Orang Terkaya Sedunia Paling Tua Ini Punya Rahasia Agar Panjang Sabar

174

Orang Terkaya Sedunia Paling Tua Ini Punya Rahasia Agar Panjang SabarSeperti kita tahu, makin ke sini makin banyak orang yang mudah terpancing emosinya dan sulit mengendalikan diri. Berbeda dari orang-orang jaman now yang mudah tersulut api amarahnya bahkan hanya gara-gara hal sepele, lansia terkaya di dunia menurut Forbes, Chang Yun Chung yang berusia 100 tahun ini punya kesehatan jiwa yang baik karena panjang sabar.

Chang Yun Chung ditempatkan oleh Forbes menjadi salha satu orang paling tua yang juga paling kaya di dunia sebagai pendiri PIL (Pacific International Lines). Bayangkan saja, total kekayaannya sekitar 2,2 miliar US Dolar di mana angka ini setara dengan Rp 30,8 triliun.

Berada di uritan ke 1116 daftar orang paling kaya di dunia, Chang Yun Chung juga masuk dalam daftar 50 orang paling kaya di Singapura dengan menduduki peringkat ke-15. Ia pun membocorkan rahasianya bagaimana cara menjaga keseimbangan jiwa dan mental agar tetap sehat sehingga bisnisnya pun ikut sukses.

Chang memberikan tips dikutip dari CNBC bahwa ia selalu dapat mengontrol emosinya supaya tak gampang naik dan turun. Selain itu, tak lupa ia selalu catat kegiatannya sehari-hari secara aktif walaupun memang perusahaan kini sudah tak dipegang olehnya melainkan oleh anaknya, Teo Siong Seng.

Meski kepemimpinan perusahaan sudah dipegang sang anak, Chang pun masih datang ke kantor pusat PIL serta aktif di sana setiap hari sebagai chairman emeritus. Bersama anaknyalah ia mampu memeriksa tiap bagian di perusahaannya, mulai dari kinerja serta operasionalnya. Sang anak pun masih memerlukan panduan dari sang ayah dalam manajemen PIL.

Chang akui bahwa dirinya tak pernah sekalipun kehilangan kesabaran, karena saat sekali saja hilang sabar, ia berkata bahwa kita tak akan bisa mengendalikan diri. Ia memiliki sebuah buku agenda atau diari untuk mencatat seluruh kegiatannya setiap hari sehingga dengan cara itulah ia bisa menjaga kesehatan mental dan jiwanya dengan baik.

Meski usianya sudah 100 tahun, ia mengatakan pula bahwa ia tak betah hanya diam di rumah. Oleh karena itu, ia masih aktif memandu sang anak dalam memimpin perusahaan yang sekarang sudah dikenal menjadi 20 besar perusahaan logistik di dunia. Boleh juga mencontoh cara Chang untuk belajar pengendalian diri dan emosi melalui buku catatan, agenda, diari atau semacamnya sebab nyatanya cara ini memberi manfaat sebagai berikut:

  • Mengatur emosional diri sendiri.
  • Menjadi cara mengatasi stres.
  • Menjadi cara meningkatkan daya tahan tubuh sehingga menurunkan pula risiko terserang penyakit.
  • Melatih kedisiplinan.
  • Menjadi pemecah masalah sekaligus membantu memperbaiki hal-hal yang dirasa kurang beres.
  • Mendukung diri untuk lebih baik dan produktif.
  • Menjadi tempat menuangkan kesedihan, ketakutan dan kegelisahan yang tak bisa diceritakan kepada orang lain.
  • Menjadikan kualitas hidup lebih baik.

Jadi, tertarikkah untuk meniru pengendalian emosi dengan menuangkan pada sebuah buku harian atau agenda? Untuk hidup yang lebih positif dan juga sukses, rutinitas seperti yang dilakukan Chang bisa menjadi kunci yang kita tiru.