Inilah 5 Fakta Seputar Penyakit TBC Yang Wajib Diketahui

421

Jumlah penderita TBC di Indonesia cukup banyak di angka 842.000 orang, dengan peringkat tertinggi ketiga di dunia sebagai negara yang memiliki jumlah penderita TBC terbanyak. Fakta ini cukup miris untuk didengar, namun kenyataannya penyakit tersebut semakin meluas dan jumlah penderita terus bertambah. Jika di tahun-tahun sebelumnya TBC banyak menyerang orang tua atau lansia, kini anak-anak dan orang-orang usia produktif pun banyak yang mengalami.

Hingga sekarang masih banyak masyarakat yang percaya dengan berbagai mitos mengenai penyakit TBC sehingga enggan untuk berobat ke dokter. Karena itu, untuk menekan angka penderita yang semakin tinggi dan mencegah penularan semakin luas, sangat perlu untuk memahami berbagai fakta seputar penyakit TBC.

  1. TBC Bukan Penyakit Turunan

Masih banyak masyarakat yang meyakini bahwa TBC merupakan penyakit turunan, padahal itu tidak tepat sama sekali. Penyakit ini menular karena adanya infeksi dari Mycrobacterium tuberculosis lewat udara atau percikan air liur. Jadi jika ada anggota keluarga yang terserang TBC, anggota keluarga yang lain juga beresiko mengalaminya. Namun hal ini terjadi karena cara penularan TBC, bukan diturunkan secara genetik.

2. Salah Satu Penyebab Kematian Tertinggi

Penyakit TBC merupakan penyebab kematian tertinggi ketujuh di negara miskin, dan di urutan kedelapan di dunia. Penyakit ini bahkan menjadi sorotan dan perhatian khusus WHO karena cukup berbahaya. Gejala TBC paru terkadang tidak begitu dirasakan pada awalnya sehingga seringkali terdeteksi saat kondisi sudah parah. Karena itu banyak pasien yang meninggal akibat kondisinya yang sudah kronis.

3. TBC Dapat Disembuhkan

Hingga sekarang, mitos penyakit TBC  tidak bisa sembuh dan hasil dari guna-guna masih dipercayai sebagian masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil. Padahal penyebab TBC adalah infeksi bakteri, TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan medis yang dilakukan secara lengkap. Kebanyakan mereka yang sulit sembuh dikarenakan lebih memilih berobat ke ‘orang pintar’ di kampung atau menjalani pengobatan medis setengah-setengah. Akibatnya bakteri menjadi resisten dan penyakit semakin sulit disembuhkan.

4. MDR-TB dan XDR-TB Paling Berbahaya

MDR-TB merupakan jenis TBC yang yang sangat berbahaya dari jenis lainnya, karena memiliki resistensi pada obat termasuk obat yang kuat seperti isoniazid dan rifampicin. Sementara itu, XDR-TB juga tahan obat secara luas, namun kasusnya cukup jarang meskipun hampir setengah dari seluruh penderitanya meninggal dunia. Gejala awal TBC yang terkadang tidak begitu dirasakan membuat penyakit ini semakin sulit untuk diobati.

5. Tidak Selalu Diawali Batuk Darah

Penyakit TBC justru sering tidak menimbulkan gejala yang nyata pada tahap awal, terkadang ditandai dengan batuk biasa namun tidak kunjung sembuh setelah lebih dari 2 minggu. Jadi anggapan TBC selalu ditandai dengan batuk darah tidaklah sepenuhnya benar. Justru jika disertai darah, ini menandakan TBC sudah sangat parah dan sulit disembuhkan.

Penyakit TBC memang cukup berbahaya dan sangat mudah menular, namun kita tetap dapat mencegahnya dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan. Jika Anda atau anggota keluarga menderita TBC, jangan ragu untuk segera ke rumah sakit dan menjalani pengobatan hingga tuntas.