12 Penyakit Akibat Banjir Yang Berbahaya

Penyakit akibat banjir dapat beragam, mulai dari yang sederhana hingga yang sangat mematikan juga dapat terjadi dari banjir. Banjir adalah media paling mudah dalam penyebaran berbagai penyakit menular, karena air yang telah tercemar dengan bakteri atau kuman dari spitank , air kali,, selokan , sumur dan sebagainya akan berbaur menjadi satu dan membentuk mutasi dengan dari beberapa  bakteri atau virus  yang menjadi bakteri baru yang menyebabkan beberapa penyakit berbahaya. Inilah beberapa penyakit yang akan muncul akibat banjir

1. Menyebabkan infeksi kulit

banjir yang sedang melanda atau pasca banjir menyebabkan penyebaran Pseudomonas yang menginfeksi melalui parasit pada hewan hewan yang bermunculan setelag banjir reda atau pada hewan yang mati yang terseret banjir. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit gatal gatal. radang, perih, klulit terasa panas, timbul bintiul bintul berisi cairan yang jika pecah akan terasa gatal bercampur pedih.

2. Terjangkitnya virus Leptospirosis

Banjir selalu melibatkan berbagai benda benda kotor dan bercampur menjadi satu , termasuk kotoran dan air kencing tikus yang membawa virus Leptospirosi. Jika virus ini bercampur dengan air banjir dapat mengakibatkan kerusakan pada organ hati, ginjal, paru, jantung dan otak yaitu virus masuk dengan mudah melalui selaput lendir hidung , mata. dan pada permukaan kulit yang sedang luka dan lecet lecet.

3.Menyebabkan hepatitis A

Penyakit yang disebabkan banjir yang paling berbahaya adalah Hepatitis A. Banjir cenderung membawa kotoran dari semua tempat yang kotor berbaur menjadi satu misalnya virus yang ada pada spitank, bakteri dari air kali dan kuman kuman yang terdapat pada tanah akan  bercampur menjadi  satu dan mengakibatkan bakteri  dapat bermutasi menjadi virus yang mematikan dan dapat menyerang kesehatan organ hati. Penyakit hati cenderung memiliki awal gejala gangguan pada jaringan mata, permukaan kulit, kuku dan lidah berubah menjadi warna kuning, perut akan mengalami sakit, nyeri daan muntah muntah yang di iringi dengan demam tinggi.

4. Menyebabkan penyakit demam berdarah

Ketika banjir telah reda bukan berarti lokasi telah terbebas dari virus dan bakteri. Benda benda yang tertinggal dan mengandung air serta tanah yang basah serta kondisi lorong lorong kecil yang lembab dapat menjadi sarang subur bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit  demam berdarah.

5. Terganggunya saluran pernafasan

Ketika banjir sedang melanda dan setelah banjir reda bisa dipastikan persediaan air bersih sangatlah minim . Perembasan air kotor yang mengandung bakteri, virus, kuman dan mikroba telah  mencemari sumur sumur, pipa aliran air bersih dan beberapa kran air yang dapat membuat air menjadi terinfeksi berbagai macam bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA. Penyakit ISPA dapat dikenali lewat gejala awal berupa nafas sesak, kesulitan bernafas, nyeri pada dada, sakit kepala. pegal pegal diseluruh tubuh,  mengalami batuk batuk dan demam tinggi.

6. Menyebabkan terganggunya fungsi pencernaan

Bnajir dapat menyebabakan apapun yang tercampur oleh air banjir akan terkontiminasi dengan baakteri, kuman , virus dan mikroba yang dapat mengganggu kesehatan fungsi pencernaan, misalnya perabotan rumah tangga dan alat masak yang telah tercemar bibit penyakit dari bakteri.  Jika pencernaan telah terinfeksi maka akan mengakibatkan diare, muntaber, kolera, penyakit tifus dan disentri akut.

