Home MakananBuah Berbahaya 7 Efek Samping Buah Nangka Bagi Kesehatan

7 Efek Samping Buah Nangka Bagi Kesehatan

by Roro Dyiah

Buah nangka memiliki beberapa kandungan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sehingga buah nangka diyakini baik dalam menjaga kesehatan. Buah satu ini sangat multifungi, selain bisa dikonsumsi saat buahnya matang juga bisa dimasak sebagai sayur saat buahnya masih muda. Tidak hanya itu, beberapa masyarakat juga banyak yang mengkonsimsi buah nangka sebagai camilan yaitu dengan merebus atau menggorengnya. Selain mengeluarkan wangi yang khas, konsumsi buah nangka ini juga memberi manfaat kesehatan, diantaranya sebagai sumber kalori yang berasal dari kandungan gula sederhana dalam buang nangka seperti fruktosa dan glukosa, mengandung berbagai vitamin (A, B, dan C) dan mineral (magnesium, fosfor, kalium, kalsium, dan seng) yang baik untuk kesehatan, kaya akan serat, sebagai anti-oksidan, membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah. Sedangkan biji buah nangka memiliki manfaat mengatasi ganguan pencernaan, menyehatkan rambut, tinggi protein, mencegah kerusakan rambut, melawan keriput, mendapatkan kulit mulus, dan lain-lain. (baca juga: khasiat buah erbis)

Di balik limpahan kandungannya yang baik bagi tubuh, nangka juga memiliki beberapa kandungan berbahaya bagi tubuh. Jika dikonsumsi dalam takaran yang normal, kandungan berbahaya tersebut tidak akan terlalu berperan tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan maka sudah pasti akan membahayakan kesehatan tubuh. Adanya kandungan yang berbahaya ini membuat nangka tidak boleh dikonsumsi oleh semua orang terutama orang dengan beberapa jenis penyakit. Berikut ini beberapa efek samping buah nangka yang pernah dirasakan oleh beberapa orang:

1. Konsumsi buah nangka bagi orang yang memiliki penyakit maag kronis akan berefek samping yaitu membuat penyakit ini akan kembali kambuh

Oleh karena itu, bagi penderita bahaya maag kronis di larang mengkonsumsi buah nangka.

2. Dapat menyebabkan beberapa reaksi alergi

Dalam beberpa kasus, buah nangka dapat menyebabkan alergi. Oleh karena itu, jika Anda memang orang yang alergi dalam mengkonsumsi buah nangka sebaiknya hindari. (baca juga: cara menghilangkan alergi)

3. Akan meningkatkan koagulasi pada pada orang yang menderita kelainan darah

Koagulasi merupakan proses penggumpalan cairan atau larutan secara keseluruhan ataupun sebagian sehingga membentuk gumpalan-gumpalan baik lunak maupun keras seperti gel. Contohnya adalah menggumpalnya darah saat akan mengalir ke luar tubuh. Oleh karena itu jika Anda penderita gangguan darah lebih baik hindari mengkonsumsi buah nangka karena akan memperburuk kondisi Anda. (baca juga: proses pembekuan darah manusia)

4. Mengubah tingkat toleransi glukosa pada penderita diabetes

Penderita gejala diabetes dilarang mengkonsumsi buah nangka karena dapat meningkatkan tingkat glukosa dalam darah. (baca juga: makanan penyebab diabetes)

5. Dapat menyebabkan feses menjadi tidak normal

Jika Anda mengkonsumsi buah nangka secara berlebihan, kandungan seratnya yang tinggi dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan kondisi feses tidak normal. (baca juga: makanan yang mengandung serat tinggi)

6. Membuat perut menjadi kembung dan bergas

Jika Anda mengkonsumsi buah nangka berlebihan maka akan menimbulkan gangguan pada perut seperti kembung, diare dan rasa ingin buang gas terus-menerus. (baca juga: makanan yang mengandung gas tinggi)

7. Meningkatkan suhu janin dan kontraksi dini

Buah nangka memiliki manfaat dan khasiat yang melimpah bila dikonsumsi oleh ibu hamil, tetapi hal ini jika konsumsinya masih dalam takaran yang normal. Apabila konsumsi berlebihan maka dapat meningkatkan suhu janin dalam kandungan serta kontraksi lebih awal yang dapat berdampak bayi lahir prematur dan bahkan keguguran. (baca juga: bahaya suami perokok bagi istri)

Buah nangka akan tetap memberikan manfaat bagi ibu hamil jika konsumsinya tidak berlebihan, jika berlebihan maka akan menimbulkan masalah baru. Beberapa manfaat buah nangka dengan takaran konsumsi yang normal untuk ibu hamil, yaitu membantu mengontrol dan mangatur hormon, meningkatkan kekebalan tubuh ibu dan janin, mengontrol tingkat stres saat kehamilan, menurunkan tekanan darah selama kehamilan, dan lain-lain.

You may also like