Septoplasti – Manfaat, Metode, Perawatan dan Bahaya

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Septoplasti merupakan cara pembedahan atau operasi hidung. Seperti umumnya pembedahan, septoplasti mempunyai manfaat dan bahaya yang cukup besar. Oleh karena itu, artikel kali ini akan membahas tentang  manfaat, metode, bahaya, dan perawatan dari tindakan medis ini.

Manfaat

Septoplasti dapat dikatakan adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki deviasi septum. Yang dimaksud deviasi septum adalah kondisi di mana septum, tulang yang membagi dua rongga hidung sama besar, bergeser dari tempatnya. Pergeseran ini menimbulkan akibat salah satu dari rongga hidung menjadi lebih kecil dan yang lainnya menjadi lebih besar. Pergeseran terjadi saat janin mengalami proses kelahiran atau cedera saat seseorang tumbuh besar dan dewasa.

Deviasi septum ada yang perlu diperbaiki dan ada yang tidak tergantung gangguannya terhadap pernapasan.  Jika sangat mengganggu pernapasan, maka operasi atau septoplasti perlu dilakukan. Perlu tidaknya akan diperiksa dokter dan berdasarkan gejala yang dirasakan, dan gejala deviasi septum antara lain :

  • Bernapas dari salah satu lubang hidung.
  • Bernapas dari mulut.
  • Hidung mampet terus.
  • Mendengkur saat tidur.
  • Tidur dengan posisi selalu atau lebih sering miring ke posisi tertentu.
  • Infeksi sinusitis berulang.
  • Penyebab mimisan.
  • Bentuk tulang hidung bengkok.

Metode

Karena septoplasti merupakan operasi atau pembedahan, maka metodenya dimulai dari sebelum operasi, saat operasi, dan setelah operasi / perawatan / recovery.

Sebelum Operasi

Operasi septoplasti dilakukan oleh dokter bedah THT. Ini dapat dikatakan sebagai satu-satunya cara memperbaiki deviasi septum. Khususnya bila deviasi septum yang terjadi sangat parah sehingga mengganggu pernapasan dan hidung tersumbat setiap hari.  Dokter akan menyarankan operasi setelah mendiagnosa dengan berdasarkan pemeriksaan secara fisik dan rontgen hidung. Selanjutnya tahapan sebelum operasi adalah sebagai berikut :

  • Menginformasikan kepada keluarga dan pasien mengenai pentingnya septoplasti.
  • Menginformasikan biaya septoplasti kepada keluarga. Biaya di kisaran di atas 10 juta tergantung rumah sakit yang melakukan dan fasilitas rumah sakit tersebut. Tergantung pula pada operasi yang direncanakan.
  • Dokter menginformasikan kepada penderita dan keluarag tentang proses operasi dan kemungkinan komplikasi atau bahaya yang dapat terjadi setelah operasi.
  • Pemeriksaan awal kepada penderita deviasi septum, berupa tes seluruh kondisi fisik, rontgen, dan tes darah.  Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan penderita melakukan operasi dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.
  • Sejak dua minggu sebelum operasi, penderita dilarang mengkonsumsi segala jenis obat pengencer darah dan aspirin untuk menghindari bahaya pendarahan.
  • Seperti pada umumnya operasi, penderita diminta puasa makan selama minimal 6 jam sebelum melakukan operasi. Puasa bermanfaat untuk menstabilkan kondisi tubuh penderita, misalnya menstabilkan gula darah.
  • Penderita menghindari minum alkohol minimal mulai dua minggu sebelum operasi, karena alkohol menyebabkan kerusakan syaraf otak yang mungkin mengganggu jalannya operasi.

