7 Bahaya Sinar Matahari Langsung Bagi Kulit

Sinar matahari adalah salah satu benda langit terbesar yang dapat dilihat dari bumi ketika bersinar. Matahari ini merupakan pusat tata surya yang berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia di bumi. Hampir dari segala macam makhluk hidup dibumi membutuhkan sinar matahari dalam proses pertumbuhannya. Terlepas dari manfaat yang bersumber dari sinar matahari, terdapat juga bahaya yang mengancam kesehatan manusia dalam pencahayaan tertentu. Sinar matahari yang terpapar langsung pada kulit manusia dapat berpotensi mendatangkan penyakit berbahaya.


Bagaimana Proses Radiasi Matahari Terjadi ?

Radiasi merupakan proses akhir yang dihasilkan dari paparan sinar matahari yang mencapai permukaan bumi. Pada sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu terjadi gravitasi yang menyebabkan banyak materi seperti hidrogen berkumpul dan memadat antar satu sama lainnya. Kumpulan materi tersebut menyebabkan tekanan yang amat tinggi sehingga terbentuklah inti dari matahari. Selanjutnya inti matahari akan mempunyai tekanan yang sangat tinggi didalamnya hingga atom hidrogen mengalami proses fusi dimana nantinya fusi tersebut akan melepaskan hawa panas. Itulah mengapa terik matahari dapat terasa hangat bahkan panas dalam cuaca tertentu sehingga memicu paparan radiasi di bumi.


Bagaimana Radiasi Matahari bisa Berbahaya bagi Kesehatan Tubuh ?

Paparan sinar matahari yang mengenai kulit secara langsung apabila terjadi dalam kurun waktu yang lama dapat berpotensi membahayakan kesehatan kulit. Hal ini dikarenakan matahari dapat berpotensi menghasilkan radiasi hingga mencapai permukaan bumi. Radiasi matahari ini terdiri dari sinar inframerah, cahaya tampak, dan sinar ultraviolet.

Sedangkan sinar ultraviolet ini sendiri diklasifikasikan berdasarkan radius A dan B. Kita mungkin lebih mengenalnya dengan istilah sinar UVA (Ultraviolet A) dan UVB (Ultraviolet B). Berikut dampak negatif dari bahaya sinar ultraviolet yang merupakan radiasi matahari bagi kesehatan tubuh :

  • Radiasi matahari dapat menyebabkan kerusakan kulit
  • Radiasi matahari memicu tumbuhnya kanker yang disebabkan oleh kerusakan kulit secara permanen
  • Radiasi matahari dapat merusak DNA makhluk hidup
  • Radiasi matahari dapat menekan sistem kekebalan tubuh
  • Radiasi dapat mengaktifkan bahan kimia didalam tubuh yang merupakan salah satu penyebab munculnya penyakit kanker
  • Radiasi matahari dapat menyebabkan penuaan dini pada remaja


Sinar matahari merupakan piranti utama dalam penerangan di planet bumi, tanpa sinar dari matahari maka bumi akan gelap gulita. Selain itu, sinar matahari dalam periode waktu tertentu yakni mulai jam 07:00 – 10:00 dapat membantu proses pembentukan makanan yang mengandung vitamin D di dalam tubuh. Terlepas dari manfaatnya bagi kehidupan, ternyata cahaya matahari juga berbahaya bagi kesehatan jika terpapar langsung pada kulit pada periode waktu tertentu yakni mulai jam 10 :00 – 16:00. Berikut beberapa bahaya sinar matahari langsung :

1. Menyebabkan Kulit Lebih Cepat Berkerut

Kulit akan mengalami proses penuaan yang lebih cepat jika terpapar sinar matahari secara langsung. Dengan kata lain, berkerutnya kulit ini merupakan salah satu tanda penuaan yang patut diwaspadai. Fase awal terbentuknya kerutan pada kulit ditandai dengan kulit yang semakin kasar dan kehilangan kelembaban alaminya. Kedua gejala ini merupakan faktor yang mempercepat kulit berkerut akibat rusaknya fungsi kolagen yang berada didalam lapisan jaringan kulit.

2. Menyebabkan Kulit Kasar

Jika kolagen yang terdapat didalam lapisan kulit rusak akibat paparan sinar matahari secara langsung maka kulit tentunya akan menjadi kasar bahkan bersisik. Cara yang tepat supaya tidak terkena dampak negatif dari bahaya sinar matahari di siang hari bagi kulit yakni, selalu mengoleskan krim tabir surya atau sun block ketika keluar ruangan secara berkala.


3. Penyebab Munculnya Komedo pada Wajah

Komedo termasuk ke dalam jenis penyakit kulit yang membuat kehalusan dan kemulusan kulit wajah menjadi berkurang. Hal ini disebabkan noda hitam berbintik yang muncul disekitar daerah T. Paparan sinar matahari secara langsung pada kulit ini berpotensi menghilangkan kadar normal dari Ph kulit yang semestinya. Pada wajah yang mempunyai tone warna kulit putih dan cerah, komedo ini akan terlihat sangat mencolok.

4. Membuat Kulit Terbakar

Sinar matahari dapat tembus ke bumi meskipun bumi berada pada cuaca berawan. Jadi kulit lebih berpotensi terbakar jika berada dibawah paparan sinar matahari secara langsung meskipun cuaca saat itu berada pada keadaan berawan. Bahkan radiasi dari paparan sinar matahari pada musim panas dapat menembus kaca dan membakar kulit.

