Home Featured Shindong Super Junior Umumkan Rencana Diet, Kenali 11 Akibat Obesitas yang Berbahaya

Shindong Super Junior Umumkan Rencana Diet, Kenali 11 Akibat Obesitas yang Berbahaya

by Erlita

Shindong, salah satu personel boy band ternama Korea Selatan Super Junior belum lama mengumumkan rencananya untuk berdiet. Dalam program dietnya kali ini ia akan dibantu oleh perusahaan penyedia progran penurunan berat badan yang memang sudah dipercaya di kalangan selebritas. Perusahaan ini terpercaya dalam upayanya membantu para artis berdiet dengan program yang cukup ketat.

Berat badan Shindong kini diketahui mencapai 116 kg, lalu dalam rencana dietnya tersebut, ia menargetkan untuk bisa sampai di angka 75 kg dengan bantuan perusahaan tadi. Shindong memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan ini karena ia sudah cukup sering gagal mengendalikan berat badannya sehingga mudah kembali naik dan naik lagi.

Menurut pria yang lahir pada 28 September 1985 ini, tiap kali berat badannya berhasil turun, ia akan dengan gampang naik kembali seperti semula yang penyebabnya tak jauh-jauh dari kebiasaan makannya sendiri. Berbagai macam diet sudah ia coba lakukan namun karena terus kembali dan kembali lagi berat badannya, ia mulai khawatir terhadap kesehatan tubuhnya.

Penting untuk memerhatikan berat badan, sebab akibat obesitas bisa sangat berbahaya bagi tubuh. Selain komentar orang-orang yang negatif karena dirinya merupakan seorang selebriti, ada beberapa ancaman terhadap kesehatan Shindong yang kita juga sendiri perlu tahu dan waspadai, yaitu:

  1. Gangguan pada Sendi

Ketika tubuh obesitas, otomatis pinggul dan lutut jadi kurang dapat bekerja maksimal karena tekanan dan beban di bagian sendi. Jika tak segera menurunkan berat badan, sebagai risikonya operasi penggantian sendi perlu ditempuh meski bukan solusi yang benar dan justru malah berpotensi memicu kerusakan sendi lebih lanjut.

  1. Varises

Pelebaran vena terjadi sebagai akibat dari dinding pembuluh darah yang melemah disebut juga dengan kondisi varises. Varises nyatanya juga dapat dialami oleh orang-orang yang mengalami kegemukan dengan tanda berupa gumpalan pembuluh darah yang warnanya kebiruan atau keunguan.

  1. Hipertensi

Obesitas atau berat badan berlebih juga sangat dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Penting untuk rajin-rajin mengukur tekanan darah supaya mampu mengontrolnya sekaligus mengendalikan asupan makan yang kurang sehat sehingga berat badan walau belum bisa diturunkan setidaknya tidak bertambah lagi.

  1. Penyakit Jantung

Seseorang yang memiliki masalah obesitas punya risiko 10 kali lebih tinggi mengalami aterosklerosis atau pembuluh darah yang mengeras. Karena lemak menimbun terlalu banyak, penyakit arteri koroner juga jadi ancaman. Selain itu, ketika arteri menyempit maka aliran darah ke jantung terhambat sehingga nyeri dada bisa terjadi sampai dengan risiko serangan jantung.

  1. Sakit Punggung

Ketika punya masalah obesitas, tak jarang sakit punggung menjadi keluhan. Hal ini rentan terjadi pada orang-orang dengan kelebihan berat badan karena penumpukan lemak yang akhirnya membebani tulang belakang. Untuk mengatasi sakit di punggung ini, caranya adalah dengan menurunkan berat badan.

  1. Kenaikan Asam Lambung

Obesitas pun dapat berakibat pada kondisi kenaikan asam lambung karena lambung secara tak sengaja ditekan oleh lemak yang menumpuk. Ketika jenis gangguan pencernaan pada lambung ini terjadi, asam lambung dapat naik sampai ke kerongkongan di mana sebagai tanda-tandanya di bagian leher serta dada akan terasa sakit, tertekan hingga sensasi panas terbakar.

  1. Masalah Pernapasan

Kegemukan juga dapat mengakibatkan sulit bernapas sehingga rasanya akan terlalu sesak dan membuat nafas cenderung pendek-pendek. Penumpukan lemak inilah yang terletak pada leher serta dada memicu gangguan pernapasan, entah itu saat menghirup udara maupun mengembuskan nafas.

  1. Depresi

Depresi dapat dipicu pula oleh masalah kegemukan karena ketika seseorang merasa dirinya gemuk atau bahkan mendengar ejekan orang lain, stres pun lebih mudah dialami. Stres yang tadinya ringan lama-kelamaan dapat menjadi perasaan rendah diri yang berlebihan sehingga berkembang menjadi depresi.

  1. Diabetes

Akibat dari obesitas lainnya yang juga berbahaya dan mengancam jiwa adalah penyakit gula atau diabetes. Diabetes tipe 2 memang pada umumnya lebih berisiko diderita oleh orang dewasa, namun pada anak-anak yang obesitas pun bisa saja mengalami penyakit ini.

  1. Kanker

Jangan remehkan obesitas, sebab kegemukan pun mampu meningkatkan risiko kanker. Pada pria, risiko kanker prostat dan usus besar jauh lebih tinggi ketika mengalami kelebihan berat badan. Sementara pada wanita kegemukan, kanker rahim, kanker kantung empedu dan kanker payudara berisiko besar.

  1. Masalah Tidur

Tak hanya sekadar gangguan pernapasan biasa, henti nafas di kala tidur alias sleep apnea dapat pula menjadi akibat dari obesitas. Jenis gangguan tidur semacam ini mampu membuat penderita terjaga semalaman sehingga esok harinya justru mengantuk di saat sedang beraktivitas.

Itulah sederet akibat obesitas bagi kesehatan yang bisa cukup mengancam jiwa. Sebelum sampai di angka 116 kg, sebenarnya Shindong pernah berhasil membuat berat badannya turun sampai 93 kg lho. Itulah kenapa, dengan bantuan perusahaan tadi, baginya ini kesempatan terakhir untuk menurunkan berat badan tapi secara lebih sehat. Terlepas dari niat dietnya, para penggemar hanya berharap ia sehat dan bahagia tanpa memedulikan penampilan dan berat badan.

You may also like