12 Penyebab Lordosis Paling Umum

Lordosis merupakan sebuah kondisi yang berhubungan dengan kesehatan tulang di mana kelainan ini terjadi di bagian tulang belakang yang menjadi penyebab punggung pada penderita kelihatan begitu melengkung. Bahkan lekukan masuk ke area pinggang sehingga memang kurang terlihat seperti normalnya. Gangguan seperti ini akan membuat tulang seolah tertarik ke bagian depan.

Lordosis ini kerap timbul pada masa kecil seseorang yang penyebabnya sendiri tidaklah begitu diketahui. Hal semacam ini kemudian disebut juga dengan benign juvenil lordosis, tapi bukan lantas berarti lordosis hanya terjadi pada anak-anak saja. Lordosis adalah sebuah kondisi kesehatan atau kelainan tulang yang mampu memengaruhi orang dari segala usia.

Pada umumnya, penderita dari kondisi lordosis ini akan merasa sakit di area kaki dan punggung di mana terkadang juga disertai pula dengan adanya perubahan di dalam kantung kemih dan usus. Untuk dapat mengatasi masalah ini, Anda perlu mengenali penyebab lordosis. Di bawah ini adalah sekilas info tentang penyebab lordosis yang bisa Anda simak.

(Baca juga: penyebab sakit tulang belakang – patah tulang)

1. Faktor Jenis Kelamin

Lordosis diketahui lebih sering dialami oleh wanita ketimbang pria. Malah lordosis ini lebih sering terjadi pada ibu-ibu hamil. Sudah bisa ditebak mengapa bisa demikian, tentunya karena sewaktu hamil, tubuh wanita biasanya memroduksi hormon relaksin lebih banyak supaya otot serta sendi area pinggul dapat teregangkan.

Tulang punggung pun menjadi cenderung melengkung lebih ke arah depan karena ada beban dari janin. Para wanita sebaiknya memang harus selalu waspada, meski nantinya tubuh akan kembali seperti semula setelah melahirkan, ada kemungkinan lordosis juga menjadi berkepanjangan. Memenuhi kebutuhan nutrisi tulang dan otot sangatlah penting pada masa kehamilan, jadi konsumsilah selalu makanan-makanan yang baik dan sehat.

2. Kegemukan

Efek dari obesitas bagi kesehatan tubuh sangatlah besar, tak hanya bagi organ jantung saja. Anda bisa mulai mencari tips diet sehat untuk diikuti dengan baik agar pola makan dan pola hidup berubah lebih sehat. Tubuh yang terlalu gemuk akan cukup merugikan tubuh, salah satunya menjadi peningkat risiko lordosis.

Tentu saja seseorang dengan berat badan yang terlalu berlebihan mampu berdampak negatif pada postur tubuh. Justru malah obesitas ini merupakan penyebab lordosis yang paling beralasan dan bisa saja terjadi pada orang-orang dengan masalah obesitas. Mungkin Anda kini tak merasakan apa-apa pada kesehatan tubuh, namun cegahlah dengan berdiet seimbang.

(Baca juga: tanda-tanda tbc tulang belakang)

3. Posisi Duduk

Salah satu faktor yang bisa memicu lordosis adalah posisi duduk yang kurang tepat. Kebanyakan orang tua akan menyuruh anaknya untuk duduk secara tegak dan dalam posisi tegap di mana rata-rata anak akan cenderung membungkuk karena lebih nyaman. Namun, terlalu tegak justru bisa menjadikan tulang belakang terjadi kesalahan.

Terlalu tegak sampai bagian tulang punggung bawah masuk ke dalam adalah suatu posisi duduk yang salah. Ini otomatis menjadi faktor yang menyebabkan lordosis terjadi pada sebagian anak. Hati-hati dengan postur ketika duduk karena malah bisa menjadikan tulang punggung mengalami salah satu dari 3 kelainan tulang belakang.

