Home Penyakit dan KelainanSumber Penyakit 8 Bahaya Radiasi Sinar Matahari

8 Bahaya Radiasi Sinar Matahari

by rudiregz

Sinar Ultraviolet dapat memberikan buruk pada tubuh dan yang paling terlihat akibat dari paparan sinar matahari berlebihan adalah kulit terbakar yang disebabkan oleh sinar UVB (Ultraviolet B). Paparan sinar matahari yang berlebihan juga dapat menyebabkan kanker pada kulit. (Baca juga: Bahaya sinar Ultraviolet)

Ada banyak jenis kanker kulit yang dapat terjadi akibat paparan sinar matahari. Dampak buruk ini disebabkan baik oleh ultraviolet A maupun ultraviolet B. Selain itu, paparan radiasi atau sinar matahari ternyat juga memiliki peran terhadap kejadian penyakit mata mulai dari katarak hingga keganasan. (Baca juga: Bahaya sinar Matahari langsung)

Berikut akan dibahas dampak bahaya radiasi matahari :

1. Melanoma

Melanoma merupakan keganasan keganasan kulit yang terjadi pada sel penghasil pigmen (melanosit). Melanoma terjadi terutama di kulit, tetapi juga dapat ditemukan di mata, telinga, saluran pencernaan, membran mukosa mulut dan alat kelamin. Angka kejadian melanoma kurang dari 5% dari total kanker kulit. Namun, melanoma merupakan penyebab  terbesar angka kematian akibat kanker kulit di seluruh dunia. Kasus tersering pada ras kulit putih dibanding denga ras kulit gelap. (Baca juga: Jenis-jenis penyakit kuit dan gambarnya – Bahaya sinar matahari disiang hari)

Efek sinar ultaraviolet diduga bersifat karsinogenik (penyebab kanker) yang menyebabkan terjadinya mutasi gen pada melanosit normal kearah keganasan. Perkembangan melanoma disebabkan multifaktorial terkait dengan beberapa faktor risiko, seperti sensitivitas matahari, paparan sinar matahari berlebihan, dan riwayat sering terkena terik saat kecil. (Baca juga: Penyebab banyak tahi lalat di tubuh)

2. Karsinoma Sel Basal

Merupakan salah satu jenis kanker kulit. Kejadian tersering cenderung pada orang kulit putih dan berkembang karena pengaruh paparan sinar matahari yang lama. Daerah yang sering mengalami kanker adalah wajah yang merupakan akibat paparan sinar matahari tersering. (Baca juga: Akibat kekurangan Vitamin D)

Penyebab pastinya belum diketahui, namun faktor yang dicurigai adalah umur, ras, genetik, kimia, bekas luka bakar, iritasi kronis serta radiasi ultraviolet terutama UVB. Angka kejadiannya adalah 80% dari seluruh kasus kanker kulit. (Baca juga: Obat alergi gatal)

3. Solar keratosis (Keratosis Aktinik)

Merupakan suatu kelainan kulit akibat paparan radiasi matahari yang lama. Solar (Aktinik) keratosis ini dapat berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa (salah satu keganasan epitel). Kejadian tersering pada orang berkulit putih, orang paruh baya dan orang yang sensitif terhadap sinar matahari. (Baca juga: Makanan sehat untuk kulit)

Awal mulanya kelainan yang tibul masih kecil dan kulit terasa kasar seperti memegang kertas pasir. Lama-kelamaan kelainan akan membesar tampak kemerahan dan bersisik. Paparan sinar matahari (terutama UVB) menyebabkan mutasi DNA pada sel keratin (keratinosit). (Baca juga: Obat gatal-gatal)

4. Sunburn (Kulit terbakar)

Sunburn adalah eritema (kemerahan pada kulit) yang merupakan reaksi atau dampak sinar matahari tersering pada kulit. Paparan sinar matahari (terutama UVB) akut menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi). Hal ini dipicu akibat pelepasan mediator-mediator inflamasi yang dirangsang oleh sinar matahari. (Baca juga: Macam-macam penyakit kulit)

Efek kulit terbakar kebanyakan adalah akibat reaksi sel pertahanan tubuh pada kulit yang melepaskan histamin dalam jumlah besar. Histamin kemudian menyebabkan pembuluh darah membesar dan terjadinya peradangan akut. Beberapa jenis sel kulit dalam tahap paparan tertentu, juga dapat mengalami kematian sel sehingga menyebabkan terjadinya pengelupasan kulit. Beberapa pendapat mengatakan bahwa sunburn termasuk dalam jenis luka bakar tingkat pertama. Baca juga: Makanan yang mengandung Vitamin D super tinggi)