Saat Operasi

Penderita deviasi septum yang akan dioperasi memasuki ruang operasi setelah minimal 6 jam puasa makan. Penderita hanya boleh minum, barulah selanjutnya akan diakukan hal di bawah ini :

  • Pembiusan lokal atau keseluruhan untuk menghindari ketidaknyamanan.
  • Dokter menutup seluruh bagian wajah penderita kecuali bagian hidung.
  • Setelah anastesi bekerja lebih kurang setengah jam setelah disuntikkan, dokter siap melakukan pembedahan.
  • Pembedahan dilakukan di rongga hidung untuk menghindari bentuk luka di bagian wajah.
  • Setelah pembedahan atau penyayatan, dengan menggunakan alat bedah mikro dokter mengangkat mukosa.
  • Dokter mulai memperbaiki posisi dan bentuk tulang hidung.
  • Setelah posisi tulang hidung diperbaiki, maka mukosa hidung dikembalikan ke tempatnya semula.
  • Untuk menutupi luka, maka sayatan selanjutnya dijahit.
  • Selama 1 sampai 2 hari bagian hidung diberi tampon atau kapas untuk menghentikan pendarahan awal.
  • Operasi septaloplasti selesai. Diharapkan kondisi rongga hidung pasien menjadi normal.

Perawatan dan Bahaya

Setelah menjalani operasi, penderita dapat langsung pulang atau menginap, tergantung kelancaran operasi. Ketika sudah pulang, maka penderita melakukan rawat jalan dengan memperhatikan :

  • Penderita harus beristirahat selama 2 minggu untuk pemulihan.
  • Tetap menghindari jenis minuman beralkohol.
  • Selama beristirahat, tidak dimaksudkan untuk beristirahat total. Penderita boleh melakukan aktivitas sederhana, termasuk olahraga ringan. Olahraga ini dapat dikonsultasikan dengan dokter.
  • Menghindari dan mencegah flu semaksimal mungkin akan sangat membantu. Karena luka operasi di dalam rongga hidung masih terbka, dikhawatirkan virus flu akan membuat peradangan atau infeksi pada luka.
  • Kontrol ke dokter sesuai jadwal. Cara perawatan yang paling penting dari semuanya adalah mematuhi semua saran dokter. Termasuk di antaranya mengkonsumsi obat dokter dan control sesuai waktu yang dijadwalkan. Dengan demikian, jika ada komplikasi atau masalah pasca operasi akan segera ditangani dokter.

Setiap operasi atau tindakan medis mempunyai resiko bahaya atau komplikasi, tidak terkecuali septoplasti.  Umumnya bahaya sebuah operasi sudah diinformasikan kepada pasien dan keluarga, agar mereka bersiap dengan segala kemungkinan. Meskipun operasi ini termasuk operasi kecil, ada beberapa bahaya yang mungkin terjadi seperti halnya :

  1. Pendarahan

Pendarahan dari bekas sayatan yang tidak berhenti mungkin terjadi pada penderita operasi, meskipun untuk operasi ini kemungkinannya sangat kecil.  Pendarahan dapat terjadi karena berbagai hal, misalnya pembuluh darah yang ikut tersayat lebar, penderita mengkonsumsi obat pengencer darah sebelumnya, dan sebagainya.  Pendarahan dapat juga menyebabkan terjadinya penggumpalan darah di rongga hidung, sehingga akan menambah masalah penyumbatan pernapasan kembali.

  1. Hidung Tersumbat

Operasi dilakukan ingin menghentikan semua gejala deviasi septum yang menghambat pernapasan. Namun pada beberapa orang hal ini tidak berhasil. Kemungkinannya setelah operasi, gejala seperti hidung tersumbat masih bisa dirasakan sekali waktu atau sedikit sampai banyak.

  1. Perubahan Bentuk Hidung

Operasi memindahkan posisi tulang atau mengubah bentuk hidung. Jika dilakukan kurang tepat atau pasca operasi posisi tulang bergeser membuat bentuk hidung berubah.

  1. Septum Terbuka

Septum adalah tulang yang membagi dua rongga hidung. Bahaya septoplasti salah satunya adalah selesai operasi tulang septum menjadi terbuka atau terjadi perforasi. Hal ini kemudian dapat membuat seseorang harus mengulangi operasi.

  1. Mati Rasa Sementara Pada Gusi dan Gigi Atas

Hidung berdekatan dengan rahang atas, maka ada kemungkinan anastesi dan semua proses operasi berpengaruh pada rahang atas bagian gusi dan gigi atas. Namun, efek samping ini hanya terjadi sementara selama masa pemulihan, tapi setelahnya akan kembali normal.

Demikian tentang septoplasti, yang membahas manfaat, metode, perawatan, dan bahayanya sehingga kiranya dapat membantu menjadi referensi bagi yang hendak menempuh jalur medis ini.

fbWhatsappTwitterLinkedIn