7. Menyebabkan janin tumbuh kerdil

Janin dalam kandungan akan terhambat perkembangannya hingga mempunyai bobot sangat rendah karena kurang gizi. Banjir menyebabkan makanan apapun menjadi terinfeksi bakteri secara tidak langsung melalui udara dan hewan hewan yang mungkin telah melewatinya seperti tikus, lalat, serangga lain dan sebagainya, akibatnya Bayi akan kerdil ketika dilahirkan.

8. Menyebabkan timbulnya penyakit eksim berat

Eksim adalah salah satu jenis penyakit kulit akibat banjir. Air banjir dapat menyebabkan timbulnya penyakit eksim yang dapat memperparah dan mempercepat penyebarannya lewat luka koreng yang telah di idap selama berbulan bulan. bahkan bagi orang yang semula tidak mempunyai penyakit kulit apapun akan terjangkit panu, kurap, kulit bersisik yang sangat gatal  dan bisul bisul bernanah.

9. Barang barang rumah tangga yang berkarat

Secara alami  benda benda yang berhubungan dengan memasak dan  telah berkarat akibat air banjir dapat terkontiminasi dengan kotoran lalu menjadi sarang bakteri yang dapat bercampur pada makanan dan minuman yang sedang diolah. buanglah dan ganti alat dapur dengan yang baru misalnya kompor, pipa saluran air atau kran air.

10. Menyebabkan penyakit yang sudah ada sulit sembuh

Pada saat banjir sedang melanda  seseorang yang menderita penyakit tertentu misalnya campak, polio , asma atau demam akibat malaria akan semakin bertambah parah dan sulit sembuh karena kondisi lingkungan memang sedang dalam tidak sehat . Lebih baik mengungsilah pada saudara yang tidak terkena musibah banjir agar penyakitnya bisa segera disembuhkan dengan penggunaan air yang bersih dan suasana lingkungan yang tidak berlalat atau bernyamuk.

11. Menyebabkan mudah sakit pada lansia

Orang orang yang telah lanjut usia cenderung mudah jatuh sakit  karena penyebaran bakteri melalui air hujan yang menggenang . Daya tahan tubuh mereka lebih cepat menurun ketika mengalami demam akibat terserang virus demam berdarah dan haarus mendapat penanganan khusus dari tim medis.

12. Menyebabkan penderita epilepsi makin parah

Banjir dapat menyebabkan para penderita epilepsi menderita kejang kejang otot lebih sering daripada saat tidak banjir, hal ini dikarenakan penderita epilepsi tidak bisa bersinggungan dengan air dengan kondisi stres, karena akan memicu reaksi kejang. Jika tidak segera ditolong ketika terendam dalam air para penderita epilepsi dapat mengalami kemataian.

Baca : Bahaya epilepsi – Penyebab epilepsi – Ciri ciri epilepsi –

Tentang  cara memperbaiki kesehatan tanah dan air setelah banjir reda

Air banjir yang mengandung bakteri .kuman daan mikroba berbahaya yang terserap oleh tanah dapat mengakibatkan air sumur tercemar dan tidak sehat. untuk menggunakannya lagi butuh waktu sampai benar benar air tanah steril kembali.

