Penularan Sakit Mata Bukan Karena Kontak Mata, Benar Tidak? Ini Penjelasannya

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Banyak orang mengira dan benar-benar meyakini bahwa ketika seseorang mengalami sakit mata, maka kondisi sakit mata menular melalui pandangan dapat alias hanya melalui kontak mata. Namun, beberapa orang juga percaya bahwa penularan sakit mata bukan karena kontak mata, jadi benarkah juga demikian dan kontak mata tak berpengaruh sama sekali?

Benarkah Sakit Mata Menular Bukan Karena Kontak Mata?

Penyakit pada mata yang biasa dikenal dengan istilah konjungtivitis merupakan radang yang terjadi di bagian mata paling luar di mana hal ini bisa disebabkan oleh paparan bahan kimia tertentu sehingga dapat teracuni, alergi, atau infeksi karena bakteri maupun virus. Jika penyakit mata disebabkan oleh infeksi, maka penularannya bisa lebih mudah dan cepat.

Hanya saja, penularan sakit mata benar-benar bukanlah melalui kontak atau tatapan mata, sebab cairan mata yang sudah terkontaminasi kumanlah yang menjadi media penularannya. Saat penderita sakit mata mengucek mata dan memegang benda tertentu, lalu orang lain memegang benda yang sama, maka kuman bisa berpindah secara mudah.

Orang lain yang sudah telanjur memegang benda yang sama di mana sebelumnya sudah terkontaminasi oleh penderita sakit mata juga ikut mengucek mata, kuman langsung menyerang matanya, khususnya bila sebelum mengucek mata tidak cuci tangan lebih dulu. Kuman berpindah dengan aktivitas tersebut dan pada akhirnya orang lain pun bisa terkena konjungtivitis dengan sejumlah gejala termasuk gejala sakit mata merah dan lainnya seperti:

  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya dan gampang silau.
  • Kelopak mata mengalami pembengkakan ringan.
  • Mata terasa gatal.
  • Mata terasa perih.
  • Mata terasa mengganjal.
  • Mata berair.
  • Mata memerah.

Namun, memang benar bahwa konjungtivitas adalah salah satu jenis penyakit menular yang sangat mudah tersebar karena memang virusnya berpotensi tinggi beterbangan di udara. Itulah juga yang menjadi alasan penting bagi penderita sakit mata supaya menghindari melakukan kegiatan di luar rumah.

Pencegahan Penularan Sakit Mata

Karena penularan sakit mata sangatlah rentan, tentu ada beberapa langkah yang bisa coba Anda lakukan sebagai pencegahan. Hal-hal inilah yang perlu dilakukan supaya sakit mata bisa dihindari:

  • Tidak pinjam-meminjam atau berbagi penggunaan barang-barang pribadi, seperti kacamata, handuk, kosmetik untuk mata, sapu tangan, hingga lensa kontak dan benda lain yang mudah terkena cairan mata.
  • Tidak menyentuh, mengucek atau menggosok mata dari bepergian dan bahkan memegang benda yang menjadi milik teman atau anggota keluarga yang sedang menderita sakit mata.
  • Selalu mencuci tangan sebelum boleh menyentuh mata maupun benda-benda di sekitar Anda.
  • Selalu siap dan sedia menggunakan cairan pembersih tangan dengan kandungan alkohol hingga 60%.
  • Menjaga kebersihan lensa kontak ataupun kacamata yang sedang digunakan.
  • Mengenakan kacamata saat memang hendak bepergian ke tempat-tempat dengan risiko penularan penyakit mata yang tinggi. Penting juga mengenakan kacamata hitam sewaktu berkendara dengan sepeda motor supaya tak teriritasi oleh paparan angin dan debu.
  • Sebelum Anda pergi ke dokter atau sebelum dokter menentukan apakah penyakit mata yang sedang Anda alami dan memberikan pertolongan, hindarilah penggunaan obat mandiri sekalipun itu alami, tradisional atau herbal. Hati-hati terhadap penggunaan obat yang terbuat dari daun-daunan herbal karena justru bisa mengakibatkan mata terkena infeksi jamur.

Jadi, penularan sakit mata bukan karena kontak mata itu benar atau tidak? Ya benar, penularan sakit mata memang tak dipengaruhi oleh tatapan mata, melainkan dari cairan mata atau dari kuman-kuman yang tersebar di udara bercampur debu sehingga mudah masuk ke mata. Ketahui cara mencuci tangan yang benar dan steril jika berinteraksi dengan seseorang yang memiliki infeksi mata sebagai bagian dari cara menjaga kesehatan mata yang benar, dan tak lupa segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan tepat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn