3 Penyakit Penumpukan Lemak di Hati Paling Berbahaya

Lemak memang dibutuhkan tubuh kita dalam kadar yang normal, jika lemak tersebut berlebihan maka akan berbahaya bagi kesehatan tubuh. Lemak juga dibagi menjadu dua yaitu lemak baik yaitu lemak yang dibutuhkan tubuh manusia dalam kadar normal dan lemak jahat yang akan menimbulkan berbagai penyakit. Sangat berbahaya jika lemak jahat tersebut menumpuk pada salah satu organ penting tubuh manusia. Menjaga pola makan dan berolahraga secara rutin adalah salah satu cara mudah menjaga kesehatan tubuh dari kegemukan sehingga tidak akan ada lemak yang menumpuk.

Obesitas yang mengakibatkan penumpukan lemak berdampak buruk bagi organ tubuh manusia dan organ hatilah salah satu organ yang mudah terkena imbasnya. Fungsi hati dalam metabolisme tubuh manusia sangatlah penting, seperti memproduksi enzim dan hormon, memproduksi empedu yang dapat menetralisir racun & zat-zat berbahaya, memetabolisme semua bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh, dan juga mengatur cairan di dalam tubuh. Bayangkan jika fungsi-fungsi hati tersebut tidak berfungsi dengan baik hanya karena gaya hidup tidak sehat yang menimbulkan penumpukan lemak.

Memang pada umumnya sel hati yang normal juga mengandung lemak, namun dalam kadar yang sedikit. Penumpukan lemak yang menimbulkan berbagai penyakit memang jarang menimbulkan keluhan, karena penimbunan lemak terjadi dengan sangat lambat. Saat sel hati kita tidak mengolah dan memecah lemak secara rutin dan normal maka lemak tersebut akan terakumulasi hingga akhirnya menumpuk.

Penyakit

Umumnya, gejala ringan yang dirasakan ketika ada penumpukan lemak di hati yaitu perut terasa penuh, letih, berat badan menurun, lemah, pening, dan tidak merasa nyaman pada bagian perut. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa timbul akibat lemak di hati menumpuk :

  1. Fatty Liver

Penyakit ini muncul saat akumulasi lemak di hati mencapai 10% dari berat hati. Saat itulah, liver berubah warna menjadi kuning mengkilat karena tertumpuk lemak, membesar, dan kesehatan pun akhirnya terganggu. Pada jangka pendek penyakit ini tidak berbahaya karena fungsi liver tidak terganggu tetapi dalam jangka waktu yang cukup panjang dapat mengakibatkan sirosis atau kerusakan hati. Gejala yang umum dirasakan pada penderita fatty liver yang masih awal ini yaitu merasa tidak nyaman pada perut bagian atas.

Baca : Ciri ciri hati bengkakGejala fatty liverCiri ciri fatty liver

  1. Hepatitis

Pada tingkat ringan, penyakit ini akan bertahan bertahun-tahun tetapi pada akhirnya akan mengakibatkan kerusakan hati progresif. Gejala-gejala yang umum dirasakan oleh penderita hepatitis alkoholik ini yaitu mual, demam, muntah, nyeri perut, hilang nafsu makan, dan kulit berwarna kuning.

Baca : Gejala HepatitisHepatitis AJenis jenis hepatitis

  1. Sirosis Alkoholik

Pada umumnya, 10-20% para peminum berat alcohol akan lebih mudah terserang penyakit hati tipe ini. Kerusakan akibat penyakit ini membuat hati tidak dapat berfungsi normal seperti semula. Umumnya para peminum berat akan mengalami penumpukan lemak, lalu hepatitis alkoholik dan akan berakhir di sirosis alkoholik. Gejala yang umum dirasakan oleh penderita ini sama dengan pada hepatitis alkoholik.