4. Faktor Bawaan

Penyakit atau kondisi lordosis pada tubuh bisa juga disebabkan oleh faktor bawaan dari lahir. Kondisi tubuh seseorang dari semasa kecil bisa terus berlanjut hingga sang anak bertumbuh dewasa. Bawaan ini biasanya terjadi di bagian tulang belakang yang bila diteruskan dengan postur tubuh yang kurang baik, maka kondisi menjadi lebih buruk.

Bila keadaan tulang belakang atau tulang punggung sudah bermasalah sejak kecil, maka hal ini perlu dibenarkan dengan selalu memiliki postur tubuh yang benar. Anda bisa mencoba duduk secara tegak namun tidak berlebihan dan menjauhi posisi-posisi yang memperburuk kondisi dari tulang belakang Anda. Duduk sembarangan biasanya adalah sebuah kebiasaan, namun Anda bisa mengubahnya.

(Baca juga: bahaya retak tulang belakang)

5. Alas Kaki

Ternyata selama ini jenis alas kaki bisa memengaruhi keadaan tulang kita, terutama tulang punggung. Lordosis adalah sebuah kondisi penyakit tulang yang rupanya dapat disebabkan oleh alas kaki tertentu. Para wanita yang lebih suka memakai alas kaki seperti sepatu atau sandal berhak tinggi memiliki risiko lebih besar mengidap lordosis.

Potensi seorang wanita terkena lordosis jauh lebih tinggi ketika terlalu kerap memakai high heels. Ini karena jenis alas kaki tersebut akan memicu pusat gravitasi tubuh menjadi pindah ke arah depan. Secara otomatis, efek yang bakal terjadi pada tubuh adalah kelengkungan yang meningkat di bagian tulang belakang.

6. Gangguan Kifosis

Kifosis sendiri adalah sebuah penyakit kelainan yang terjadi di bagian tulang belakang yang menjadikan tubuh melengkung ke arah depan. Pada kondisi kifosis ini, tubuh penderita bakal melengkung ke arah depan hingga melebihi batas normal dan tampak membungkuk. Rupanya faktor kifosis ini juga dapat menjadi hal yang meningkatkan potensi lordosis.

Tulang punggung bagian bawah dengan adanya gangguan kifosis ini bakal menjadikannya lebih rapuh. Serangan penyakit lordosis dapat terjadi disebabkan oleh kerapuhan ini sehingga membuat penderita kesulitan saat berjalan. Kondisi tubuh tak memungkinkan untuk seimbang dan nyaman dengan keadaan ini sehingga sebaiknya ke dokter ahli tulang untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(Baca juga: gejala tbc tulang)

7. Gangguan Tulang Belakang

Penyakit lordosis akan dengan mudah menjangkiti seseorang yang mengalami gangguan di bagian tulang belakang. Tulang punggung yang sebelumnya sudah bermasalah dan tak segera ditangani maka kemungkinan akan menjadikan lordosis mudah menghampiri. Selain itu, masalah yang terjadi di tulang punggung akan meningkatkan kerapuhannya juga.

Ketika tulang punggung bermasalah, maka otomatis tulang punggung sudah terlalu rapuh untuk mengangkat apalagi menahan benda-benda yang berat. Hati-hatilah dengan kondisi ini dan bila memang kondisi tulang punggung tak memungkinkan untuk mendapatkan beban, jangan lakukan hal-hal yang ekstrem. Jauhilah aktivitas mengangkat beban menggunakan tulang punggung agar tak bermasalah dengan lordosis.

8. Osteoporosis

Penyebab kelainan tulang belakang lainnya yang sebaiknya diwaspadai adalah osteoporosis. Kondisi ini biasanya terjadi pada kebanyakan lansia alias orang-orang yang rata-rata sudah menginjak usia 50 tahun ke atas. Kurangnya asupan kalsium menjadi pemicu utama dari masalah osteporosis dan kondisi ini pun rupanya ada kaitan erat dengan lordosis.

