Sirkumsisi – Metode – Perawatan – Manfaat dan Bahaya

440

Sirkumsisi merupakan istilah medis untuk sunat di mana istilah sunat sendiri adalah yang tentunya paling kita kenal dan gunakan. Prosedur sirkumsisi atau sunat ini adalah prosedur bedah yang diterapkan pada laki-laki dengan tujuan memotong atau membuang kulit yang menutupi penis. Kulit tersebut juga disebut dengan kulup dan terdiri dari jaringan pembuluh darah dan jaringan otot.

Saat kulit tersebut disunat atau dibuang, otomatis ini menjadi langkah untuk membuka uretra dan kepala penis. Sirkumsisi ini tak termasuk dalam prosedur wajib, namun tetap perlu kita kenali lebih jauh tentang proses metodenya, perawatan serta manfaat serta bahaya dari tindakan ini.

Metode

Seperti pada tindakan medis lainnya, selalu ada persiapan sebelum masuk ke prosedur inti. Sirkumsisi atau sunat biasanya dilakukan pada bayi atau anak-anak yang dilakukan oleh dokter kandungan ataupun dokter anak yang tentu sudah terlatih dan profesional. Jadi, para orang tualah yang perlu mengetahui apa-apa saja yang perlu dilakukan sebagai bagian dari persiapan dan prosedur sirkumsisi.

Persiapan

Dalam hal persiapan, pada umumnya para orang tua wajib untuk mengisi dan menandatangani formulir tanda bahwa Anda setuju bahwa anak Anda akan melalui proses sirkumsisi ini. Proses sunat secara umum dilakukan pada bayi baru lahir dan ketika masih berada di rumah sakit, namun juga ada yang menunggu sampai anak tumbuh sedikit lebih besar.

Meski demikian, ada pula yang mengikuti prosedur sirkumsisi saat sudah berusia dewasa dan lebih tua. Untuk prosedur ini, pelaksanaan umumnya adalah di rumah sakit, tapi juga ada yang dilakukan di pusat operasi. Jika memilih untuk rawat jalan setelahnya, pasien bisa langsung pulang di hari yang sama setelah prosedur sunat selesai, namun tentunya semua itu perlu persetujuan dari pihak bersangkutan yang hendak menjalaninya.

Prosedur

Dokter anak, dokter bedah, dokter kandungan atau ahli urologilah yang biasanya melakukan proses sunatan atau sirkumsisi ini. Namun ketika prosedur sirkumsisi ini pelaksanaannya berdasar pada alasan agama, ada orang lain yang memang sudah terlatih dan terpercaya untuk melakukan metode sunat dengan benar.

  • Proses sunat atau sirkumsisi ini biasa dilakukan hanya dalam waktu 15 menit sampai setengah jam saja.
  • Sebagai awal untuk sunat bagi bayi yang baru lahir, biasanya anak perlu dibaringkan secara telentang. Namun, bagian kaki dan tangannya harus diamankan.
  • Selanjutnya, pemberian anestesi akan dilakukan lewat suntikan maupun krim supaya penis mengalami mati rasa dan tak akan merasakan kesakitan saat sunat dilakukan.
  • Sejumlah teknik sunat tersedia, namun pilihannya tentu ditentukan oleh dokter menurut pengalaman dan preferensi mereka.
  • Metode sirkumsisi yang paling umum antara lain adalah dengan perangkat Plastibell, penjepit Mogen, serta penjepit Gomco di mana masing-masing metode berfungsi sebagai pemotong sirkulasi menuju kulit atau kulup tadi. Pemotongan sirkulasi ini memiliki tujuan pencegahan supaya saat kulup dipotong tidak terjadi perdarahan.

Perawatan

Untuk bayi yang baru disunat, pasti akan mengalami rewel tepat setelah selesainya prosedur. Namun, jangan khawatir sebab petugas medis sudah siap untuk meredakan ketidaknyamanan. Untuk bayi baru lahir yang kemudian menempuh tindakan sirkumsisi, waktu pemulihan akan memakan waktu sekitar seminggu atau sampai 10 hari saja pada umumnya.

