Hati-hati, 8 Metode Penurunan Berat Badan Ini Berpotensi Mengancam Kesehatan

155

Hati-hati, 8 Metode Penurunan Berat Badan Ini Berpotensi Mengancam KesehatanBermacam-macam program dan metode diet sebagai cara menurunkan berat badan hadir dan orang-orang dapat memilih mana metode yang sesuai dengan kemampuannya. Beberapa diantaranya bahkan menawarkan hasil penurunan berat badan yang instan dan ada pula yang berefek buruk bagi kesehatan. Jadi, apa saja sih metode diet yang bisa berbahaya untuk kesehatan?

  1. Terapi Air Putih

Diet air putih atau terapi air putih banyak dipraktekkan karena dianggap sebagai cara yang ampuh dalam menguruskan badan. Manfaatnya dikenal cukup banyak, mulai dari menekan nafsu makan, menjaga keseimbangan pH dalam tubuh, mengurangi lemak, hingga meningkatkan fungsi tubuh.

Tak ada yang salah dengan berbagai manfaat diet air putih tersebut karena memang beberapa orang berhasil turunkan berat badan dengan cara minum banyak air putih. Namun, hal ini dapat mengancam kesehatan ketika seseorang benar-benar ekstrem dalam melakukannya, khususnya hanya minum air putih berhari-hari tanpa memenuhi kebutuhan gizi sehingga terjadilah pembengkakan otak, keracunan air, hingga hiponatremia dan berakibat kematian.

  1. Suplemen dan Herbal

Ada pula pemakaian cara super instan dan simpel sebagai cara menguruskan berat badan, yakni mengonsumsi suplemen dan herbal khusus penurun berat badan. Cara diet seperti ini justru berefek samping negatif jauh lebih besar, apalagi jika digunakan berlebihan dan jangka panjang. Efek samping yang umumnya terjadi antara lain mual, gangguan tidur, kerusakan hati, sakit kepala, masalah lambung hingga berakibat kematian; apalagi jika Anda menggunakan suplemen/herbal diet bersama jenis obat lainnya.

  1. Fad Diet

Fad diet merupakan istilah untuk diet yang dilakukan secara ketat dengan anjuran untuk tidak mengonsumsi nutrisi tertentu selama diet. Meski berjangka pendek, jenis diet yang berfokus pada pengabaian asupan gizi serta penurunan jumlah kalori cukup buruk untuk kesehatan.

Ketika dilakukan dalam jangka panjang, maka ada risiko untuk kehilangan massa tulang serta otot hingga penyakit ginjal. Tak hanya itu, efek paling umum yang dapat terjadi adalah kembalinya berat badan seperti semula sebelum berdiet karena usai melakukan diet jenis ini, berat badan bisa langsung naik ketika pola makan seperti biasanya lagi.

  1. Detoks

Ada pula jenis atau metode diet turunkan berat badan dengan mendetoksifikasi tubuh menggunakan cairan khusus, makanan hingga jus tertentu. Saat toksin-toksin dalam tubuh dapat dikeluarkan, maka dampaknya adalah berat badan bisa ikut turun. Bukankah metode ini cukup terbilang berhasil dan aman karena mampu mengeluarkan racun dari dalam tubuh sehingga bagian dalam tubuh bersih secara alami?

Ya, tapi akan menjadi ancaman bagi kesehatan ketika produk detoks dan cara penggunaannya yang kurang tepat dan punya kandungan yang kurang baik; dan efek samping yang berisiko terjadi adalah seperti ketidakseimbangan elektrolit, kerusakan sel saraf pada dinding usus, diare, kram perut dan bahkan sampai pada kondisi depresi.

  1. Merokok

Ada beberapa orang yang meyakini bahwa menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan cara merokok. Ini karena mereka menganggap bahwa aktivitas merokok adalah penekan rasa lapar yang ampuh sehingga akan menghindarkan dari makan terlalu banyak. Meski bisa jadi pembakar 100 kalori per hari, namun apakah Anda ingin meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan kanker paru-paru?

  1. Melaparkan Diri

Ada pula metode diet dengan sengaja membuat diri sendiri lapar karena membatasi asupan kalori menjadi 500 atau bahkan di bawah itu setiap harinya. Hal ini menjadi berbahaya ketika dilakukan dalam jangka panjang karena mampu menurunkan tingkat metabolisme tubuh, kekurangan gizi, hingga memicu kehilangan massa tulang dan otot.

  1. Puasa

Ada jenis diet dengan berpuasa, seperti misalnya intermittent fasting di mana salah satu contoh serupa adalah OCD yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier. Diet puasa sendiri adalah metode yang tak membatasi pola makan Anda karena pada dasarnya pelaku diet boleh makan apa saja namun di jam tertentu.

Meski boleh makan apapun yang disukai, Anda harus berpuasa dulu di jam lainnya dan pada jam berpuasa, yang boleh dilakukan hanyalah minum air putih. Tujuannya adalah untuk pembentukan pola makan yang akan mengurangi kalori secara tak langsung tanpa membatasi menu makanan. Namun ketika dilakukan secara tidak tepat, maka dehidrasi, penyakit tifus, hingga gangguan kesehatan lainnya dapat menghampiri Anda.

  1. Operasi Bariatrik

Metode penurunan berat badan satu ini umumnya ditempuh oleh orang-orang yang sudah pada tahap obesitas berlebihan. Tindakan medis ini dilakukan dengan tujuan agar masuknya makanan ke lambung bisa dibatasi sehingga asupan kalori tak berlebihan. Namun efeknya pun cukup mengerikan dan wajib untuk diwaspadai, seperti potensi infeksi, perdarahan, hernia, pneumonia, gangguan lambung dan pencernaan, hingga kekurangan nutrisi.

Agar berat badan turun cepat, langkah-langkah tersebut paling banyak digunakan hingga saat ini. Memang tak selalu berbahaya, namun ketika dilakukan secara sembarangan atau dalam jangka panjang, sejumlah efek sampingnya pun tidak main-main. Maka dari itu, pilihlah metode diet yang sesuai dengan kemampuan serta kondisi fisik Anda serta lakukan secara tepat tanpa merusak keseimbangan gizi yang diperlukan tubuh.