  • Tunggu beberapa minggu hingga kondisi air tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa . Ketika ingin menggunakan air untyk kebutuhan sehari hari disarankan untuk menggunakan pembersihan total dengan kaporit atau cairan pembunuh bakteri.
  • Membersihkan semua lokasi yang kotor dan berantakan akibat air banjir dengan menyemprot pada sudut sudut gelap yang  sulit terjangkau dengan penyemprot anti serangga dan tikus secara bertahap misalnya seminggu dua kali, agar hewan hewan tersebut mati dan tidak lagi menetap pada tempat yang pernah terseret air banjir.
  • Menata kembali tempat dengan rapih dan bersih dari sampah serta kotoran lain. Cahaya matahari dengan intensitas sinar yang kuat dan dengan suhu tinggi dapat menormalkan kembali tanah yang kemungkinan telah terinfeksi bakteri, virus, kuman atau mikroiba lain.
  • Menggalakkan penghijauan kembali dengan cara menanam berbagai tanaman yang dapat menyerap air dan menghasilkan oksigen baru pada lingkungan dan membudidayakan penanaman pada setiap teras rumah penduduk dengan rapih dan terawat.
  • Membuat lebih banyak pipa biopori yaitu lubang untuk penyerapan air berlebih untuk mengendalikan air hujan pada bulan bulan berikutnya agar tidak terjadi penyumbatan air. Pipa air yang tidak bisa menyedot jumlah  air hujan secara teratur cenderung mengakibatkan banjir atau genangan air dalam jumlah banyak.
  • Bergotong royong mendirikan sumur sumur cadangan untuk menampung air bersih  atau sumur resapan untuk menghadapi musim hujan tiba. Gunanya sumur resapan untuk menyerap, menyedot secara teratur dan membendung air bersih dari hasil air hujan tanpa melimpah keluar yang dapat mengakibatkan banjir. Karena sumur serapan dibuat sangat dalam dan di kedalaman dua meter yang menuju pada tanah berpasir , air hujan yang turun dengan deras dapat terserap dengan baik kedalam tanah.
  •  Membuat tempat penampungan yang luas untuk sampah rumah tangga agar nantinya bisa dibakar agar menghindari berkumpulnya lalat dan hewan kotor lainnya.

Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan yang masih minim

  • Banjir selalu dihubung hubungkan karena faktor alam karena hujan yang deras berhari hari. Tetapi faktor manusialah yang berperan besar terhadapo terjadinya banjir. Banjir melanda cenderung diakibatkan karena tidak adanya pipa atau lubang untuk penyerapan air hujan yang memadai dan akibatnya penumpukan  sampah yang menyumbat jalannya air kearah lain menyebabkan air hanya berputar putar pada satu lokasi saja.
  • Masih sedikitnya rasa kesadaran akan kebersihan dan manfaatnya, adalah pemicu terjadinya banjir . Masih banyak masyarakat yang buang sampah sembarangan misalnya dikali, sungai atau selokan adalah alasan kuat mengapa air hujan dalam jumlah banyak tidak mampu mengalir dengan lancar pada tempat yang semestinya. Masyarakat masih perlu dibenahi terus menerus dengan cara diberikan pengarahan yang benar tentang manfaatnya menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah banjir yang nantinya dapat merugikan mereka sendiri.
  • Banyak  negara yang masyarakatnya sangat peduli dengan kebersihan lingkungan. hal itu dikarenakan semanagat dan kecintaannya yang tinggi terhadap negara mereka. mereka tidak rela melihat negara yang mereka banggakan kotor tercemari sampah yang bagi mereka sangat memalukan. Membuang sampah pada tempatnya telah mereka lakukan dalam kehidupan sehari hari walaupun tak ada satu orangpun yang melihatnya.
  • Jiwa patriot atau kecintaan pada negara tidak harus dipaksa tertapi digerakkan karena rasa kesadaran yang tinggi dan mengerti akan manfaatnya buang sampah pada tempatnya . Menjaga kebersihan lingkungan wajib diterapkan pada generasi muda agar tidak melanjutkan kesalahan kembali seperti yang sudah pernah dilakukan generasi tua , karena apa yang mereka lakukan tidak  sesuai dengan standar kesehatan dan tidak mencerminkan sebagai rasa cinta pada negara.

Bahaya banjir dari sisi kesehatan memang cukup banyak, selain penyakit akibat banjir yang mematikan, kerugian ekonomi tidak kalah besarnya.

,
Post Date: Wednesday 23rd, December 2015 / 08:19 Oleh :
Kategori : Sumber Penyakit