Sebagai langkah perawatan pasca sunatan, dokter akan memberikan petunjuk kepada pasien atau orang tua pasien. Petunjuk yang diberikan meliputi cara merawat sayatan yang benar sekaligus juga cara untuk meredakan rasa sakitnya. Untuk bayi baru lahir, langkah perawatan ini perlu diperhatikan:

  • Hindari memberikan tekanan pada penis si kecil, jadi harus selalu berhati-hati.
  • Tak masalah untuk mencuci penis, namun setelah terkena air, pastikan untuk mengeringkannya.
  • Selalu ganti perban setiap kali mengganti popok.
  • Sambil mengganti popok dan perban, berikan minyak petroleum dengan cara mengoleskannya pada ujung penis supaya tak menempel langsung ke popok yang menyebabkan rasa sakit.
  • Gantilah popok bayi sesering mungkin dan jangan terlalu kencang mengikatnya.
  • Sesudah benar-benar sembuh, barulah dapat dibersihkan menggunakan air dan sabun sewaktu bayi dimandikan normal.

Namun ada kalanya, beberapa masalah bisa terjadi semasa perawatan dan pemulihan pasca sirkumsisi. Walau tergolong jarang, Anda perlu ambil langkah cepat menghubungi dokter apabila terjadi:

  • Perdarahan yang sulit berhenti.
  • Cincin plastik setelah proses sunat masih tetap ada hingga 2 minggu.
  • Drainase menimbulkan bau tak sedap, khususnya dari ujung penis.
  • Buang air kecil tak normal 12 jam pasca selesainya proses sunat.

Manfaat dan Bahaya

Setiap prosedur medis dapat mendatangkan manfaat bagi yang menjalani, namun juga mampu menimbulkan bahaya. Untuk proses sunat sendiri, tentu ada alasan kesehatan tersendiri mengapa seorang anak laki-laki perlu disunat. Ketika anak laki-laki disunat, maka dokter perlu membantu orang tua dalam pemahaman tujuan atau manfaat beserta risiko bahayanya juga.

Beberapa manfaat dari tindakan sunat yang bisa dipertimbangkan oleh para orang tua ketika anak hendak disunat antara lain adalah:

  • Mencegah fiimosis, balanitis, serta parafimosis.
  • Menurunkan risiko terserang penyakit kelamin.
  • Menurunkan risiko terkena kanker serviks serta jenis infeksi tertentu untuk pasangan wanitanya nanti.
  • Menurunkan risiko PMS atau penyakit menular seksual, tak terkecuali HIV AIDS.
  • Menurunkan risiko kanker penis.
  • Menurunkan risiko terkena infeksi saluran kencing sewaktu masih usia bayi.

Sementara itu, walau ada beberapa manfaat yang bisa didapat dari menempuh jalur sunat bagi anak laki-laki, ada pula beberapa kekurangan, kontra atau bahaya yang juga patut kita pertimbangkan. Karena berpotensi juga untuk berkomplikasi, maka sebenarnya sirkumsisi juga bukanlah suatu tindakan yang sepenuhnya aman.

  • Menimbulkan rasa sakit dan seringkali obat pun tak mampu meredakan rasa sakitnya.
  • Mampu memicu sejumlah risiko komplikasi, seperti perdarahan dan infeksi serius walau tergolong jarang terjadi.
  • Penyembuhan yang terlalu lama.
  • Pemotongan kulup terlalu pendek atau bahkan dalam prosesnya terlalu lama.
  • Hanya memberikan sedikit manfaat kesehatan secara langsung kepada pasien.

Prosedur sunat sendiri memiliki risiko komplikasi sedikit dan jarang terjadi dan perdarahan maupun infeksi biasanya dapat dialami hanya ketika penanganan bekas luka tidak dilakukan secara tepat. Risiko komplikasi hanya akan menjadi lebih tinggi ketika praktisi medis yang melakukan prosedur sunat adalah seseorang yang tak terlatih dan tak mempunyai izin praktek. Jadi, datanglah kepada ahli sirkumsisi yang tepat dan memang sudah terpercaya dan cegah akan bahaya pria tidak disunat .