5. Katarak kortikal

Katarak merupakan proses penglihatan yang terganggu dimana pandangan dapat kabur, terdapat bercak berawan bahkan gelap (tidak melihat). Pada malah hari biasa pasien mengeluh sering mengalami silau jika ada cahaya yang mendekat (seperti saat mengemudi). Katarak terjadi akibat adanya proses pengapuran pada lensa mata. Penyebab katarak antara lain disebabkan faktor umur, obat-obatan dan bahaya radiasi matahari. (Baca juga: Bahaya melihat Matahari langsung)

Beberapa teori mengatakan, sinar matahari menyebabkan kerusakan enzim yang berguna pada sel protein dari lensa. Efek panas yang diterima juga menyebabkan albumin menjadi putih dan buram sehingga menyebabkan katarak. (Baca juga: Ciri-ciri mata Katarak)

6. Pterygium (Selaput pada mata)

Pterygium adalah keadaan dimana tumbuhnya selaput yang menutupi kornea mata. Selaput tersebut merupakan jaringan fibrovaskular yang tumbbuh menyerupai sayap pada subkonjungtuva (Bagian putih) mata. Faktor penyebabnya adalah riwayat sering trauma, paparan ultraviolet dan infeksi.(Baca juga: Bahaya mengucek mata dengan tangan)

Kejadian tersering di sekitar daerah dekat katulistiva (area paparan matahari tinggi). Sinar matahari (terutama UVB) menyebabkan terjadinya mutasi gen pada sel basal di limbus kornea. Akibatnya terjadi pertumbuhan kolagenase dan angiogenesis yang berlebihan. (Baca juga: gejala Katarak)

7. Keganasan pada kornea dan konjungtiva mata

Sinar UV merupakan penyebab penyakit radiasi yang paling sering pada mata. Sinar UV yang mengenai kornea bersifat merusak epitel kornea (seperti sunburn).  Respon inflamasi (radang) terjadi berupa edema dan kongesti pada konjungtiva dan epitel kornea. (Baca juga: Bahaya melihat Gerhana Matahari secara langsung)

Salah satu keganasan yang dapat terjadi adalah karsinoma epidermoid dari konjungtiva bulbar. Angka kejadiannya tersering di daerah tropis dan subtropis. Kanker lain yang dapat terjadi yaitu kasinoma sel skuamosa pada konjungtiva. (Baca juga: Kelainan yang terjadi pada mata)

8. Reaktivasi Herpes Labialis (Herpes pada Mulut)

Penyakit Herpes simplex disebabkan oleh virus HSV (Herpes Simplex Virus). Terdapat 2 tipe HSV, tipe HSV-1 umumnya menyerang disekitar oral (mulut) atau diluar daerah genital, sedangkan HSV-2 umumnya menyerang genital (kelamin). HSV menyerang dengan cara menginfeksi saraf manusia. Herpes labialis memberikan gejala kulit yang melepuh. (Baca juga: Penyebab Herpes)

Dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Kobe University Graduate School of Medicine di Jepang, dikatakan sinar matahari berperan dalam angka kejadian Herpes Labialis. Dari hasil penelitian didapatkan angka kejadian Herpes Labialis meningkat saat musim panas. (Baca juga: Virus Herpes)

Diduga sinar UV memberikan dampak negetif pada sistem kekebalan tubuh Manusia. Pendapat lain mengatakan sinar UV merangsang HSV pada ujung saraf dari ganglion dari orang yang pernah terinfeksi sebelumnya. (Baca juga: Penyakit yang tidak boleh terkena sinar matahari)

Prinsip dari pencegahan penyakit adalah menghidari paparan sinar Ultraviolet. Hal yang bisa kita lakukan adalah kurangi aktivitas dibawah terik matahari. Jika tidak dapat dihindari, gunakan tabir surya dengan SPF+30, gunakan penutup tubuh (misalnya celana panjang dan jaket hingga menutup leher). Gunakan juga topi untuk menghindari paparan pada wajah, serta gunakan kacamata Sunglasses untuk melindungi mata.

You may also like