8 Bahaya Merasa Kesepian Ini Jangan Dianggap Remeh

Merasa kesepian mungkin hal yang umum dialami oleh banyak orang, namun sayangnya belum banyak yang tahu betapa berbahayanya perasaan seperti ini dalam jangka panjang. Kesehatan fisik dan mental dapat menjadi sisi yang paling terancam tanpa disadari.

Dilansir dari Insider, menurut seorang psikiater yang juga ahli dalam bidang neurologi dan geriatri, Dr. Nancy Donovan dari Boston’s Brighham and Women’s Hospital serta seorang profesor psikologi dan ahli saraf, Dr. Julianne Holt-Lunstad dari Brigham Young University yang telah mempelajari efek kesepian, dampaknya begitu luas. Perasaan kesepian adalah perasaan subyektif yang juga menyedihkan dari perbedaan tingkat hubungan sosial sebenarnya dengan apa yang diharapkan oleh individu.

Bahaya merasa kesepian dalam jangka yang terlalu lama berikut inilah yang dapat dialami tanpa disadari di awal bahwa kesepian bisa begitu mengancam.

1. Mengganggu Pola Makan

Gangguan makan terbukti menjadi efek dari rasa kesepian yang cukup panjang oleh sebuah studi di tahun 2012. Binge-eating, bulimia, hingga anoreksia sebenarnya bisa dialami seseorang karena kesepian. Entah itu penurunan atau kenaikan selera makan, ini merupakan efek bahaya yang seharusnya segera disadari dan diatasi.

2. Memperbesar Potensi Penyakit Jantung

Hal ini dibuktikan melalui hasil studi tahun 2016 di mana ada 181 ribu orang dewasa yang terlibat di dalamnya. Dari situlah terungkap bahwa isolasi sosial dan kesepian terkait erat dengan penyakit kardiovaskular, bukan hanya penyakit jantung, melainkan juga penyakit stroke yang risikonya meningkat sampai 30 persen.

3. Memicu Depresi

Kesepian tingkat tinggi terbukti memiliki hubungan erat dengan timbulnya gejala stres dan depresi. Hasil dua buah studi tahun 2006 membuktikannya dengan mempelajari orang-orang dewasa muda. Depresi lama-kelamaan dapat tumbuh karena rasa kesepian.

4. Mengalami Flu

Penyakit flu atau pilek mudah datang ketika daya tahan tubuh menurun, dan sebuah studi tahun 2017 justru membuktikan kalau rasa kesepian mampu meningkatkan risiko terkena flu lebih mudah. Ini karena orang-orang yang kesepian memiliki sistem imun yang yang fokusnya lebih kepada melawan bakteri daripada virus.

5. Risiko Tanda Awal Alzheimer

Dr. Nancy Donovan melakukan sebuah studi dengan fokus pada 79 komunitas yang orang-orang tua jalankan dan mempelajarinya. Rasa kesepian nyatanya juga dialami oleh mereka yang punya level protein amyloid tinggi dalam tubuhnya (semacam rasa terisolasi). Menurut hipotesa teori ini, komunikasi antara sel otak kacau akibat komponen amyloid sehingga kognisi menurun.

6. Memicu Pola Hidup Tidak Sehat

Ketika seseorang memiliki relasi dengan orang lain secara positif, perilaku dan pola hidup pun menjadi positif, seperti misalnya olahraga rutin, makan makanan sehat, makan teratur, cek kesehatan ke dokter secara teratur, dan bahkan cukup tidur. Namun ketika rasa kesepian datang, hal ini bisa merusak kebiasaan dan pola hidup yang baik.

7. Memperbesar Risiko Kematian

Rasa kesepian mampu memperbesar risiko kematian dini di mana hal ini ditunjukkan dari sebuah studi yang melibatkan 300 ribu orang. Pada partisipan dengan hubungan sosial yang rendah, risiko kematiannya disebut sama seperti para perokok yang merokok setiap harinya menghabiskan 15 batang.

Lain halnya dengan para partisipan dengan hubungan sosial lebih tinggi dan kuat, justru terbukti memiliki kemungkinan hidup lebih panjang sebanyak 50 persen. Hal ini pun dapat dikaitkan dengan faktor pola hidup tidak sehat sehingga berdampak pada umur yang lebih pendek.

8. Menular

Perasaan kesepian disebut menular menurut CNN Indonesia yang dilansir dari laman Psychology Today. Kalau seseorang bisa mendeteksi orang lain yang sedang merasakan kesepian, suatu penelitian menunjukkan kalau orang dengan rasa kesepian tersebut mampu menularkan kepada orang-orang di sekitarnya sehingga makin banyaklah yang menderita kesepian.

Begitu besar lho bahaya merasa kesepian jangka panjang bagi fisik dan mental. Rata-rata orang dengan masalah kesepian justru kerap mengharap suatu penolakan, maka penting mulai dari sekarang untuk berfokus saja pada hal-hal positif dalam hubungan dan interaksi kita dengan orang lain.