Home Penyakit dan KelainanSumber Penyakit 5 Bahaya Musim Pancaroba Bagi Kesehatan Tubuh dan Hewan Ternak

5 Bahaya Musim Pancaroba Bagi Kesehatan Tubuh dan Hewan Ternak

by Ana Rohma

Negara kita Indonesia merupakan salah satu Negara yang dilalui oleh garis khatulistiwa. Oleh karena itu merupakan Negara yang beriklim tropis dengan dua musim setiap tahunnya, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Normalnya, musim kemarau terjadi pada kisaran bulan April – September. Sedangkan musim penghujan berkisar antara bulan Oktober – Maret. Tetapi pada beberapa tahun belakangan ini, sebagaimana yang dicatat oleh BMKG bahwa sejak tahun 2008 keadaan atau jadwal musim tersebut menjadi tidak menentu. Salah satu faktor penyebabnya adalah global warming atau pemanasan global yang mengakibatkan musim kemarau lebih panjang masa terjadinya.

Apa Itu Musim Pancaroba ?

Peralihan kedua musim tersebutlah yang disebut musim pancaroba. Artinya musim pancaroba merupakan masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan ataupun sebaliknya dari musim penghujan menuju musim kemarau. Hal ini bisa terlihat contohnya pada saat ini (November 2015), di mana yang harusnya sudah memasuki musim penghujan namun masih didominasi dengan hawa panas hingga dibeberapa tempat mengalami kekurangan air sampai kekeringan. Kondisi cuaca yang pada paginya terlihat cerah, lalu kemudian mendadak mendung, kemudian panas lagi pada tengah hari, dan hujan pada sore harinya. Perubahan yang tidak menentu inilah yang sangat tidak menguntungkan. Bahkan pada malam harinya yang seharusnya berudara dingin berubah drastis menjadi panas layaknya yang terjadi pada siang hari.

Kejadian yang tidak menentu ini tentu memiliki dampak kepada kita. Dimana siklus pertanian yang sebagian besar merupakan mata pencaharian penduduk Indonesia juga ikut mengalami perubahan. Keuntungan untuk bisa memelihara ungags seperti ayam yang merupakan salah satu keunggulan Negara Indonesia yang memiliki dua musim, menjadi tidak berarti lagi. Hal ini disebabkan ungags tersebut tidak mampu beradaptasi dengan baik pada musim yang berganti-ganti secara acak. Jangan hewan, kita pun sebagai manusia harus juga mengakui bahwa kita juga mengalami kesulitan hingga mudah sekali terserang penyakit di masa-masa peralihan kedua musim tersebut.

Berikut beberapa kerugian dan bahaya yang ditimbulkan oleh musim pancaroba ini, masa peralihan yang sangat tidak menentu ini, diantaranya:

1. Bibit-bibit penyakit menjadi meningkat konsentrasinya

Pada musim pancaroba harus diakui bahwa bibit-bibit penyakit memiliki kecenderungan untuk meningkat. Sehingga tak jarang, baik manusia, hewan, dan tumbuhan rentan terkena penyakit. Pada manusia sendiri, anak-anak dan orang lanjut usia merupakan sasaran empuknya karena daya tahan yang mereka miliki tidak terlalu kuat. Salah satu contoh bibit penyakit yang bisa meningkat pertumbuhannya adalah bakteri coli atau Escherichia coli yang akan berpengaruh pada kualitas air. Sehingga tak jarang orang terkena diare. Dan bibit-bibit lainnya yang salah satunya bisa menyebabkan kita mudah terkena flu dan batuk.

2. Kondisi yang kurang nyaman

Kondisi ini biasanya tidak hanya dirasakan karena serangan berbagai penyakit saja. Tetapi lebih dari itu biasanya akan merugikan pada para peternak unggas seperti ayam. Sistem kandang yang biasanya adalah kandang terbuka (open house) sehingga memudahkan ayam untuk melakukan interaksi menjadi tidak menentu karena terkadang harus lebih menghabiskan waktu di dalam kandang. Hal ini disebabkan perubahan cuaca yang tidak menentu antara panas dan hujan. Sehingga proses perkembangbiakan atau reproduksi mereka terganggu.

3. Menurunnya kualitas air

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa musim pancaroba merupakan musim yang subur bagi perkembangan bakteri E. coli, yang memiliki habitat atau tempat tinggal di dalam air. Sehingga terkadang air minum yang kita konsumsi tidak sebersih yang diduga walaupun sudah kita masak atau panaskan untuk membunuh bakteri-bakteri yang ada di dalamnya, termasuk bakteri E. coli sendiri.

(Baca juga : bahaya air minum isi ulang, cacing kremi pada anak, bahaya telur mentah)

4. Menurunnya kualitas ransum

Ransum yang dimaksud di sini ialah makanan yang biasanya diberikan kepada hewan ternak seperti jagung. Namun juga bisa dikonkumsi oleh manusia. Kondisi suhu dan kelembaban udara yang berfluktuasi atau berubah-ubah mengakibatkan kandungan nutrisi yang ada di dalam ransum menurun. Masalah yang muncul pada ransum biasanya adalah dengan bertumbuhnya jamur aspergillus flavus. Meskipun jamur ini sangat mudah untuk dihilangkan dari ransum, namun tidak demikian dengan racun yang dikandungnya.Hilangnya jamur dari ransum, tidak menjamin racun yang dikandung oleh jamur tersebut akan lenyap apabila ransum sudah terkontaminasi oleh jamur tersebut. Perubahan fisik yang terlihat biasanya, misalkan pada jagung, adalah kondisi jagung yang berubah warna menjadi hitam atau tampak kehitam-hitaman diantara warna jagung yang biasanya kuning ataupun orange.

5. Perkembangan DOC terganggu

Dalam dunia peternakan, DOC adalah singkatan dari Day Old Chick yang berarti anak ayam yang baru berusia satu hari. Di mana pada masa ini masih merupakan proses perkembangan organ-organ dalam pada DOC termasuk organ pencernaan dan anti bodinya. Perkembangan yang terganggu karena perubahan suhu yang tidak menentu disaat anti bodi DOC masih belum benar-benar siap mengakibatkan DOC akan mudah terkena stres, penyakit hingga mati.

(Hal lain yang mengganggu ternak yakni : bahaya racun aflatoksin, zat asam sitrat,)

Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri kita dalam musim pancaroba. Meskipun tentunya bukan hanya diri kita sendiri tetapi juga lingkungan sekitar yang harus kita jaga kebersihannya. Apalagi kalau kita seorang petani, maka kita harus mengetahui strategi untuk bisa melakukan sirkulasi tanaman yang akan ditanam dengan baik mengingat musim cenderung kemarau yang berkepanjangan.

Dan apabila kita seorang peternak unggas seperti ayam, yang merupakan keunggulan suatu Negara yang memiliki dua musim, kemarau dan penghujan. Para peternak harus mempersiapkan berbagai faktor yang bisa membantu unggas kita untuk melakukan adaptasi. Contohnya ialah mempersiapkan kandang yang baik dengan sirkulasi dan kualitas air yang bagus. Bisa juga menjaga dan memberikan ransum yang kualitasnya baik, yang tidak terkontaminasi oleh jamur dan racunnya.

You may also like