Penggunaan tabir surya atau sunblock sangat dianjurkan bagi kita yang mempunyai aktivitas dibawah sinar matahari maupun didalam ruangan yang dapat ditembus oleh sinar matahari. Kondisi ini sama seperti ketika anda terkena bahaya obat nyamuk bakar dan semprot.

5. Meningkatkan Resiko Kerusakan Kulit

Kerusakan kulit ditandai dengan berubahnya pigmen kulit yakni menjadi kemerahan bahkan berwarna coklat terbakar. Radiasi UVA dan UVB yang mengenai kulit sangat berpotensi memicu reaksi inflamasi yang mengancam kesehatan tubuh manusia. Dampak lain dari kerusakan kulit ini yakni degenerasi jaringan ikat pada kulit yang berujung pada gejala penuaan dini . Berikut resiko kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari secara langsung :

  • Degenerasi Jaringan Ikat pada Kulit Normal
  • Fotokarsinogenesis
  • Imunosupresi
  • Fotoaging
  • Pigmen Kulit Tidak Rata
  • Kulit Kasar dan Kering
  • Seborrhoeic Keratosis
  • Freckles
  • Lentigo

6. Meningkatkan Resiko Penyakit Kanker

Paparan sinar matahari atau radiasi matahari yang terjadi secara terus-menerus dapat berdampak tidak baik bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya berdampak pada kesehatan dan kecantikan kulit semata, akan tetapi terdapat juga resiko penyakit ganas seperti kanker dan tumor. Tingginya kandungan trigliserid merupakan salah satu faktor munculnya kanker didalam tubuh.

Sinar ultraviolet A dan B yang biasa disebut dengan istilah sinar UVA dan UVB ini sangat tidak baik bagi tubuh jika terpapar dalam jangka waktu yang lama. (Baca juga : penyakit yang tidak boleh terkena sinar matahari)

Pencegahan Dampak Negatif Sinar Matahari

Disisi lain berkas sinar kosmis, berkas sinar gamma, dan berkas sinar X yang dihasilkan oleh matahari dapat diserap oleh atmosfer sehingga sebagian besar ultraviolet A dan Ultraviolet B dapat tersaring sebelum mengenai bumi. Selain itu, lapisan ozon yang terdapat di atmosfer juga mampu membuat radiasi Ultraviolet C atau UVC menjadi terhambat. Namun lapisan ozon semakin menipis dari waktu ke waktu akibat pemanasan global sehingga paparan sinar ultraviolet A dan B langsung menuju bumi tanpa melewati proses penyaringan terlebih dahulu.

Hal ini berpotensi dalam meningkatkan radiasi ultravolet A dan B yang biasa dikenal dengan UVA dan UVB ini pada permukaan bumi. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk menghindari dampak negatif dari paparan sinar matahari langsung kita harus melakukan langkah-langkah yang terlepas dari kemampuan alami bumi. Pemakaian krim tabir surya atau sunblock ini merupakan langkah konkrit yang dapat mencegah dampak negatif paparan sinar matahari langsung bagi kesehatan.

Tips Melindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari Langsung

Diatas telah dijelaskan apa saja dampak negatif dari paparan sinar matahari langsung bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Sinar matahari itu sendiri pada dasarnya merupakan piranti yang sangat dibutuhkan oleh bumi misalkan dalam proses fotosintesis tumbuhan dan proses pembentukan vitamin D yang sangat diperlukan tubuh dalam metabolisme kalsium dan kekuatan tulang.

Terlepas dari beberapa hal tersebut, paparan sinar matahari jika mengenai kulit dalam jangka waktu tertentu dan terjadi secara terus-menerus akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Jadi paparan sinar matahari yang baik yakni mulai pukul 07 :00 hingga 10 :00 pagi dan sangat tidak dianjurkan berada dibawah terik matahari langsung pada waktu yang telah ditentukan. Untuk mengetahui bagaimana melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung dengan benar, berikut pembahasannya :

  • Gunakan krim tabir surya atau sunblock yang mengandung SPF tinggi sebelum melakukan aktivitas diluar ruangan.
  • Meskipun telah menggunakan sunblock namun sebaiknya tetap membatasi lamanya waktu berada di bawah terik sinar matahari
  • Kadar kandungan SPF pada krim tabir surya dapat menentukan lamanya perlindungan kulit dari bahaya sinar matahari langsung
  • Gunakan krim tabir surya 20 menit sebelum melakukan aktivitas diluar ruangan dan gunakan kembali setelah melewati 20 menit dibawah terik sinar matahari.
  • Pilihlah pakaian yang mempunyai warna gelap karena kulit akan lebih terlindungi
  • Gunakan pakaian yang menutupi kulit dan kacamata dengan perlindungan UV.
  • Waspadai permukaan yang dapat memantulkan terik sinar matahari seperti air, pasir, dan lantai ynag mengkilap.

Namun perlu diingat bahwa manfaat dari sinar matahari dapat kita terima jika sesuai dengan aturan yang benar. Pada waktu tertentu dan lama nya berada dibawah terik sinar matahari juga menentukan apakah sinar matahari berdampak baik atau buruk bagi kesehatan tubuh kita. Sebaiknya kita melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung dengan pemakaian krim tabir surya secara berkala. Krim ini dapat mengurangi bahaya sinar matahari langsung bagi kulit dan tubuh manusia.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Thursday 29th, October 2015 / 03:23 Oleh :
Kategori : Sumber Penyakit