Baca : Pengaruh alkohol terhadap sistem sarafBahaya alkohol bagi kesehatanBahaya minum alkohol 70 persen


Pencegahan

Tidak ada pengobatan secara khusus atau pembedahan untuk mengatasi lemak di hati. Salah satu caranya adalah mencegah kerusakan hati, seperti dengan cara:

  1. Menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan
  2. Tingkatkanlah aktivitas fisik Anda
  3. Lakukan pemeriksaan secara rutin untuk pencegahan munculnya penyakit sejak dini
  4. Turunkan kadar trigliserida melalui obat-obatan, diet dan sebagainya
  5. Jika kegemukan maka turunkan berat badan secara alami. Umumnya, berat badan akan turun tidak lebih dari 0,5 – 1 kg per minggu dengan mengatur asupan kalori dan lemak.

Cara Memulihkan Fungsi Hati

Jika penyakit-penyait seperti diatas sudah menggerogoti organ hati anda maka mulailah belajar menerapkan gaya hidup sehat. Penyakit yng muncul ketika 5-10 % massa hati berisi lemak ini dapat ditimbulkan dari sumber alkohol maupun nonalkohol dan akan menyebabkan masalah kesehatan yang sangat serius jika tidak ditangani. Namun, ternyata selama kita mau, penyakit hati berlemak ini dapat dipulihkan seperti semula. Beberapa tips yang bisa anda terapkan untuk memulihkan fungsi hati:

  1. Menurunkan Berat Badan

Penurunan berat badan secara bertahap ini ternyata dapat memulihkan fungsi hati seperti semula kembali. Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa menurunkan minimal 9% dari berat badan dalam waktu beberapa bulan dapat memulihkan hati yang berlemak. Jika minimal tersebut tidak tercapai maka setidaknya mengurangi penumpukan lemak saat ini dan ke depannya. Lakukan penurunan berat badan ini secara alami, jangan menggunakan suplemen atau obat-obatan berbahaya.

Baca : Cara menurunkan berat badan dengan olahragaCara menurunkan berat badan dengan cepatMakanan sehat untuk diet

  1. Olahraga Rutin

Aktivitas fisik yang aktif dapat membantu mengurangi berat badan dan juga menjaga serta memelihara berat badan yang ideal dan sehat. Dengan olahraga dapat memperbaki sirkulasi karena akan meningkatkan tubuh dalam menyebarkan lemak ke seluruh tubuh dan akhirnya memaksa tubuh menggunakan karbohidrat untuk membakar lemak menjadi energi.

Jika anda tidak terbiasa dengan olahraga, mulailah dengan hal terkecil seperti melakukan 30 menit jalan kaki tiga sampai lima kali seminggu karena olahraga ringan hingga sedang lebih baik daripada tidak olahraga sama sekali. Latihan kardiovaskular dapat membantu memompa jantung, seperti bersepeda, berenang, jalan kaki lebih baik daripada latihan kekuatan yang fokus pada pembentukan otot.

  1. Batasi Konsumsi Gula dan Karbohidrat

Menurunkan tingkat insulin adalah salah satu cara memulihkan lemak pada hati. Insulin merupakan hormon yang menyimpan lemak. Gula sederhana dan karbohidrat olahan dapat meningkatkan kadar insulin. Oleh karena itu konsumsi dua hal ini harus dikurangi. Tubuh sangat cepat mencerna karbohidrat sehingga lonjakan gula darah juga tinggi setelah mengonsumsi karbohidrat. Batasi konsumsi roti, pasta, cereal, kue-kue dan makanan kecil yang terbuat dari tepung karena tepung mengandung karbohidrat tinggi.

Baca : Akibat kelebihan karbohidratMakanan yang mengandung karbohidrat

  1. Mengkonsumi Makanan yang Mengandung Serat

Sayuran mengandung karbohidrat kompleks yang aman, tidak dapat mengakibatkan peningkatan gula darah dan insulin, dan sehat dalam dosis yang lebih kecil dari gandum. Selain mengandung karbohidrat kompleks, sayuran juga berfungsi membersihkan lemak di hati dan mengembalikan kemampuan filtrasi organ tubuh.

