Saat Kekurangan Vitamin B, Ini 5 Efeknya Bagi Kesehatan Mata

Vitamin B kompleks adalah salah satu jenis vitamin yang jangan sampai dilewatkan oleh tubuh kita. Vitamin ini memiliki peran penting dalam mendukung agar tubuh bisa berfungsi dan berkembang dengan lebih sempurna. Pemenuhan vitamin B kompleks yang tepat mampu memberikan beberapa manfaat, seperti:

  • Menurunkan kadar kolesterol yang tinggi
  • Menurunkan risiko penuaan dini
  • Meningkatkan fungsi otak
  • Meningkatkan proses metabolisme
  • Menambah energi

Namun ketika tubuh mengalami kekurangan vitamin B kompleks, maka hal ini bisa berpengaruh pada kesehatan mata lho dilansir dari laman Live Strong. Ada beberapa kondisi gangguan pada mata yang bisa terjadi di mana walaupun dianggap sepele, jangan abaikan dan segera penuhi kebutuhan vitamin B kompleks.

1. Iritasi Mata

Tubuh yang kekurangan vitamin B kompleks, khususnya vitamin B2 atau riboflavin lebih rentan mengalami iritasi mata. Beberapa ciri atau tanda bahwa mata sedang kena iritasi antara lain adalah mata kemerahan, mata berair, mata gatal entah itu saat siang maupun malam, penglihatan kabur, dan mata juga terasa nyeri atau sakit.

2. Mata Lelah

Mata lelah tak hanya bisa terjadi karena kita kebanyakan menggunakan gadget lho. Kekurangan vitamin B kompleks apalagi riboflavin pun mampu menjadi penyebabnya. Tanda-tanda kalau mata sedang lelah dan membutuhkan lebih banyak istirahat serta asupan vitamin B antara lain adalah mata kering atau justru terus-menerus berair, mata sulit fokus, mata perih, sensitivitas mata terhadap cahaya menngkat, penglihatan ganda atau blur, serta ditambah leher, punggung maupun pundak terasa nyeri.

3. Sensitif Terhadap Cahaya

Mata yang lebih gampang silau saat terkena atau melihat cahaya juga bisa dikaitkan dengan kekurangan vitamin B kompleks, khususnya vitamin B2 yang juga diikuti oleh pembengkakan lidah, mulut nyeri dan gangguan pencernaan. Hal ini terkadang terjadi sendiri namun juga kadang disertai rasa gatal dan perih seperti iritasi.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin B2, produk olahan susu, telur, hati ayam dan sapi, daging ayam dan bebek, ikan, kismis, alpukat, ubi jalar dan kacang-kacangan seperti almond perlu dikonsumsi. Vitamin B2 dalam bentuk suplemen pun sah-sah saja, namun pastikan sudah lebih dulu mengonsultasikannya ke dokter.

4. Nystagmus

Satu lagi kondisi gangguan pada mata yang bisa diakibatkan oleh defisiensi vitamin B1 atau thiamin, yaitu mata bergerak secara tak terkendali, bisa saja kondisi memutar sendiri, gerakan ke kanan dan kekiri, serta naik dan turun. Gangguan pergerakan mata yang lain juga bisa saja terjadi ketika tubuh tak mendapat cukup vitamin B12.

Mengonsumsi jeruk, kentang, kembang kol, gandum utuh, nasi, kacang lentil, kacang kedelai, telur dan daging-dagingan termasuk cara memenuhi kebutuhan vitamin B1. Ada pula bentuk suplemen yang juga dapat dikonsumsi asal sudah melalui konsultasi dengan dokter supaya terjamin aman.

5. Daya Lihat Berkurang dan Hilang

Daya penglihatan yang menurun dan bahkan hilang adalah salah satu efek dari kekurangan vitamin B12. Risiko kekurangan vitamin B12 lebih tinggi terjadi pada orang-orang vegetarian atau vegan karena vitamin ini umumnya ditemukan pada produk hewani.

Bagi yang merasa tubuhnya tak mendapat cukup vitamin B12, penting untuk mulai mengonsumsi makanan-makanan seperti kerang, daging ayam, telur, susu, daging sapi, ikan (salmon, sarden, atau tuna), kepiting dan yogurt. Selain makanan-makanan ini, vitamin B12 dalam bentuk suplemen bisa juga dikonsumsi asal sudah berkonsultasi dengan dokter lebih dulu ya.

Bila ada kecurigaan bahwa masalah pada mata yang dialami ada hubungannya dengan defisiensi vitamin B, hubungi dokter dan berkonsultasilah. Hindari konsumsi suplemen vitamin tanpa menanyakannya lebih dulu kepada dokter ya.