranya yaitu sebagai berikut.

  1. Efek samping ringan , efek samping ringan yang disebabkan obat acetylcysteine diantaranya yaitu mual, muntah dan berbagai gangguan pencernaan lainnya.
  2. Efek samping serius yang disebabkan karena acetylcysteine diantaranya yaitu angiodema, ruam, bronkospasme, hipotensi, kulit kemerahan, dispnea, sinkop, berkeringat, penglihatan kabur, kejang, dan demam. Akan tetapi keadaan tersebut jarang terjadi hanya terjadi pada beberapa orang.
  3. Efek samping yang terjadi akibat penggunaan untuk mata kering yaitu terasa gatal, mata memerah dan bahkan iritasi pada mata.
  4. Efek samping yang terjadi akibat penggunaan inhalasi yaitu terjadinya stomatitis, hemoptitis dan rhinorrhoea.

Itulah beberapa efek samping yang disebabkan akibat penggunaan acetylcysteine. Efek samping yang dirasakan oleh setiap orang berbeda-beda bergantung respon tubuh pengkonsumsi obat acetylcysteine yarindo. Untuk menghindari terjadinya efek samping maupun overdosis dari penggunaan acetylcysteine maka konsultasikan terlebih dahulu ketika akan menggunakan obat acetylcysteine. Selain itu konsumsilah acetylcysteine sesuai dengan anjuran dari dokter.

Dalam memilih obat hendaklah memilih obat yang memberikan banyak manfaat dan terdapat sedikit resiko efek samping yang ditimbulkan. Oleh karena itu hendaklah menggunakan obat sesuai dengan anjuran dokter janganlah mengonsumsi secara berlebihan ataupun kurang dari dosis yang ditentukan. Sekian pembahasan mengenai apa itu obat acetylcysteine, prosedur minum acetylcysteine, kontraindikasi dari obat acetylcysteine, dosis dari obat acetylcysteine, ciri-ciri acetylcysteine dan juga efek samping yang disebabkan acetylcysteine. Semoga artikel ini bermanfaat, sukses dan salam sehat!