">

Cauterization – Prosedur, Manfaat dan Cara Kerja

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Cauterization merupakan sebuah tindakan medis yang berguna untuk menyembuhkan atau mengobati luka pada jaringan yang rusak. Cauterization bekerja dengan cara membakar jaringan granulasi. Pembakaran terhadap jaringan tersebut dapat membantu mengendalikan perdarahan berlebih kemudian dengan cara bertahap dapat mempercepat penyembuhan luka. Contoh luka tersebut seperti granula piogenik, sinus dan fistula.

Pengertian Cauterization

Cauterization dalam bahasa indonesia berarti kauterisasi, kauterisasi kimia merupakan sebuah metode dari kauterisasi itu sendiri. Prosedur kauterisasi ini menggunakan bahan kimia sebagai pembakar jaringan yang luka. Di lain sisi, terdapat kauterisasi lainnya selain kauterisasi kimia seperti kauterisasi listri atau kauterisasi panas yang memanfaatkan panas atau listrik sebagai pembakar. Kauterisasi tersebut memiliki perannya masing-masing dalam penyembuhan luka.

Manfaat Kauterisasi Kimia

  • Dapat meminimalisir nyeri

Nyeri yang dirasakan ketika selesai kauterisasi dapat diminimalisir dengan obat yang di resepkan oleh dokter, karena kauterisasi akan menimbulkan luka setelah pengangkatan dan akan diberikan obat untuk membantu meringankannya.

  • Tidak perlu khawatir jika pasien terbakar

Tidak perlu khawatir untuk kulit terbakar karena kauterisasi kimia sangat aman, berbeda dengan kauterisasi listrik yang memberi resiko terbakar pada pasien.

  • Lebih tidak invasif dibandingkan prosedur bedah

Kauterisasi ini lebih aman daripada prosedur bedah lainnya karena menggunakan bahan kimia yang sangat cocok untuk pengobatan luka.

  • Tidak mengganggu proses pengobatan lainnya.

Jika Anda juga sedang mengalami pengobatan dapa organ lainnya, kauterisasi tidak akan mengganggu apapun karena sifatnya hanya berfokus pada luka dan sifat dari kauterisasi ini secara eksternal.

  • Tidak banyak memiliki efek samping.

Kauterisasi ini juga tidak memiliki efek samping berkepanjangan seperti yang dilakukan oleh operasi lainnya karena kauterisasi sangat aman dan tidak memiliki banyak penggunaan alat bedah seperti operasi besar pada umumnya.

  • Bekerja efektif dan fokus pada luka yang diobati.

Proses kauterisasi ini tidak akan menyebar ke jaringan lainnya yang baik-baik saja karena kauterisasi ini akan berfokus pada luka yang akan diangkat dan disembuhkan di area pengangkatan saja.

Cara Kerja Kauterisasi Kimia pada Jaringan Granulasi

Prosedur pengobatan dengan kauterisasi bisa berlangsung selama 30 menit. Waktu tersebut dapat bertambah atau berkurang sesuai ukuran luka. Sisi positifnya pasien dapat melakukan aktivitas seperti biasanya di hari penentuan pengobatan kauterisasi, tidak seperti prosedur pengobatan lainnya yang membutuhkan pasien untuk berpuasa atau istirahat.

Adapun langkah-langkah dari kauterisasi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Pertama-tama dokter akan memeriksa area kauterisasi, misalnya lubang hidung (pada kauterisasi hidung).
  • Kemudian, pasien akan menjalani tes darah untuk diperiksa adakah adanya elemen anti-penggumpalan dan anemia dalam darah.
  • Kemudian pasien akan di bius secara lokal.
  • Dokter biasanya menggunakan stik berlapis senyawa kimia, seperti perak nitrat, yang berfungsi untuk membakar granuloma piogenik, jaringan hidung, atau fistula.
  • Jaringan bereaksi terhadap senyawa. Pembuluh darah akan larut dan melebur. Hal ini menghentikan perdarahan dan menghilangkan jaringan berlebih. Permukaan kulit akan menutup, dan mengurangi resiko infeksi.
  • Terakhir, dokter memberi perak nitrat pada area pengobatan untuk mencegah kondisi berulang.
    Proses penyembuhan menggunakan kauterisasi dapat dilihat dari seberapa besar dan dalam prosedur ini dilakukan. Jika dilakukan hanya pada lapisan terluar kulit maka biasanya bekas luka dari proses kauterisasi ini akan hilang dengan sendirinya kira-kira paling lama hanya seminggu.
    Adapun tips untuk mempercepat bekas kauterisasi dapat dilakukan dengan cara berikut:
  • Kurangi menggaruk ataupun memegang bekas luka meskipun terasa sangat gatal.
  • Lakukan penutupan luka menggunakan perban sehingga terhindar dari debu, kotoran yang dapat hingga pada bekas luka yang bisa menghambat proses penyembuhan luka.
  • Bisa menggunakan bantuan gel yang diaplikasikan pada luka. Gel yang emngandung potreleum di dalamnya dapat membantu penyembuhan luka lebih cepat, tapi kembali lagi pada seberapa besar luka tersebut.
  • Biasanya pasca melakukan tindakan kauterisasi, dokter akan memberikan obat yang dapat membantu penyembuhan luka dari dalam yang dosisnya dikonsumsi 3 x sehari. Bila ingin memproses penyembuhan dalam waktu dekat di harapkan untuk mengkonsumsi obat tersebut secara teratur.