Sebaiknya mengkonsumsi sayuran matang, tetapi hindari menambahkan siraman pada selada atau sayuran lain yang mengandung lemak tidak sehat. Usahakan minum dua hingga tiga gelas jus sayur mentah dalah seminggu. Selain sayur, konsumsilah buah karena dapat membersihkan hati juga, tetapi harus tetap hati-hati karena buah juga mengandung gula dosis tinggi dan menyebabkan masalah insulin.

Baca : Akibat kelebihan seratAkibat kurang serat

  1. Memperbanyak Konsumsi Protein

Protein yang tercukupi dapat membantu gula darah anda tetap stabil. Protein tidak memiliki efek berbahaya pada gula dan tingkat insulin. Dalam menurunkan berat bedan, protein juga dapat digunakan karena konsumsi protein dapat mengurangi rasa lapar. Konsumsilah protein dari bahan makanan sehat seperti ikan, telur, unggas, daging rendah lemak, kacang-kacangan, makanan laut dan susu rendah lemak.

Baca : Penyakit akibat kekurangan proteinAkibat kekurangan dan kelebiha protein

  1. Tetaplah Konsumsi Lemak Sehat

Jangan berpikir dengan diet lemak anda akan menjadi sehat karena anda hanya perlu menghindari makanan berlemak jahat tanpa menghentikan konsumsi lemak sehat agar tubuh anda tetap mendapat gizi, seperti pada makanan laut, minyak zaitun, minyak kacang, selai kacang, biji-bijian dan telur.

  1. Tinggalkan Alkohol

Mengkonsumsi alkohol berlebihan akan menyebabkan inflamasi dan merusak sel-sel hati manusia sehingga hati menjadi lemah dalam melawan lemak dan akhirnya membiarkan lemak menumpuk di hati.

  1. Menghindari Obat-obatan

Banyak obat-obatan yang akan membuat hati anda menjadi lemah, seperti analgesik, antibiotik, agen hipoglikemik, perawatan hormon seks, obat antipsikotik, dan lain-lain.

  1. Supplemen

Selain hal yang disebutkan diatas, anda juga bisa mengkonsumsi beberapa suplemen yang penting dan baik untuk kesehatan hati, seperti:

  • Suplemen vitamin E. Kapsul vitamin E dapat memberi 800 IU per hari. Menurut penelitian di Virginia Commonwealth University Medical Center menyebutkan bahwa vitamin E dapat mengurangi enzim dalam hati yang dipercaya meningkatkan penyakit hati, menyembuhkan jaringan parut dalam hati.
  • Kapsul minyak ikan. Omega- 3 yang ada dalam dalam kapsul minyak ikan dapat mengurangi serum spesifik yang diasosiasikan dengan kerusakan sel hati, menurunkan tingkat trigliserida dan tingkat glukosa dalam tubuh sehingga mengurangi risiko terkena penyakit hati berlemak.
  1. Teh Hijau

Jika anda suka mengonsumsi teh maka minumlah dua hingga tiga cangkir teh hijau setiap hari atau bagi yang tidak suka bisa mengonsumsi 600 mg suplemen ekstrak teh hijau setiap hari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh hjau dapat mengurangi penyerapan dan penyimpanan lemak usus, mendorong oksidasi asam lemak sehingga membantu lemak menjadi sumber energi.

  1. Probiotik

Probiotik ini dapat diperoleh dari makanan yang mengandung bakteri hidup yang sehat atau ragi, seperti yogurt. Beberapa penelitian membuktikan bahwa konsumsi probiotik dapat melawan efek diet yang tidak sehat. Karena penyakit hati yang berlemak dapat dihubungkan dengan diet, maka probiotik dapat membantu melawan dan memulihkan kerusakan hati tersebut.

Bukanlah hak sulit menjaga kesehatan tubuh tetapi belajar menerapkan gaya hidup sehatlah yang susah bagi masyarakat. Belajarlah menyayangi tubuh Anda sendiri sebelum Anda menyayangi orang lain.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Friday 15th, April 2016 / 07:35 Oleh :
Kategori : Kesehatan Hati