Lordosis akibat osteoporosis lebih sering terjadi pada orang-orang yang sudah menginjak usia lanjut. Itulah mengapa sangat penting untuk memenuhi asupan nutrisi dengan baik semasa muda dengan mengonsumsi makanan-makanan bervitamin dan mineral tinggi. Tulang punggung akan sangat rapuh dan terlalu rawan juga untuk terserang lordosis apabila sudah terjadi pengeroposan tulang.

(Baca juga: kelainan tulang akibat posisi duduk yang salah)

9. Diskitis

Bagi yang belum terlalu tahu, diskitis ini adalah sebuah kondisi inflamasi atau pembengkakan serta iritasi yang terjadi di antara tulang belakang. Diskitis ini merupakan kondisi yang lebih banyak dialami oleh anak-anak mulai dari usia 10 tahun. Sebab utamanya bisa jadi adalah virus atau bakteri, atau adanya penyakit autoimun.

Rupanya kondisi diskitis ini dapat juga menjadi pemicu timbulnya kondisi lordosis sehingga Anda perlu mewaspadai diskitis. Ketika kondisi tak cepat membaik, pemberian steroid biasanya akan membantu walau infeksi memang harus diobati lebih dulu. Untuk pengobatan yang paling tepat, Anda bisa mencoba untuk memeriksakan ke dokter supaya pemeriksaan dapat dilakukan dan penanganan bisa ditentukan.

10. Berdiri Terlalu Lama

Posisi tubuh yang dipaksakan untuk terus dalam keadaan berdiri dalam waktu yang lama dan panjang juga berisiko menimbulkan lordosis. Lordosis menjadi bahayanya karena ketika berdiri dalam waktu lama, tubuh berpotensi mengalami pergeseran di bagian tulang belakang area pinggang. Tak hanya itu, lordosis juga dapat lebih nampak pada mereka yang otot bagian pinggang sangat lemah.

(Baca juga: penyebab kelainan tulang belakang)

11. Achondroplasia

Memang cukup kurang familiar istilah kondisi ini, namun achondroplasia bisa menjadi salah satu pemicu lordosis. Achondroplasia sendiri merupakan sebuah keadaan penyebab dwarfisme atau gangguan pertumbuhan tulang. Dwarfisme ini merupakan kondisi tubuh yang tak bisa bertumbuh alias tubuh kerdil.

Penderita achondroplasia ditandai dengan tungkai dan lengan yang pendek dan diketahui pula bahwa dari 80 persen kasus achondroplasia, penyebabnya adalah mutasi genetik spontan. Sedangkan untuk 20 persen kasus, achondroplasia ini dipicu oleh faktor genetik di mana memang adalah warisan dari orang tua. Bentuk dwarfisme ini ada kaitannya juga sebagai pemicu lordosis.

12. Spondylolisthesis

Satu lagi kondisi yang rupanya juga disebut-sebut sebagai penyebab lordosis, yakni spondylolisthesis. Keadaan ini merupakan kondisi di mana salah satu tulang belakang dapat keluar dari asal tempatnya menuju vertebra atau tulang belakang yang tepat ada di bagian bawahnya. Ada kalanya pada beberapa kasus, tulang bisa tergelincir secara berlebihan.

Terlalu banyak yang tergelincir maka bisa menekan saraf dan akhirnya menyebabkan rasa nyeri di area tersebut. Ini pun kemudian berpengaruh terhadap tulang punggung bawah dan menjadikan penderita dari spondylolisthesis berisiko mengalami lordosis. Anda perlu segera menangani spondylolisthesis ini agar bisa mencegah lordosis menjadi lebih berkembang.

(Baca juga: penyebab terjadinya lordosis, kifosis dan skoliosis – penyebab tubuh bungkuk)

Itulah sejumlah penyebab lordosis yang kiranya dapat menjadi pengetahuan serta kewaspadaan bersama. Dari anak-anak hingga lansia sangat berisiko memiliki penyakit ini, jadi jangan anggap enteng kesehatan tulang punggung. Dengan mengetahui info ini, kewaspadaan bisa lebih ditingkatkan dan Anda pun juga menjadi lebih bisa mencari cara untuk mencegah lordosis dengan tepat.