Kondisi Yang Mengharuskan Kauterisasi

Kauterisasi sekarang sudah banyak dilakukan di banyak perawatan kecantikan yang dapat menambah kecantikan kulit. Namun untuk proses kauterisasi secara umum dapat dilakukan untuk menyembuhkan luka dikarenakan luka tersebut terlalu tebal sehingga mempersulit proses penyembuhan. Di katakan pada kebiasaan zaman dahulu bahwa penyembuhan luka biasanya menggunakan dengan bahan-bahan yang dapat mengeringkan luka itu sendiri seperti menggunakan hawa panas. Semakin berkembangnya zaman muncullah metode kauterisasi sebagai pengobatan modern penyembuhan luka.

Jaringan granulasi pada luka dapat menyebabkan penyumbatan sehingga menyebabkan peradangan saluran hidung, atau membentuk lorong tidak normal yang menjadi penghubung antar organ. Kauterisasi sendiri sangat diperlukan untuk masyarakat yang mengidap penyakit hipergranulasi atau granulasi berlebih. Hal tersebut dikarenakan adanya pertumbuhan granuloma piogenik berlebih pada permukaan luka atau bisul besar di permukaan kulit yang menyebabkan peradangan parah hingga tak jarang menimbulkan demam.

Hipergranulasi di sebabkan oleh rangsangan pada fibroplasia selama proses penyembuhan luka. Karena dianggap sebagai penghambat epitelisasi, proses penyembuhan pun akan sangat terganggu. Salah satu cara menyembuhkan luka agar lebih cepat kembali menjadi normal, maka hipergranulasi harus dicegah secepat mungkin dengan menggunakan kauterisasi.

Kauterisasi kimia pada umumnya digunakan sebagai metode non-invasif untuk mengobati gejala sinus, seperti sinusitis dan rhinitis. Prosedur ini dapat di lakukan apabila obat-obat oral atau intranasal. Untuk pasien penderita sinusitis dapat menjalani proses kauterisasi sebanyak du hingga tiga kali dalam setahun untuk mencegah terjadinya peradangan berlebih. Karena proses kauterisasi ini tidak membutuhkan obat pendukung eksternal lainnya seperti obat semprot, antihistamin dan dekongestan, maka proses kauterisasi dapat meringankan gejala sinusitis dll. Dengan proses kauterisasi yang berdiri sendiri tanpa bantuan obat eksternal justru lebih efektif mengatasi gejala yang di derita pasien. Kondisi inipun agar bisa memfokuskan kinerja dari kauterisasi ini sendiri dan mencegah kondisi berulang.

Kauterisasi juga dapat berfungsi sebagai pengangkat kutil pada kelamin yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Harus dikenali sejak dini gejala penyakit kelamin pada wanita.  Cara kauterisasi pada pengangkatan kutil kelamin cukup sering digunakan karena sangat efektif dan efisien dan tidak ribet sehingga beberapa aorang yang mengalami kutil di kelamin akan lebih direkomendasikan menggunakan prosedur kauterisasi oleh dokter. Kauterisasi ini langsung di lakukan pada ruangan dokter menggunakan anestesi lokal agar tidak nyeri ketika proses kauterisasi sedang berlangsung atau ketika pengangkatan kutil sedang berlangsung.

Waktu penyembuhan kutil kelamin dapat berlangsung sesuai ukuran kutil tersebut. Semakin besar kutilnya semakin lama proses penyembuhannya begitu sebaliknya. Biasanya antara 2-4 minngu untuk proses penyempurnaan penyembuhan. Adapun dampak setelah kauterisasi akan menimbulkan bengkak serta kemerahan di daerah pengangkatan, biasanya juga akan menimbulkan bekas luka seperti jaringan parut.

