Kapedoxin – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

196

Kapedoxin adalah obat yang digunaka untuk mengobati penyakit tubercolosis atau yang disebut dengan TBC. TBC merupakan sebuah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri yang bernama Mycobacterium tubercolosis. Perlu anda tahu bahwa bakteri ini setidaknya sudah membunuh sebanyak 2 juta manusia setiap tahunnya. Mayoritas kematian yang terjadi adalah terdapat di negara berkembang, salah satunya adalah Indonesia.

TBC biasanya akan menyerang paru-paru. Selain itu, penyakit ini juga bisa menyerang bagian tubuh yang lainnya seperti kelenjar getah bening, meninges atau selaput yang berfungsi menutupi otak, ginjal, dan juga bisa menyerang sendi. Tubercolosis juga menjadi salah satu penyakit menular yang mematikan.

Penyakit ini akan dengan mudah menyebar ke orang lain, khususnya mereka yang kondisi sistem kekebalan tubuhnya sudah menurun. Bakteri tersebut biasanya berada di bagian sekresi yang keluar dari hidung maupun juga mulut ketika orang yang menderita penyakit TBC bersin maupun juga batuk. Sudah tentu kondisi ini sangat berbahaya, terlebih lagi jika sampai menyerang anak-anak.

Maka dari itu, harus anda sebuah obat yang dikonsumsi demi mengatasi masalah tersebut. Salah satu obat yang direkomendasikan adalah Kapedoxin. Namun anda harus tahu bahwasanya obat ini masuk ke dalam obat keras. Artinya, di dalam menggunakan dosis obat ini anda tidak boleh sembarangan dan melalaikan informasi dosis yang sudah diberikan oleh dokter.

Selain itu, anda harus secara rutin berkonsultasi dengan dokter mengenai perkembangan kondisi anda. Dengan begitu, dokter bisa memantau apakah penggunaan obat ini telah memberikan hasil yang memuaskan atau tidak.

Fungsi Kapedoxin

Seperti yang sudah kami jelaskan di awal bahwasanya Kapedoxin merupakan obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati penyakit infeksi karena bakteri, yaitu TBC. TBC merupakan sebuah penyakit menular berbahaya yang mana penyebarannya bisa terjadi dengan begitu mudah dan cepat yakni melalui bersin atau batuk dari si penderita.

Jika orang yang menghirupnya dalam kondisi sistem kekebalan tubuh yang menurun, amka sudah tentu orang tersebut akan memiliki kemungkinan besar terserang penyakit ini juga.

Kontraindikasi Kapedoxin

  • Bagi anda yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap kandungan yang ada pada Kapedoxin dianjurkan untuk tidak sembarangan menggunakan obat ini.
  • Seseorang yang juga diketahui pernah mengalami alergi terhadap obat keras, juga sebaiknya menghubungi dokter agar supaya tidak sampai menimbulkan gangguan yang tidak diinginkan.
  • Sementara itu, penggunaan Kapedoxin bagi ibu hami dan menyusui kemungkinan harus dihindari.
  • Dan bagi seseorang yang diketahui memiliki riwayat penyakit jantung atau ginjal, dianjurkan untuk memberitahu dokter mengenai kondisinya tersebut. Dengan begitu, dokter bisa memberikan dosis yang terbaik sesuai dengan kondisi yang bersangkutan.

Dosis Kapedoxin

Adapun informasi mengenai takaran dosis Kapedoxin adalah harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Artinya, kemungkinan dosis yang anda gunakan bisa berbeda dengan dosis yang diberikan dokter kepada pasien yang lainnya. Hal ini disebabkan karena dokter harus menyesuaikan kondisi tubuh dan juga seberapa parah penyakit yang dialami.

Oleh karena itu, bagi seseorang yang ingin mengkonsumsi Kapedoxin, maka sudah seharusnya ia mendapatkan takaran resep yang diberikan dokter. Selalu gunakan resep tersebut agar pengobatan yang anda jalani bisa berjalan dengan lancar.

Cara Penggunaan Kapedoxin

  1. Anda harus menggunakan Kapedoxin sesuai dengan instruksi ayng sudah diberikan oelh dokter.
  2. Jangan pernah mengurangi maupun menambah dosis obat ini jika tidak mendapatkan instruksi dokter.
  3. Jika mengalami ruam kulit atau gatal akibat mengkonsumsi Kapedoxin, segera hubungi dokter.