Home Featured Gadis 8 Tahun Lumpuh Karena Hukuman Push-Up, Ini 6 Penyebab Cedera pada Saat Olahraga

Gadis 8 Tahun Lumpuh Karena Hukuman Push-Up, Ini 6 Penyebab Cedera pada Saat Olahraga

by Erlita

Push up memang bagi para orang dewasa yang ingin membentuk otot lengan, perut dan kaki sangat efektif apalagi jika dilakukan berulang setiap harinya. Namun ketika push up dijadikan sebagai hukuman bagi seorang anak berusia 8 tahun, efeknya bisa mencelakakan dan merusak masa depannya. Seperti kasus seorang anak perempuan dari China yang justru menderita cedera tulang belakang di tahun 2016.

Selang tiga tahun dari kondisinya tersebut usai dipaksa melakukan push up di kelas, belum ada kemajuan dan tanda-tanda membaik. Inilah yang pada akhirnya menjadi alasan bagi orangtua sang anak usia 8 tahun tersebut untuk menuntut sekolah yang telah mencelakai puterinya.

Berawal dari salah membaca teks, gadis kecil tersebut kemudian dihukum untuk push up melansir dari World of Buzz. Hampir selesai melakukan 8 kali push up, teman-temannya protes karena itu belum cukup sehingga ia melakukan 2 kali lagi. Saat menambah gerakan itulah, bagian bawah punggungnya mulai terasa sakit dan sulit untuk bangun.

Karena tak dapat bangun, ia segera dibawa ke rumah sakit dan dokter mendiagnosanya cedera saraf tulang belakang sehingga tubuh bagian bawah anak ini mengalami kelumpuhan. Sayangnya karena kekurangan biaya, perawatan anak ini tak dapat dilanjutkan sehingga kondisinya terus memburuk. Kakinya menyusut parah, tulang rusuk mengalami deformasi, dan ia juga menderita skoliosis.

Penting bagi kita untuk tahu apa saja faktor penyebab cedera pada saat olahraga yang kemungkinan bisa saja ringan, namun juga dapat fatal seperti yang dialami bocah perempuan tadi.

  1. Tidak Pemanasan

Bahaya olahraga tanpa pemanasan cukup hebat dan oleh sebab itu, siapapun mulai dari anak-anak hingga lansia perlu melakukan pemanasan sebelum masuk ke gerakan inti olahraga. Melewatkan peregangan bisa membuat otot kaget ketika langsung melakukan olahraga berat, terlebih jika orang tersebut tidak pernah olahraga. Inilah yang dapat memicu cedera serius pada otot, sendi maupun saraf.

  1. Pemanasan tapi Salah

Sudah pemanasan kok, tapi kenapa masih cedera juga? Mungkin pemanasannya lah yang salah. Peregangan statis atau peregangan hanya pada satu bagian tubuh lalu ditahan dengan posisi tertentu justru meningkatkan risiko cedera. Tak hanya itu, jenis pemanasan ini malah mampu membuat performa olahraga juga jadi berkurang.

Supaya tidak mengalami cedera, pastikan agar peregangan difokuskan kepada bagian tubuh yang memang kiranya akan kita gunakan secara terus-menerus. Otot-otot yang akan kita gunakan pada waktu olahraga akan jadi lebih siap, contohnya saja peregangan pada lengan ketika hendak angkat beban, dan peregangan pada kaki saat hendak lari.

  1. Tidak Istirahat Cukup

Cedera bisa saja terjadi ketika olahraga berlebihan namun tak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup. Usai olahraga, fisik kita memerlukan waktu pemulihan maksimal, jadi sebaiknya tidak menyambung olahraga di gym atau olahraga lari berkilo-kilometer dengan pekerjaan rumah yang tiada akhir. Luweskan otot dan sendi dengan menggunakan kompres dingin ataupun hangat agar pulih sempurna.

  1. Teknik Salah

Teknik, posisi dan gerakan yang salah dapat meningkatkan risiko cedera dari ringan hingga parah. Kesalahan dapat terjadi ketika kita hanya meniru atau mengingat-ingat apa yang pernah kita lihat tanpa benar-benar mencontoh teknik/gerakan/posisi latihan secara detil. Kesalahan ini memang cukup umum, namun pastikan untuk tidak melakukan kesalahan ini.

  1. Repetisi Berlebihan

Seperti kasus anak perempuan dengan cedera tulang belakang tadi, ia menuruti apa kata teman-temannya untuk menambah pengulangan push up. Walau menambah hanya 2 kali lagi, tak terbiasa berolahraga maupun tanpa pemanasan yang cukup hal ini bisa dibilang berlebihan untuk anak usia tersebut.

Orang dewasa pun ketika melakukan aktivitas secara berulang dengan keterlibatan sendi serta otot yang sama setiap kali olahraga justru meningkatkan potensi terkena cedera berulang. Beri waktu bagi otot dan sendi yang paling sering kita gunakan untuk istirahat dengan mengganti jenis olahraga dan berganti-gantian mencoba olahraga lainnya.

  1. Olahraga Terlalu Keras

Tak hanya repetisi berlebihan, olahraga terlalu keras sehingga harus setiap waktu dilakukan juga tidak baik dan malah memperbesar potensi cedera. Olahraga terlalu keras bukannya akan membawa manfaat bagi tubuh tapi justru mencederainya lho. Olahragalah secara cukup dan istirahatlah dengan cukup juga supaya sendi, otot dan saraf terjaga kesehatannya.

Itulah beberapa penyebab cedera pada saat olahraga yang perlu dihindari. Kasus anak perempuan ini memang tidak dapat dihindarkan karena kita tak pernah tahu bahwa hukuman push up yang dianggap biasa rupanya justru mencelakai fisik gadis ini. Memberi hukuman tanpa mencontohkan gerakan yang benar pada si anak bisa berakibat fatal bagi kesehatan dan masa depannya.

Walau menerima bantuan biaya sebesar 60 ribu yuan dari pihak sekolah bersama departemen pemerintah, biaya perawatan anak ini sendiri sebenarnya lebih dari 200 ribu yuan. Dan karena sekolah dirasa tak bertanggung jawab, keluarga anak ini pun kemudian memilih penyelesaian masalah di pengadilan dan akan menghormati apapun keputusan yang pengadilan ambil.

You may also like