Tidak hanya kutil, kista juga dapat diangkat dengan menggunakan kauterisasi itu sendiri. Penyebab kista bisa sangat beragam. Pengangkatan kista memiliki proses dan prosedur pengangkatan tidak begitu lama, setelah proses pengangkatan juga pasien diperbolehkan pulang kerumah, hanya saja, akan terasa sediit nyeri pada vagina yang dapat sembuh dengan sendirinya atau bisa menggunakan pereda nyeri untuk mengatasi keluhan tersebut sehingga pasien tidak perlu takut tidak akan bisa beraktivitas.

Harus ada tindakan positif juga dari pasien dengan cara menjaga kebersihan luka agar tidak mudah terserang kembali oleh kuman sehingga proses penyembuhan menjadi lebih cepat. Proses penyembuhan juga dapat diperkirakan berlangsung 3-5 hari tergantung parah atau tidaknya kista yang diangkat. Tambahkan nutrisi lebih pada asupan makanan Anda untuk dapat membangun jaringan baru pada kulit sehingga luka dapat sembuh lebih cepat. Adapun makanan yang cocok untuk dikonsumsi yaitu putih telur, tahu, tempe, daging, ikan dll yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi.

Daftar Pasien yang dapat Melakukan Kauterisasi

  • Infeksi sinusitis

Infeksi sinus dapat mengakibatkan sistem pernafasan seseorang terganggu, perlu adanya penyembuhan dengan menggunakan kauterisasi. Ada juga dampak operasi sinusitis terhadap kesehatan.

  • Alergi

Alergi pada seseorang dapat menghambat aktivitas, prosedur menggunakan kauterisasi dapat menyembuhkan alergi. Sedari dini harus mencegah alergi dengan terlebih dahulu mengenali ciri-ciri alergi di tubuh Anda.

  • Sakit kepala sinus

Sakit kepala sangat tidak mengenakkan sehingga perlu tindakan kauterisasi untuk meringankan sakit kepala.

  • Nyeri wajah

Nyeri wajah dikarenakan adanya jaringan yang tidak beres sehingga perlu diadakan kauterisasi.

  • Hidung tersumbat atau sesak

Indra pernafasan biasanya tersumbat dan akan menyebabkan sesak nafas, hal itu dikarenakan ada bagian lendir atau kotoran yang membuat pernafasan menjadi tidak lancar, perlu diadakan kauterisasi untuk menyembuhkan hidung tersumbat yang membuat pernafasan sesak.

  • Telinga tersumbat

Telinga terseumbat membuat kotoran tersumbat dan mengurangi pendengaran, harus dilakukan kauterisasi untuk mengangkat kotoran dan penyebab terjadinya telinga tersumbat.

  • Infeksi telinga kronis

Infeksi pada telinga membuat seseorang tidak percaya diri karena akan menimbulkan bau yang menyengat dari telinga Anda, harus segera dilakukan penyembuhan menggunakan cara kauterisasi.

  • Pengangkatan kutil

Harus dilakukan pengangkatan kutil dengan kauterisasi agar tidak semakin membesar. Cara menghilangkan kutil di wajah bisa juga digunakan dengan bahan alami.

  • Kista

Harus dilakukan pengangkatan kista dengan kauterisasi agar tidak semakin membesar. Cara mengobati kista bisa juga dengan menggunakan bahan alami di sekitar kita.

Kauterisasi kimia juga sangat efektif untuk menghilangkan fistula. Sebagai pengenalan bagi yang belum tahu, Fistula adalah saluran yang terbentuk antara organ dan permukaan tubuh. Kondisi ini bisa merupakan bawaan serta penyakit yang memang memiliki gejala sendiri. Seperti contoh berikut, fistula ani yang tercipta di antara ujung usus dan kulit anus. Fistula ini juga dapat disembuhkan dengan proses kimia.

Kauterisasi kimia juga efektif untuk menghilangkan fistula. Fistula adalah saluran yang terbentuk antara organ dan permukaan tubuh. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyakit, namun bisa merupakan kondisi bawaan. Contohnya adalah fistula ani, yang terbentuk di antara ujung usus dan kulit anus. Fistula ani terbentuk dari jaringan granulasi, yang dapat dihilangkan melalui kauterisasi kimia kauterisasi.

fbWhatsappTwitterLinkedIn